M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tim Monev SNPMB Pusat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI

Tim Monev SNPMB Pusat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI

Foto: Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog (4 dari kiri) bersama panitia UTBK-SNBT ISI BALI di Gedung Desain Hub ISI BALI, Rabu (22/4).

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Pusat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Rabu (22/4). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Desain HUB ISI BALI sebagai salah satu pusat pelaksanaan UTBK tahun 2026.

Tim Monev SNPMB Pusat yang hadir diwakili oleh R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog. Kedatangannya disambut oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) ISI BALI Dr. Made Bayu Pramana, Kepala UPA TIK Agus Ngurah Arya Putraka, M.Sn, Kepala Bagian Akademik Ketut Adi Sugita, MM, serta jajaran panitia UTBK-SNBT ISI BALI.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan bertepatan dengan hari kedua pelaksanaan UTBK-SNBT, pada sesi 3 dan 4. Tim Monev memulai peninjauan dari ruang sekretariat UTBK-SNBT di lantai satu, kemudian berlanjut ke ruang ujian 1A hingga 1D di lantai yang sama, serta meninjau ruang ujian di lantai tiga dan empat.

Foto: Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog (2 dari kanan) meninjau pelaksanaan UTBK-SNBT ISI BALI di Gedung Desain Hub ISI BALI, Rabu (22/4).

Dalam proses monev, tim memastikan seluruh aspek pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang menjadi fokus peninjauan meliputi ketersediaan pasokan listrik dan kestabilan jaringan internet, kondisi perangkat komputer yang digunakan peserta, serta kelengkapan fasilitas penunjang di setiap ruang ujian.

Selain itu, tim juga mengevaluasi alur masuk peserta ujian, mulai dari proses pemeriksaan identitas, pemindaian menggunakan metal detector, penyimpanan barang bawaan, hingga peserta menempati tempat duduk di ruang ujian. Kondisi ruang server turut menjadi perhatian guna memastikan sistem berjalan optimal tanpa kendala teknis.

Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya penjaminan mutu (quality assurance) pelaksanaan UTBK-SNBT di seluruh pusat ujian. “Sejauh ini, pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI berjalan lancar. Tidak ditemukan hal-hal yang menyimpang, dan fasilitas yang digunakan sudah memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi ISI BALI, Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana, menyambut baik pelaksanaan monev dari Panitia SNPMB Pusat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI.

“Monitoring ini sangat membantu kami untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan lancar,” ungkapnya.

Dengan hasil monitoring yang menunjukkan pelaksanaan berjalan baik, ISI BALI terus berupaya menjaga konsistensi mutu layanan sebagai pusat UTBK-SNBT, sekaligus mendukung terselenggaranya seleksi nasional yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.

Sebagai informasi, ISI BALI kembali menjadi salah satu Pusat UTBK-SNBT Tahun 2026. Pelaksanaan UTBK di ISI BALI berlangsung secara terpusat di Gedung Desain HUB pada 21-27 April 2026.

Selama tujuh hari pelaksanaan, UTBK di ISI BALI melayani 3608 peserta yang terbagi ke dalam 13 sesi ujian. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, ISI BALI telah menyiapkan 10 laboratorium komputer dengan total 330 unit perangkat komputer.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 289 dosen dan tenaga kependidikan ISI BALI dilibatkan. Mereka bertugas di berbagai posisi strategis, mulai dari petugas monitoring dan evaluasi, admin server, teknisi IT ruang, penanggung jawab ruang, pengawas, petugas kesehatan, admin teknis, hingga teknisi listrik. Selain itu, pelaksanaan UTBK juga didukung oleh petugas keamanan dan kebersihan untuk memastikan lingkungan ujian tetap kondusif.(ISIBALI/Humas)

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melaksanakan upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan pada Sabtu (4/4) bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung) di lingkungan kampus ISI BALI. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus.

Adapun bangunan yang diupacarai meliputi Gedung Jineng, Bencingah Agung, Candi Nretya Mandala, Tugu Nama, Gedung Natya Mandala, dan Gedung Gede Manik. Dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan ISI BALI bersama-sama mengikuti jalannya upacara yang berlangsung khidmat.

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.


Pelaksanaan Mecaru dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam sekala maupun niskala di lingkungan kampus. Selanjutnya, upacara Mlaspas dan Pasupati dilaksanakan untuk menyucikan serta memohonkan kekuatan spiritual bagi bangunan-bangunan yang akan digunakan sebagai ruang aktivitas akademik, kesenian, dan pelayanan di ISI BALI. Sementara itu, Mapadagingan menjadi simbol pengisian dan penghidupan bangunan agar siap difungsikan.

