M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Gema Panggung Dunia ISI BALI

Gema Panggung Dunia ISI BALI

Foto: ISI BALI dalam The Pasar Indonesia di Belanda

Menjadi kebanggaan mahasiswa ISI BALI, diapresiasi tinggi di rumah sendiri, pun diraya suka cita di panggung dunia. Pada tahun 2026 ini, pemanggungan dimulai dari undangan kehormatan panitia The Pasar Indonesia, berikut ajang internasional Misato Bali Festival, dan acara resepsi diplomatik Kedutaan Besar Indonesia di Hanoi, Vietnam.

The Pasar Indonesia diselenggarakan di De Broodfabriek: Expo and Event Center, Rijswijk, Belanda, 13-18 Mei 2026, delegasi ISI BALI, terdiri atas Komang Prayoga Putra ( mahasiswa magister seni), Dewa Ayu Made Adinda Ratna Devi (mahasiswa tari program sarjana), dan Ni Komang Trisna Devi (mahasiswa Desain Mode program terapan). Ketiga mahasiswa terpilih ini menyajikan gelar seni klasik dan kreasi baru, serta lokakarya seni topeng. Perhelatan yang dibuka Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinankung, serta Director De Broodfabriek, Jeldert de Boer ini dihadiri ribuan pengunjung internasional, termasuk diaspora Indonesia.

ISI BALI dalam Misato Bali Festival 2026, yang sebagian besar pendanaannya oleh Kota Misato, Prefecture Shimane, Jepang ini akan menyajikan seni klasik dan karya kolaborasi dengan seniman setempat. Delegasi dipimpin Ni Wayan Suartini, M.Sn. (Koordinator Prodi Pendidikan Vokasional Tata Rias), menghadirkan dua mahasiswa, yaitu Ni Luh Komang Sekar Kumala Dewi dan Ni Putu Nilam Cahyani (mahasiswa tari program sarjana). Misato Bali Festival digelar 8 – 12 Oktober 2026, dalam bentuk Cultural Exchange and Workshop. Selain berpartisipasi dalam dua event internasional tersebut, ISI BALI juga menerima undangan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, Vietnam, serangkaian acara Resepsi Diplomatik pada 6 – 9 Oktober 2026. 

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Adnyana menyampaikan apresiasi kepada segenap mitra strategis internasional atas undangan dan kepercayaanya untuk memberi ruang bagi sivitas akademika ISI BALI untuk memanggungkan karya klasik Indonesia, inovasi teranyar, dan beragam bentuk kolaborasi. “Apresiasi ini gayut dengan upaya ISI BALI menjadi Hub Global Pusat Kreativitas dan Inovasi Seni (Global-Bali Arts Creativity Center Hub), yang berdampak meluas dan menyemesta”.

B-GAAD III 2026 Poros Seni dan Desain Asia-Pasifik

B-GAAD III 2026 Poros Seni dan Desain Asia-Pasifik

Foto: Gelaran Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD)

Ajang dinanti ekosistem inovasi seni dan desain Asia-Pasifik, itulah Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD). Pasca dua kali perhelatan yang diapresiasi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan seni dan desain di Asia-Pasifik, ISI BALI menghadirkan B-GAAD III dengan penuh optimisme dan empati persaudaraan lintas bangsa.

Mengusung tema “Roh-Rong-Reh: Soul-Space-Sincerity atau Jiwa-Jagat-Junjung”, B-GAAD III menjadi ruang pertukaran gagasan, jejaring, serta komunikasi strategis antarlembaga pendidikan tinggi seni dan desain di kawasan Asia-Pasifik. Dihelat 27 – 30 Oktober 2026 diselenggarakan di Kampus Meraya Citta ISI BALI, Neka Art Museum, Komaneka Art Gallery, serta beberapa ruang budaya di Bali.

B-GAAD II Tahun 2025 diikuti 11 perguruan tinggi dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Kazakhstan, Singapura, Thailand, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Bangladesh, dan Republik Korea. Perhelatan tersebut menghadirkan sejumlah program unggulan, seperti Bali-Global Arts and Design Symposium (B-GADS) dengan 26 pembicara internasional, Bali-Global Art Map Exhibition (B-GAME) yang melibatkan 60 perupa berpengaruh, serta Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) yang melibatkan 108 desainer dari Indonesia dan mancanegara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, B-GAAD III mengembangkan cakupan kolaborasi melalui delapan program unggulan, yakni B-GAAD’s Leader Summit, Bali-Global Arts and Design Symposium (B-GADS), Bali-Global Performing Arts Map (B-GPAM), Bali-Global Art Map Exhibition (B-GAME), Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME), Bali-Global Encounter Figure (B-GEF), Bali-Global Authentic Trip (B-GAT), serta Bali-Global Expo and Job Fair (B-GEJF).

