M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

70 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Bulgaria Hadir di ISI BALI

70 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Bulgaria Hadir di ISI BALI

Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, memberikan kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali memperkuat jejaring internasional melalui kuliah tamu yang menghadirkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bulgaria untuk Republik Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3). Dubes Bulgaria hadir didampingi oleh Komisioner Perdagangan Bulgaria untuk Indonesia, Mr. Daniel Dobrev.

Dalam pemaparannya, Duta Besar Tanya Dimitrova mengangkat tema “70 Years of Diplomatic Relations between Bulgaria and Indonesia”. Ia menelusuri perjalanan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin sejak tahun 1956, mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, pendidikan, serta kebudayaan. Bulgaria dan Indonesia, menurutnya, memiliki fondasi persahabatan yang kuat berbasis saling menghormati dan semangat kolaborasi antarbangsa.

Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, dan moderator Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D dalam kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).

Secara khusus, ia menyoroti pentingnya diplomasi budaya dan pendidikan sebagai jembatan penguatan relasi kedua negara. Dalam konteks ini, seni dipandang sebagai medium strategis untuk membangun dialog lintas budaya, memperluas pemahaman, serta membuka peluang kolaborasi kreatif antara generasi muda Bulgaria dan Indonesia.

Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D. tersebut diikuti seratusan mahasiswa, baik dari program sarjana maupun pasca sarjana. Mahasiswa tampak antusias menyimak pemaparan, terutama saat sesi diskusi yang membahas peluang studi dan mobilitas internasional.

Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah tawaran program beasiswa Erasmus+ untuk studi selama satu tahun di Bulgaria. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk merasakan pengalaman akademik dan budaya di berbagai universitas di Bulgaria melalui skema pertukaran maupun studi lanjut.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar Bulgaria beserta delegasi. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum strategis dalam memperluas kerja sama internasional ISI BALI, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Menurutnya, tawaran beasiswa Erasmus+ menjadi peluang berharga bagi mahasiswa ISI BALI untuk memperkaya perspektif global sekaligus membawa identitas seni dan budaya Indonesia ke panggung internasional. Ia berharap, pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui penjajakan kerja sama konkret antarperguruan tinggi di Bulgaria dengan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

479 Mitra ISI BALI Berdampak Dianugerahkan Penghargaan

479 Mitra ISI BALI Berdampak Dianugerahkan Penghargaan

Foto: Penyerahan Penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada Mitra ISI BALI Berdampak, Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menganugerahkan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada 479 Mitra ISI BALI Berdampak dalam Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para mitra dalam mendukung penguatan akademik, jejaring profesional, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan bahwa penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha sepenuhnya didedikasikan kepada para mitra berdampak yang telah memberikan ilmu, pengalaman, jejaring, serta antusiasme untuk berbagi dengan sivitas akademika. Menurutnya, sinergi yang terbangun antara kampus dan mitra eksternal menjadi energi penting dalam mendorong ISI BALI semakin percaya diri sebagai institusi seni yang adaptif dan relevan.

Sebanyak 479 mitra yang menerima penghargaan ini berasal dari berbagai bidang dan sektor yang selama ini berkolaborasi aktif dengan ISI BALI, baik dalam kegiatan akademik, praktik profesional, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka dinilai turut memperkaya ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi.

Foto: Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Dalam kesempatan tersebut, dua perwakilan mitra menyampaikan testimoni. Defria Amelia Kirana, Mitra Fakultas Seni Rupa dan Desain, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama ISI BALI membuka ruang dialog kreatif yang saling menguatkan antara dunia profesional dan kampus. Sementara itu, I Gusti Bagus Matra, Mitra Fakultas Seni Pertunjukan, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam proses pembinaan dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa sebagai generasi penerus seni.

Pada kegiatan yang sama, ISI BALI juga menganugerahkan Sewaka Nata Kerthi Nugraha, penghargaan bagi Pengabdi Seni Bereputasi, kepada Made Subrata alias Petruk, seniman teater tradisional, serta Sukanta Wahyu, pematung yang konsisten berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan seni rupa.

