M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI Pangurip Magang Kreatif Bersertifikat Internasional

ISI BALI Pangurip Magang Kreatif Bersertifikat Internasional

Foto: Pangurip Magang Kreatif Bersertifikat Internasional JANA-WIDYA-JNANA di Ballroom Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen Lt. 3, ISI BALI, Selasa (1/9).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) mengawali program Magang Kreatif Bersertifikat Internasional JANA-WIDYA-JNANA (Talenta Mulia Dunia) melalui kegiatan pangurip yang digelar Selasa, 1 September 2026, di Ballroom Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen Lantai 3, ISI BALI. Kegiatan pangurip dihadiri Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama seluruh jajaran pimpinan ISI BALI, Chairman Hasami Ceramic Industry Cooperative Association Mr. Ota Kazuhiko, Deputy Director Ceramic Research Center of Nagasaki Mr. Hideki Yoshida, perwakilan BESTie CO., Ltd Ms. Misako Masuzumi, dan staf  Hasami Ceramic Industry Cooperative Association Mr. Hirotoshi Yamada, serta Dewan Pertimbangan ISI BALI, AA Gde Raid an Warih Wisatsana.

Sebanyak 25 mahasiswa semester tujuh dari Program Studi Seni Kriya, Seni Murni, dan Desain Produk terpilih mengikuti program setelah melalui proses seleksi yang dilaksanakan ISI BALI bersama mitra industri keramik Jepang. Ke-25 mahasiswa tersebut adalah I Gusti Ayu Wijayanti P., Ida Made Gaodya Rendraswara, I Dewa Bagus Wahyu, I Wayan Aria Santosa, Rayna Najla K., I Wayan Aria Sisya N., Martha, I Made Sofyan, Zefanya Awan B., Ni Wayan Arianti Dewi, Arwen Jennifer P., Ni Luh Dewi Kusuma W., I Komang Aryawan, Cokorda Gede Raka Wisma W., Ni Luh Putu Karina Praba D., I Putu Ranu Weda W., I Kadek Agus Adi W., I Kadek Sudana, Ni Kadek Karini A., Adi Purnama Yoga, I Wayan Adi Wiryatama, I Kadek Fajar N., Alfridus Moensaku, I Kadek Calvin Y., dan I Gst. Ngurah Putu Diva.

Melalui program ini, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif di ISI BALI sebagai tahap persiapan sebelum memasuki dunia industri. Materi penting yang diberikan yakni pembelajaran bahasa Jepang, teknik keramik Hasami, teknologi produksi keramik, desain produk 3D, dan lainnya. Pembekalan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan kemampuan komunikasi, adaptasi budaya, kedisiplinan, serta kesiapan bekerja dalam lingkungan industri yang memiliki standar profesional dan internasional.

Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan dan melalui proses evaluasi, delapan peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti program magang internasional di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang. Hasami dikenal sebagai salah satu sentra keramik penting di Jepang, sehingga pengalaman magang di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai proses produksi, inovasi desain, budaya kerja, serta perkembangan industri keramik Jepang.

Sementara itu, 17 peserta lainnya akan menjalani program magang pada mitra industri seni kriya bereputasi di dalam negeri. Dengan skema tersebut, seluruh mahasiswa peserta tetap memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan kompetensi akademik ke dalam praktik profesional, baik melalui pengalaman industri di Jepang maupun di Indonesia.

Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak berhenti di ruang kelas. Melalui program magang yang terhubung langsung dengan industri, mahasiswa didorong untuk memahami standar kerja profesional, mengembangkan kreativitas, sekaligus membangun jejaring yang dapat mendukung pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Chairman Hasami Ceramic Industry Cooperative Association, Mr. Ota Kazuhiko, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada 25 mahasiswa yang telah terpilih mengikuti program Magang Kreatif Bersertifikat Internasional JANA-WIDYA-JNANA. Ia menyampaikan bahwa para peserta akan mendapatkan berbagai pembekalan sebagai persiapan memasuki dunia industri, antara lain pembelajaran bahasa Jepang, 3D CAD, serta pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan produk desain. Menurutnya, kemampuan bahasa menjadi salah satu aspek penting bagi mahasiswa sebelum mengikuti pengalaman magang, khususnya bagi peserta yang nantinya berkesempatan menjalani program di Jepang. “Saya berharap mahasiswa dapat belajar bahasa Jepang dengan baik,” ujarnya.

