
Foto: Seminar Folklore bertajuk “What is Folklore for Us Today?” di Ruang Video Conference, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Kamis (24/9).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjadi salah satu ruang berlangsungnya rangkaian Nusantara International Folklore Festival (NIFF) 2026 melalui Seminar Folklore bertajuk “What is Folklore for Us Today?”. Kegiatan yang membahas relevansi folklore dalam kehidupan masyarakat masa kini tersebut digelar di Ruang Video Conference, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Kamis (24/9).
Seminar dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. I Komang Sudirga. Kegiatan menghadirkan maestro tari dan koreografer Indonesia, Didik Nini Thowok, serta Dr. I Kadek Widnyana, SPP., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama sekaligus dosen Program Studi Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI. Diskusi dipandu Dr. Nungki Kusumastuti, seniman dan praktisi seni budaya.
Seminar mengangkat pertanyaan mengenai posisi dan relevansi folklore di tengah perubahan kehidupan masyarakat saat ini. Folklore tidak semata-mata dipandang sebagai warisan budaya dari masa lalu, tetapi juga sebagai pengetahuan dan ekspresi budaya yang terus hidup, berkembang, serta mengalami pemaknaan baru.

Foto: Seminar Folklore bertajuk “What is Folklore for Us Today?” di Ruang Video Conference, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Kamis (24/9).
Kehadiran Didik Nini Thowok memberikan perspektif dari pengalaman panjang dalam dunia seni pertunjukan dan pengembangan tradisi tari Indonesia. Sementara itu, perspektif akademik turut dihadirkan melalui Dr. I Kadek Widnyana yang memiliki latar belakang keilmuan dan praktik dalam bidang seni pertunjukan.
Pembahasan tersebut menjadi semakin relevan dalam konteks penyelenggaraan NIFF 2026 yang mempertemukan seni tradisi dari berbagai daerah di Indonesia dengan kelompok seni dari sejumlah negara. Festival ini menempatkan folklore sebagai ruang perjumpaan budaya, sekaligus sebagai medium untuk mengenali identitas, pengetahuan, dan cerita yang hidup dalam masyarakat.
NIFF 2026 mengusung tema “Global Rhythms, Shared Stories” dan berlangsung di Bali pada 25–28 September 2026. Festival menghadirkan peserta dari Indonesia dan sejumlah negara, antara lain Jepang, Polandia, Thailand, dan Selandia Baru. Rangkaian kegiatan mencakup pertunjukan, lokakarya, serta berbagai agenda pertukaran budaya.
Keterlibatan ISI BALI dalam rangkaian NIFF 2026 memperluas ruang dialog antara dunia akademik, seniman, praktisi, dan komunitas budaya. Seminar “What is Folklore for Us Today?” sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana folklore dapat terus dipahami dan dikembangkan tanpa kehilangan keterkaitannya dengan akar budaya masyarakat.










