M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Tim Monev SNPMB Pusat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI

Tim Monev SNPMB Pusat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI

Foto: Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog (4 dari kiri) bersama panitia UTBK-SNBT ISI BALI di Gedung Desain Hub ISI BALI, Rabu (22/4).

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Pusat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Rabu (22/4). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Desain HUB ISI BALI sebagai salah satu pusat pelaksanaan UTBK tahun 2026.

Tim Monev SNPMB Pusat yang hadir diwakili oleh R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog. Kedatangannya disambut oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) ISI BALI Dr. Made Bayu Pramana, Kepala UPA TIK Agus Ngurah Arya Putraka, M.Sn, Kepala Bagian Akademik Ketut Adi Sugita, MM, serta jajaran panitia UTBK-SNBT ISI BALI.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan bertepatan dengan hari kedua pelaksanaan UTBK-SNBT, pada sesi 3 dan 4. Tim Monev memulai peninjauan dari ruang sekretariat UTBK-SNBT di lantai satu, kemudian berlanjut ke ruang ujian 1A hingga 1D di lantai yang sama, serta meninjau ruang ujian di lantai tiga dan empat.

Foto: Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog (2 dari kanan) meninjau pelaksanaan UTBK-SNBT ISI BALI di Gedung Desain Hub ISI BALI, Rabu (22/4).

Dalam proses monev, tim memastikan seluruh aspek pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang menjadi fokus peninjauan meliputi ketersediaan pasokan listrik dan kestabilan jaringan internet, kondisi perangkat komputer yang digunakan peserta, serta kelengkapan fasilitas penunjang di setiap ruang ujian.

Selain itu, tim juga mengevaluasi alur masuk peserta ujian, mulai dari proses pemeriksaan identitas, pemindaian menggunakan metal detector, penyimpanan barang bawaan, hingga peserta menempati tempat duduk di ruang ujian. Kondisi ruang server turut menjadi perhatian guna memastikan sistem berjalan optimal tanpa kendala teknis.

Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya penjaminan mutu (quality assurance) pelaksanaan UTBK-SNBT di seluruh pusat ujian. “Sejauh ini, pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI berjalan lancar. Tidak ditemukan hal-hal yang menyimpang, dan fasilitas yang digunakan sudah memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi ISI BALI, Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana, menyambut baik pelaksanaan monev dari Panitia SNPMB Pusat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI.

“Monitoring ini sangat membantu kami untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan lancar,” ungkapnya.

Dengan hasil monitoring yang menunjukkan pelaksanaan berjalan baik, ISI BALI terus berupaya menjaga konsistensi mutu layanan sebagai pusat UTBK-SNBT, sekaligus mendukung terselenggaranya seleksi nasional yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.

Sebagai informasi, ISI BALI kembali menjadi salah satu Pusat UTBK-SNBT Tahun 2026. Pelaksanaan UTBK di ISI BALI berlangsung secara terpusat di Gedung Desain HUB pada 21-27 April 2026.

Selama tujuh hari pelaksanaan, UTBK di ISI BALI melayani 3608 peserta yang terbagi ke dalam 13 sesi ujian. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, ISI BALI telah menyiapkan 10 laboratorium komputer dengan total 330 unit perangkat komputer.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 289 dosen dan tenaga kependidikan ISI BALI dilibatkan. Mereka bertugas di berbagai posisi strategis, mulai dari petugas monitoring dan evaluasi, admin server, teknisi IT ruang, penanggung jawab ruang, pengawas, petugas kesehatan, admin teknis, hingga teknisi listrik. Selain itu, pelaksanaan UTBK juga didukung oleh petugas keamanan dan kebersihan untuk memastikan lingkungan ujian tetap kondusif.(ISIBALI/Humas)

ISI BALI Gelar UTBK-SNBT 2026, Layani 3608 Peserta

ISI BALI Gelar UTBK-SNBT 2026, Layani 3608 Peserta

Foto: Pemeriksaan kelengkapan administrasi peserta UTBK-SNBT 2026 di Gedung Desain Hub ISI BALI, Selasa (21/4).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali dipercaya sebagai salah satu Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam rangka penerimaan mahasiswa baru 2026 melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Pelaksanaan UTBK di ISI BALI berlangsung secara terpusat di Gedung Desain HUB pada 21-27 April 2026.

Secara nasional, terdapat 74 pusat UTBK yang ditetapkan oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 di seluruh Indonesia. Kepercayaan ini menunjukkan kesiapan sarana, prasarasana, dan SDM ISI BALI dalam menyelenggarakan ujian berbasis komputer secara profesional dan terstandar.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menjelaskan bahwa selama tujuh hari pelaksanaan, UTBK di ISI BALI melayani 3608 peserta yang terbagi ke dalam 13 sesi ujian. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, ISI BALI telah menyiapkan 10 laboratorium komputer dengan total 330 unit perangkat komputer. “Seluruh persiapan telah dilakukan secara matang, termasuk uji coba sistem UTBK guna meminimalisir kendala teknis seperti listrik, jaringan internet, dan aspek pendukung lainnya,” jelas Prof. Kun Adnyana didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana.