Ketua Panitia Pelaksana B-GAAD III, Dr. Kadek Dwiyani mengatakan, sejumlah perguruan tinggi dan institusi internasional telah mengonfirmasi partisipasi, di antaranya Dongduck Women’s University dan Sungkyunkwan University, Republik Korea; Brigham Young University, Amerika Serikat; University of Canterbury, Selandia Baru; Graduate Institute of Musicology, National Taiwan University, Taiwan; LASALLE College of the Arts, Singapura; serta Universiti Malaysia Kelantan dan Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA), Malaysia.

BAHANA WIDYA MAHAGUNA Penghargaan Nasional dan Internasional ISI BALI — Dari Tokoh Pers Hingga Duta Besar

BAHANA WIDYA MAHAGUNA Penghargaan Nasional dan Internasional ISI BALI — Dari Tokoh Pers Hingga Duta Besar

Foto: Penghargaan Internasional Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha

Memulia dedikasi dan reputasi sosok mumpuni, ISI BALI menyematkan penghargaan nasional dan internasional setiap tahun. Pada naungan energisitas “tahun kuda api” ini, dianugerahkan penghargaan nasional Bali-Dwipantara Nata Kerthi Nugraha VI dan penghargaan internasional Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha VI Tahun 2026. Penghargaan nasional dirayakan serangkaian Wisuda Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor ke-40 Semester Genap, pada Kamis (27/8) ini. Sebelumnya, pada serangkaian Dies Natalis XXIII pada Jumat, 27 Februari 2026.

Penghargaan Nasional Bali Dwipantara Nata Kerthi Nugraha tahun ini disematkan kepada lima tokoh terpilih yang bereputasi sekaligus memiliki dedikasi, kecintaan, dan spirit pemajuan seni budaya. Kelima tokoh dimaksud, yaitu Jero Gede Duhuran Batur (tokoh pengayom seni budaya Bali), ABG Satria Naradha (tokoh pers nasional dan pencinta seni budaya), Luh Made Asmariani Budhi (entrepreneur dan pencinta seni), I Nyoman Sudiana, S.Skar., M.Si (tokoh pembina Karawitan Bali), Wahyu Indira, S.Sn., M.Sn (Dosen Penggerak – Desainer Komunikasi Visual).

Sebelumnya, pada Dies Natalis XXIII yang juga dirangkai pembukaan Festival Internasional Bali Padma Bhuwana VI, 27 Februari 2026,  dianugerahkan penghargaan internasional Bali-Bhuwana Nata Kerthi Nugraha kepada lima tokoh seni dan budaya yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam merawat, mengembangkan, serta mempromosikan seni dan budaya Bali di kancah global.

Lima penerima penghargaan tersebut, yaitu Dr. Mochammad Fadjroel Rachman, S.E., M.H., (sastrawan dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan); Jeon Dongsu (seniman sekaligus Chairman Committee of Artist for World Peace, Korea Selatan); Mohd Asri Bin Abdul Ghafar (maesenas seni pertunjukan, Malaysia); Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si., (akademisi dan seniman tari, Indonesia); serta Drs. I Made Bendi Yudha, M.Sn., (akademisi dan perupa, Indonesia).

Kedua penghargaan prestisius ISI BALI tersebut diatur dalam Peraturan Rektor ISI Denpasar Nomor 2 Tahun 2022 sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Rektor ISI Denpasar Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Rektor ISI Denpasar Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Penghargaan Institut Seni Indonesia Denpasar.

ISI BALI Inagurasi 1.121 Mahasiswa Baru

ISI BALI Inagurasi 1.121 Mahasiswa Baru

Foto: Inagurasi Mahasiswa Baru ISI BALI di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Selasa (11/8).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menginagurasi 1.121 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam prosesi bertajuk “Carma-Jnana-Cita (Karisma Cita-Cita Mulia)” yang berlangsung di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Selasa (11/8). Pengesahan mahasiswa baru ditandai dengan pemakaian jas almamater kepada perwakilan mahasiswa dari 19 program studi pada jenjang Sarjana dan Sarjana Terapan oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia mengingatkan bahwa memasuki jenjang perguruan tinggi merupakan fase penting dalam kehidupan karena mahasiswa mulai memasuki usia yang lebih matang, dengan tanggung jawab yang semakin besar.