Foto: Ayahan Tari Baris Gede oleh mahasiswa ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

Rangkaian upacara juga diiringi dengan berbagai ayahan seni yang dihaturkan oleh sivitas akademika ISI BALI. Mahasiswa ISI BALI menghaturkan Konser Gamelan Ritus, Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede, dan Topeng Wali sebagai bagian dari persembahan sakral dalam upacara.

Selain itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) ISI BALI turut menghaturkan Tari Rejang Nata Hita. Penampilan tersebut menambah kekhidmatan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan seluruh unsur kampus dalam mendukung pelaksanaan upacara. (ISIBALI/Humas)

Foto: Ayahan Tari Rejang Nata Hita oleh DWP ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

Prof. Kun Adnyana Tampilkan Refleksi 20 Tahun Berkarya dalam Pameran “Parama Paraga”

Prof. Kun Adnyana Tampilkan Refleksi 20 Tahun Berkarya dalam Pameran “Parama Paraga”

Foto: Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana,B.Sc meninjau Pameran Retrospektif Seni Lukis Kontemporer “Parama Paraga” di Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI pada Rabu (25/3).

Perjalanan panjang seni rupa kontemporer terangkum dalam Pameran Retrospektif Seni Lukis Kontemporer “Parama Paraga” karya perupa sekaligus Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana, yang digelar di Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI pada Rabu (25/3) sore.

Pameran ini merupakan inisiatif personal Prof. Kun Adnyana yang menampilkan refleksi perjalanan artistiknya selama lebih dari dua dekade. Pameran yang dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya menyajikan 88 karya yang memperlihatkan transformasi visual dari eksplorasi bentuk tubuh hingga berkembang menuju komposisi abstrak berbasis garis dan warna.

Dalam momentum pembukaan, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana,B.Sc turut hadir dan meninjau langsung karya-karya yang ditampilkan. Kehadiran Menteri Pariwisata juga menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Kalangan Widya Mahardika V, yang berlangsung di lingkungan kampus ISI BALI.

Foto: Pameran Retrospektif Seni Lukis Kontemporer “Parama Paraga” karya Prof. Kun Adnyana di Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI pada Rabu (25/3).

Dalam keterangannya, Prof. Kun Adnyana menegaskan bahwa “Parama Paraga” merupakan proses panjang yang merekam dinamika pencarian artistik yang terus berkembang. “Ini adalah proses panjang, lebih dari 20 tahun, dari eksplorasi tubuh hingga menjadi komposisi warna yang murni, dengan garis sebagai basis utama,” ungkapnya.

Guru Besar Bidang Sejarah Seni ini juga mengaitkan pameran dengan semangat Kalangan Widya Mahardika V yang mengusung tema “Kirtya Jnana Kawiya”, sebagai upaya menggali dan memuliakan pengetahuan melalui praktik berkesenian.

Sebagai ruang seni yang berada di lingkungan kampus, Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI menjadi wadah strategis dalam menghadirkan praktik seni rupa kontemporer kepada publik sekaligus memperkuat ekosistem akademik. Kehadiran pameran tunggal ini turut memperlihatkan peran ganda Prof. Kun Adnyana, tidak hanya sebagai pimpinan institusi, tetapi juga sebagai seniman yang aktif berkarya.

Prof. Kun Adnyana menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi “pesta seni akademika” yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk berani tampil di panggung global. “Pariwisata berbasis budaya adalah fondasi penting dalam memajukan seni dan budaya Bali. Karena itu, kami menghadirkan Ibu Menteri Pariwisata sebagai bagian dari sinergi antara dunia seni dan pariwisata,” tegasnya.

Menpar Widiyanti Putri Wardhana,B.Sc memberikan apresiasi khusus terhadap pameran karya Prof. Kun Adnyana yang dinilai memiliki kekuatan artistik dan keragaman tema. Menurutnya, karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memperkaya narasi budaya Bali di tengah perkembangan seni kontemporer.

Pameran “Parama Paraga” dijadwalkan berlangsung hingga 4 Mei mendatang dan terbuka untuk publik sebagai ruang apresiasi terhadap perjalanan panjang seorang perupa dalam merespons perkembangan seni rupa kontemporer. (ISIBALI/Humas)

Menteri Pariwisata RI Buka Kalangan Widya Mahardika V

Menteri Pariwisata RI Buka Kalangan Widya Mahardika V

Foto: Pembukaan Kalangan Widya Mahardika V di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Institut Seni Indonesia (ISI BALI), Rabu (25/3).

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, B.Sc secara resmi membuka Kalangan Widya Mahardika V (Pekan Kesenian Akademika) bertajuk Kirtya-Jnana-Kawya “Mulia Pengetahuan Luhur” di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Institut Seni Indonesia (ISI BALI), Rabu (25/3). Kegiatan yang telah memasuki tahun kelima ini kembali merupakan  ruang kreatif yang memadukan pengembangan seni, pengetahuan, dan penguatan nilai-nilai budaya Bali.

