Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.
Rektor Institut Seni Indonesia Bali menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor Universitas Hindu Indonesia, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., pada Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama kedua perguruan tinggi dalam bidang tridharma perguruan tinggi berdampak.
Kegiatan penandatanganan disaksikan jajaran Wakil Rektor, Dekan, serta Kepala Biro dari kedua institusi. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa hubungan antara ISI BALI dan UNHI sejatinya telah terjalin sejak lama melalui berbagai bentuk kolaborasi akademik. Menurutnya, sejumlah profesor ISI BALI kerap terlibat sebagai penguji dalam ujian doktor di UNHI, begitu pula akademisi UNHI yang turut berkontribusi dalam kegiatan akademik di ISI BALI. Selain itu, beberapa dosen ISI BALI juga merupakan lulusan program doktor di UNHI.
“Kerja sama ini sesungguhnya sudah berjalan sejak lama melalui hubungan akademik yang baik antardosen dan profesor di kedua institusi. Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat serta memperluas kolaborasi yang telah terbangun,” ujarnya.
Ia berharap nota kesepahaman tersebut dapat membuka lebih banyak ruang kerja sama konkret, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.
Sementara itu, Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI. Ia menilai ISI BALI memiliki banyak keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan institusinya, khususnya dalam aspek tata kelola perguruan tinggi dan penguatan identitas budaya dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang saling menguatkan kedua lembaga. (ISIBALI/Humas)
Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI BALI, Komang Sudirga, bersama Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Rektor ISI BALI, Wayan ‘Kun’ Adnyana, Ketua Senat ISI BALI, Ketut Muka, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ketut Garwa, serta Humas FKSPA Besakih, Murdiana Jaya.
Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan potensi kedua belah pihak guna memperoleh hasil maksimal dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kesepahaman ini, ISI BALI dan FKSPA Besakih sepakat mengembangkan berbagai program yang mendukung optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan, pembangunan, serta penguatan sistem di Kawasan Suci Pura Agung Besakih.
Foto: Rektor ISI BALI dan Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih meninjau pameran Parama Paraga di N-CAS ISI BALI, Rabu (22/4).
Rektor ISI BALI, Wayan “Kun” Adnyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pura Agung Besakih merupakan pusat spiritual masyarakat Bali yang memiliki nilai historis, budaya, dan religius yang sangat penting. Oleh karena itu, ISI BALI siap berkontribusi aktif melalui berbagai program akademik dan pengabdian, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta sumber daya pendukung lainnya. “Sebagai perguruan tinggi seni, ISI BALI memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga dan menguatkan nilai-nilai budaya serta spiritual yang hidup di masyarakat. Kami siap mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola FKSPA Besakih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi dengan ISI BALI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan dan pengembangan Kawasan Suci Pura Agung Besakih secara berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)
Foto: Penandatanganan MoAantara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyambut kehadiran 16 delegasi dari Faculty of Liberal Arts Thammasat University, Thailand, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI. Pertemuan dikemas dalam kegiatan Temu Silang Budaya bertajuk Widya-Bhuana-Waskita (Kecakapan Pengetahuan Global). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi internasional antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Thailand.
Sebanyak 16 delegasi Thammasat University hadir dalam kegiatan ini, dipimpin oleh Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Kehadiran delegasi tersebut memperkuat hubungan akademik dan budaya yang telah terjalin antara kedua institusi.
Dalam rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Arrangement (IA) antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si., serta disaksikan oleh perwakilan Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibawa ke Thailand untuk ditandatangani oleh Dekan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Gede Yudarta menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang seni pertunjukan. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa dan budaya. Sinergi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan seni yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan global.
Foto: Presentasi tentang Bali dan Kebudayaan Bali oleh Koordinator Urusan Internasional ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.
Kerja sama antara ISI BALI dan Thammasat University sebelumnya juga telah terjalin melalui program mobilitas mahasiswa. Pada tahun 2024, mahasiswa ISI BALI yang memperoleh Beasiswa AIMS (ASEAN International Mobility for Students) memilih Thammasat University sebagai universitas tujuan.
