M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI Gelar Pameran BURU–JIWA–BUMI, Perkuat Dialog Seni Bali–Seoul

ISI BALI Gelar Pameran BURU–JIWA–BUMI, Perkuat Dialog Seni Bali–Seoul

Foto: Pameran seni rupa BURU–JIWA–BUMI bertajuk Bali–Seoul on Dialogue di Nata-Citta Arts Space (N-CAS), ISI BALI, Jumat (16/10)

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) bekerja sama dengan The Korea Indonesia Center (KIC) menghadirkan pameran seni rupa BURU–JIWA–BUMI serangkaian Festival Internasional Bali Padma Bhuwana VI, dalam Program Bali-Bhuwana Rupa #2 bertajuk Bali–Seoul on Dialogue. Pameran ini dibuka oleh pendiri Agung Rai Museum of Art (ARMA), Anak Agung Gde Rai, Jumat (16/10) di Nata-Citta Arts Space (N-CAS), ISI BALI.

Pameran ini mempertemukan empat seniman dari Bali dan Korea Selatan melalui karya keramik, fotografi, gerabah, dan lukisan yang mengeksplorasi hubungan manusia, pengalaman batin, dan alam. Mereka, yakni Prof. Wayan Kun Adnyana, Young Choi, I Ketut Muka Pendet, dan Hyonsun Kim. Pameran ini dikuratori oleh Prof. Koh Young Hun dan Warih Wisatsana, yang merangkai perbedaan latar budaya dan medium artistik menjadi ruang dialog lintas budaya.

Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, menyampaikan bahwa pameran ini juga mencerminkan eratnya hubungan dan kerja sama yang terus terjalin antara ISI BALI dan Korea Selatan. Kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik dan seni yang mempertemukan komunitas kedua negara.

Foto: Pameran seni rupa BURU–JIWA–BUMI bertajuk Bali–Seoul on Dialogue di Nata-Citta Arts Space (N-CAS), ISI BALI, Jumat (16/10)

Pada 2025, ISI BALI bekerja sama dengan KIC, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) dan Korea Association of Malay-Indonesian Studies (KAMIS) menyelenggarakan Seminar Internasional Bali-Bhuwana Waskita V bertajuk Pram–Bhuwana–Prana (Pramoedya–World–Paradigm). Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati 100 tahun kelahiran sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

Selain kerja sama akademik, ISI BALI juga kerap menghadirkan karya fotografer Korea Selatan dalam berbagai pameran, termasuk Bali-Bhuwana Rupa dan Bali-Global Art Maps (B-GAME), yang diselenggarakan dalam rangkaian Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD).

Menurut Komang Sudirga, berbagai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan antarmasyarakat sekaligus memperkuat pemahaman bersama. Melalui pameran BURU–JIWA–BUMI, hubungan tersebut kembali memperoleh ruang perjumpaan melalui praktik seni dan pertukaran gagasan lintas budaya.

Kurator Warih Wisatsana menjelaskan bahwa BURU–JIWA–BUMI berangkat dari gagasan penciptaan seni sebagai perjalanan pencarian dan penemuan diri. Buru merepresentasikan keberanian menjelajahi kemungkinan baru, jiwa menggambarkan pengalaman yang membentuk karakter dan bahasa artistik, sedangkan bumi menjadi sumber sekaligus ruang kehidupan tempat pengalaman berakar.

Gagasan tersebut juga beririsan dengan konsep estetika wabi-sabi, yang menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan, ketidakteraturan, dan kefanaan. Melalui pendekatan ini, karya seni tidak hanya dipandang sebagai objek visual, tetapi juga sebagai ruang perenungan tentang kehidupan dan hubungan manusia dengan alam.

Foto: Pameran seni rupa BURU–JIWA–BUMI bertajuk Bali–Seoul on Dialogue di Nata-Citta Arts Space (N-CAS), ISI BALI, Jumat (16/10)

Masing-masing seniman menghadirkan pendekatan yang khas. Kim Hyonsun mengeksplorasi tanah liat melalui bentuk-bentuk keramik yang ekspresif. Young Choi mengolah cahaya, bayangan, dan ruang dalam fotografi untuk menghadirkan perspektif baru terhadap objek keramik. Sementara itu, I Ketut Muka Pendet mengangkat makna spiritual dan kultural wadah air suci kumba dalam tradISI BALI melalui karya gerabah.

