Denpasar, April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Bali kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian luar biasa para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Tahun 2026 Angkatan IX yang diikuti oleh 43 peserta dari Universitas Udayana dan ISI Bali. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali ini, tiga peserta dari ISI Bali berhasil meraih peringkat terbaik 1, 2, dan 3.
Sumber: Arsip BKPSDM Provinsi Bali
Pelaksanaan Latsar CPNS ini merujuk pada Surat Kepala BKPSDM Provinsi Bali Nomor B.30.800.2.4/ 110/ UPTD.PKSDM/BKPSDM tanggal 19 Januari 2026, serta Surat Tugas Kepala Biro Umum dan Keuangan ISI Bali Nomor 5175/IT5/KP.01.05/2026 tanggal 17 April 2026. Kegiatan berlangsung pada Selasa hingga Rabu, 21–29 April 2026, bertempat di UPTD PKSDM BKPSDM Provinsi Bali, Jalan Hayam Wuruk No. 152, Denpasar.
Rangkaian kegiatan Latsar meliputi pemantapan pembelajaran Agenda 1, 2, dan 3 CPNS yang disampaikan oleh para Widyaiswara, seminar laporan aktualisasi yang dihadiri oleh penguji, mentor, serta widyaiswara, hingga penutupan resmi oleh Kepala BKPSDM Provinsi Bali, Drs. I Wayan Budiasa, M.Si.
Dalam ajang ini, peserta dari ISI Bali menunjukkan kompetensi unggul melalui gagasan aktualisasi yang inovatif dan aplikatif di lingkungan institusi pendidikan seni. Adapun peraih prestasi terbaik adalah sebagai berikut:
Peringkat 1
A.A. Gede Bayu Paramarta Krisna Prabu, S.Sn., M.Sn (Dosen Asisten Ahli, Program Studi Seni Murni ISI Bali)
Judul Aktualisasi: “Bimural: Bahan Ajar Seni Mural Berbasis Digital di Prodi Seni Murni ISI Bali”
Peringkat 2
Ni Putu Dyah Pradnya Candriasih, S.Tr.Ds., M.Sn (Dosen Asisten Ahli, Program Studi Desain Mode ISI Bali)
Judul Aktualisasi: PANDAWA: Panduan Digitalisasi Pola Berbasis Wastra Nusantara
Peringkat 3
Gusnanda Andriansyah, S.Ds (Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama, Program Studi Desain Interior ISI Bali)
Judul Aktualisasi: “Digitalisasi Sistem Informasi Penggunaan Ruang Berbasis Google Workspace dan QR-Code pada Program Studi Desain Interior kISI Bali”
Sumber: Arsip BKPSDM Provinsi Bali
Prestasi ini menjadi bukti komitmen ISI Bali dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan institusi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam penguatan tata kelola pendidikan tinggi seni di Indonesia.
Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.
Rektor Institut Seni Indonesia Bali menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor Universitas Hindu Indonesia, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., pada Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama kedua perguruan tinggi dalam bidang tridharma perguruan tinggi berdampak.
Kegiatan penandatanganan disaksikan jajaran Wakil Rektor, Dekan, serta Kepala Biro dari kedua institusi. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa hubungan antara ISI BALI dan UNHI sejatinya telah terjalin sejak lama melalui berbagai bentuk kolaborasi akademik. Menurutnya, sejumlah profesor ISI BALI kerap terlibat sebagai penguji dalam ujian doktor di UNHI, begitu pula akademisi UNHI yang turut berkontribusi dalam kegiatan akademik di ISI BALI. Selain itu, beberapa dosen ISI BALI juga merupakan lulusan program doktor di UNHI.
“Kerja sama ini sesungguhnya sudah berjalan sejak lama melalui hubungan akademik yang baik antardosen dan profesor di kedua institusi. Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat serta memperluas kolaborasi yang telah terbangun,” ujarnya.
Ia berharap nota kesepahaman tersebut dapat membuka lebih banyak ruang kerja sama konkret, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.