Ia menegaskan bahwa ISI BALI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta UTBK-SNBT 2026. “Kami ingin memastikan setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman, tertib, dan lancar,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 289 dosen dan tenaga kependidikan ISI BALI dilibatkan. Mereka bertugas di berbagai posisi strategis, mulai dari petugas monitoring dan evaluasi, admin server, teknisi IT ruang, penanggung jawab ruang, pengawas, petugas kesehatan, admin teknis, hingga teknisi listrik. Selain itu, pelaksanaan UTBK juga didukung oleh petugas keamanan dan kebersihan untuk memastikan lingkungan ujian tetap kondusif.

Antusiasme calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di ISI BALI melalui jalur SNBT terus menunjukkan tren positif. Tercatat, total pendaftar mencapai 837 orang. Tingginya minat ini terlihat pada sejumlah program studi, Program Studi Desain Komunikasi Visual menjadi salah satu yang paling diminati, disusul oleh program studi baru Desain Mode yang turut menarik perhatian pendaftar.

Pada jalur SNBT tahun ini, ISI BALI menawarkan 16 program studi sarjana dan 3 program studi sarjana terapan yang tersebar di Fakultas Seni Pertunjukan serta Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Melalui pelaksanaan UTBK-SNBT 2026, ISI BALI berharap dapat terus menghadirkan proses seleksi yang profesional, inklusif, dan berkualitas, sekaligus berkontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi seni, desain, dan budaya di Indonesia.(ISIBALI/Humas)

Prodi Musik ISI BALI Gelar Kuliah Umum Industri Digital

Prodi Musik ISI BALI Gelar Kuliah Umum Industri Digital

Foto: Kuliah umum bertema Industri Musik Digital dan Hak Cipta di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen, Rabu (15/4).

Program Studi Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar kuliah umum bertema Industri Musik Digital dan Hak Cipta di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen, Rabu (15/4). Prodi Musik menghadirkan dua tokoh besar industri musik nasional, Agung Bagus Mantra (Pregina Showbiz Bali) dan Trie Utami (penyanyi dan pencipta lagu) sebagai dosen tamu.

Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi wawasan serta pengalaman kepada mahasiswa utamanya tentang industri musik digital. Sebanyak 80 peserta hadir didominasi oleh mahasiswa program studi musik.

Dalam paparannya, produser musik senior Agung Bagus Mantra menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan perlindungan karya di era modern. Ia menekankan bahwa mendistribusikan musik melalui platform digital tidak hanya tentang bisnis, tapi juga upaya menghargai kerja keras dan meninggalkan jejak sejarah (legacy).

Foto: Kuliah umum bertema Industri Musik Digital dan Hak Cipta di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen, Rabu (15/4).

Vokalis dan penulis lagu Trie Utami membedah lebih dalam mengenai persoalan hukum dan royalti. Menurutnya, meski Undang-Undang Hak Cipta sudah ada, realitas di lapangan masih jauh dari kata rapi dibandingkan sistem di luar negeri yang sudah terintegrasi kuat.

“Di luar negeri ada Union yang rapi. Kalau perform, daftar, bayar, pas cap imigrasi otomatis keluar. Sementara di sini, kalau ada musisi asing datang, siapa yang lindungi kita? Belum ada yang pasti. Ekosistem kita belum bersatu,” papar Trie Utami.

Melalui proyek Sound of Borobudur, Trie Utami juga mengajak generasi muda menghargai sejarah. Salah satunya penelitian terhadap relief candi membuktikan bahwa 1.300 tahun lalu nusantara sudah memiliki peradaban musik yang sangat maju dengan sistem orkestra yang lengkap.

“Di Borobudur sudah ada ansambel lengkap. Terlihat di reliefnya. Kalau sudah main bareng berarti ada komposisi, ada aransemen, berarti ada ekosistem. Zaman Eropa masih gelap, di Jawa kita sudah nonton orkestra. Bahkan sudah ada pencatatan pembayaran bagi musisi di zaman itu,” ucapnya. Acara ini juga mempererat hubungan kampus ISI BALI dengan industri. Ini menyoroti peran Pregina Production milik Agung Bagus Mantra yang menjadi mitra utama Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), di mana banyak mahasiswa yang magang hingga direkrut langsung bekerja. 

ISI BALI Sambut Delegasi Thammasat University, Thailand Perkuat Sinergi Akademik dan Budaya

ISI BALI Sambut Delegasi Thammasat University, Thailand Perkuat Sinergi Akademik dan Budaya

Foto: Penandatanganan MoAantara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.

Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyambut kehadiran 16 delegasi dari Faculty of Liberal Arts Thammasat University, Thailand, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI. Pertemuan dikemas dalam kegiatan Temu Silang Budaya bertajuk Widya-Bhuana-Waskita (Kecakapan Pengetahuan Global). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi internasional antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Thailand.

Sebanyak 16  delegasi Thammasat University hadir dalam kegiatan ini, dipimpin oleh Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Kehadiran delegasi tersebut memperkuat hubungan akademik dan budaya yang telah terjalin antara kedua institusi.

