M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

70 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Bulgaria Hadir di ISI BALI

70 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Bulgaria Hadir di ISI BALI

Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, memberikan kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali memperkuat jejaring internasional melalui kuliah tamu yang menghadirkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bulgaria untuk Republik Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3). Dubes Bulgaria hadir didampingi oleh Komisioner Perdagangan Bulgaria untuk Indonesia, Mr. Daniel Dobrev.

Dalam pemaparannya, Duta Besar Tanya Dimitrova mengangkat tema “70 Years of Diplomatic Relations between Bulgaria and Indonesia”. Ia menelusuri perjalanan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin sejak tahun 1956, mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, pendidikan, serta kebudayaan. Bulgaria dan Indonesia, menurutnya, memiliki fondasi persahabatan yang kuat berbasis saling menghormati dan semangat kolaborasi antarbangsa.

Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, dan moderator Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D dalam kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).

Secara khusus, ia menyoroti pentingnya diplomasi budaya dan pendidikan sebagai jembatan penguatan relasi kedua negara. Dalam konteks ini, seni dipandang sebagai medium strategis untuk membangun dialog lintas budaya, memperluas pemahaman, serta membuka peluang kolaborasi kreatif antara generasi muda Bulgaria dan Indonesia.

Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D. tersebut diikuti seratusan mahasiswa, baik dari program sarjana maupun pasca sarjana. Mahasiswa tampak antusias menyimak pemaparan, terutama saat sesi diskusi yang membahas peluang studi dan mobilitas internasional.

Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah tawaran program beasiswa Erasmus+ untuk studi selama satu tahun di Bulgaria. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk merasakan pengalaman akademik dan budaya di berbagai universitas di Bulgaria melalui skema pertukaran maupun studi lanjut.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar Bulgaria beserta delegasi. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum strategis dalam memperluas kerja sama internasional ISI BALI, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Menurutnya, tawaran beasiswa Erasmus+ menjadi peluang berharga bagi mahasiswa ISI BALI untuk memperkaya perspektif global sekaligus membawa identitas seni dan budaya Indonesia ke panggung internasional. Ia berharap, pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui penjajakan kerja sama konkret antarperguruan tinggi di Bulgaria dengan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Inagurasi 607 Akademia Cemerlang Dunia

ISI BALI Inagurasi 607 Akademia Cemerlang Dunia

Foto: Hari ke-3 Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI, Jumat (27/2).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menginagurasi 607 wisudawan dalam Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor XXXVII, XXXVII, dan XXXIX pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar selama tiga hari, Rabu–Jumat, 25–27 Februari 2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Pemilihan format tiga hari menjadi ikhtiar institusi untuk menghadirkan suasana wisuda yang inklusif dan hangat, memberi ruang bagi orang tua serta keluarga wisudawan untuk bersanding dalam satu ruang kebahagiaan. Di tengah praktik wisuda yang kerap membatasi kehadiran keluarga di dalam gedung, ISI BALI justru membuka panggung bersama sebagai penanda syukur kolektif atas capaian akademik para lulusan.

Foto: Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Mengusung tajuk “Satya-Jnana-Sukha” (Kesetiaan–Pengetahuan–Kebahagiaan), wisuda kali ini mengumandangkan ikrar penggalian kesejatian pengetahuan demi kebahagiaan yang utuh. Pengetahuan yang dimaksud bukan semata capaian intelektual, melainkan kesejatian yang berparaga seni-desain, berpijak pada inovasi digital mutakhir, sekaligus bermahkota keadiluhungan nilai masa lalu.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana dalam sambutannya mengatakan, pada semester ini, ISI BALI meluluskan 607 wisudawan yang terdiri atas 558 lulusan Program Sarjana dan Sarjana Terapan, 30 lulusan Program Magister, serta 19 lulusan Program Doktor. Momentum wisuda didedikasikan sebagai altar pengakuan atas keberhasilan mahasiswa menuntaskan studi dengan penuh tanggung jawab. Bagi lulusan magister dan doktor, inagurasi gelar menjadi mimbar paripurna pembuktian kecakapan-kepakaran seni, desain, dan budaya, sekaligus peneguhan perjuangan memulia nilai-nilai hakiki kehidupan.

Capaian akademik semester ini juga dipatri dalam rekam jejak kerja sama yang kian benderang. Sebanyak 479 mitra bereputasi yang tergabung dalam ekosistem ISI BALI Berdampak—mulai dari dunia usaha dan industri, studio seniman-desainer profesional, hingga lembaga berjejaring global—bersatu memajukan institusi. Atas komitmen berbagi pengetahuan autentik dan cita pemajuan bersama, ISI BALI menganugerahkan penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha dalam Pasamuan Widya Mahardika pada Jumat, 20 Februari 2026.