Selain itu, penghargaan Sewaka Mahabakti Nugraha turut diberikan kepada enam pegawai purna tugas atas dedikasi dan pengabdian luar biasa selama menjalankan tugas di lingkungan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Jalin Kerja Sama dengan Kota Hasami, Jepang Dorong Mahasiswa Berkarya di Industri Keramik

ISI BALI Jalin Kerja Sama dengan Kota Hasami, Jepang Dorong Mahasiswa Berkarya di Industri Keramik

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI.

Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menerima kunjungan Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI. Kunjungan ini diterima juga oleh jajaran pimpinan di lingkungan ISI BALI.

Hasami, yang dikenal sebagai kota industri keramik terkemuka di Jepang, menjajaki peluang kerja sama strategis dengan ISI BALI. Kunjungan ini bertujuan membangun proyek yang menjadi jembatan antara “manusia” dan “teknologi” di Jepang dan Indonesia, memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi ISI BALI untuk mempelajari industri keramik tradisional Jepang, sekaligus mendukung penguatan kurikulum perguruan tinggi dan pengembangan karier mahasiswa.

Foto: Kunjungan Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI.

Pihak Hasami menyampaikan minatnya untuk menawarkan peluang karier bagi mahasiswa berbakat di bidang keramik untuk berkarir di Hasami, Jepang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis internasional bagi mahasiswa, sekaligus membuka wawasan mereka mengenai industri keramik tradisional dan modern di Jepang. Rektor ISI BALI menyambut baik inisiatif ini, mengingat Program Studi Kriya di ISI BALI memiliki kualitas mumpuni. Banyak mahasiswa yang aktif memproduksi keramik seni maupun keramik siap pakai, sehingga peluang kerja sama ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan kemampuan mahasiswa dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja internasional. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI dan Pemprov DKI Jakarta Bangun Kerja Sama Seni dan Budaya

ISI BALI dan Pemprov DKI Jakarta Bangun Kerja Sama Seni dan Budaya

Foto: Audiensi Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam bidang seni dan budaya. Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, S.STP, MT, M.Sc., serta Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, S.STP, MPA. Dari ISI BALI hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Komang Sudirga; Ketua Senat, Prof. Dr. Ketut Muka; Protokol, Made Irma Novita Sari, S.Sn.; serta Humas ISI BALI, Rara Tian Anyar Sari, S.S.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan institusi pendidikan seni dalam rangka mendukung penguatan ekosistem kebudayaan. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pengembangan seni, pelestarian budaya, serta peningkatan partisipasi masyarakat melalui program-program kolaboratif yang berkelanjutan.

Foto: Audiensi ISI BALI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, pada kesempatan tersebut memaparkan salah satu program unggulan ISI BALI, yakni Bali Nata Bhuwana, sebagai wahana diseminasi nasional seni dan budaya yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022. Program ini telah diselenggarakan di berbagai daerah, antara lain Kediri (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Lampung, dan Yogyakarta, serta direncanakan akan berlanjut ke Kendari pada tahun 2026.

Menurut Rektor ISI BALI, Bali Nata Bhuwana tidak hanya berfungsi sebagai media diseminasi karya dan gagasan seni, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem seni yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi, ekonomi kreatif, maupun penguatan identitas budaya.

Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang diusulkan ISI BALI. Ia menegaskan bahwa Jakarta sebagai kota multikultural memiliki ruang yang luas untuk pengembangan seni dan budaya dari berbagai latar belakang, sehingga kolaborasi dengan institusi pendidikan seni seperti ISI BALI dinilai sangat relevan dan strategis.

Audiensi ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi antara ISI BALI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan ekosistem seni dan budaya yang inklusif, dinamis, serta berdaya guna bagi masyarakat luas.