Sementara itu, Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI. Ia menilai ISI BALI memiliki banyak keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan institusinya, khususnya dalam aspek tata kelola perguruan tinggi dan penguatan identitas budaya dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang saling menguatkan kedua lembaga. (ISIBALI/Humas)
Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI BALI, Komang Sudirga, bersama Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Rektor ISI BALI, Wayan ‘Kun’ Adnyana, Ketua Senat ISI BALI, Ketut Muka, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ketut Garwa, serta Humas FKSPA Besakih, Murdiana Jaya.
Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan potensi kedua belah pihak guna memperoleh hasil maksimal dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kesepahaman ini, ISI BALI dan FKSPA Besakih sepakat mengembangkan berbagai program yang mendukung optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan, pembangunan, serta penguatan sistem di Kawasan Suci Pura Agung Besakih.
Foto: Rektor ISI BALI dan Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih meninjau pameran Parama Paraga di N-CAS ISI BALI, Rabu (22/4).
Rektor ISI BALI, Wayan “Kun” Adnyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pura Agung Besakih merupakan pusat spiritual masyarakat Bali yang memiliki nilai historis, budaya, dan religius yang sangat penting. Oleh karena itu, ISI BALI siap berkontribusi aktif melalui berbagai program akademik dan pengabdian, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta sumber daya pendukung lainnya. “Sebagai perguruan tinggi seni, ISI BALI memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga dan menguatkan nilai-nilai budaya serta spiritual yang hidup di masyarakat. Kami siap mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola FKSPA Besakih,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi dengan ISI BALI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan dan pengembangan Kawasan Suci Pura Agung Besakih secara berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)
Foto: Kuliah umum bertema Industri Musik Digital dan Hak Cipta di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen, Rabu (15/4).
Program Studi Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar kuliah umum bertema Industri Musik Digital dan Hak Cipta di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen, Rabu (15/4). Prodi Musik menghadirkan dua tokoh besar industri musik nasional, Agung Bagus Mantra (Pregina Showbiz Bali) dan Trie Utami (penyanyi dan pencipta lagu) sebagai dosen tamu.
Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi wawasan serta pengalaman kepada mahasiswa utamanya tentang industri musik digital. Sebanyak 80 peserta hadir didominasi oleh mahasiswa program studi musik.
Dalam paparannya, produser musik senior Agung Bagus Mantra menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan perlindungan karya di era modern. Ia menekankan bahwa mendistribusikan musik melalui platform digital tidak hanya tentang bisnis, tapi juga upaya menghargai kerja keras dan meninggalkan jejak sejarah (legacy).
Foto: Kuliah umum bertema Industri Musik Digital dan Hak Cipta di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen, Rabu (15/4).
Vokalis dan penulis lagu Trie Utami membedah lebih dalam mengenai persoalan hukum dan royalti. Menurutnya, meski Undang-Undang Hak Cipta sudah ada, realitas di lapangan masih jauh dari kata rapi dibandingkan sistem di luar negeri yang sudah terintegrasi kuat.
“Di luar negeri ada Union yang rapi. Kalau perform, daftar, bayar, pas cap imigrasi otomatis keluar. Sementara di sini, kalau ada musisi asing datang, siapa yang lindungi kita? Belum ada yang pasti. Ekosistem kita belum bersatu,” papar Trie Utami.
Melalui proyek Sound of Borobudur, Trie Utami juga mengajak generasi muda menghargai sejarah. Salah satunya penelitian terhadap relief candi membuktikan bahwa 1.300 tahun lalu nusantara sudah memiliki peradaban musik yang sangat maju dengan sistem orkestra yang lengkap.
“Di Borobudur sudah ada ansambel lengkap. Terlihat di reliefnya. Kalau sudah main bareng berarti ada komposisi, ada aransemen, berarti ada ekosistem. Zaman Eropa masih gelap, di Jawa kita sudah nonton orkestra. Bahkan sudah ada pencatatan pembayaran bagi musisi di zaman itu,” ucapnya. Acara ini juga mempererat hubungan kampus ISI BALI dengan industri. Ini menyoroti peran Pregina Production milik Agung Bagus Mantra yang menjadi mitra utama Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), di mana banyak mahasiswa yang magang hingga direkrut langsung bekerja.