Foto: Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Untuk meneguhkan relevansi, jaminan mutu, dan daya saing dalam berkontribusi pada transformasi sosial, budaya, dan ekonomi bangsa, ISI BALI membentuk Kurikulum ISI BALI Berdampak. Kurikulum ini ditetapkan melalui Peraturan Rektor Nomor 3 Tahun 2026 untuk Program Sarjana dan Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2026 untuk Program Sarjana Terapan, berpayung pada Peraturan Menteri Diktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Kurikulum tersebut menjadi haluan bagi mahasiswa untuk menyosok sebagai seniman, desainer, wirausahawan, peneliti-kritikus, dan pendidik seni berjiwa Pancasila—kreatif, inovatif, bernalar kritis, serta menjunjung nilai kemanusiaan, lingkungan hidup, dan kearifan luhur Indonesia.

Mengiringi capaian akademik dan kerja sama, sivitas ISI BALI juga menghadirkan pembaruan ruang dan simbol institusi melalui pembangunan ikon-ikon baru seperti Tugu Batu, Gerbang Bancingah, Panggung Candi, hingga Jineng Keluhuran. Dalam rangkaian Wisuda dan Dies Natalis ke-23, ISI BALI turut mempersembahkan buku Artistika Rupa Paraga sebagai sumbangsih keilmuan bagi khalayak luas.

Prestasi kelembagaan pun mengukuhkan langkah tersebut. Pada penghujung 2025, ISI BALI meraih Gold Winner Anugerah Kerja Sama Diktisaintek kategori Kerja Sama Industri Terbaik, Silver Winner Anugerah Humas Diktisaintek, Bronze Winner kategori Kerja Sama Internasional Terbaik, serta peringkat ketiga nasional Nilai Kinerja Anggaran 2025 untuk kategori Perguruan Tinggi Satker.

Menutup rangkaian pernyataannya, Prof. Kun Adnyana menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan orang tua atas keberhasilan menuntaskan studi. “Dengan bangga kami melepas Akademia Cemerlang Dunia. Daya cendikiamu mengharum raya, kini sampai nanti. Sejak tali toga dipindah ke sisi kanan, para lulusan resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni kebanggaan ISI BALI, siap mengabdi, berkarya, dan memuliakan kehidupan melalui seni, desain, dan budaya,” ujarnya. (ISIBALI/Humas)

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Hadirkan Karya Seni-Desain 180 Seniman Internasional

Bali-Bhuwana Rupa 2026 Hadirkan Karya Seni-Desain 180 Seniman Internasional

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menegaskan perannya sebagai simpul dialog seni rupa dan desain global melalui penyelenggaraan Bali-Bhuwana Rupa (Global-Bali Art and Design Exhibition) bertajuk “Adhi-Jnana-Astam” (Mastery–Mind–Marvel). Pameran ini merupakan salah satu program seni-desain prestisius dalam rangkaian Bali Padma Bhuwana VI yang diinisiasi ISI BALI dan menjadi ruang temu gagasan, kreativitas, serta pertukaran pengetahuan lintas negara.

Pameran diselenggarakan secara kolaboratif di Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Ubud dan Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI, berlangsung dari (23/2) hingga (8/3). Pembukaan digelar pada Senin (23/2) di ARMA, Ubud, dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme dari kalangan seniman, akademisi, mahasiswa, serta pegiat seni.

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)

Pameran internasional ini memamerkan karya 180 seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Australia, dan Amerika Serikat. Keberagaman latar geografis dan kultural tersebut menghadirkan spektrum visual yang kaya, mulai dari seni rupa murni, desain visual, hingga eksplorasi lintas disiplin yang merefleksikan dinamika seni dan desain kontemporer dunia.

Secara konseptual, tajuk “Adhi-Jnana-Astam” dimaknai sebagai perwujudan penguasaan artistik (adhi) yang bertumpu pada kedalaman pengetahuan (jnana) dan melahirkan daya cipta yang memukau (astam). Kurasi pameran dipercayakan kepada Jeon Dongsu (Korea Selatan), Arif Bagus Prasetyo, dan Warih Wisatsana (Indonesia), yang meramu narasi kuratorial dengan menekankan pentingnya integrasi antara kecakapan teknis, ketajaman intelektual, dan keberanian eksplorasi dalam praktik seni dan desain masa kini.

