M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI dan BESTie CO., Ltd. Matangkan Program Magang Internasional di Jepang

ISI BALI dan BESTie CO., Ltd. Matangkan Program Magang Internasional di Jepang

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana (kanan) dan CEO BESTie CO., Ltd., Mr. Matsumoto Yuki dalam rapat pembahasan persiapan program magang internasional di Ruang Sabha Citta Mahottama ISI BALI, Rabu (8/7).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) terus mematangkan pelaksanaan program magang internasional dengan Industri keramik di Kota Hasami, Jepang. Sebagai tindak lanjut kerja sama yang baru disepakati melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra di Jepang, Chief Executive Officer (CEO) BESTie CO., Ltd., Mr. Matsumoto Yuki, mengunjungi ISI BALI pada Rabu (8/7) untuk membahas persiapan pelaksanaan program bersama jajaran pimpinan institut.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Teleconference ISI BALI tersebut diterima langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, didampingi para wakil rektor, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, serta Kepala Biro Perencanaan, Umum, dan Keuangan. Mr. Matsumoto hadir bersama Ibu Alja, pengajar bahasa Jepang yang akan memberikan pelatihan kepada mahasiswa calon peserta magang.

Sebelumnya, pada Selasa (23/6), ISI BALI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd. di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, bersama Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota dan CEO BESTie Co., Ltd. Matsumoto Yuki. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI BALI dengan kedua mitra Jepang tersebut yang ditandatangani oleh Dekan FSRD ISI BALI, Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg.

Foto: Pertemuan ISI BALI dan BESTie CO., Ltd membahas persiapan program magang internasional di Hasami Jepang, Rabu (8/7) di Ruang Sabha Citta Mahottama ISI BALI.

Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai langkah lanjutan untuk merealisasikan program magang internasional yang telah disepakati. Pembahasan teknis mengenai kurikulum pelatihan akan ditindaklanjuti bersama pimpinan Fakultas Seni Rupa dan Desain agar program dapat berjalan sesuai kebutuhan industri keramik di Jepang.

“Terima kasih atas kunjungan Mr. Matsumoto. Pembahasan mengenai kurikulum dapat dilanjutkan bersama Dekan dan Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD. Dalam waktu dekat ISI BALI juga akan segera menyebarluaskan informasi rekrutmen peserta pelatihan,” ujarnya.

Pada tahap awal, ISI BALI akan merekrut sebanyak 25 mahasiswa semester tujuh yang berasal dari Program Studi Seni Kriya, Seni Murni, dan Desain Produk. Para peserta akan mengikuti pelatihan intensif, termasuk pembelajaran bahasa Jepang, yang direncanakan dimulai pada 1 September 2026 sebagai bekal sebelum memasuki dunia industri. Setelah menyelesaikan pelatihan, delapan peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti program magang internasional di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang. Sementara itu, 17 peserta lainnya akan menjalani program magang pada mitra industri seni kriya bereputasi di dalam negeri, sehingga seluruh peserta tetap memperoleh pengalaman profesional sesuai bidang keahlian masing-masing.

Sementara itu, CEO BESTie CO., Ltd., Mr. Matsumoto Yuki, menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera melaksanakan proses wawancara sebagai bagian dari seleksi mahasiswa peserta pelatihan. Ia juga memperkenalkan Ibu Alja sebagai salah satu pengajar bahasa Jepang yang akan mendampingi mahasiswa selama masa persiapan.

Mr. Matsumoto mengungkapkan bahwa kerja sama ini tidak hanya membuka kesempatan bagi mahasiswa ISI BALI untuk memperdalam seni keramik di Jepang, tetapi juga berpotensi menjadi wadah pertukaran budaya yang saling menguntungkan. Menurutnya, minat mahasiswa Jepang untuk mempelajari seni keramik dan kebudayaan Bali juga terus meningkat.

“Saya melihat banyak mahasiswa Jepang yang tertarik belajar keramik di Bali. Setelah mengunjungi beberapa pura, saya juga merasakan kekayaan spiritual dan budaya yang dimiliki Bali. Pengalaman seperti ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa Jepang untuk belajar di sini,” ungkapnya.