Perwakilan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI kepada seluruh delegasi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan yang penuh kekeluargaan selama kunjungan berlangsung. Lebih lanjut, ia berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif di masa mendatang, baik dalam bidang akademik, pertukaran mahasiswa, maupun kegiatan seni dan budaya.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi mengenai Bali dan kebudayaannya yang disampaikan oleh Koordinator Urusan Internasional (KUI) ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani. Dalam paparannya, ia memperkenalkan berbagai aspek menarik budaya Bali, mulai dari kuliner, pakaian tradisional, hingga bahasa Bali.
Sebagai penutup, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) ISI BALI menampilkan Tari Kecak yang turut melibatkan 15 mahasiswa dari Thammasat University. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat pertukaran budaya yang menjadi inti dari kegiatan Temu Silang Budaya ini. (ISIBALI/Humas)
Foto: Pergelaran Tari Serng Kratip oleh sejumlah mahasiswa Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand bersama mahasiswa ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar pergelaran seni yang menampilkan kolaborasi budaya antara Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, dengan sivitas akademika ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI. Pergelaran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan workshop seni yang sebelumnya dilaksanakan bersama delegasi dari Thailand, sekaligus menjadi ruang apresiasi atas hasil pembelajaran dan pertukaran budaya yang telah berlangsung.
Acara diawali dengan penampilan Tari Selat Segara yang dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) ISI BALI, diiringi tabuh gamelan oleh mahasiswa PSP. Penampilan pembuka ini menghadirkan nuansa dinamis sekaligus memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Bali kepada para tamu dari Thailand.
Foto: Pertunjukan karawintan oleh dosen Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand dengan dosen dan mahasiswa ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.
Selanjutnya, delegasi Thailand menampilkan tiga tarian tradisional Thailand yang merepresentasikan keragaman budaya dari berbagai wilayah di negara tersebut. Tarian pertama yang ditampilkan adalah Fon Dok Mai atau Dance of Flowers, sebuah tari tradisional yang menonjolkan gerak tangan yang lembut dengan penggunaan properti bunga sebagai simbol keindahan dan keharmonisan.
Tarian kedua adalah Serng Kratip, tarian rakyat dari wilayah Isan yang ditandai dengan gerakan dinamis serta penggunaan kain lipit yang membentuk siluet menyerupai sayap saat penari bergerak. Tarian ini ditampilkan secara kolaboratif oleh mahasiswa Thailand bersama mahasiswa ISI BALI yang sebelumnya mengikuti workshop tari tradisional Thailand.
Penampilan ditutup dengan tarian rakyat Isan yang dibawakan secara berpasangan oleh penari laki-laki dan perempuan. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan yang penuh keceriaan dan kebersamaan, dengan gerakan yang enerjik dan ekspresif.
Selain pertunjukan tari, pergelaran ini juga menampilkan hasil workshop karawitan yang sebelumnya dilaksanakan bersama mahasiswa ISI BALI. Penampilan tersebut dibawakan oleh dosen dari Thailand bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI Prof. Dr. Komang Sudirga, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Ketut Garwa, Koordinator Prodi (Koprodi) PSP, Putu Hartini, M.Sn, Koprodi Karawitan Made Dwi Andika Putra, M.Sn, serta sejumlah mahasiswa PSP ISI BALI. Kolaborasi ini memperlihatkan proses pertukaran pengetahuan dan praktik seni antara kedua pihak yang berlangsung selama kegiatan workshop.
Pergelaran ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan budaya antara ISI BALI dan institusi seni dari Thailand. Melalui pertunjukan seni yang kolaboratif, kegiatan ini memperkaya pengalaman artistik mahasiswa sekaligus memperkuat dialog budaya di antara para seniman dan akademisi dari kedua negara.
Foto: ISI BALI melaksanakan workshop tari tradisional Thalind bersama Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, Senin (23/2) di Studio Tari ISI BALI.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima kunjungan delegasi dari Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang pergelaran seni dan workshop kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala, ISI BALI.
