M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Maknai 100 Tahun Rarud Batur, ISI BALI Diseminasikan Pergelaran Intermedium

Maknai 100 Tahun Rarud Batur, ISI BALI Diseminasikan Pergelaran Intermedium

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan seni berbasis riset melalui penyelenggaraan Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026. Mengambil momentum peringatan 100 Tahun Rarud Batur, ISI BALI mempersembahkan tiga karya hasil penelitian dan penciptaan seni, yakni Fragmen Tari Anyar “Ranu Saraswati Rena”, Tari Tengklung Kebah, dan komposisi musik “Cipta Gamelan Saraswati”, yang dipentaskan di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Ketiga karya tersebut menjadi bentuk diseminasi hasil penelitian sekaligus penghormatan terhadap sejarah, spiritualitas, dan kekayaan pengetahuan masyarakat Batur yang tetap lestari hingga kini. Pergelaran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Rarud Batur, sebuah momentum bersejarah untuk mengenang satu abad perpindahan masyarakat Desa Adat Batur dari kawasan Batur Let menuju Batur Karangan Anyar akibat letusan besar Gunung Batur pada Agustus 1926.

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menyampaikan sambutan dalam P2DSD Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, mengatakan bahwa kawasan Batur merupakan pusat pengetahuan yang terus mengalir layaknya air Danau Batur. Pengetahuan tersebut tidak hanya hidup dalam tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan penciptaan seni di ISI BALI.

“ISI BALI memuliakan pengetahuan yang begitu berlimpah seperti aliran Danau Batur. Pengetahuan itu terus mengalir dan bergema ke berbagai wilayah, termasuk menjadi sumber inspirasi bagi ISI BALI,” ujarnya.

Menurut Prof. Kun Adnyana, melalui Program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026, ISI BALI melaksanakan empat judul penelitian yang melibatkan sekitar 175 orang, terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Empat penelitian tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Wayan Suardana, Dr. Made Kartawan, Wayan Diana Putra, M.Sn., dan AA Ayu Mayun Artati, M.Sn.

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Ia menegaskan bahwa seluruh karya yang dipersembahkan merupakan bentuk pemaknaan terhadap lahirnya peradaban baru masyarakat Batur tanpa meninggalkan hulunya yang telah terbangun sejak ribuan tahun silam di Batur Let. Menurutnya, ISI BALI memiliki ikatan sekala dan niskala dengan Batur yang terus dirawat melalui pendidikan, penelitian, penciptaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Kun Adnyana juga mengungkapkan bahwa ISI BALI menyucikan sesuhunan “Ratu Ayu Mas Membah”, sebuah topeng ciptaan maestro Cok Alit Artawan yang dibuat dari kayu Pura Dalem Serongga, salah satu pasihan Batur. Sesuhunan tersebut menjadi simbol yang diinternalisasikan oleh sivitas akademika ISI BALI sebagai sumber inspirasi untuk terus berkarya secara kreatif sekaligus mendalami khazanah pengetahuan warisan leluhur.

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Jro Penyarikan Duuran Batur menyampaikan apresiasi kepada ISI BALI atas partisipasinya dalam memaknai peringatan 100 Tahun Rarud Batur melalui karya-karya seni berbasis penelitian. Menurutnya, perpindahan Desa Adat Batur akibat letusan Gunung Batur pada tahun 1926 bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi juga peristiwa yang menguji keteguhan budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat adat.

Ia menegaskan bahwa peringatan satu abad Rarud Batur bukan hanya menjadi seremoni mengenang masa lalu, melainkan gerakan bersama untuk merawat nilai-nilai luhur, memperkuat identitas budaya, serta membangun Batur yang lestari, harmonis, dan berdaya bagi generasi mendatang.

