Kolaborasi Selenggarakan Pendidikan Seni Kriya Internasional

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana (2 dari kanan) didampingi Dekan FSRD ISI BALI Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg menandatangani MoU dengan Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota (2 dari kiri), dan CEO BESTie Co., Ltd., Matsumoto Yuki (kiri).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) terus memperluas jejaring internasional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd., Jepang, pada Selasa (23/6) di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota, dan CEO BESTie Co., Ltd., Matsumoto Yuki. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI BALI dengan kedua mitra Jepang tersebut. PKS ditandatangani oleh Dekan FSRD ISI BALI Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg.

Foto: Acara Penandatangan MoU antara ISI BALI dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd., Jepang, pada Selasa (23/6) di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.
Acara penandatanganan berlangsung sangat spesial dan dalam suasana yang hangat. Hadir sekitar 40 Undangan dari unsur industri keramik, lembaga penelitian keramik, anggota parlemen, dan pemerintah kota Hasami dan Perfecture Nagasaki, termasuk wakil walikota Hasami, Murayama Hiroshi. Sebelum acara penandatanganan, dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan seni keramik bertaraf internasional melalui sinergi antara perguruan tinggi dengan industri keramik Jepang yang telah memiliki reputasi mendunia.
Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wali Kota Hasami, Yoshinori Maekawa, bersama Ketua Hasami Tohjiki Industrial Association, Kazuhiko Ota, ke Kampus ISI BALI pada 18 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak melakukan penjajakan kerja sama yang kemudian berlanjut dengan undangan resmi kepada Rektor ISI BALI dan Dekan FSRD untuk menghadiri penandatanganan kesepakatan di Jepang.

Foto: Keramik hasil prooduksi di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.
Hasami dikenal sebagai salah satu sentra industri keramik paling terkenal di Jepang yang telah menghasilkan produk berkualitas tinggi selama ratusan tahun. Melalui kerja sama ini, Kota Hasami berupaya membangun proyek kolaboratif yang menjadi jembatan antara manusia, pendidikan, dan teknologi di Indonesia dan Jepang, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan industri kreatif.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang penting bagi pengembangan pendidikan seni kriya di ISI BALI sekaligus membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman belajar dan praktik kerja di lingkungan industri internasional.
“Program Studi Kriya, Desain Produk, dan Seni Murni di ISI BALI memiliki kualitas yang sangat baik dalam menghasilkan karya keramik inovatif. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya keramik murni, tetapi juga berbagai produk keramik fungsional yang siap dipasarkan. Karena itu, kerja sama dengan industri keramik Jepang ini akan memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja global,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Hasami menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan berbasis industri. Selain memberikan kesempatan bagi mahasiswa ISI BALI mempelajari industri keramik tradisional Jepang secara langsung, kerja sama ini juga membuka peluang karier bagi lulusan yang memiliki kompetensi di bidang keramik untuk bekerja di Hasami, Jepang.
Melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tersebut, para pihak sepakat mengembangkan berbagai program, meliputi penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kurikulum internasional, pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik (internship), penempatan kerja mahasiswa dan alumni, penyediaan infrastruktur pendidikan, serta berbagai bidang lain yang disepakati bersama.
Salah satu program prioritas yang segera direalisasikan adalah penyusunan dan penerapan kurikulum standar Jepang dalam penyelenggaraan pendidikan seni kriya internasional di ISI BALI. Kurikulum tersebut akan disusun bersama mitra industri di Jepang sehingga selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri keramik internasional.
Selain itu, mahasiswa akan memperoleh kesempatan mengikuti program Kuliah Kerja Praktik (internship) di perusahaan dan industri keramik di Hasami dengan fasilitasi penuh dari pihak Jepang. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester VII Program Studi Seni Murni, Seni Kriya, dan Desain Produk, serta direncanakan mulai dilaksanakan pada September 2026.
Melalui pengalaman belajar langsung di pusat industri keramik Jepang, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teknik produksi dan inovasi material, tetapi juga memahami budaya kerja, manajemen industri, hingga standar kualitas internasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi lulusan ISI BALI untuk bersaing di tingkat global. (ISIBALI/Humas)



















