
Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Wakil Menteri Diktisaintek Prof. Stella Christie pada ArtMoments Jakarta.
Kehadiran Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) dalam pameran seni rupa kontemporer dan modern internasional ArtMoments Jakarta 2026 mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Melalui booth Nata-Citta Art Space (N-CAS) yang mengusung tajuk RAYA-CITTA-RUPA (Cahya Imaji Cipta), karya-karya dosen dan mahasiswa ISI BALI dikunjungi sejumlah pejabat negara, kolektor, jurnalis, hingga tokoh seni nasional selama penyelenggaraan pameran di Agora Ballroom Jakarta, 4–7 Juni 2026.
Salah satu kunjungan penting datang dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie. Dalam kunjungannya, Wamen Stella mengapresiasi partisipasi ISI BALI yang menghadirkan beragam karya seni rupa kontemporer Bali dalam ajang internasional tersebut. Selain Stella Christie, booth N-CAS juga dikunjungi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha pada ArtMoments Jakarta.
Tak hanya menarik perhatian kalangan pemerintahan, booth ISI BALI juga menjadi salah satu titik temu berbagai tokoh seni dan media. Sejumlah nama yang tercatat mengunjungi pameran antara lain jurnalis Kompas Hilmi Faiq, pendiri Nawa Tunggal, Pemimpin Majalah Prestige Ronald Liem, penulis dan kritikus seni Agus Dermawan T., serta Bambang Bujono. Dari kalangan kolektor hadir Tossin Himawan, Wiyu Wahono, dan Sendy Widjaya. Sejumlah figur publik seperti Anjasmara dan Chef Juna Rorimpandey juga tampak menyambangi booth ISI BALI.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana mengatakan, dalam ArtMoments Jakarta tahun ini, Nata-Citta Art Space (N-CAS) menampilkan karya-karya seni lukis, fotografi, patung, kriya keramik, serta desain wastra yang merepresentasikan perkembangan mutakhir seni rupa kontemporer Bali.

Foto: Booth Nata-Citta Art Space ISI BALI dalam ArtMoments Jakarta.
Pameran ini dikuratori oleh Prof. Dr. AA Rai Remawa, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya. Sebanyak 16 perupa lintas generasi terlibat dalam pameran bersama ini, terdiri atas 13 dosen dan tiga mahasiswa terpilih ISI BALI. Mereka adalah I Wayan “Kun” Adnyana, I Ketut Muka Pendet, I Nengah Wira Kesuma, Wayan Sujana Suklu, I Made Jodog, I Made Suparta, Ida Ayu Gede Artayani, Tjok Istri Ratna C.S., Ida Bagus Candra Yana, Ni Made Tiartini Mudarahayu, I Made Hendra Mahajaya P., I Gede Jaya Putra, I Wayan Adi Sucipta, I Gede Ari Widia Utama Pucangan, Tebuana Istri Mahisarani, dan Desak Putu Agnis.
Prof. Kun Adnyana menambahkan, karya-karya yang ditampilkan lahir dari proses kreatif yang panjang, memadukan pengalaman personal, riset artistik, pengamatan empiris, dan pembacaan ulang terhadap berbagai jejak budaya yang hidup di Bali. “Beragam medium dan pendekatan artistik yang ditampilkan menunjukkan bagaimana seni rupa kontemporer Bali terus berkembang tanpa melepaskan akar budaya yang menjadi fondasinya,” ujar Guru Besar Bidang Sejarah Seni ini. Partisipasi ISI BALI dalam ArtMoments Jakarta 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan capaian kreatif sivitas akademika kepada publik nasional maupun internasional. Kehadiran berbagai pejabat, kolektor, pelaku industri kreatif, dan tokoh seni di booth N-CAS menunjukkan tingginya perhatian terhadap perkembangan seni rupa kontemporer yang lahir dari lingkungan akademik ISI BALI. (ISIBALI/Humas)
