Foto: Penandatanganan MoAantara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyambut kehadiran 16 delegasi dari Faculty of Liberal Arts Thammasat University, Thailand, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI. Pertemuan dikemas dalam kegiatan Temu Silang Budaya bertajuk Widya-Bhuana-Waskita (Kecakapan Pengetahuan Global). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi internasional antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Thailand.
Sebanyak 16 delegasi Thammasat University hadir dalam kegiatan ini, dipimpin oleh Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Kehadiran delegasi tersebut memperkuat hubungan akademik dan budaya yang telah terjalin antara kedua institusi.
Dalam rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Arrangement (IA) antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si., serta disaksikan oleh perwakilan Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibawa ke Thailand untuk ditandatangani oleh Dekan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Gede Yudarta menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang seni pertunjukan. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa dan budaya. Sinergi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan seni yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan global.
Foto: Presentasi tentang Bali dan Kebudayaan Bali oleh Koordinator Urusan Internasional ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.
Kerja sama antara ISI BALI dan Thammasat University sebelumnya juga telah terjalin melalui program mobilitas mahasiswa. Pada tahun 2024, mahasiswa ISI BALI yang memperoleh Beasiswa AIMS (ASEAN International Mobility for Students) memilih Thammasat University sebagai universitas tujuan.
Perwakilan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI kepada seluruh delegasi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan yang penuh kekeluargaan selama kunjungan berlangsung. Lebih lanjut, ia berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif di masa mendatang, baik dalam bidang akademik, pertukaran mahasiswa, maupun kegiatan seni dan budaya.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi mengenai Bali dan kebudayaannya yang disampaikan oleh Koordinator Urusan Internasional (KUI) ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani. Dalam paparannya, ia memperkenalkan berbagai aspek menarik budaya Bali, mulai dari kuliner, pakaian tradisional, hingga bahasa Bali.
Sebagai penutup, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) ISI BALI menampilkan Tari Kecak yang turut melibatkan 15 mahasiswa dari Thammasat University. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat pertukaran budaya yang menjadi inti dari kegiatan Temu Silang Budaya ini. (ISIBALI/Humas)
Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).
Memaknai Kalangan Widya Mahardika V (Pakan Seni Akademika) bertajuk Kirtya-Jnana-Kawya yang bermakna “Memulia Pengetahuan Luhur”, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) mempersembahkan Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4), bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung). Pergelaran tersebut menjadi salah satu puncak rangkaian Kalangan Widya Mahardika yang sejak awal menghadirkan beragam aktivitas seni dan budaya di lingkungan kampus ISI BALI.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, mengatakan bahwa pergelaran ini memiliki makna khusus sebagaimana nama “Luwih Arja Luh” yang menegaskan peran perempuan dalam dunia seni pertunjukan. “Pergelaran ini sangat spesial karena seluruh praginanya adalah perempuan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa ISI BALI. Mereka adalah perempuan yang tidak hanya tangguh, tetapi juga menawan, anggun, dan berkarisma di atas panggung serta memberi inspirasi kepada kita semua,” ujarnya.
Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Kalangan Widya Mahardika V, mulai dari pembukaan hingga pergelaran pada hari tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh unsur dalam serangkaian Kalangan Widya Mahardika sejak dibuka hingga pergelaran hari ini. Semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditunjukkan menjadi kekuatan penting bagi ISI BALI dalam memuliakan pengetahuan, seni, dan budaya,” katanya.
Sebagai bagian yang memperkuat dimensi sakral dalam pergelaran, turut ditampilkan sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI. Penampilan ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal, sekaligus merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Foto: Sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4). Sebelum pergelaran drama tari dilaksanakan, pada pagi hari ISI BALI terlebih dahulu menggelar upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus ISI BALI. (ISIBALI/Humas)