Foto: Pembukaan Pameran Internasional Bali-Bhuwana Rupa di ARMA, Ubud, Senin (23/2)

Pembukaan pameran dilakukan oleh maesinas seni asal Malaysia, Mohd. Asri Bin Abdul Ghafar, yang menegaskan pentingnya kolaborasi regional dan internasional dalam memperkuat jejaring seni serta membangun solidaritas kultural antarbangsa. Kehadiran berbagai perwakilan negara dalam pameran ini menjadi penanda bahwa seni dan desain mampu menjadi jembatan dialog yang melampaui batas geografis maupun perbedaan latar budaya.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bali-Bhuwana Rupa menjadi ruang perjumpaan gagasan dan refleksi atas perkembangan seni global dalam perspektif Bali. Ia menegaskan komitmen ISI BALI untuk terus membangun ekosistem seni yang inklusif, progresif, serta berakar pada kearifan lokal, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pameran ini, ISI BALI berupaya mempertemukan dunia dengan Bali, dan Bali dengan dunia, dalam satu perayaan kreativitas yang bermakna dan berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Rayakan Dies Natalis XXIII dalam Malam Puitika dan Artistika

ISI BALI Rayakan Dies Natalis XXIII dalam Malam Puitika dan Artistika

Foto: Panegteg Dies Natalis bertajuk “Kita Jiwa Kata” dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2) malam.

Memaknai Dies Natalis XXIII Tahun 2026, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar Panegteg Dies Natalis bertajuk “Kita Jiwa Kata” dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2) malam. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif untuk merayakan kata sebagai ruh penciptaan dan pengkajian seni.

Salah satu agenda utama adalah bedah buku Artistika Rupa Paraga yang menghadirkan kurator seni rupa Arif B. Prasetyo, akademisi Prof. Dr. Gede Yudarta, dan Prof. Dr. Anak Agung Gede Rai Remawa sebagai narasumber, dengan Prof. Dr. Komang Sudirga sebagai moderator. Diskusi tersebut mengupas bagaimana karya seni tidak hanya hadir sebagai rupa yang tampak, tetapi juga sebagai gagasan yang dapat dituturkan dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Foto: Bedah buku Artistika Rupa Paraga dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2).

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan buku secara simbolik kepada perwakilan Dewan Pertimbangan, Kepala Unit Penunjang Akademik Perpustakaan, serta penerima penghargaan Bali Bhuwana Nata Kerthi Nugraha sebagai bentuk diseminasi pengetahuan dan penguatan literasi akademik di lingkungan kampus.

Suasana malam semakin khidmat dengan pembacaan puisi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kazakhstan, Dr. Mochammad Fadjroel Rachman, sastrawan Warih Wisatsana, dan sineas Riri Riza. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan bahwa kata memiliki daya hidup yang melampaui batas disiplin dan profesi.

Foto: Pembacaan Puisi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kazakhstan, Dr. Mochammad Fadjroel Rachman dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa malam resepsi Dies Natalis ini dimaknai sebagai ikhtiar merayakan kata sebagai manifestasi jiwa. “Kata adalah ikhwal kita untuk mendoa. Bersama 24 dosen doktor penciptaan dan pengkajian seni, kami merumuskan bagaimana keunikan sebuah karya dapat dituturkan dengan kata dan kemudian dikemas dalam Artistika Rupa Paraga. Rupa untuk yang terlihat, paraga untuk yang dapat ditubuhkan, mengalir sebagai gerak dan menjelma sebagai pertunjukan,” ungkapnya. (ISIBALI/Humas)

479 Mitra ISI BALI Berdampak Dianugerahkan Penghargaan

479 Mitra ISI BALI Berdampak Dianugerahkan Penghargaan

Foto: Penyerahan Penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada Mitra ISI BALI Berdampak, Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menganugerahkan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada 479 Mitra ISI BALI Berdampak dalam Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para mitra dalam mendukung penguatan akademik, jejaring profesional, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan bahwa penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha sepenuhnya didedikasikan kepada para mitra berdampak yang telah memberikan ilmu, pengalaman, jejaring, serta antusiasme untuk berbagi dengan sivitas akademika. Menurutnya, sinergi yang terbangun antara kampus dan mitra eksternal menjadi energi penting dalam mendorong ISI BALI semakin percaya diri sebagai institusi seni yang adaptif dan relevan.

Sebanyak 479 mitra yang menerima penghargaan ini berasal dari berbagai bidang dan sektor yang selama ini berkolaborasi aktif dengan ISI BALI, baik dalam kegiatan akademik, praktik profesional, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka dinilai turut memperkaya ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi.

Foto: Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Dalam kesempatan tersebut, dua perwakilan mitra menyampaikan testimoni. Defria Amelia Kirana, Mitra Fakultas Seni Rupa dan Desain, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama ISI BALI membuka ruang dialog kreatif yang saling menguatkan antara dunia profesional dan kampus. Sementara itu, I Gusti Bagus Matra, Mitra Fakultas Seni Pertunjukan, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam proses pembinaan dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa sebagai generasi penerus seni.

