M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI Terima 529 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026

ISI BALI Terima 529 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026

Foto: Pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 di ISI BALI pada April lalu.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima 529 calon mahasiswa baru melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026. Hasil tersebut diumumkan secara serentak pada Senin (25/5) sore.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi ISI BALI, Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana mengatakan, pada jalur SNBT tahun ini, total pendaftar ISI BALI mencapai 938 peserta yang memperebutkan kursi di 19 program studi (prodi) sarjana dan sarjana terapan. Dari jumlah peserta yang dinyatakan lulus, sebanyak 113 calon mahasiswa baru merupakan penerima bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). 

“Berdasarkan data kami, 21 persen dari mahasiswa yang lolos SNBT ISI BALI Tahun 2026 merupakan penerima beasiswa KIP-K. Hal ini menunjukkan komitmen ISI BALI dalam membuka akses pendidikan tinggi seni bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi,” ujar Prof. Udayana.

Prof Udayana menjelaskan, berdasarkan tingkat keketatan persaingan, Prodi Bisnis Digital menjadi salah satu program studi dengan persaingan tertinggi. Dari total 118 peminat, hanya 34 peserta yang diterima dengan persentase keketatan sebesar 28,81 persen.

Sementara itu, dua program studi terbaru ISI BALI juga mendapat antusiasme yang cukup baik dari para pendaftar. Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris mencatat 36 peminat dengan 24 peserta diterima. Sedangkan Program Studi Pendidikan Vokasional Tata Rias menerima 10 peserta dari total 16 pendaftar. Tingginya minat pada program studi baru tersebut menunjukkan semakin luasnya ketertarikan masyarakat terhadap pengembangan bidang seni, budaya, dan industri kreatif di ISI BALI.

“Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) masih menjadi program studi dengan jumlah peminat tertinggi pada jalur SNBT tahun ini. Sebanyak 190 peserta mendaftar pada program studi tersebut dan 106 peserta dinyatakan lolos seleksi. Posisi berikutnya ditempati Program Studi Desain Mode dengan jumlah 136 peminat dan 51 peserta diterima,” jelas professor bidang desain komunikasi visual ini.

Peserta yang dinyatakan lolos SNBT diwajibkan melakukan pengisian data Uang Kuliah Tunggal (UKT) mulai 26 Mei 2026 hingga 2 Juni 2026. Penetapan UKT dijadwalkan pada 3 Juni 2026.

Prof. Udayana mengingatkan peserta yang tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal akan dianggap mengundurkan diri dari jalur SNBT. Bagi peserta yang belum berhasil lolos, ISI BALI masih menyediakan 260 kursi melalui jalur mandiri.

“Selamat kepada peserta yang lolos SNBT ISI BALI. Bagi peserta yang belum berhasil, tetap semangat dan jangan menyerah. Masih ada kesempatan melalui jalur mandiri untuk merebut kursi di kampus seni dan desain kebanggaan Bali ini,” ujarnya. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Panggungkan Tari Bali dalam The Pasar Indonesia di Belanda

ISI BALI Panggungkan Tari Bali dalam The Pasar Indonesia di Belanda

Foto: Delegasi ISI BALI bersama kelompok seni Indonesia dalam The Pasar Indonesia di Rijswijk, Belanda, Kamis (15/5).

ISI BALI kembali memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional melalui partisipasinya dalam ajang The Pasar Indonesia yang diselenggarakan di De Broodfabriek: Expo and Event Center, Rijswijk, Belanda, 13-18 Mei 2026. Kehadiran delegasi ISI BALI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkenalkan seni, desain, dan budaya Bali kepada masyarakat dunia.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan undangan penting, di antaranya Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinankung, serta Director De Broodfabriek, Jeldert de Boer. Selain itu, turut hadir para delegasi, kelompok seni yang akan tampil, serta para tamu undangan dan pengunjung The Pasar Indonesia dari berbagai kalangan.