ISI BALI dan Sampoerna University Sepakati Perjanjian Kerja Sama

ISI BALI dan Sampoerna University Sepakati Perjanjian Kerja Sama

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dengan Sampoerna University, Jumat (6/2) di Ruang Rapat Sampoerna University.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) dan Sampoerna University resmi menjalin kerja sama dalam bidang tridharma perguruan tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dan Rektor Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi April Yudhi, Jumat (6/2), bertempat di Ruang Rapat Sampoerna University.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI Prof. Dr. Komang Sudirga, Ketua Senat ISI BALI Prof. Dr. Ketut Muka, serta jajaran pimpinan Sampoerna University, antara lain Dekan Fakultas Engineering and Technology Dr. Eng. Farid Triawan, Ketua Program Studi Visual Communication Design Tombak Matahari, M.Ds., serta para dosen Program Studi Visual Communication Design, yakni Santo Tjhin, M.M., M.Ds., M.CHt, dan Arlene Dwiasti Soemardi, M.Arts.

Foto: Rektor ISI BALI beserta delegasi meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran milik Sampoerna University, Jumat (6/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Adnyana, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang kolaborasi yang luas, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara lain penelitian bersama, pertukaran dan kehadiran dosen tamu, kolaborasi kegiatan akademik, hingga pengembangan kurikulum berbasis keunggulan masing-masing institusi. Selain itu, Prof. Wayan Adnyana juga menawarkan kesempatan bagi dosen Sampoerna University untuk melanjutkan studi doktoral di ISI BALI, mengingat ISI BALI memiliki Program Studi S3 Desain yang saat ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi, menyambut baik terjalinnya kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa Sampoerna University, khususnya melalui Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), melihat kolaborasi ini sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat unsur keunikan dan kearifan lokal dalam pengembangan akademik dan karya desain, sejalan dengan karakter dan kekuatan yang selama ini diteguhkan oleh ISI BALI sebagai perguruan tinggi seni. Dalam kesempatan tersebut, Rektor ISI BALI beserta delegasi juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran yang dimiliki Sampoerna University, seperti studio desain, laboratorium komputer, ruang kelas, perpustakaan, serta ruang-ruang pendukung kegiatan akademik lainnya. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk merealisasikan berbagai bentuk kolaborasi konkret antara kedua institusi di masa mendatang.

Perkuat Kerja Sama Internasional, ISI BALI Sepakati MoU dengan Seoul Institute of the Arts, Korea

Perkuat Kerja Sama Internasional, ISI BALI Sepakati MoU dengan Seoul Institute of the Arts, Korea

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts, Rabu (14/1) di di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima kunjungan delegasi Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, Rabu (14/1), bertempat di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan jejaring internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua institusi.

Delegasi dipimpin langsung oleh Presiden Seoul Institute of the Arts, Prof. Chang Ji Hun, didampingi Dean of Planning Koh Joo Won, Dean of Academic Affairs Kim Dokyun, Dean of External Relations, Kim Ji Young, Staff of External Relations, Kim Sarang.

Rombongan disambut oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, bersama jajaran Wakil Rektor, Direktur Program Pascasarjana, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Koordinator Urusan Internasional ISI BALI.

Kerja sama antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts sejatinya telah terjalin sejak tahun 2017. Kerja sama telah diwujudkan melalui undangan kepada salah satu dosen ISI BALI, Dr. I Made Sidia, untuk memberikan pembelajaran tentang kesenian Bali di Seoul Institute of the Arts, termasuk gamelan Bali dan tari tradisional Bali.

Pada kunjungan kali ini, Seoul Institute of the Arts mengajak ISI BALI untuk berkolaborasi dalam program CultureHub Korea. Program ini dirancang untuk memperluas praktik kreatif mahasiswa dan dosen sekaligus menumbuhkan lingkungan pembelajaran yang imersif dan berwawasan global.

CultureHub Korea berfokus pada tiga komponen utama, yakni Creative Production, Research & Development, serta Education. Melalui kolaborasi dengan seniman dari berbagai negara di Art & Technology Center (ATEC) milik Seoul Institute of the Arts, CultureHub Korea mendorong eksplorasi teknologi mutakhir guna mengembangkan bentuk-bentuk seni baru yang inovatif.

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan seni dan teknologi berbasis budaya yang berkelanjutan antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts.(ISIBALI/Humas)

Loading...