Adapun Wayan Kun Adnyana menampilkan eksplorasi abstraksi melalui lapisan warna, guratan, dan tekstur yang menyimpan jejak pengalaman serta perjalanan waktu. Karya-karyanya memperlihatkan perkembangan bahasa visual yang tidak sekadar menggambarkan kenyataan, tetapi menafsirkan kembali pengalaman melalui kebebasan artistik.

Melalui pertemuan empat pendekatan tersebut, BURU–JIWA–BUMI tidak berupaya menyeragamkan perbedaan, melainkan membuka ruang bagi beragam cara pandang dalam memaknai alam, tradisi, dan kehidupan. Pameran ini sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan artistik antara Bali dan Seoul melalui bahasa seni yang melampaui batas medium maupun budaya.

ISI BALI Gaungkan Seni Bali di Panggung Diplomasi Vietnam

ISI BALI Gaungkan Seni Bali di Panggung Diplomasi Vietnam

Foto: Delegasi ISI BALIdalam malam resepsi perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 6–9 Oktober 2026 di Hanoi, Vietnam.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia Tenggara melalui partisipasi dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan pada 6–9 Oktober 2026 di Hanoi, Vietnam. Kehadiran ISI BALI merupakan undangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Demokratik Vietnam, Adam Mulawarman Tugio, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia di kancah internasional.

Delegasi ISI BALI dipimpin Rektor Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, didampingi Wakil Rektor Dr. I Made Jodog, serta tiga mahasiswa, yakni Gede Dipta, Mitha Apsari, dan Diah Nanta. Selain berpartisipasi dalam resepsi diplomatik, delegasi ISI BALI memanfaatkan kunjungan tersebut untuk memperluas jejaring kelembagaan melalui pembahasan kerja sama dengan Vietnam Academy of Dance (VAD) serta penyelenggaraan lokakarya tari Bali.

Pertemuan dengan VAD menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan kompetensi seni tari, dan pertukaran pengetahuan budaya antara Indonesia dan Vietnam. Melalui lokakarya tari Bali, ISI BALI turut memperkenalkan kekayaan tradisi tari Bali sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran seni secara langsung.

Foto: Delegasi ISI BALI bersama mahasiswa Vietnam Academy of Dance (VAD), 6–9 Oktober 2026 di Hanoi, Vietnam.

Direktur VAD, Dr. Nguyễn Thúy Nga, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Kolaborasi ini dinilai dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa VAD, khususnya dalam meningkatkan penguasaan tari Indonesia, terutama tari Bali. Pertukaran pengetahuan dan praktik seni diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai karakteristik, teknik, serta nilai budaya yang terkandung dalam tradisi tari Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana juga secara resmi menyampaikan undangan kepada Direktur dan delegasi VAD untuk berpartisipasi dalam Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) yang diselenggarakan di ISI BALI. Forum ini merupakan wadah kemitraan, dialog, dan kolaborasi lintas perguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia-Pasifik.(ISIBALI/Humas)

ISI BALI dan BESTie CO., Ltd. Matangkan Program Magang Internasional di Jepang

ISI BALI dan BESTie CO., Ltd. Matangkan Program Magang Internasional di Jepang

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana (kanan) dan CEO BESTie CO., Ltd., Mr. Matsumoto Yuki dalam rapat pembahasan persiapan program magang internasional di Ruang Sabha Citta Mahottama ISI BALI, Rabu (8/7).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) terus mematangkan pelaksanaan program magang internasional dengan Industri keramik di Kota Hasami, Jepang. Sebagai tindak lanjut kerja sama yang baru disepakati melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra di Jepang, Chief Executive Officer (CEO) BESTie CO., Ltd., Mr. Matsumoto Yuki, mengunjungi ISI BALI pada Rabu (8/7) untuk membahas persiapan pelaksanaan program bersama jajaran pimpinan institut.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Teleconference ISI BALI tersebut diterima langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, didampingi para wakil rektor, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, serta Kepala Biro Perencanaan, Umum, dan Keuangan. Mr. Matsumoto hadir bersama Ibu Alja, pengajar bahasa Jepang yang akan memberikan pelatihan kepada mahasiswa calon peserta magang.