Melalui rangkaian pelatihan, seleksi, hingga pelaksanaan magang, program ini diharapkan melahirkan talenta seni dan desain yang tidak hanya memiliki kemampuan kreatif, tetapi juga siap beradaptasi dengan kebutuhan industri, memiliki wawasan global, serta mampu membawa kompetensi seni Indonesia ke ruang profesional internasional.

Gema Panggung Dunia ISI BALI

Gema Panggung Dunia ISI BALI

Foto: ISI BALI dalam The Pasar Indonesia di Belanda

Menjadi kebanggaan mahasiswa ISI BALI, diapresiasi tinggi di rumah sendiri, pun diraya suka cita di panggung dunia. Pada tahun 2026 ini, pemanggungan dimulai dari undangan kehormatan panitia The Pasar Indonesia, berikut ajang internasional Misato Bali Festival, dan acara resepsi diplomatik Kedutaan Besar Indonesia di Hanoi, Vietnam.

The Pasar Indonesia diselenggarakan di De Broodfabriek: Expo and Event Center, Rijswijk, Belanda, 13-18 Mei 2026, delegasi ISI BALI, terdiri atas Komang Prayoga Putra ( mahasiswa magister seni), Dewa Ayu Made Adinda Ratna Devi (mahasiswa tari program sarjana), dan Ni Komang Trisna Devi (mahasiswa Desain Mode program terapan). Ketiga mahasiswa terpilih ini menyajikan gelar seni klasik dan kreasi baru, serta lokakarya seni topeng. Perhelatan yang dibuka Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinankung, serta Director De Broodfabriek, Jeldert de Boer ini dihadiri ribuan pengunjung internasional, termasuk diaspora Indonesia.

ISI BALI dalam Misato Bali Festival 2026, yang sebagian besar pendanaannya oleh Kota Misato, Prefecture Shimane, Jepang ini akan menyajikan seni klasik dan karya kolaborasi dengan seniman setempat. Delegasi dipimpin Ni Wayan Suartini, M.Sn. (Koordinator Prodi Pendidikan Vokasional Tata Rias), menghadirkan dua mahasiswa, yaitu Ni Luh Komang Sekar Kumala Dewi dan Ni Putu Nilam Cahyani (mahasiswa tari program sarjana). Misato Bali Festival digelar 8 – 12 Oktober 2026, dalam bentuk Cultural Exchange and Workshop. Selain berpartisipasi dalam dua event internasional tersebut, ISI BALI juga menerima undangan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, Vietnam, serangkaian acara Resepsi Diplomatik pada 6 – 9 Oktober 2026. 

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Adnyana menyampaikan apresiasi kepada segenap mitra strategis internasional atas undangan dan kepercayaanya untuk memberi ruang bagi sivitas akademika ISI BALI untuk memanggungkan karya klasik Indonesia, inovasi teranyar, dan beragam bentuk kolaborasi. “Apresiasi ini gayut dengan upaya ISI BALI menjadi Hub Global Pusat Kreativitas dan Inovasi Seni (Global-Bali Arts Creativity Center Hub), yang berdampak meluas dan menyemesta”.

B-GAAD III 2026 Poros Seni dan Desain Asia-Pasifik

B-GAAD III 2026 Poros Seni dan Desain Asia-Pasifik

Foto: Gelaran Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD)

Ajang dinanti ekosistem inovasi seni dan desain Asia-Pasifik, itulah Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD). Pasca dua kali perhelatan yang diapresiasi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan seni dan desain di Asia-Pasifik, ISI BALI menghadirkan B-GAAD III dengan penuh optimisme dan empati persaudaraan lintas bangsa.

Mengusung tema “Roh-Rong-Reh: Soul-Space-Sincerity atau Jiwa-Jagat-Junjung”, B-GAAD III menjadi ruang pertukaran gagasan, jejaring, serta komunikasi strategis antarlembaga pendidikan tinggi seni dan desain di kawasan Asia-Pasifik. Dihelat 27 – 30 Oktober 2026 diselenggarakan di Kampus Meraya Citta ISI BALI, Neka Art Museum, Komaneka Art Gallery, serta beberapa ruang budaya di Bali.

