Foto: Booth pameran ISI BALI dalam Badung Education Fair (BEF) 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Rabu (10/6).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) turut ambil bagian dalam Badung Education Fair (BEF) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Badung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, pada 9–11 Juni 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Pendidikan Berkelanjutan untuk Semua” ini menjadi ajang promosi pendidikan sekaligus wadah bagi siswa untuk mengenal berbagai pilihan perguruan tinggi dan program beasiswa.
BEF 2026 kembali digelar sebagai pameran pendidikan tahunan yang bertujuan membantu lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat dalam menentukan pilihan program studi serta memperoleh informasi terkait program bantuan pendidikan dan beasiswa yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung. Melalui sosialisasi yang masif, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh informasi mengenai akses pendidikan dapat diterima secara langsung dan dipahami oleh calon penerima manfaat.
Selain menjadi sarana informasi pendidikan, BEF 2026 juga dirancang sebagai ruang apresiasi bagi para pelajar di Kabupaten Badung. Berbagai prestasi akademik dan non-akademik dari tingkat lokal hingga nasional dipamerkan kepada masyarakat. Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran sekitar 20 perguruan tinggi yang membuka stan pameran untuk memperkenalkan program studi unggulan masing-masing.
Foto: Booth pameran ISI BALI dalam Badung Education Fair (BEF) 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Rabu (10/6).
Pada kesempatan tersebut, ISI BALI menghadirkan beragam karya kreatif mahasiswa dan dosen yang mengedepankan konsep seni berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengunjung dapat menyaksikan berbagai produk dan karya inovatif, mulai dari eco fashion, eco craft, wayang kulit, keramik, hingga beragam hasil kreativitas lainnya yang memadukan unsur seni, budaya, dan keberlanjutan.
Keikutsertaan ISI BALI dalam BEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai program studi serta capaian akademik dan kreativitas sivitas akademika kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Melalui stan pameran yang interaktif, ISI BALI juga memberikan informasi mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru, prospek karier lulusan, serta berbagai peluang pengembangan bakat dan kreativitas yang dapat diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus seni negeri di Bali tersebut. (ISIBALI/Humas)
Foto: Booth pameran ISI BALI dalam Badung Education Fair (BEF) 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Rabu (10/6).
Foto: Pembukaan Peksimida Bali Tahun 2026, Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI, Sabtu (6/6).
12 mahasiswa Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) berhasil mengamankan tiket menuju Pekan Kesenian Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 setelah meraih juara pertama dalam Pekan Kesenian Mahasiswa Daerah (Peksimida) Bali Tahun 2026. Ajang tersebut diselenggarakan di Kampus ISI BALI pada Sabtu (6/6).
Keberhasilan ini menjadi bukti prestasi mahasiswa ISI BALI dalam berbagai cabang seni yang dipertandingkan. Sebanyak 12 mahasiswa yang tergabung dalam enam tangkai lomba berhasil meraih juara pertama dan akan mewakili Provinsi Bali pada tingkat nasional.
Foto: Pelaksanaan tangkai lomba komik strip pada Peksimida 2026, Sabtu (6/6) di Gedung Desain Hub ISI BALI.
Adapun mahasiswa yang berhasil meraih juara pertama yakni Zahid Zahendra dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan pada tangkai lomba Menyanyi Dangdut, Sri Agung Wulandewi Putri Laksana dari Program Studi Musik pada tangkai lomba Menyanyi Keroncong Putri, serta I Kadek Ariandi Triana Putra Widi Nugraha dari Program Studi Desain Komunikasi Visual pada tangkai lomba Baca Puisi.
Pada tangkai lomba Tari, tim ISI BALI yang terdiri atas Ida Ayu Adi Tri Wiranti, Ni Kadek Dhya Sumitha Apsari, Ni Nengah Diah Tantri, Made Githa Sanjiwani, I Made Wahyu Danutirtha, I Putu Gede Pradipta Utama, dan G. Ngr. Bagus Andika Prasetya berhasil meraih juara pertama. Selain itu, Ni Luh Made Bindi Hita dari Program Studi Animasi menjadi juara pertama pada tangkai lomba Komik Strip, sementara Insan Kamis dari Program Studi Fotografi meraih juara pertama pada tangkai lomba Fotografi Jurnalistik Dokumenter.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan kemampuan terbaiknya dalam ajang tersebut.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa, dosen pembimbing, serta dukungan seluruh sivitas akademika ISI BALI. Kami bangga karena mahasiswa mampu menunjukkan kualitas dan daya saingnya di tingkat daerah. Semoga para pemenang dapat mempersiapkan diri dengan baik dan kembali mengharumkan nama Bali serta ISI BALI pada ajang nasional,” ujarnya.
Foto: Pelaksanaan tangkai lomba lukis pada Peksimida 2026, Sabtu (6/6) di Studio Seni Murni ISI BALI.