Foto: Mahasiswa ISI BALI, Komang Prayoga Putra (paling kanan) memberikan workshop Tari Topeng dalam The Pasar Indonesia di Rijswijk, Belanda, Jumat (15/5)

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara atas undangan yang diberikan kepada ISI BALI untuk berpartisipasi dalam kegiatan internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan ISI BALI merupakan bagian dari misi diplomasi seni, desain, dan budaya yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2022. Misi ini dilandasi Visi Meraya Citta Samasta dan menggaungkan ISI BALI sebagai Hub Global Pusat Kreativitas dan Inovasi Seni (Global-Bali Arts Creativity Center Hub).

“Partisipasi ISI BALI dalam The Pasar Indonesia merupakan bagian dari misi diplomasi seni, desain, dan budaya yang kami jalankan secara konsisten dan regeneratif sejak tahun 2022.” ujar Prof. Kun Adnyana.

ISI BALI mengirimkan tiga delegasi mahasiswa, yakni Komang Prayoga Putra dari Program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni, Dewa Ayu Made Adinda Ratna Devi dari Program Studi Tari, serta Ni Komang Trisna Devi dari Program Studi Desain Mode. Delegasi ISI BALI menampilkan pertunjukan tari klasik Bali seperti Tari Topeng Manca dan Tari Kekebyaran, serta tari kontemporer “Deeng Nusantara”, sekaligus menggelar workshop seni tari Bali bagi pengunjung.

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana (kiri) bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda L. Amrih Jinangkung dalam The Pasar Indonesia di Rijswijk, Belanda, Jumat (15/5).

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari keberlanjutan program internasional Bali Nata Bhuwana dan Bali Citta Bhuwana yang dikembangkan ISI BALI sebagai ruang pembelajaran dan kolaborasi pengabdian masyarakat berbasis budaya global. Melalui program tersebut, ISI BALI telah hadir di berbagai negara, antara lain Malaysia, Prancis, Kazakhstan, Tiongkok, dan Thailand.

Prof Kun Adnyana juga menegaskan komitmen kampus dalam memperluas jejaring internasional melalui berbagai platform akademik dan kreatif. “Kami membuka diri bagi masyarakat Belanda dan Eropa yang ingin berpartisipasi dalam berbagai platform internasional ISI BALI. Kami berharap semakin banyak masyarakat dunia datang ke Bali dan mengenal ISI BALI lebih dekat,” kata professor bidang sejarah seni ini.

Selain itu, ISI BALI juga memperkenalkan sejumlah program internasional seperti B-IPADS (Bali-International Program for Arts and Design Studies), G-BACAM (Global-Bali Arts and Culture Advanced Management), dan G-BAS (Global-Bali Arts Short Course) sebagai wadah kolaborasi global di bidang seni dan budaya. Rektor ISI BALI juga menilai bahwa The Pasar Indonesia memiliki semangat yang sejalan dengan upaya pelestarian dan penguatan memori budaya Indonesia di luar negeri, sekaligus menjadi ruang pertemuan budaya yang hangat bagi diaspora dan masyarakat internasional. (Humas ISI Bali/Rara)

Jelang Pembukaan PKB XLVIII 2026, ISI BALI Intensifkan Persiapan Peed Aya dan Sendratari

Jelang Pembukaan PKB XLVIII 2026, ISI BALI Intensifkan Persiapan Peed Aya dan Sendratari

Foto: Mahasiswa ISI BALI berlatih untuk persiapan pembukaan PKB XLVIII, Rabu (13/5) di Kampus ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali dipercaya menjadi bagian penting dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang akan resmi dibuka pada 13 Juni 2026 mendatang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ISI BALI akan tampil sebagai pembuka dalam rangkaian Peed Aya PKB yang menjadi salah satu atraksi utama dan paling dinantikan masyarakat.

Dalam pembukaan PKB XLVIII, rangkaian acara akan diawali dengan Peed Aya pada siang hari, kemudian dilanjutkan dengan pementasan sendratari pada malam harinya. Untuk tahun ini, ISI BALI akan menampilkan garapan Peed Aya bertajuk Mahamredangga Kalpa, sementara pada pementasan sendratari malam hari akan membawakan kisah Lubdaka.