B-GAAD II Tahun 2025 diikuti 11 perguruan tinggi dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Kazakhstan, Singapura, Thailand, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Bangladesh, dan Republik Korea. Perhelatan tersebut menghadirkan sejumlah program unggulan, seperti Bali-Global Arts and Design Symposium (B-GADS) dengan 26 pembicara internasional, Bali-Global Art Map Exhibition (B-GAME) yang melibatkan 60 perupa berpengaruh, serta Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) yang melibatkan 108 desainer dari Indonesia dan mancanegara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, B-GAAD III mengembangkan cakupan kolaborasi melalui delapan program unggulan, yakni B-GAAD’s Leader Summit, Bali-Global Arts and Design Symposium (B-GADS), Bali-Global Performing Arts Map (B-GPAM), Bali-Global Art Map Exhibition (B-GAME), Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME), Bali-Global Encounter Figure (B-GEF), Bali-Global Authentic Trip (B-GAT), serta Bali-Global Expo and Job Fair (B-GEJF).

Ketua Panitia Pelaksana B-GAAD III, Dr. Kadek Dwiyani mengatakan, sejumlah perguruan tinggi dan institusi internasional telah mengonfirmasi partisipasi, di antaranya Dongduck Women’s University dan Sungkyunkwan University, Republik Korea; Brigham Young University, Amerika Serikat; University of Canterbury, Selandia Baru; Graduate Institute of Musicology, National Taiwan University, Taiwan; LASALLE College of the Arts, Singapura; serta Universiti Malaysia Kelantan dan Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA), Malaysia.

BAHANA WIDYA MAHAGUNA Penghargaan Nasional dan Internasional ISI BALI — Dari Tokoh Pers Hingga Duta Besar

BAHANA WIDYA MAHAGUNA Penghargaan Nasional dan Internasional ISI BALI — Dari Tokoh Pers Hingga Duta Besar

Foto: Penghargaan Internasional Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha

Memulia dedikasi dan reputasi sosok mumpuni, ISI BALI menyematkan penghargaan nasional dan internasional setiap tahun. Pada naungan energisitas “tahun kuda api” ini, dianugerahkan penghargaan nasional Bali-Dwipantara Nata Kerthi Nugraha VI dan penghargaan internasional Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha VI Tahun 2026. Penghargaan nasional dirayakan serangkaian Wisuda Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor ke-40 Semester Genap, pada Kamis (27/8) ini. Sebelumnya, pada serangkaian Dies Natalis XXIII pada Jumat, 27 Februari 2026.

Penghargaan Nasional Bali Dwipantara Nata Kerthi Nugraha tahun ini disematkan kepada lima tokoh terpilih yang bereputasi sekaligus memiliki dedikasi, kecintaan, dan spirit pemajuan seni budaya. Kelima tokoh dimaksud, yaitu Jero Gede Duhuran Batur (tokoh pengayom seni budaya Bali), ABG Satria Naradha (tokoh pers nasional dan pencinta seni budaya), Luh Made Asmariani Budhi (entrepreneur dan pencinta seni), I Nyoman Sudiana, S.Skar., M.Si (tokoh pembina Karawitan Bali), Wahyu Indira, S.Sn., M.Sn (Dosen Penggerak – Desainer Komunikasi Visual).

Sebelumnya, pada Dies Natalis XXIII yang juga dirangkai pembukaan Festival Internasional Bali Padma Bhuwana VI, 27 Februari 2026,  dianugerahkan penghargaan internasional Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha kepada lima tokoh seni dan budaya yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam merawat, mengembangkan, serta mempromosikan seni dan budaya Bali di kancah global.

Lima penerima penghargaan tersebut, yaitu Dr. Mochammad Fadjroel Rachman, S.E., M.H., (sastrawan dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan); Jeon Dongsu (seniman sekaligus Chairman Committee of Artist for World Peace, Korea Selatan); Mohd Asri Bin Abdul Ghafar (maesenas seni pertunjukan, Malaysia); Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si., (akademisi dan seniman tari, Indonesia); serta Drs. I Made Bendi Yudha, M.Sn., (akademisi dan perupa, Indonesia).

Kedua penghargaan prestisius ISI BALI tersebut diatur dalam Peraturan Rektor ISI Denpasar Nomor 2 Tahun 2022 sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Rektor ISI Denpasar Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Rektor ISI Denpasar Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Penghargaan Institut Seni Indonesia Denpasar.