Salah satu karya utama yang dipentaskan adalah Fragmen Tari Anyar “Ranu Saraswati Rena” yang mengangkat kisah perpindahan masyarakat Batur Let menuju Batur Karangan Anyar setelah letusan Gunung Batur pada tahun 1926. Melalui perpaduan tari, musik, dan dramatika, karya ini merefleksikan perjalanan masyarakat yang tetap menjaga sastra agama, Raja Purana, pratima, serta berbagai perangkat upacara sebagai simbol keberlanjutan peradaban dan spiritualitas. Seratus Tahun Rarud Batur dimaknai sebagai pusaka pengetahuan dan bhakti kepada Hyang Dewi Danu yang menjadi spirit utama penciptaan karya tersebut. Fragmen tari ini dikomposisikan oleh Dr. Made Kartawan dan Dr. I Nyoman Kariasa, dengan penata gerong Nyoman Nik Suasti, S.Sn., serta koreografer AA Ayu Mayun Artati, M.Sn., I Gede Oka Surya Negara, S.ST., M.Sn., dan Gede Radiana Putra, M.Sn.

Selain itu, ISI BALI juga mendiseminasikan Tari Tengklung Kebah yang terinspirasi dari gerak olahraga bela diri tradisional Bali, yakni tengklung atau pencak silat. Karya tari ini menggambarkan semangat para pemuda dalam mengasah ketangkasan, kekuatan, dan ketangguhan melalui gerakan-gerakan yang menampilkan kuda-kuda yang kokoh, tangkisan yang lincah, serta langkah silat yang dinamis. Tari Tengklung Kebah dikoreografikan oleh I Gede Oka Surya Negara, S.ST., M.Sn., dengan komposisi musik garapan I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn.

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

Pergelaran juga menghadirkan komposisi musik “Cipta Gamelan Saraswati”, sebuah karya yang lahir dari kajian terhadap Tabuh Pat Parianom sebagai warisan musikal masyarakat Desa Adat Batur. Karya ini berpijak pada pemaknaan Dewi Saraswati sebagai simbol pengetahuan yang terus mengalir dan Betari Danu sebagai sumber kesejahteraan, sehingga menghadirkan gagasan bahwa pengetahuan mengenai konservasi lingkungan menjadi fondasi dalam membangun peradaban.

Melalui pengembangan formulasi musikal Tabuh Pat Parianom ke dalam gramatika musikal baru, “Cipta Gamelan Saraswati” memperlihatkan bagaimana pengetahuan lokal yang hidup dalam ruang-ruang ritual masyarakat Batur terus berkembang dan memperoleh dimensi akademik melalui penelitian dan penciptaan seni di ISI BALI. Komposisi ini digarap oleh I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn., Dr. I Nyoman Kariasa, S.Sn., M.Sn., dan I Made Dwi Andika Putra, S.Sn., M.Sn., dengan penata gerong Ni Komang Sekar Marheni, S.S.P., M.Si.

Melalui ketiga karya tersebut, ISI BALI menegaskan bahwa hasil penelitian dan penciptaan seni tidak berhenti sebagai luaran akademik, tetapi didiseminasikan kepada masyarakat sebagai media edukasi, pelestarian budaya, serta penguatan memori kolektif terhadap sejarah dan pengetahuan lokal. Momentum 100 Tahun Rarud Batur pun menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi seni dan masyarakat adat dalam menjaga kesinambungan warisan budaya Bali melalui pendekatan ilmiah, artistik, dan spiritual. (ISIBALI/Humas)

Foto: Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) Tahun 2026 Memaknai 100 Tahun Rarud Batur di Pura Kahyangan Jagat Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Senin (3/8).

ISI Denpasar (Bali) Raih Klaster Utama pada Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

ISI Denpasar (Bali) Raih Klaster Utama pada Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Foto: Capaian Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ISI Denpasar pada aplikasi SINTA

INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar (Bali) berhasil meraih Klaster Utama berdasarkan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Hal ini Berdasarkan Keputusan Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 1350/E5/PG.02.00/2023 tanggal 28 Desember 2023 tentang Penetapan Klasterisasi Perguruan Tinggi berdasarkan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

ISI Denpasar menjadi salah satu dari 193 Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Akademik se-Indonesia peraih Klaster Utama. Terdapat 5 klaster untuk capaian kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yakni Klaster Mandiri, Klaster Utama, Klaster Madya, Klaster Pratama, dan Klaster Binaan (Pra-kualifikasi).

Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LPPMPP) ISI Denpasar, Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn menyatakan capaian Klaster Utama menunjukkan peningkatan kinerja ISI Denpasar dari segi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pelaporan data kinerja dibadingkan periode tahun 2017 – 2019.  “Menyandang Klaster Utama, ISI Denpasar memiliki akses lebih beragam ke sejumlah skema riset dan pengabdian kepada masyarakat untuk peningkatan kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Dr. Suardana

Klasterisasi perguruan tinggi sebagai metode dalam mengidentifikasi, mengukur kinerja, dan mengelompokkan perguruan tinggi diharapkan dapat mengakselerasikan kinerja perguruan tinggi melalui skema-skema kolaborasi yang menyatukan dan menyinergikan potensi-potensi perguruan tinggi melalui kolaborasi antar perguruan tinggi lintas klaster dalam peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan, namun merupakan pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan kualifikasi kinerja perguruan tinggi sebagai dasar penyusunan peta jalan riset dan rencana strategis, serta sebagai landasan penentuan kewenangan pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi.

Klasterisasi perguruan tinggi tahun 2024 didasarkan pada hasil olahan data kinerja perguruan tinggi berbasis SINTA dalam periode tahun 2020 hingga 2022. Data kinerja yang diperhitungkan merupakan data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh verifikator Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi meliputi data penulis (author), afiliasi (affiliation), artikel (article), penelitian (research), pengabdian kepada masyarakat (community service), kekayaan intelektual (intellectual property rights), dan buku (book).

Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. ISI Denpasar mampu meningkatkan klaster dari Klaster Madya menjadi Klaster Utama. “Terima kasih untuk Tim LPPMPP atas kinerjanya, para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kinerja penelitian kita. Mari tingkatkan lagi untuk menuju ISI Denpasar (Bali) klaster Mandiri dalam Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,” ujar Guru Besar Sejarah Seni ini. (ISIDps/Humas-RT)

Serah Terima Mahasiswa Asing Oleh Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan (LPPMPP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Serah Terima Mahasiswa Asing Oleh Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan (LPPMPP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan (LPPMPP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Dr. I Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Si. dan Koordinator Pusat Urusan International Nyoman Lia Susanthi, S.S., M.A. menyelenggarakan acara serah terima empat orang mahasiswa asing yang berasal dari negara Brazil, Ukraina, Jepang dan India sebagai peserta Program Global-Bali Arts Short Course (G-BASC) TA Ganjil 2022/2023 kepada Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Dr. I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn yang selanjutnya diserahkan kepada Koordinator Prodi. Tari dan Koordinator Prodi. Karawitan, serta serah terima kepada Koordinator Prodi. Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain pada Kamis 1/8/2022 di Ruang Sidang, Lt. II Gd. Rektorat ISI Denpasar. Keesokan harinya dilaksanakan penyerahan sertifikat bagi mahasiswa asing yang lulus program G-BASC Semester Genap T.A. 2021/2022. Program G-BASC sebagai aktualisasi moto baru ISI Denpasar “Global Bali Arts and Creativity Centre Hub (G-BACCH)”.
@G-BACCHISIDenpasar

Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LPPMPP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyelenggarakan Workshop UPdate Sinta, Garuda, Orchid, Publons, dan GS

Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LPPMPP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyelenggarakan Workshop UPdate Sinta, Garuda, Orchid, Publons, dan GS

Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LPPMPP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyelenggarakan Workshop UPdate Sinta, Garuda, Orchid, Publons, dan GS guna memudahkan Dosen dalam mengoperasikan aplikasi tersebut.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua LPPMPP ISI Denpasar Dr. I Komang Arba Wirawan dan dihadiri oleh Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain serta Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar dengan menghadirkan Narasumber A.A. Bagus Ariana, ST., M.T. Rabu 15/6/2022 di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar

Loading...