Pada kegiatan yang sama, ISI BALI juga menganugerahkan Sewaka Nata Kerthi Nugraha, penghargaan bagi Pengabdi Seni Bereputasi, kepada Made Subrata alias Petruk, seniman teater tradisional, serta Sukanta Wahyu, pematung yang konsisten berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan seni rupa.

Selain itu, penghargaan Sewaka Mahabakti Nugraha turut diberikan kepada enam pegawai purna tugas atas dedikasi dan pengabdian luar biasa selama menjalankan tugas di lingkungan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Foto: Jajaran pimpinan ISI BALI bersama Asesor BAN-PT dan tim akreditasi Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI, Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Program Studi Tata Kelola Seni Program Magister, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses akreditasi guna memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

Tim asesor yang hadir dalam asesmen lapangan ini yakni Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd. dan Dr. Agung Eko Budiwaspada, M.Sn., serta staf BAN-PT Dwi Sakti Nugroho. Kehadiran tim asesor disambut langsung oleh jajaran pimpinan ISI BALI, antara lain Rektor Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Prof. Dr. AA. Gde Bagus Udayana, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Dr. Made Jodog, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Komang Sudirga. Turut hadir Kepala Biro Umum dan Keuangan Dr. Gusti Ngurah Sudibya dan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama Dr. Komang Arba Wirawan.

Foto: Asesmen Lapangan Akreditasi dari BAN-PT Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Pelaksanaan asesmen dipersiapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) Program Pascasarjana ISI BALI bersama tim akreditasi yang dipimpin Direktur Pascasarjana Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D., didampingi Wakil Direktur Dr. Wayan Ardini, M.Si., Koordinator Prodi Tata Kelola Seni Program Magister Dr. Wayan Agus Eka Cahyadi, serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Prof. Dr. Wayan Setem

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada tim asesor BAN-PT. Ia menegaskan bahwa akreditasi merupakan wujud komitmen institusi dalam menjamin mutu dan kualitas Program Studi Tata Kelola Seni Program Magister agar senantiasa memenuhi standar yang ditetapkan BAN-PT.

Menurut Prof. Kun Adnyana, seluruh dokumen dan data yang dibutuhkan dalam proses asesmen telah dipersiapkan secara optimal oleh Prodi Tata Kelola Seni bersama UPPSs. Guru Besar Sejarah Seni tersebut berharap proses asesmen berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi program studi.

Foto: Asesmen Lapangan Akreditasi dari BAN-PT Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Kegiatan Asesmen Lapangan memiliki tujuan utama untuk menilai kelayakan dan kualitas penyelenggaraan program studi secara komprehensif, mencakup aspek tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran dan capaian pembelajaran. Melalui proses ini, program studi memperoleh masukan konstruktif guna perbaikan berkelanjutan dan penguatan sistem penjaminan mutu internal.

Selain sesi bersama UPPS, tim asesor juga melakukan pertemuan dengan pelaksana penjaminan mutu internal, alumni dan pengguna lulusan, mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Rangkaian sesi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai tata kelola, proses pembelajaran, luaran, serta kontribusi program studi terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd. menyampaikan bahwa Program Studi Tata Kelola Seni memiliki posisi yang unik dan penting di Bali. Keunikan tersebut terletak pada perannya dalam menjembatani praktik seni, manajemen, serta pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas kuat Pulau Bali. Prodi ini didukung oleh kekayaan tradisi seni, ekosistem budaya yang hidup, serta keterlibatan masyarakat dan pelaku seni, sehingga menjadi laboratorium nyata bagi pengembangan tata kelola seni berbasis kearifan lokal.

Selain itu, program studi ini didukung oleh dosen-dosen yang berkualitas, dengan sebagian besar merupakan guru besar dan akademisi berpengalaman di bidang seni dan manajemen budaya. Dukungan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat baik juga menjadi faktor penunjang utama dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Foto: Asesmen Lapangan Akreditasi dari BAN-PT Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Asesor Dr. Agung Eko Budiwaspada, M.Sn. menyampaikan bahwa berdasarkan sesi wawancara dengan mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan (stakeholders), Program Studi Tata Kelola Seni dinilai sangat unggul. Para responden menilai bahwa kurikulum relevan dengan kebutuhan lapangan, kualitas pengajaran tinggi, serta lulusan mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam pengelolaan seni dan budaya di berbagai sektor. Manfaat dari Asesmen Lapangan tidak hanya dirasakan oleh institusi, tetapi juga oleh mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan. Hasil asesmen menjadi dasar dalam meningkatkan standar akademik, memperkuat reputasi institusi, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri kreatif. (ISIBALI/Humas)

Loading...