Ia berharap koordinasi dan kerja sama yang erat antara BESTie CO., Ltd., Hasami Tohjiki Industrial Association, dan ISI BALI dapat terus terjalin sehingga seluruh rangkaian pelatihan hingga pelaksanaan magang internasional dapat berlangsung dengan lancar serta memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Program magang internasional di Hasami merupakan implementasi awal dari MoU dan PKS yang telah disepakati antara ISI BALI dengan mitra di Jepang. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di salah satu sentra keramik terkemuka di Jepang, tetapi juga berkesempatan memperluas wawasan internasional, meningkatkan kompetensi profesional, serta memperkuat jejaring kerja sama seni dan industri kreatif antara Indonesia dan Jepang. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Tandatangani MoU Magang Internasional dengan Industri Keramik di Hasami, Jepang

ISI BALI Tandatangani MoU Magang Internasional dengan Industri Keramik di Hasami, Jepang

Kolaborasi Selenggarakan Pendidikan Seni Kriya Internasional

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana (2 dari kanan) didampingi Dekan FSRD ISI BALI Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg menandatangani MoU dengan Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota (2 dari kiri), dan CEO BESTie Co., Ltd., Matsumoto Yuki (kiri).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) terus memperluas jejaring internasional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd., Jepang, pada Selasa (23/6) di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan  Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota, dan CEO BESTie Co., Ltd., Matsumoto Yuki. Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI BALI dengan kedua mitra Jepang tersebut. PKS ditandatangani oleh Dekan FSRD ISI BALI Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg.

Foto: Acara Penandatangan MoU antara ISI BALI dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd., Jepang, pada Selasa (23/6) di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.

Acara penandatanganan berlangsung sangat spesial dan dalam suasana yang hangat. Hadir sekitar 40 Undangan dari unsur industri keramik, lembaga penelitian keramik, anggota parlemen, dan pemerintah kota Hasami dan Perfecture Nagasaki, termasuk wakil walikota Hasami, Murayama Hiroshi. Sebelum acara penandatanganan, dikumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan seni keramik bertaraf internasional melalui sinergi antara perguruan tinggi dengan industri keramik Jepang yang telah memiliki reputasi mendunia.

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wali Kota Hasami, Yoshinori Maekawa, bersama Ketua Hasami Tohjiki Industrial Association, Kazuhiko Ota, ke Kampus ISI BALI pada 18 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak melakukan penjajakan kerja sama yang kemudian berlanjut dengan undangan resmi kepada Rektor ISI BALI dan Dekan FSRD untuk menghadiri penandatanganan kesepakatan di Jepang.

Foto: Keramik hasil prooduksi di Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang.

Hasami dikenal sebagai salah satu sentra industri keramik paling terkenal di Jepang yang telah menghasilkan produk berkualitas tinggi selama ratusan tahun. Melalui kerja sama ini, Kota Hasami berupaya membangun proyek kolaboratif yang menjadi jembatan antara manusia, pendidikan, dan teknologi di Indonesia dan Jepang, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan industri kreatif.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang penting bagi pengembangan pendidikan seni kriya di ISI BALI sekaligus membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman belajar dan praktik kerja di lingkungan industri internasional.

“Program Studi Kriya, Desain Produk, dan Seni Murni di ISI BALI memiliki kualitas yang sangat baik dalam menghasilkan karya keramik inovatif. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya keramik murni, tetapi juga berbagai produk keramik fungsional yang siap dipasarkan. Karena itu, kerja sama dengan industri keramik Jepang ini akan memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja global,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Hasami menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan berbasis industri. Selain memberikan kesempatan bagi mahasiswa ISI BALI mempelajari industri keramik tradisional Jepang secara langsung, kerja sama ini juga membuka peluang karier bagi lulusan yang memiliki kompetensi di bidang keramik untuk bekerja di Hasami, Jepang.

Melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tersebut, para pihak sepakat mengembangkan berbagai program, meliputi penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kurikulum internasional, pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik (internship), penempatan kerja mahasiswa dan alumni, penyediaan infrastruktur pendidikan, serta berbagai bidang lain yang disepakati bersama.

Salah satu program prioritas yang segera direalisasikan adalah penyusunan dan penerapan kurikulum standar Jepang dalam penyelenggaraan pendidikan seni kriya internasional di ISI BALI. Kurikulum tersebut akan disusun bersama mitra industri di Jepang sehingga selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri keramik internasional.