Foto: Mahasiswa ISI BALI berlatih untuk persiapan pembukaan PKB XLVIII, Rabu (13/5) di Kampus ISI BALI.


Saat ini, ISI BALI tengah mempersiapkan secara intensif seluruh unsur pertunjukan, mulai dari konsep artistik, koreografi, komposisi tabuh, hingga kesiapan para pendukung pertunjukan. Keterlibatan sivitas akademika menjadi wujud komitmen ISI BALI dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali melalui ruang-ruang kreativitas yang monumental seperti PKB.

Sekitar 300 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan akan terlibat langsung dalam pawai Peed Aya maupun pementasan sendratari. Kolaborasi besar ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang pembelajaran, penguatan karakter berkesenian, serta implementasi nilai gotong royong dalam proses kreatif. (ISIBALI/Humas)

Sinergi Kreatif: Prodi Animasi ISI Bali dan Europe on Screen Gelar Pemutaran Film & Talkshow di Denpasar

Sinergi Kreatif: Prodi Animasi ISI Bali dan Europe on Screen Gelar Pemutaran Film & Talkshow di Denpasar

DENPASAR – Dalam upaya memperluas cakrawala kreatif mahasiswa dan memperkenalkan standar estetika sinema global, Program Studi Animasi Institut Seni Indonesia (ISI) Bali sukses menggelar acara “Road to Europe on Screen 2026”. Acara yang memadukan pemutaran film animasi pilihan dan sesi diskusi mendalam ini dilangsungkan pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Gedung Vicon Lantai 2 Citta Kelangen, ISI Bali.

​Kolaborasi istimewa ini menghadirkan film animasi dari sineas Eropa berjudul “TITINA” (Norwegia, 2022, Sutradara: Kajsa Næss, Durasi 91 menit) yang dikenal memiliki keunikan narasi dan teknik visual yang kuat. Film animasi tersebut menceritakan kisah kilas balik pada tahun 1920, petualang Norwegia Roald Amundsen mengajak insinyur kapal dari Italia, Umberto Nobile untuk ekspedisi ke kutub utara, di mana Nobile membawa anjingnya Titina bersamanya.

Acara yang dimulai pukul 14.00 WITA ini disambut antusias oleh lebih dari 130 mahasiswa lintas prodi, masyarakat umum, seniman Prancis, dan dosen di lingkungan ISI Bali. Gedung Vicon Citta Kelangen menjadi saksi antusiasme para sineas muda Bali dalam membedah karya-karya dunia, sekaligus membuktikan bahwa talenta lokal siap untuk bersaing di kancah internasional. Kehadiran program ini di ISI Bali bertujuan untuk menciptakan ruang dialog antara kreator lokal dengan perkembangan industri film internasional.

Setelah pemutaran film, berlangsung sesi talkshow yang menghadirkan Festival co-director Europe on Screen 2026, Ibu Menina Putri. Sesi diskusi interaktif berlangsung lancar dan menyenangkan, membahas teknis produksi, peluang distribusi festival nasional dan internasional, hingga tantangan industri film dan animasi di masa depan. ​”Kerja sama ini bukan sekadar menonton film bersama, melainkan upaya kami untuk memantik inspirasi mahasiswa. Melihat bagaimana animator Eropa mengeksekusi ide diharapkan mampu mendorong mahasiswa Animasi ISI Bali untuk lebih berani bereksperimen dengan identitas budaya lokal dalam standar global,” ujar I Putu Arya Janottama, Koordinator Prodi Animasi ISI Bali.

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) memperbarui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Udayana (Unud), Senin (11/5), di Gedung Pascasarjana, Unud. Pembaruan kerja sama ini dilakukan seiring perubahan nomenklatur institusi dari ISI Denpasar menjadi ISI BALI.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana. Selain penandatanganan MoU, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Pascasarjana ISI BALI, Nyoman Dewi Pebryani dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa.