Ia mengatakan ISI BALI merupakan ruang untuk mengembangkan talenta dan menyemai keterampilan mahasiswa hingga tumbuh menjadi pribadi yang matang dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama menjalani proses pendidikan.

“ISI BALI menjadi ruang pengembangan talenta dan menyemai skill hingga dewasa. ISI BALI menjadi bagian dari perjuangan. Usia yang semakin matang berarti tanggung jawab kita kepada orang banyak juga semakin besar,” katanya.

Menurut Prof. Kun Adnyana, pilihan untuk menempuh pendidikan di ISI BALI merupakan bagian dari perjalanan masing-masing mahasiswa. Ia mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan kesempatan tersebut sebagai momentum untuk berkarya dan berkompetisi secara sehat dalam memajukan seni, desain, serta inovasi digital.

“Memilih ISI BALI adalah pilihan yang diamanatkan oleh semesta. Mari bersaing untuk kemajuan seni, desain, dan inovasi digital. Ini adalah karma baik kita semua sehingga dapat bertemu di ISI BALI,” ujarnya.

Foto: Inagurasi Mahasiswa Baru ISI BALI di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Selasa (11/8).

Pada tahun akademik 2026/2027, ISI BALI juga mencatat kehadiran dua program studi baru yang untuk pertama kalinya menerima mahasiswa. Kedua program studi tersebut yakni Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris dengan 28 mahasiswa serta Program Studi Pendidikan Vokasional Tata Rias dengan delapan mahasiswa.

Dengan tambahan dua program studi tersebut, ISI BALI terus memperluas ruang pendidikan yang tidak hanya berfokus pada bidang seni, tetapi juga merespons perkembangan kebutuhan keilmuan dan dunia kreatif yang semakin beragam.

Jumlah mahasiswa baru ISI BALI tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah mahasiswa baru tercatat sebanyak 1.043 orang, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 1.121 orang. Jumlah tersebut bertambah 78 mahasiswa atau sekitar 7,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah mahasiswa baru tersebut menjadi salah satu gambaran semakin besarnya minat terhadap pendidikan yang ditawarkan ISI BALI. Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang juga memperkaya ekosistem akademik dan kreativitas kampus dalam mengembangkan seni, budaya, desain, serta inovasi.

Foto: Inagurasi Mahasiswa Baru ISI BALI di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Selasa (11/8).

Prosesi inagurasi mahasiswa baru ini menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ISI BALI yang berlangsung pada 11–12 Agustus 2026. Setelah itu, rangkaian penyambutan mahasiswa baru dilanjutkan dengan Student Day pada 13 Agustus 2026.

Dalam kegiatan PKKMB, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tata kehidupan akademik, fasilitas, serta berbagai sistem layanan yang tersedia di ISI BALI. Mereka juga mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber mengenai etika mahasiswa, bela negara, sistem terintegrasi ISI BALI, serta berbagai materi lain yang berkaitan dengan kehidupan dan pengembangan diri sebagai mahasiswa.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi 1.121 mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademiknya sekaligus memulai perjalanan pendidikan di ISI BALI. Dengan semangat Carma-Jnana-Cita, mereka diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga menjunjung tanggung jawab, ketekunan, dan cita-cita mulia dalam berkarya serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.(ISIBALI/Humas)

Maknai 100 Tahun Rarud Batur, ISI BALI Diseminasikan Pergelaran Intermedium

Maknai 100 Tahun Rarud Batur, ISI BALI Diseminasikan Pergelaran Intermedium

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan seni berbasis riset melalui penyelenggaraan Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026. Mengambil momentum peringatan 100 Tahun Rarud Batur, ISI BALI mempersembahkan tiga karya hasil penelitian dan penciptaan seni, yakni Fragmen Tari Anyar “Ranu Saraswati Rena”, Tari Tengklung Kebah, dan komposisi musik “Cipta Gamelan Saraswati”, yang dipentaskan di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Ketiga karya tersebut menjadi bentuk diseminasi hasil penelitian sekaligus penghormatan terhadap sejarah, spiritualitas, dan kekayaan pengetahuan masyarakat Batur yang tetap lestari hingga kini. Pergelaran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Rarud Batur, sebuah momentum bersejarah untuk mengenang satu abad perpindahan masyarakat Desa Adat Batur dari kawasan Batur Let menuju Batur Karangan Anyar akibat letusan besar Gunung Batur pada Agustus 1926.