Selain itu, mahasiswa akan memperoleh kesempatan mengikuti program Kuliah Kerja Praktik (internship) di perusahaan dan industri keramik di Hasami dengan fasilitasi penuh dari pihak Jepang. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester VII Program Studi Seni Murni, Seni Kriya, dan Desain Produk, serta direncanakan mulai dilaksanakan pada September 2026.

Melalui pengalaman belajar langsung di pusat industri keramik Jepang, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teknik produksi dan inovasi material, tetapi juga memahami budaya kerja, manajemen industri, hingga standar kualitas internasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi lulusan ISI BALI untuk bersaing di tingkat global. (ISIBALI/Humas)

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, ISI BALI Gandeng Rumah Intaran

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, ISI BALI Gandeng Rumah Intaran

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Studio Arsitektur Rumah Intaran, Senin (22/6) di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) resmi menjalin kerja sama dengan Studio Arsitektur Rumah Intaran melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Senin (22/6/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., bersama Pendiri Studio Arsitektur Rumah Intaran, Gede Kresna Nata Dwijaksana. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi seni dengan ruang kreatif yang aktif mengembangkan praktik seni, budaya, dan arsitektur di Bali.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku industri kreatif maupun ruang budaya sangat penting untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“ISI BALI terus berupaya membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi sejalan dalam pengembangan seni, budaya, dan kreativitas. Rumah Intaran merupakan ruang yang telah dikenal aktif menginisiasi berbagai kegiatan seni dan budaya. Kami berharap kerja sama ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, maupun seniman untuk berkolaborasi, berkarya, dan berinovasi bersama,” ujarnya.

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Studio Arsitektur Rumah Intaran, Senin (22/6) di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek formalitas, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret seperti pameran, pertunjukan, diskusi, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan program magang dan pembelajaran berbasis praktik.

Sementara itu, Pendiri Studio Arsitektur Rumah Intaran, Gede Kresna Nata Dwijaksana, mengungkapkan bahwa hubungan antara Rumah Intaran dan sivitas akademika ISI BALI sejatinya telah terjalin sejak lama. Berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, maupun seniman yang berafiliasi dengan ISI BALI telah beberapa kali berlangsung di Rumah Intaran, meskipun selama ini sifatnya masih informal.

“Rumah Intaran sudah lama menjadi ruang perjumpaan bagi banyak seniman, termasuk sivitas akademika ISI BALI. Berbagai pameran seni rupa, pertunjukan, diskusi, hingga kegiatan kreatif lainnya telah diselenggarakan di tempat kami. Karena itu, penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah berjalan secara alami dan menjadikannya lebih terarah serta berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi dengan ISI BALI akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam menciptakan ekosistem kreatif yang lebih dinamis serta mendukung perkembangan seni dan budaya Bali di tengah tantangan zaman.

Melalui kerja sama ini, ISI BALI dan Rumah Intaran berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan ekosistem seni dan budaya di Bali.

Sebagai informasi, Rumah Intaran merupakan studio arsitektur berbasis riset dan ruang kreatif dan pembelajaran lintas disiplin berbasis masyarakat yang menjadi wadah kolaborasi di bidang seni, budaya, desain, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif di Bali Utara. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) memperbarui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Udayana (Unud), Senin (11/5), di Gedung Pascasarjana, Unud. Pembaruan kerja sama ini dilakukan seiring perubahan nomenklatur institusi dari ISI Denpasar menjadi ISI BALI.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana. Selain penandatanganan MoU, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Pascasarjana ISI BALI, Nyoman Dewi Pebryani dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa.

Foto: Penandatangan MoU antara Pascasarjana ISI BALI dan Fakultas Ilmu Budaya, Unud di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Ketua Senat ISI BALI, Prof. Dr. Drs. Ketut Muka, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama ISI BALI, Dr. Komang Arba Wirawan, serta jajaran pimpinan dari Universitas Udayana. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Unud, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas Unud, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, dan Koordinator UPIKS Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Gusti Agung Istri Aryani.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan bahwa ISI BALI dan Unud memiliki hubungan historis yang panjang dalam pengembangan pendidikan seni di Bali. Ia menuturkan bahwa Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSRD) Unud pada masa lalu menjadi bagian penting dalam perjalanan terbentuknya ISI Denpasar yang kini bertransformasi menjadi ISI BALI.