Sebelumnya, pada Selasa (23/6), ISI BALI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd. di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, bersama Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota dan CEO BESTie Co., Ltd. Matsumoto Yuki. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI BALI dengan kedua mitra Jepang tersebut yang ditandatangani oleh Dekan FSRD ISI BALI, Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg.

Foto: Pertemuan ISI BALI dan BESTie CO., Ltd membahas persiapan program magang internasional di Hasami Jepang, Rabu (8/7) di Ruang Sabha Citta Mahottama ISI BALI.

Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai langkah lanjutan untuk merealisasikan program magang internasional yang telah disepakati. Pembahasan teknis mengenai kurikulum pelatihan akan ditindaklanjuti bersama pimpinan Fakultas Seni Rupa dan Desain agar program dapat berjalan sesuai kebutuhan industri keramik di Jepang.

“Terima kasih atas kunjungan Mr. Matsumoto. Pembahasan mengenai kurikulum dapat dilanjutkan bersama Dekan dan Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD. Dalam waktu dekat ISI BALI juga akan segera menyebarluaskan informasi rekrutmen peserta pelatihan,” ujarnya.

Pada tahap awal, ISI BALI akan merekrut sebanyak 25 mahasiswa semester tujuh yang berasal dari Program Studi Seni Kriya, Seni Murni, dan Desain Produk. Para peserta akan mengikuti pelatihan intensif, termasuk pembelajaran bahasa Jepang, yang direncanakan dimulai pada 1 September 2026 sebagai bekal sebelum memasuki dunia industri. Setelah menyelesaikan pelatihan, delapan peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti program magang internasional di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang. Sementara itu, 17 peserta lainnya akan menjalani program magang pada mitra industri seni kriya bereputasi di dalam negeri, sehingga seluruh peserta tetap memperoleh pengalaman profesional sesuai bidang keahlian masing-masing.

Sementara itu, CEO BESTie CO., Ltd., Mr. Matsumoto Yuki, menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera melaksanakan proses wawancara sebagai bagian dari seleksi mahasiswa peserta pelatihan. Ia juga memperkenalkan Ibu Alja sebagai salah satu pengajar bahasa Jepang yang akan mendampingi mahasiswa selama masa persiapan.

Mr. Matsumoto mengungkapkan bahwa kerja sama ini tidak hanya membuka kesempatan bagi mahasiswa ISI BALI untuk memperdalam seni keramik di Jepang, tetapi juga berpotensi menjadi wadah pertukaran budaya yang saling menguntungkan. Menurutnya, minat mahasiswa Jepang untuk mempelajari seni keramik dan kebudayaan Bali juga terus meningkat.

“Saya melihat banyak mahasiswa Jepang yang tertarik belajar keramik di Bali. Setelah mengunjungi beberapa pura, saya juga merasakan kekayaan spiritual dan budaya yang dimiliki Bali. Pengalaman seperti ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa Jepang untuk belajar di sini,” ungkapnya.

Ia berharap koordinasi dan kerja sama yang erat antara BESTie CO., Ltd., Hasami Tohjiki Industrial Association, dan ISI BALI dapat terus terjalin sehingga seluruh rangkaian pelatihan hingga pelaksanaan magang internasional dapat berlangsung dengan lancar serta memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Program magang internasional di Hasami merupakan implementasi awal dari MoU dan PKS yang telah disepakati antara ISI BALI dengan mitra di Jepang. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di salah satu sentra keramik terkemuka di Jepang, tetapi juga berkesempatan memperluas wawasan internasional, meningkatkan kompetensi profesional, serta memperkuat jejaring kerja sama seni dan industri kreatif antara Indonesia dan Jepang. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Tandatangani MoU Magang Internasional dengan Industri Keramik di Hasami, Jepang

ISI BALI Tandatangani MoU Magang Internasional dengan Industri Keramik di Hasami, Jepang

Kolaborasi Selenggarakan Pendidikan Seni Kriya Internasional

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana (2 dari kanan) didampingi Dekan FSRD ISI BALI Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg menandatangani MoU dengan Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota (2 dari kiri), dan CEO BESTie Co., Ltd., Matsumoto Yuki (kiri).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) terus memperluas jejaring internasional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd., Jepang, pada Selasa (23/6) di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan  Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota, dan CEO BESTie Co., Ltd., Matsumoto Yuki. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI BALI dengan kedua mitra Jepang tersebut. PKS ditandatangani oleh Dekan FSRD ISI BALI Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg.