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menyampaikan sambutan dalam P2DSD Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, mengatakan bahwa kawasan Batur merupakan pusat pengetahuan yang terus mengalir layaknya air Danau Batur. Pengetahuan tersebut tidak hanya hidup dalam tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan penciptaan seni di ISI BALI.

“ISI BALI memuliakan pengetahuan yang begitu berlimpah seperti aliran Danau Batur. Pengetahuan itu terus mengalir dan bergema ke berbagai wilayah, termasuk menjadi sumber inspirasi bagi ISI BALI,” ujarnya.

Menurut Prof. Kun Adnyana, melalui Program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026, ISI BALI melaksanakan empat judul penelitian yang melibatkan sekitar 175 orang, terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Empat penelitian tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Wayan Suardana, Dr. Made Kartawan, Wayan Diana Putra, M.Sn., dan AA Ayu Mayun Artati, M.Sn.

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Ia menegaskan bahwa seluruh karya yang dipersembahkan merupakan bentuk pemaknaan terhadap lahirnya peradaban baru masyarakat Batur tanpa meninggalkan hulunya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam di Batur Let. Menurutnya, ISI BALI memiliki ikatan sekala dan niskala dengan Batur yang terus dirawat melalui pendidikan, penelitian, penciptaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Kun Adnyana juga mengungkapkan bahwa ISI BALI menyucikan sesuhunan “Ratu Ayu Mas Membah”, sebuah topeng ciptaan maestro Cok Alit Artawan yang dibuat dari kayu Pura Dalem Serongga, salah satu pasihan Batur. Sesuhunan tersebut menjadi simbol yang diinternalisasikan oleh sivitas akademika ISI BALI sebagai sumber inspirasi untuk terus berkarya secara kreatif sekaligus mendalami khazanah pengetahuan warisan leluhur.

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Jro Penyarikan Duuran Batur menyampaikan apresiasi kepada ISI BALI atas partisipasinya dalam memaknai peringatan 100 Tahun Rarud Batur melalui karya-karya seni berbasis penelitian. Menurutnya, perpindahan Desa Adat Batur akibat letusan Gunung Batur pada tahun 1926 bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi juga peristiwa yang menguji keteguhan budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat adat.

Ia menegaskan bahwa peringatan satu abad Rarud Batur bukan hanya menjadi seremoni mengenang masa lalu, melainkan gerakan bersama untuk merawat nilai-nilai luhur, memperkuat identitas budaya, serta membangun Batur yang lestari, harmonis, dan berdaya bagi generasi mendatang.

Salah satu karya utama yang dipentaskan adalah Fragmen Tari Anyar “Ranu Saraswati Rena” yang mengangkat kisah perpindahan masyarakat Batur Let menuju Batur Karangan Anyar setelah letusan Gunung Batur pada tahun 1926. Melalui perpaduan tari, musik, dan dramatika, karya ini merefleksikan perjalanan masyarakat yang tetap menjaga sastra agama, Raja Purana, pratima, serta berbagai perangkat upacara sebagai simbol keberlanjutan peradaban dan spiritualitas. Seratus Tahun Rarud Batur dimaknai sebagai pusaka pengetahuan dan bhakti kepada Hyang Dewi Danu yang menjadi spirit utama penciptaan karya tersebut. Fragmen tari ini dikomposisikan oleh Dr. Made Kartawan dan Dr. I Nyoman Kariasa, dengan penata gerong Nyoman Nik Suasti, S.Sn., serta koreografer AA Ayu Mayun Artati, M.Sn., I Gede Oka Surya Negara, S.ST., M.Sn., dan Gede Radiana Putra, M.Sn.

Selain itu, ISI BALI juga mendiseminasikan Tari Tengklung Kebah yang terinspirasi dari gerak olahraga bela diri tradisional Bali, yakni tengklung atau pencak silat. Karya tari ini menggambarkan semangat para pemuda dalam mengasah ketangkasan, kekuatan, dan ketangguhan melalui gerakan-gerakan yang menampilkan kuda-kuda yang kokoh, tangkisan yang lincah, serta langkah silat yang dinamis. Tari Tengklung Kebah dikoreografikan oleh I Gede Oka Surya Negara, S.ST., M.Sn., dengan komposisi musik garapan I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn.

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Pergelaran juga menghadirkan komposisi musik “Cipta Gamelan Saraswati”, sebuah karya yang lahir dari kajian terhadap Tabuh Pat Parianom sebagai warisan musikal masyarakat Desa Adat Batur. Karya ini berpijak pada pemaknaan Dewi Saraswati sebagai simbol pengetahuan yang terus mengalir dan Betari Danu sebagai sumber kesejahteraan, sehingga menghadirkan gagasan bahwa pengetahuan mengenai konservasi lingkungan menjadi fondasi dalam membangun peradaban.