Menurutnya, hubungan kedua institusi tidak hanya sebatas sejarah, namun juga diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang telah berjalan selama ini, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap pembaruan kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi kedua perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.

“ISI BALI dan Unud memiliki kedekatan historis dan semangat yang sama dalam membangun pendidikan tinggi di Bali. Melalui kerja sama ini, kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi maupun masyarakat,” ujarnya.

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Sementara itu, Rektor Unud, Prof. I Ketut Sudarsana, menyambut baik penandatanganan dokumen kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Unud memiliki visi yang sama dengan ISI BALI dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul di Bali dan Indonesia.

Ia berharap kerja sama yang diperbarui ini dapat mendorong peningkatan berbagai kegiatan akademik dan pengembangan institusi yang berdampak langsung terhadap kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan berbagai kegiatan yang produktif dan inovatif, sehingga dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing serta berkontribusi bagi pembangunan Bali dan Indonesia,” ungkapnya. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI–UNHI Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi Berdampak

ISI BALI–UNHI Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi Berdampak

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.

Rektor Institut Seni Indonesia Bali menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor Universitas Hindu Indonesia, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., pada Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama kedua perguruan tinggi dalam bidang tridharma perguruan tinggi berdampak.

Kegiatan penandatanganan disaksikan jajaran Wakil Rektor, Dekan, serta Kepala Biro dari kedua institusi. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa hubungan antara ISI BALI dan UNHI sejatinya telah terjalin sejak lama melalui berbagai bentuk kolaborasi akademik. Menurutnya, sejumlah profesor ISI BALI kerap terlibat sebagai penguji dalam ujian doktor di UNHI, begitu pula akademisi UNHI yang turut berkontribusi dalam kegiatan akademik di ISI BALI. Selain itu, beberapa dosen ISI BALI juga merupakan lulusan program doktor di UNHI.

“Kerja sama ini sesungguhnya sudah berjalan sejak lama melalui hubungan akademik yang baik antardosen dan profesor di kedua institusi. Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat serta memperluas kolaborasi yang telah terbangun,” ujarnya.

Ia berharap nota kesepahaman tersebut dapat membuka lebih banyak ruang kerja sama konkret, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.

Sementara itu, Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI. Ia menilai ISI BALI memiliki banyak keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan institusinya, khususnya dalam aspek tata kelola perguruan tinggi dan penguatan identitas budaya dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang saling menguatkan kedua lembaga. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI dan Badan Pengelola FKSPA Besakih Sepakati Nota Kesepahaman

ISI BALI dan Badan Pengelola FKSPA Besakih Sepakati Nota Kesepahaman

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI BALI, Komang Sudirga, bersama Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Rektor ISI BALI, Wayan ‘Kun’ Adnyana, Ketua Senat ISI BALI, Ketut Muka, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ketut Garwa, serta Humas FKSPA Besakih, Murdiana Jaya.

Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan potensi kedua belah pihak guna memperoleh hasil maksimal dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kesepahaman ini, ISI BALI dan FKSPA Besakih sepakat mengembangkan berbagai program yang mendukung optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan, pembangunan, serta penguatan sistem di Kawasan Suci Pura Agung Besakih.

Foto: Rektor ISI BALI dan Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih meninjau pameran Parama Paraga di N-CAS ISI BALI, Rabu (22/4).

Rektor ISI BALI, Wayan “Kun” Adnyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pura Agung Besakih merupakan pusat spiritual masyarakat Bali yang memiliki nilai historis, budaya, dan religius yang sangat penting. Oleh karena itu, ISI BALI siap berkontribusi aktif melalui berbagai program akademik dan pengabdian, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta sumber daya pendukung lainnya.
“Sebagai perguruan tinggi seni, ISI BALI memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga dan menguatkan nilai-nilai budaya serta spiritual yang hidup di masyarakat. Kami siap mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola FKSPA Besakih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi dengan ISI BALI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan dan pengembangan Kawasan Suci Pura Agung Besakih secara berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)

Loading...