Dalam sambutannya, Widiyanti menyoroti perubahan tren pariwisata global yang kini semakin mengarah pada pengalaman yang lebih mendalam. Menurutnya, wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi, melainkan pengalaman yang memberi makna.

Menpar Widiyanti mengapresiasi peran ISI BALI sebagai institusi pendidikan seni yang memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem pariwisata. Ia menilai kontribusi sivitas akademika dan alumni ISI BALI telah memperkaya berbagai ajang seni budaya, baik di tingkat lokal maupun nasional.

 “Kalangan Widya Mahardika telah berlangsung selama lima tahun dan menjadi ruang penting untuk menampilkan inovasi sekaligus menggali keadiluhungan tradisi Bali,” ungkapnya.

Foto: Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, B.Sc secara resmi membuka Kalangan Widya Mahardika V di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Institut Seni Indonesia (ISI BALI), Rabu (25/3).

Ia turut menyoroti berbagai karya kolaboratif yang ditampilkan dalam ajang tersebut, mulai dari pagelaran kolosal hingga pengembangan seni tradisi seperti drama tari arja yang dikemas dengan pendekatan baru.

Pada kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ISI BALI dan Politeknik Pariwisata Bali. Penandatangan MoU menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata, mengingat eratnya hubungan antara sektor pariwisata dan kebudayaan.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pariwisata RI beserta jajaran serta para tokoh yang hadir dan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Kalangan Widya Mahardika V.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan makna filosofis dari Kalangan Widya Mahardika sebagai ruang aktualisasi yang tidak hanya bersifat artistik, tetapi juga spiritual dan intelektual. “Kalangan adalah ruang aktualisasi yang memerlukan pendakian yang sungguh-sungguh, sementara Mahardika bermakna kemerdekaan yang juga harus dicapai melalui proses yang tidak instan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kedua konsep tersebut merepresentasikan ruang pencapaian yang melampaui kepentingan personal. Kalangan Widya Mahardika menjadi wadah transformasi dari cita-cita individu menuju cita-cita institusi, yang kemudian berkembang menjadi cita-cita kebangsaan hingga kemanusiaan yang sejati.

Sebagai penutup, Rektor menegaskan komitmen ISI BALI dalam menghadirkan karya dan pengabdian terbaik bagi bangsa. “Kami persembahkan ketulusan ISI BALI untuk Indonesia,” pungkasnya.

Foto: Pembukaan Kalangan Widya Mahardika V di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Institut Seni Indonesia (ISI BALI), Rabu (25/3).

Kalangan Widya Mahardika V menghadirkan beragam sajian seni yang merepresentasikan kekayaan ekspresi dan inovasi sivitas akademika Institut Seni Indonesia Bali. Rangkaian kegiatan ini meliputi Gelar Pertunjukan Kolosal Intermedium bertajuk Kirtya–Jnana–Kawya yang menjadi pembuka utama, serta Pameran Retrospektif Seni Lukis Kontemporer Parama Paraga karya Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana.

Selain itu, Kalangan Widya Mahardika juga menampilkan Prosesi Seni Pertunjukan Ritus yang sarat nilai tradisi, serta Gelar Drama Tari Luwih Arja Luh bertajuk Ranu–Saraswati–Rasmi sebagai bentuk pengembangan seni pertunjukan berbasis tradisi dengan pendekatan kreatif dan kontekstual. (ISIBALI/Humas)

Mahasiswa ISI BALI dan Thailand Bersinergi dalam Pergelaran Seni Kolaboratif

Mahasiswa ISI BALI dan Thailand Bersinergi dalam Pergelaran Seni Kolaboratif

Foto: Pergelaran Tari Serng Kratip oleh sejumlah mahasiswa Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand bersama mahasiswa ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar pergelaran seni yang menampilkan kolaborasi budaya antara Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, dengan sivitas akademika ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI. Pergelaran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan workshop seni yang sebelumnya dilaksanakan bersama delegasi dari Thailand, sekaligus menjadi ruang apresiasi atas hasil pembelajaran dan pertukaran budaya yang telah berlangsung.

Acara diawali dengan penampilan Tari Selat Segara yang dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) ISI BALI, diiringi tabuh gamelan oleh mahasiswa PSP. Penampilan pembuka ini menghadirkan nuansa dinamis sekaligus memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Bali kepada para tamu dari Thailand.

Foto: Pertunjukan karawintan oleh dosen Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand dengan dosen dan mahasiswa ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.