Selain meraih enam gelar juara pertama, kontingen ISI BALI juga menorehkan sejumlah prestasi pada berbagai tangkai lomba lainnya. ISI BALI berhasil meraih juara kedua pada tangkai lomba Vokal Grup, Menyanyi Seriosa Putri, Menyanyi Pop Putra, Baca Puisi Putri, dan Lukis.
Sementara itu, juara ketiga diraih pada tangkai lomba Desain Poster. Pada kategori penghargaan harapan, mahasiswa ISI BALI memperoleh Harapan II pada tangkai lomba Monolog dan Menulis Puisi.
Raihan prestasi tersebut semakin menegaskan peran ISI BALI sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten melahirkan talenta-talenta unggul di bidang seni dan budaya. Keikutsertaan mahasiswa dalam Peksimida tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana pengembangan kreativitas, apresiasi seni, serta penguatan karakter generasi muda yang berbudaya dan berprestasi.(ISIBALI/Humas)
Foto: Pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 di ISI BALI pada April lalu.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima 529 calon mahasiswa baru melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026. Hasil tersebut diumumkan secara serentak pada Senin (25/5) sore.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi ISI BALI, Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana mengatakan, pada jalur SNBT tahun ini, total pendaftar ISI BALI mencapai 938 peserta yang memperebutkan kursi di 19 program studi (prodi) sarjana dan sarjana terapan. Dari jumlah peserta yang dinyatakan lulus, sebanyak 113 calon mahasiswa baru merupakan penerima bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Berdasarkan data kami, 21 persen dari mahasiswa yang lolos SNBT ISI BALI Tahun 2026 merupakan penerima beasiswa KIP-K. Hal ini menunjukkan komitmen ISI BALI dalam membuka akses pendidikan tinggi seni bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi,” ujar Prof. Udayana.
Prof Udayana menjelaskan, berdasarkan tingkat keketatan persaingan, Prodi Bisnis Digital menjadi salah satu program studi dengan persaingan tertinggi. Dari total 118 peminat, hanya 34 peserta yang diterima dengan persentase keketatan sebesar 28,81 persen.
Sementara itu, dua program studi terbaru ISI BALI juga mendapat antusiasme yang cukup baik dari para pendaftar. Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris mencatat 36 peminat dengan 24 peserta diterima. Sedangkan Program Studi Pendidikan Vokasional Tata Rias menerima 10 peserta dari total 16 pendaftar. Tingginya minat pada program studi baru tersebut menunjukkan semakin luasnya ketertarikan masyarakat terhadap pengembangan bidang seni, budaya, dan industri kreatif di ISI BALI.
“Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) masih menjadi program studi dengan jumlah peminat tertinggi pada jalur SNBT tahun ini. Sebanyak 190 peserta mendaftar pada program studi tersebut dan 106 peserta dinyatakan lolos seleksi. Posisi berikutnya ditempati Program Studi Desain Mode dengan jumlah 136 peminat dan 51 peserta diterima,” jelas professor bidang desain komunikasi visual ini.
Peserta yang dinyatakan lolos SNBT diwajibkan melakukan pengisian data Uang Kuliah Tunggal (UKT) mulai 26 Mei 2026 hingga 2 Juni 2026. Penetapan UKT dijadwalkan pada 3 Juni 2026.
Prof. Udayana mengingatkan peserta yang tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal akan dianggap mengundurkan diri dari jalur SNBT. Bagi peserta yang belum berhasil lolos, ISI BALI masih menyediakan 260 kursi melalui jalur mandiri.
“Selamat kepada peserta yang lolos SNBT ISI BALI. Bagi peserta yang belum berhasil, tetap semangat dan jangan menyerah. Masih ada kesempatan melalui jalur mandiri untuk merebut kursi di kampus seni dan desain kebanggaan Bali ini,” ujarnya. (ISIBALI/Humas)
Foto: Mahasiswa ISI BALI berlatih untuk persiapan pembukaan PKB XLVIII, Rabu (13/5) di Kampus ISI BALI
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali dipercaya menjadi bagian penting dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang akan resmi dibuka pada 13 Juni 2026 mendatang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ISI BALI akan tampil sebagai pembuka dalam rangkaian Peed Aya PKB yang menjadi salah satu atraksi utama dan paling dinantikan masyarakat.
Dalam pembukaan PKB XLVIII, rangkaian acara akan diawali dengan Peed Aya pada siang hari, kemudian dilanjutkan dengan pementasan sendratari pada malam harinya. Untuk tahun ini, ISI BALI akan menampilkan garapan Peed Aya bertajuk Mahamredangga Kalpa, sementara pada pementasan sendratari malam hari akan membawakan kisah Lubdaka.
Foto: Mahasiswa ISI BALI berlatih untuk persiapan pembukaan PKB XLVIII, Rabu (13/5) di Kampus ISI BALI.