Melalui pengembangan formulasi musikal Tabuh Pat Parianom ke dalam gramatika musikal baru, “Cipta Gamelan Saraswati” memperlihatkan bagaimana pengetahuan lokal yang hidup dalam ruang-ruang ritual masyarakat Batur terus berkembang dan memperoleh dimensi akademik melalui penelitian dan penciptaan seni di ISI BALI. Komposisi ini digarap oleh I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn., Dr. I Nyoman Kariasa, S.Sn., M.Sn., dan I Made Dwi Andika Putra, S.Sn., M.Sn., dengan penata gerong Ni Komang Sekar Marheni, S.S.P., M.Si.

Melalui ketiga karya tersebut, ISI BALI menegaskan bahwa hasil penelitian dan penciptaan seni tidak berhenti sebagai luaran akademik, tetapi didiseminasikan kepada masyarakat sebagai media edukasi, pelestarian budaya, serta penguatan memori kolektif terhadap sejarah dan pengetahuan lokal. Momentum 100 Tahun Rarud Batur pun menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi seni dan masyarakat adat dalam menjaga kesinambungan warisan budaya Bali melalui pendekatan ilmiah, artistik, dan spiritual. (ISIBALI/Humas)

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

ISI BALI Raih Peringkat 1 Pengguna CMS Teraktif Semester I 2026

ISI BALI Raih Peringkat 1 Pengguna CMS Teraktif Semester I 2026

Apresiasi atas Peningkatan Efisiensi dan Akuntabilitas Transaksi Keuangan

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menerima penghargaan Peringkat 1 Satuan Kerja Pengguna CMS Teraktif Semester I Tahun 2026 di Aula A Gedung Keuangan Negara (GKN) I Denpasar, Rabu (22/7).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) meraih penghargaan Peringkat 1 Satuan Kerja Pengguna Cash Management System (CMS) Teraktif Semester I Tahun 2026 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Denpasar. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Denpasar, Aris Saputro, kepada Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dalam Forum Konsultasi Publik di Aula A Gedung Keuangan Negara (GKN) I Denpasar, Rabu (22/7).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen ISI BALI dalam mendukung pengelolaan keuangan negara yang modern, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital dalam transaksi perbankan pemerintah.

ISI BALI dinilai aktif dan optimal dalam memanfaatkan layanan CMS untuk mendukung pengelolaan keuangan institusi. Melalui sistem tersebut, ISI BALI secara konsisten menggunakan berbagai fitur transaksi perbankan pemerintah secara realtime online, mulai dari informasi saldo, transfer antar rekening, pembayaran penerimaan negara, hingga pembayaran utilitas. Pemanfaatan CMS secara intensif tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan institusi, sekaligus mendukung transformasi digital layanan perbendaharaan pemerintah yang lebih transparan dan modern.

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana (2 dari kanan) menerima penghargaan Peringkat 1 Satuan Kerja Pengguna CMS Teraktif Semester I Tahun 2026 di Aula A Gedung Keuangan Negara (GKN) I Denpasar, Rabu (22/7).

Forum tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali, Supendi, yang menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan wadah untuk menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor ISI BALI menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pengelola keuangan di lingkungan kampus. Menurutnya, optimalisasi penggunaan CMS tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi keuangan, tetapi juga memperkuat tata kelola keuangan institusi yang selaras dengan prinsip good governance.

Cash Management System (CMS) merupakan sistem aplikasi dan informasi yang menyediakan berbagai layanan transaksi perbankan secara realtime online, antara lain informasi saldo rekening, transfer antar rekening, pembayaran penerimaan negara, pembayaran utilitas, serta fasilitas transaksi lainnya yang mendukung pelaksanaan pengelolaan keuangan satuan kerja pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala KPPN Denpasar, Aris Saputro, bersama Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kanwil DJPb Provinsi Bali turut memaparkan evaluasi pelaksanaan anggaran, sekaligus memperkenalkan tugas, fungsi, dan standar layanan KPPN kepada seluruh peserta forum.

Dengan diraihnya penghargaan ini, ISI BALI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan berbasis digital, sekaligus mendukung transformasi layanan keuangan pemerintah yang semakin efisien, transparan, dan akuntabel. (ISIBALI/Humas)

Loading...