ISI BALI Gelar Pameran BALI–DWIPANTARA ADIRUPA VI

ISI BALI Gelar Pameran BALI–DWIPANTARA ADIRUPA VI

Foto: Pameran Bali–Dwipantara Adirupa VI bertajuk “Rupa Jnana Rasmi: Pendar Mahaindah Karisma Pengetahuan”, Rabu (26/8) di Nata-Citta Art Space, ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menghadirkan ruang perjumpaan bagi para perupa dan desainer melalui Pameran Bali–Dwipantara Adirupa VI bertajuk “Rupa Jnana Rasmi: Pendar Mahaindah Karisma Pengetahuan”. Pameran yang merupakan rangkaian program Bali Sangga Dwipantara VI ini dibuka secara resmi pada Rabu (26/8) di Nata-Citta Art Space, ISI BALI, dan akan berlangsung hingga 25 September 2026.

Pameran dibuka oleh Ida Bagus Sidharta Putra, maesenas sekaligus pencinta seni, serta dihadiri Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, para perupa dan desainer, sivitas akademika, pemerhati seni, serta undangan lainnya. Kehadiran pameran ini menjadi bagian dari upaya ISI BALI untuk terus membangun ekosistem seni yang mempertemukan praktik penciptaan, pengetahuan, kreativitas, dan apresiasi publik.

Mengusung tema “Rupa Jnana Rasmi” yang dimaknai sebagai “Pendar Mahaindah Karisma Pengetahuan”, pameran mengeksplorasi hubungan antara rupa dan pengetahuan melalui beragam karya seni visual. Rupa tidak semata diposisikan sebagai bentuk estetik, tetapi juga sebagai medium untuk merefleksikan pengalaman, gagasan, tradisi, perkembangan teknologi, serta berbagai persoalan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Foto: Pameran Bali–Dwipantara Adirupa VI bertajuk “Rupa Jnana Rasmi: Pendar Mahaindah Karisma Pengetahuan”, Rabu (26/8) di Nata-Citta Art Space, ISI BALI.

Kurator pameran, Arif B. Prasetyo, Warih Witsastana, dan Ni Wayan Idayati, menghimpun karya-karya yang memperlihatkan keberagaman perspektif dan pendekatan artistik. Arif B. Prasetyo dalam sambutan kuratorial menyampaikan bahwa Pameran BALI–DWIPANTARA ADIRUPA VI tahun ini diikuti 147 perupa dan desainer yang menghadirkan 117 karya.

Menurut Arif, karya-karya yang ditampilkan berangkat dari beragam latar penciptaan dan cara pengolahan medium. Keragaman tersebut sekaligus mencerminkan pengalaman personal maupun kolektif para seniman, serta persinggungan dengan tradisi, teknologi, dan dinamika persoalan keseharian. Dengan demikian, pameran menjadi ruang untuk melihat bagaimana pengetahuan dan pengalaman dapat diterjemahkan ke dalam bahasa rupa yang beragam.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan pentingnya ruang pamer sebagai wahana apresiasi. Menurutnya, apresiasi pada dasarnya bertumpu pada semangat persahabatan atau brotherhood, yang kemudian bertemali dengan pertukaran ide dan gagasan.

“Ruang pameran adalah wahana apresiasi. Apresiasi dasarnya adalah persahabatan, brotherhood. Persahabatan yang bertemali dengan ide-ide membuat semua bergerak, semua hidup,” ujar Prof. Kun.

Ia menambahkan, ruang pamer tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan karya, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan seniman, akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan seni untuk saling bertukar gagasan. Dari perjumpaan tersebut, seni diharapkan terus tumbuh, bergerak, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ida Bagus Sidharta Putra mengapresiasi konsistensi ISI BALI dalam menghadirkan ruang-ruang seni sekaligus mengambil peran dalam pelestarian dan promosi seni serta budaya Bali. Menurutnya, keberadaan institusi pendidikan seni memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan kekayaan seni budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Pameran BALI–DWIPANTARA ADIRUPA VI menjadi salah satu upaya ISI BALI memperkuat ekosistem seni melalui pertemuan antara penciptaan, pengetahuan, dan apresiasi. Dengan melibatkan ratusan perupa dan desainer serta menghadirkan karya-karya dari beragam latar penciptaan, pameran ini diharapkan membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai perkembangan seni visual sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai ruang penting bagi pertumbuhan dan perjumpaan seni.