Foto: Acara Penandatangan MoU antara ISI BALI dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd., Jepang, pada Selasa (23/6) di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.

Acara penandatanganan berlangsung sangat spesial dan dalam suasana yang hangat. Hadir sekitar 40 Undangan dari unsur industri keramik, lembaga penelitian keramik, anggota parlemen, dan pemerintah kota Hasami dan Perfecture Nagasaki, termasuk wakil walikota Hasami, Murayama Hiroshi. Sebelum acara penandatanganan, dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan seni keramik bertaraf internasional melalui sinergi antara perguruan tinggi dengan industri keramik Jepang yang telah memiliki reputasi mendunia.

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wali Kota Hasami, Yoshinori Maekawa, bersama Ketua Hasami Tohjiki Industrial Association, Kazuhiko Ota, ke Kampus ISI BALI pada 18 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak melakukan penjajakan kerja sama yang kemudian berlanjut dengan undangan resmi kepada Rektor ISI BALI dan Dekan FSRD untuk menghadiri penandatanganan kesepakatan di Jepang.

Foto: Keramik hasil prooduksi di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.

Hasami dikenal sebagai salah satu sentra industri keramik paling terkenal di Jepang yang telah menghasilkan produk berkualitas tinggi selama ratusan tahun. Melalui kerja sama ini, Kota Hasami berupaya membangun proyek kolaboratif yang menjadi jembatan antara manusia, pendidikan, dan teknologi di Indonesia dan Jepang, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan industri kreatif.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang penting bagi pengembangan pendidikan seni kriya di ISI BALI sekaligus membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman belajar dan praktik kerja di lingkungan industri internasional.

“Program Studi Kriya, Desain Produk, dan Seni Murni di ISI BALI memiliki kualitas yang sangat baik dalam menghasilkan karya keramik inovatif. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya keramik murni, tetapi juga berbagai produk keramik fungsional yang siap dipasarkan. Karena itu, kerja sama dengan industri keramik Jepang ini akan memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja global,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Hasami menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan berbasis industri. Selain memberikan kesempatan bagi mahasiswa ISI BALI mempelajari industri keramik tradisional Jepang secara langsung, kerja sama ini juga membuka peluang karier bagi lulusan yang memiliki kompetensi di bidang keramik untuk bekerja di Hasami, Jepang.

Melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tersebut, para pihak sepakat mengembangkan berbagai program, meliputi penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kurikulum internasional, pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik (internship), penempatan kerja mahasiswa dan alumni, penyediaan infrastruktur pendidikan, serta berbagai bidang lain yang disepakati bersama.

Salah satu program prioritas yang segera direalisasikan adalah penyusunan dan penerapan kurikulum standar Jepang dalam penyelenggaraan pendidikan seni kriya internasional di ISI BALI. Kurikulum tersebut akan disusun bersama mitra industri di Jepang sehingga selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri keramik internasional.

Selain itu, mahasiswa akan memperoleh kesempatan mengikuti program Kuliah Kerja Praktik (internship) di perusahaan dan industri keramik di Hasami dengan fasilitasi penuh dari pihak Jepang. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester VII Program Studi Seni Murni, Seni Kriya, dan Desain Produk, serta direncanakan mulai dilaksanakan pada September 2026.

Melalui pengalaman belajar langsung di pusat industri keramik Jepang, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teknik produksi dan inovasi material, tetapi juga memahami budaya kerja, manajemen industri, hingga standar kualitas internasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi lulusan ISI BALI untuk bersaing di tingkat global. (ISIBALI/Humas)

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, ISI BALI Gandeng Rumah Intaran

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, ISI BALI Gandeng Rumah Intaran

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Studio Arsitektur Rumah Intaran, Senin (22/6) di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) resmi menjalin kerja sama dengan Studio Arsitektur Rumah Intaran melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Senin (22/6/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., bersama Pendiri Studio Arsitektur Rumah Intaran, Gede Kresna Nata Dwijaksana. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi seni dengan ruang kreatif yang aktif mengembangkan praktik seni, budaya, dan arsitektur di Bali.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku industri kreatif maupun ruang budaya sangat penting untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“ISI BALI terus berupaya membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi sejalan dalam pengembangan seni, budaya, dan kreativitas. Rumah Intaran merupakan ruang yang telah dikenal aktif menginisiasi berbagai kegiatan seni dan budaya. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, maupun seniman untuk berkolaborasi, berkarya, dan berinovasi bersama,” ujarnya.