Selanjutnya, delegasi Thailand menampilkan tiga tarian tradisional Thailand yang merepresentasikan keragaman budaya dari berbagai wilayah di negara tersebut. Tarian pertama yang ditampilkan adalah Fon Dok Mai atau Dance of Flowers, sebuah tari tradisional yang menonjolkan gerak tangan yang lembut dengan penggunaan properti bunga sebagai simbol keindahan dan keharmonisan.

Tarian kedua adalah Serng Kratip, tarian rakyat dari wilayah Isan yang ditandai dengan gerakan dinamis serta penggunaan kain lipit yang membentuk siluet menyerupai sayap saat penari bergerak. Tarian ini ditampilkan secara kolaboratif oleh mahasiswa Thailand bersama mahasiswa ISI BALI yang sebelumnya mengikuti workshop tari tradisional Thailand.

Penampilan ditutup dengan tarian rakyat Isan yang dibawakan secara berpasangan oleh penari laki-laki dan perempuan. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan yang penuh keceriaan dan kebersamaan, dengan gerakan yang enerjik dan ekspresif.

Selain pertunjukan tari, pergelaran ini juga menampilkan hasil workshop karawitan yang sebelumnya dilaksanakan bersama mahasiswa ISI BALI. Penampilan tersebut dibawakan oleh dosen dari Thailand bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI Prof. Dr. Komang Sudirga,  Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Ketut Garwa, Koordinator Prodi (Koprodi) PSP, Putu Hartini, M.Sn, Koprodi Karawitan Made Dwi Andika Putra, M.Sn, serta sejumlah mahasiswa PSP ISI BALI. Kolaborasi ini memperlihatkan proses pertukaran pengetahuan dan praktik seni antara kedua pihak yang berlangsung selama kegiatan workshop.

Pergelaran ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan budaya antara ISI BALI dan institusi seni dari Thailand. Melalui pertunjukan seni yang kolaboratif, kegiatan ini memperkaya pengalaman artistik mahasiswa sekaligus memperkuat dialog budaya di antara para seniman dan akademisi dari kedua negara.

ISI BALI dan Kampus Seni Thailand Perkuat Kolaborasi melalui Workshop Seni

ISI BALI dan Kampus Seni Thailand Perkuat Kolaborasi melalui Workshop Seni

Foto: ISI BALI melaksanakan workshop tari tradisional Thalind bersama Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, Senin (23/2) di Studio Tari ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima kunjungan delegasi dari Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang pergelaran seni dan workshop kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala, ISI BALI.

Delegasi dari Thailand terdiri atas pimpinan, dosen, dan mahasiswa dari kedua institusi tersebut. Delegasi Angthong College of Dramatic Arts dipimpin oleh Mr. Etsawat Paksin selaku Direktur, didampingi para dosen Mr. Channar Kaeosawang, Mr. Chalermchai Pimonrak, Mrs. Ratchanewan Srinsakrat, Miss Suchanya Kongsin, Miss Thitima Ongthong, dan Mr. Atitak Rukdee, serta mahasiswa Mr. Vongathorn Timnoee, Miss Nattanan Chumsuwan, dan Miss Kanyarat Kumsin.

Sementara itu, delegasi Roi Et College of Dramatic Arts dipimpin oleh Miss Benjita Petchsom selaku Direktur bersama Miss Kemika Wongamrin sebagai Deputy Director. Turut hadir para dosen Mr. Achariya Wongsi, Miss Nattawan Pimonket, Miss Phailin Sarnkam, Mr. Chaimongkhon Sriphaet, Mr. Runset Sritham, dan Mr. Pongsakda Padkeoplon, serta mahasiswa Miss Jariya Chosakao dan Miss Chanantida Luaksiase.

Foto: Workshop karawitan yang diikuti dosen-dosen Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, Senin (23/2) di Studio Karawitan ISI BALI.

Selain pertemuan penjajakan kerja sama, kunjungan ini juga diisi dengan kegiatan workshop seni sebagai bentuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman artistik antara kedua institusi. Delegasi Thailand memberikan workshop tari tradisional Thailand yang dilaksanakan di Studio Tari ISI BALI dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tari ISI BALI. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal teknik, estetika, serta karakter gerak dalam tradisi tari Thailand.

Sebagai bentuk timbal balik, ISI BALI juga menyelenggarakan workshop karawitan yang berlangsung di Studio Karawitan ISI BALI. Workshop ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI BALI, Dr. Ketut Garwa. Kegiatan tersebut diikuti oleh para dosen dan mahasiswa dari delegasi Thailand yang berkesempatan mempelajari dasar-dasar musik tradisional Bali, khususnya dalam praktik karawitan. (ISIBALI/Humas)

Loading...