Delegasi dari Thailand terdiri atas pimpinan, dosen, dan mahasiswa dari kedua institusi tersebut. Delegasi Angthong College of Dramatic Arts dipimpin oleh Mr. Etsawat Paksin selaku Direktur, didampingi para dosen Mr. Channar Kaeosawang, Mr. Chalermchai Pimonrak, Mrs. Ratchanewan Srinsakrat, Miss Suchanya Kongsin, Miss Thitima Ongthong, dan Mr. Atitak Rukdee, serta mahasiswa Mr. Vongathorn Timnoee, Miss Nattanan Chumsuwan, dan Miss Kanyarat Kumsin.
Sementara itu, delegasi Roi Et College of Dramatic Arts dipimpin oleh Miss Benjita Petchsom selaku Direktur bersama Miss Kemika Wongamrin sebagai Deputy Director. Turut hadir para dosen Mr. Achariya Wongsi, Miss Nattawan Pimonket, Miss Phailin Sarnkam, Mr. Chaimongkhon Sriphaet, Mr. Runset Sritham, dan Mr. Pongsakda Padkeoplon, serta mahasiswa Miss Jariya Chosakao dan Miss Chanantida Luaksiase.
Foto: Workshop karawitan yang diikuti dosen-dosen Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, Senin (23/2) di Studio Karawitan ISI BALI.
Selain pertemuan penjajakan kerja sama, kunjungan ini juga diisi dengan kegiatan workshop seni sebagai bentuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman artistik antara kedua institusi. Delegasi Thailand memberikan workshop tari tradisional Thailand yang dilaksanakan di Studio Tari ISI BALI dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tari ISI BALI. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal teknik, estetika, serta karakter gerak dalam tradisi tari Thailand.
Sebagai bentuk timbal balik, ISI BALI juga menyelenggarakan workshop karawitan yang berlangsung di Studio Karawitan ISI BALI. Workshop ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI BALI, Dr. Ketut Garwa. Kegiatan tersebut diikuti oleh para dosen dan mahasiswa dari delegasi Thailand yang berkesempatan mempelajari dasar-dasar musik tradisional Bali, khususnya dalam praktik karawitan. (ISIBALI/Humas)
Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, memberikan kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali memperkuat jejaring internasional melalui kuliah tamu yang menghadirkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bulgaria untuk Republik Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3). Dubes Bulgaria hadir didampingi oleh Komisioner Perdagangan Bulgaria untuk Indonesia, Mr. Daniel Dobrev.
Dalam pemaparannya, Duta Besar Tanya Dimitrova mengangkat tema “70 Years of Diplomatic Relations between Bulgaria and Indonesia”. Ia menelusuri perjalanan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin sejak tahun 1956, mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, pendidikan, serta kebudayaan. Bulgaria dan Indonesia, menurutnya, memiliki fondasi persahabatan yang kuat berbasis saling menghormati dan semangat kolaborasi antarbangsa.
Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, dan moderator Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D dalam kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).
Secara khusus, ia menyoroti pentingnya diplomasi budaya dan pendidikan sebagai jembatan penguatan relasi kedua negara. Dalam konteks ini, seni dipandang sebagai medium strategis untuk membangun dialog lintas budaya, memperluas pemahaman, serta membuka peluang kolaborasi kreatif antara generasi muda Bulgaria dan Indonesia.
Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D. tersebut diikuti seratusan mahasiswa, baik dari program sarjana maupun pasca sarjana. Mahasiswa tampak antusias menyimak pemaparan, terutama saat sesi diskusi yang membahas peluang studi dan mobilitas internasional.
Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah tawaran program beasiswa Erasmus+ untuk studi selama satu tahun di Bulgaria. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk merasakan pengalaman akademik dan budaya di berbagai universitas di Bulgaria melalui skema pertukaran maupun studi lanjut.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar Bulgaria beserta delegasi. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum strategis dalam memperluas kerja sama internasional ISI BALI, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Menurutnya, tawaran beasiswa Erasmus+ menjadi peluang berharga bagi mahasiswa ISI BALI untuk memperkaya perspektif global sekaligus membawa identitas seni dan budaya Indonesia ke panggung internasional. Ia berharap, pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui penjajakan kerja sama konkret antarperguruan tinggi di Bulgaria dengan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)