Saat ini, ISI BALI tengah mempersiapkan secara intensif seluruh unsur pertunjukan, mulai dari konsep artistik, koreografi, komposisi tabuh, hingga kesiapan para pendukung pertunjukan. Keterlibatan sivitas akademika menjadi wujud komitmen ISI BALI dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali melalui ruang-ruang kreativitas yang monumental seperti PKB.
Sekitar 300 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan akan terlibat langsung dalam pawai Peed Aya maupun pementasan sendratari. Kolaborasi besar ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang pembelajaran, penguatan karakter berkesenian, serta implementasi nilai gotong royong dalam proses kreatif. (ISIBALI/Humas)
DENPASAR – Dalam upaya memperluas cakrawala kreatif mahasiswa dan memperkenalkan standar estetika sinema global, Program Studi Animasi Institut Seni Indonesia (ISI) Bali sukses menggelar acara “Road to Europe on Screen 2026”. Acara yang memadukan pemutaran film animasi pilihan dan sesi diskusi mendalam ini dilangsungkan pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Gedung Vicon Lantai 2 Citta Kelangen, ISI Bali.
Kolaborasi istimewa ini menghadirkan film animasi dari sineas Eropa berjudul “TITINA” (Norwegia, 2022, Sutradara: Kajsa Næss, Durasi 91 menit) yang dikenal memiliki keunikan narasi dan teknik visual yang kuat. Film animasi tersebut menceritakan kisah kilas balik pada tahun 1920, petualang Norwegia Roald Amundsen mengajak insinyur kapal dari Italia, Umberto Nobile untuk ekspedisi ke kutub utara, di mana Nobile membawa anjingnya Titina bersamanya.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WITA ini disambut antusias oleh lebih dari 130 mahasiswa lintas prodi, masyarakat umum, seniman Prancis, dan dosen di lingkungan ISI Bali. Gedung Vicon Citta Kelangen menjadi saksi antusiasme para sineas muda Bali dalam membedah karya-karya dunia, sekaligus membuktikan bahwa talenta lokal siap untuk bersaing di kancah internasional. Kehadiran program ini di ISI Bali bertujuan untuk menciptakan ruang dialog antara kreator lokal dengan perkembangan industri film internasional.
Setelah pemutaran film, berlangsung sesi talkshow yang menghadirkan Festival co-director Europe on Screen 2026, Ibu Menina Putri. Sesi diskusi interaktif berlangsung lancar dan menyenangkan, membahas teknis produksi, peluang distribusi festival nasional dan internasional, hingga tantangan industri film dan animasi di masa depan. ”Kerja sama ini bukan sekadar menonton film bersama, melainkan upaya kami untuk memantik inspirasi mahasiswa. Melihat bagaimana animator Eropa mengeksekusi ide diharapkan mampu mendorong mahasiswa Animasi ISI Bali untuk lebih berani bereksperimen dengan identitas budaya lokal dalam standar global,” ujar I Putu Arya Janottama, Koordinator Prodi Animasi ISI Bali.
Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) memperbarui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Udayana (Unud), Senin (11/5), di Gedung Pascasarjana, Unud. Pembaruan kerja sama ini dilakukan seiring perubahan nomenklatur institusi dari ISI Denpasar menjadi ISI BALI.
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana. Selain penandatanganan MoU, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Pascasarjana ISI BALI, Nyoman Dewi Pebryani dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa.
Foto: Penandatangan MoU antara Pascasarjana ISI BALI dan Fakultas Ilmu Budaya, Unud di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).
Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Ketua Senat ISI BALI, Prof. Dr. Drs. Ketut Muka, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama ISI BALI, Dr. Komang Arba Wirawan, serta jajaran pimpinan dari Universitas Udayana. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Unud, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas Unud, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, dan Koordinator UPIKS Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Gusti Agung Istri Aryani.
Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan bahwa ISI BALI dan Unud memiliki hubungan historis yang panjang dalam pengembangan pendidikan seni di Bali. Ia menuturkan bahwa Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSRD) Unud pada masa lalu menjadi bagian penting dalam perjalanan terbentuknya ISI Denpasar yang kini bertransformasi menjadi ISI BALI.
Menurutnya, hubungan kedua institusi tidak hanya sebatas sejarah, namun juga diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang telah berjalan selama ini, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap pembaruan kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi kedua perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.
“ISI BALI dan Unud memiliki kedekatan historis dan semangat yang sama dalam membangun pendidikan tinggi di Bali. Melalui kerja sama ini, kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi maupun masyarakat,” ujarnya.
Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).
Sementara itu, Rektor Unud, Prof. I Ketut Sudarsana, menyambut baik penandatanganan dokumen kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Unud memiliki visi yang sama dengan ISI BALI dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul di Bali dan Indonesia.
Ia berharap kerja sama yang diperbarui ini dapat mendorong peningkatan berbagai kegiatan akademik dan pengembangan institusi yang berdampak langsung terhadap kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan berbagai kegiatan yang produktif dan inovatif, sehingga dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing serta berkontribusi bagi pembangunan Bali dan Indonesia,” ungkapnya. (ISIBALI/Humas)