Foto: Penandatangan MoU antara Pascasarjana ISI BALI dan Fakultas Ilmu Budaya, Unud di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Ketua Senat ISI BALI, Prof. Dr. Drs. Ketut Muka, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama ISI BALI, Dr. Komang Arba Wirawan, serta jajaran pimpinan dari Universitas Udayana. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Unud, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas Unud, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, dan Koordinator UPIKS Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Gusti Agung Istri Aryani.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan bahwa ISI BALI dan Unud memiliki hubungan historis yang panjang dalam pengembangan pendidikan seni di Bali. Ia menuturkan bahwa Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSRD) Unud pada masa lalu menjadi bagian penting dalam perjalanan terbentuknya ISI Denpasar yang kini bertransformasi menjadi ISI BALI.

Menurutnya, hubungan kedua institusi tidak hanya sebatas sejarah, namun juga diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang telah berjalan selama ini, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap pembaruan kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi kedua perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.

“ISI BALI dan Unud memiliki kedekatan historis dan semangat yang sama dalam membangun pendidikan tinggi di Bali. Melalui kerja sama ini, kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi maupun masyarakat,” ujarnya.

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Sementara itu, Rektor Unud, Prof. I Ketut Sudarsana, menyambut baik penandatanganan dokumen kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Unud memiliki visi yang sama dengan ISI BALI dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul di Bali dan Indonesia.

Ia berharap kerja sama yang diperbarui ini dapat mendorong peningkatan berbagai kegiatan akademik dan pengembangan institusi yang berdampak langsung terhadap kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan berbagai kegiatan yang produktif dan inovatif, sehingga dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing serta berkontribusi bagi pembangunan Bali dan Indonesia,” ungkapnya. (ISIBALI/Humas)

Rektor ISI BALI dan 17 Pimpinan Unit Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026

Rektor ISI BALI dan 17 Pimpinan Unit Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026

Foto: Penandatanganan perjanjian kinerja rektor dengan pimpinan unit kerja di lingkungan ISI BALI di Ruang Kuliah Umum Gedung Desain HUB ISI BALI, Rabu (6/5).

Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Wayan Kun Adnyana menandatangani Perjanjian Kinerja (PK) Tahun Anggaran 2026 bersama para pimpinan unit kerja di lingkungan ISI BALI, Rabu (6/5), di Ruang Kuliah Umum Gedung Desain HUB ISI BALI. Penandatanganan ini menjadi bagian dari penyusunan Cascading Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencapaian target kinerja institusi secara terukur dan berkelanjutan.

Sebanyak 17 pimpinan unit kerja melakukan penandatanganan PK dengan Rektor ISI BALI. Mereka terdiri atas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan, Ketua Satuan Pengawas Internal, Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Kepala UPA Perpustakaan, Kepala UPA Teknologi, Informasi, dan Komunikasi, Kepala UPA Dokumentasi dan Koleksi Seni, Plt. Kepala UPA Ajang Gelar, Plt. Kepala UPA Bahasa, serta Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan.

Foto: Penandatanganan perjanjian kinerja rektor dengan pimpinan unit kerja di lingkungan ISI BALI di Ruang Kuliah Umum Gedung Desain HUB ISI BALI, Rabu (6/5).

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Wayan Kun Adnyana mengatakan bahwa Perjanjian Kinerja bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk komitmen bersama seluruh unit kerja dalam mewujudkan target dan arah pembangunan institusi yang telah dirancang untuk tahun 2026. Menurutnya, penyusunan cascading kinerja menjadi penting agar setiap program dan kegiatan di masing-masing unit memiliki keterkaitan langsung dengan visi, misi, serta sasaran strategis institusi.

Ia menegaskan, melalui penandatanganan PK ini diharapkan seluruh pimpinan unit kerja mampu memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjalankan program kerja secara efektif, terukur, dan akuntabel. Selain itu, perjanjian kinerja juga menjadi instrumen evaluasi terhadap capaian kinerja setiap unit dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi. (ISIBALI/Humas)

Loading...