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Studio Arsitektur Rumah Intaran, Senin (22/6) di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek formalitas, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret seperti pameran, pertunjukan, diskusi, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan program magang dan pembelajaran berbasis praktik.

Sementara itu, Pendiri Studio Arsitektur Rumah Intaran, Gede Kresna Nata Dwijaksana, mengungkapkan bahwa hubungan antara Rumah Intaran dan sivitas akademika ISI BALI sejatinya telah terjalin sejak lama. Berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, maupun seniman yang berafiliasi dengan ISI BALI telah beberapa kali berlangsung di Rumah Intaran, meskipun selama ini sifatnya masih informal.

“Rumah Intaran sudah lama menjadi ruang perjumpaan bagi banyak seniman, termasuk sivitas akademika ISI BALI. Berbagai pameran seni rupa, pertunjukan, diskusi, hingga kegiatan kreatif lainnya telah diselenggarakan di tempat kami. Karena itu, penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah berjalan secara alami dan menjadikannya lebih terarah serta berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi dengan ISI BALI akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam menciptakan ekosistem kreatif yang lebih dinamis serta mendukung perkembangan seni dan budaya Bali di tengah tantangan zaman.

Melalui kerja sama ini, ISI BALI dan Rumah Intaran berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan ekosistem seni dan budaya di Bali.

Sebagai informasi, Rumah Intaran merupakan studio arsitektur berbasis riset dan ruang kreatif dan pembelajaran lintas disiplin berbasis masyarakat yang menjadi wadah kolaborasi di bidang seni, budaya, desain, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif di Bali Utara. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) memperbarui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Udayana (Unud), Senin (11/5), di Gedung Pascasarjana, Unud. Pembaruan kerja sama ini dilakukan seiring perubahan nomenklatur institusi dari ISI Denpasar menjadi ISI BALI.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana. Selain penandatanganan MoU, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Pascasarjana ISI BALI, Nyoman Dewi Pebryani dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa.

Foto: Penandatangan MoU antara Pascasarjana ISI BALI dan Fakultas Ilmu Budaya, Unud di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Ketua Senat ISI BALI, Prof. Dr. Drs. Ketut Muka, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama ISI BALI, Dr. Komang Arba Wirawan, serta jajaran pimpinan dari Universitas Udayana. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Unud, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas Unud, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, dan Koordinator UPIKS Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Gusti Agung Istri Aryani.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan bahwa ISI BALI dan Unud memiliki hubungan historis yang panjang dalam pengembangan pendidikan seni di Bali. Ia menuturkan bahwa Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSRD) Unud pada masa lalu menjadi bagian penting dalam perjalanan terbentuknya ISI Denpasar yang kini bertransformasi menjadi ISI BALI.

Menurutnya, hubungan kedua institusi tidak hanya sebatas sejarah, namun juga diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang telah berjalan selama ini, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap pembaruan kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi kedua perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.

“ISI BALI dan Unud memiliki kedekatan historis dan semangat yang sama dalam membangun pendidikan tinggi di Bali. Melalui kerja sama ini, kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi maupun masyarakat,” ujarnya.

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Sementara itu, Rektor Unud, Prof. I Ketut Sudarsana, menyambut baik penandatanganan dokumen kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Unud memiliki visi yang sama dengan ISI BALI dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul di Bali dan Indonesia.

Ia berharap kerja sama yang diperbarui ini dapat mendorong peningkatan berbagai kegiatan akademik dan pengembangan institusi yang berdampak langsung terhadap kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan berbagai kegiatan yang produktif dan inovatif, sehingga dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing serta berkontribusi bagi pembangunan Bali dan Indonesia,” ungkapnya. (ISIBALI/Humas)

Loading...