Dalam rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Arrangement (IA) antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si., serta disaksikan oleh perwakilan Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibawa ke Thailand untuk ditandatangani oleh Dekan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Gede Yudarta menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang seni pertunjukan. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa dan budaya. Sinergi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan seni yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan global.

Foto: Presentasi tentang Bali dan Kebudayaan Bali oleh Koordinator Urusan Internasional ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.

Kerja sama antara ISI BALI dan Thammasat University sebelumnya juga telah terjalin melalui program mobilitas mahasiswa. Pada tahun 2024, mahasiswa ISI BALI yang memperoleh Beasiswa AIMS (ASEAN International Mobility for Students) memilih Thammasat University sebagai universitas tujuan.

Perwakilan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI kepada seluruh delegasi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan yang penuh kekeluargaan selama kunjungan berlangsung. Lebih lanjut, ia berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif di masa mendatang, baik dalam bidang akademik, pertukaran mahasiswa, maupun kegiatan seni dan budaya.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi mengenai Bali dan kebudayaannya yang disampaikan oleh Koordinator Urusan Internasional (KUI) ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani. Dalam paparannya, ia memperkenalkan berbagai aspek menarik budaya Bali, mulai dari kuliner, pakaian tradisional, hingga bahasa Bali.

Sebagai penutup, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) ISI BALI menampilkan Tari Kecak yang turut melibatkan 15 mahasiswa dari Thammasat University. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat pertukaran budaya yang menjadi inti dari kegiatan Temu Silang Budaya ini. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Persembahkan “Luwih Arja Luh” dalam Kalangan WIdya Mahardika V

ISI BALI Persembahkan “Luwih Arja Luh” dalam Kalangan WIdya Mahardika V

Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).

Memaknai Kalangan Widya Mahardika V (Pakan Seni Akademika) bertajuk Kirtya-Jnana-Kawya yang bermakna “Memulia Pengetahuan Luhur”, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) mempersembahkan Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4), bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung). Pergelaran tersebut menjadi salah satu puncak rangkaian Kalangan Widya Mahardika yang sejak awal menghadirkan beragam aktivitas seni dan budaya di lingkungan kampus ISI BALI.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, mengatakan bahwa pergelaran ini memiliki makna khusus sebagaimana nama “Luwih Arja Luh” yang menegaskan peran perempuan dalam dunia seni pertunjukan. “Pergelaran ini sangat spesial karena seluruh praginanya adalah perempuan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa ISI BALI. Mereka adalah perempuan yang tidak hanya tangguh, tetapi juga menawan, anggun, dan berkarisma di atas panggung serta memberi inspirasi kepada kita semua,” ujarnya.

Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Kalangan Widya Mahardika V, mulai dari pembukaan hingga pergelaran pada hari tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh unsur dalam serangkaian Kalangan Widya Mahardika sejak dibuka hingga pergelaran hari ini. Semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditunjukkan menjadi kekuatan penting bagi ISI BALI dalam memuliakan pengetahuan, seni, dan budaya,” katanya.

Sebagai bagian yang memperkuat dimensi sakral dalam pergelaran, turut ditampilkan sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI. Penampilan ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal, sekaligus merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Foto: Sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4). Sebelum pergelaran drama tari dilaksanakan, pada pagi hari ISI BALI terlebih dahulu menggelar upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melaksanakan upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan pada Sabtu (4/4) bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung) di lingkungan kampus ISI BALI. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus.

Adapun bangunan yang diupacarai meliputi Gedung Jineng, Bencingah Agung, Candi Nretya Mandala, Tugu Nama, Gedung Natya Mandala, dan Gedung Gede Manik. Dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan ISI BALI bersama-sama mengikuti jalannya upacara yang berlangsung khidmat.

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.


Pelaksanaan Mecaru dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam sekala maupun niskala di lingkungan kampus. Selanjutnya, upacara Mlaspas dan Pasupati dilaksanakan untuk menyucikan serta memohonkan kekuatan spiritual bagi bangunan-bangunan yang akan digunakan sebagai ruang aktivitas akademik, kesenian, dan pelayanan di ISI BALI. Sementara itu, Mapadagingan menjadi simbol pengisian dan penghidupan bangunan agar siap difungsikan.

Foto: Ayahan Tari Baris Gede oleh mahasiswa ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

Rangkaian upacara juga diiringi dengan berbagai ayahan seni yang dihaturkan oleh sivitas akademika ISI BALI. Mahasiswa ISI BALI menghaturkan Konser Gamelan Ritus, Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede, dan Topeng Wali sebagai bagian dari persembahan sakral dalam upacara.

Selain itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) ISI BALI turut menghaturkan Tari Rejang Nata Hita. Penampilan tersebut menambah kekhidmatan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan seluruh unsur kampus dalam mendukung pelaksanaan upacara. (ISIBALI/Humas)

Foto: Ayahan Tari Rejang Nata Hita oleh DWP ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

Loading...