Workshop Survey dan Tracer Study Perkuat Pelaksanaan Bali Citta Samasta 2026

Workshop Survey dan Tracer Study Perkuat Pelaksanaan Bali Citta Samasta 2026

Foto: Workshop Survey, Statistik, dan Pelacakan Alumni di Ruang Vicon ISI BALI, Jumat (21/8),

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyelenggarakan Workshop Survey, Statistik, dan Pelacakan Alumni sebagai bagian dari rangkaian Program Bali Citta Samasta (Festival Seni Alumni) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Vicon ISI BALI, Jumat (21/8), dan diikuti jajaran pimpinan ISI BALI, koordinator program studi, serta tim survei.

Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi ISI BALI, Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana. Kegiatan menghadirkan Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Dewa Ayu Eka Sumarningsih, SST, SAB, M.Stat., bersama Kepala Pusat Survey dan Statistik ISI BALI, I Nyoman Payu Yasa, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Bagian Umum LPMPP ISI BALI, I Gede Indra Suwija Putra, S.H., sebagai narasumber.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Setem, dalam laporannya menjelaskan bahwa Bali Citta Samasta merupakan salah satu wujud pelaksanaan misi ISI BALI melalui Astha Mahacitta Bali. Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 50 Tahun 2025 tentang Statuta Institut Seni Indonesia Bali, serta berpedoman pada regulasi terkait pelacakan alumni atau tracer study di lingkungan ISI BALI.

Menurutnya, Bali Citta Samasta dirancang sebagai ruang interaksi sekaligus wahana kolaborasi antara ISI BALI dan para alumninya. Melalui kegiatan tersebut, kampus tidak hanya membangun jejaring dengan lulusan, tetapi juga memperkuat sistem pendataan dan pelacakan alumni sebagai bagian penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan tinggi.

“Pelaksanaan Bali Citta Samasta bertujuan memberikan ruang interaksi dan wahana kolaborasi antara ISI BALI dengan alumni yang kemudian bermuara pada pemenuhan IKU 2,” ujar Prof. I Wayan Setem.

IKU 2 berkaitan dengan persentase lulusan pendidikan tinggi yang dalam jangka waktu satu tahun setelah kelulusan telah bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi, termasuk lulusan yang telah bekerja atau berwirausaha sebelum menyelesaikan pendidikan. Karena itu, akurasi data alumni dan pelaksanaan tracer study menjadi bagian penting dalam memastikan capaian indikator tersebut dapat terukur secara baik.

Lebih lanjut, Bali Citta Samasta juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap penyusunan Laporan Pemenuhan Indikator Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kontribusi tersebut antara lain berkaitan dengan dampak sosial melalui pendidikan inklusif dan afirmasi, serta dampak ekonomi yang mencakup kontribusi ekonomi dari mahasiswa dan masyarakat yang menghadiri atau berkunjung ke perguruan tinggi maupun kegiatan yang diselenggarakan perguruan tinggi.

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan spin-off/start-up yang memperoleh dukungan atau fasilitasi dari perguruan tinggi. Dengan demikian, keberadaan alumni diharapkan tidak berhenti pada hubungan setelah kelulusan, tetapi berkembang menjadi jejaring yang memberikan dampak bagi institusi, alumni, masyarakat, dan perekonomian.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan akademik dan pengembangan institusi. Ia berharap workshop dapat meningkatkan kapasitas tim survei dan program studi dalam melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, serta pemanfaatan data alumni secara sistematis.

Ia juga mendorong agar pelacakan alumni tidak dipandang semata-mata sebagai kewajiban administratif untuk memenuhi indikator kinerja, tetapi menjadi instrumen strategis bagi ISI BALI untuk mengetahui relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan karier lulusan, serta kontribusi alumni di tengah masyarakat. Melalui workshop ini, ISI BALI diharapkan semakin mampu membangun sistem survey dan pelacakan alumni yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan. Data yang dihasilkan selanjutnya menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat hubungan dengan alumni, sekaligus memastikan keberadaan ISI BALI sebagai kampus berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Loading...