M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Mahasiswa ISI BALI Ikuti Sosialisasi Pencegahan IRET

Oct 7, 2026 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta Fanatisme Kekerasan di Ruang Video Conference (Vicon), Gedung Citta Kelangen Lantai 2, ISI BALI, Selasa (6/10).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar kegiatan “Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta Fanatisme Kekerasan”, Selasa (6/10). Kegiatan berlangsung di Ruang Video Conference (Vicon), Gedung Citta Kelangen Lantai 2, ISI BALI, dan diikuti puluhan mahasiswa dari Fakultas Seni Pertunjukan serta Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Kegiatan ini menghadirkan Tim Pencegahan Satgas Wilayah Bali Densus 88 AT Polri, Briptu I Made Yoga Pramana, S.H., M.H., sebagai narasumber. Sosialisasi menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami berbagai bentuk paham dan perilaku yang dapat mengarah pada intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, maupun fanatisme kekerasan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama ISI BALI, Dr. I Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan pemahaman dan kesadaran dalam menyikapi berbagai informasi serta dinamika sosial yang berkembang di lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari sivitas akademika, mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Karena itu, penguatan pemahaman mengenai pencegahan intoleransi dan kekerasan menjadi salah satu upaya untuk membangun daya kritis mahasiswa dalam menghadapi berbagai pengaruh yang berpotensi mengganggu kehidupan bersama.

Foto: Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta Fanatisme Kekerasan di Ruang Video Conference (Vicon), Gedung Citta Kelangen Lantai 2, ISI BALI, Selasa (6/10).

Dalam pemaparannya, Briptu I Made Yoga Pramana memberikan edukasi mengenai pengenalan dan pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk pengaruh yang dapat berkembang di lingkungan sosial maupun ruang digital.

Mahasiswa juga diajak untuk tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi. Kemampuan berpikir kritis, memahami keberagaman, serta membangun komunikasi yang sehat menjadi bagian penting dalam mencegah berkembangnya sikap dan tindakan yang mengarah pada kekerasan.

Sosialisasi berlangsung interaktif dengan mahasiswa berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi terkait berbagai situasi yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga toleransi dan keharmonisan di tengah keberagaman.(ISIBALI/Humas)

Categories

Loading...