M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI Sambut Delegasi Thammasat University, Thailand Perkuat Sinergi Akademik dan Budaya

ISI BALI Sambut Delegasi Thammasat University, Thailand Perkuat Sinergi Akademik dan Budaya

Foto: Penandatanganan MoAantara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.

Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyambut kehadiran 16 delegasi dari Faculty of Liberal Arts Thammasat University, Thailand, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI. Pertemuan dikemas dalam kegiatan Temu Silang Budaya bertajuk Widya-Bhuana-Waskita (Kecakapan Pengetahuan Global). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi internasional antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Thailand.

Sebanyak 16  delegasi Thammasat University hadir dalam kegiatan ini, dipimpin oleh Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Kehadiran delegasi tersebut memperkuat hubungan akademik dan budaya yang telah terjalin antara kedua institusi.

Dalam rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Arrangement (IA) antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI dengan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si., serta disaksikan oleh perwakilan Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A. Selanjutnya, dokumen tersebut akan dibawa ke Thailand untuk ditandatangani oleh Dekan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Gede Yudarta menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang seni pertunjukan. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa dan budaya. Sinergi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan seni yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan global.

Foto: Presentasi tentang Bali dan Kebudayaan Bali oleh Koordinator Urusan Internasional ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani, Rabu (15/4) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.

Kerja sama antara ISI BALI dan Thammasat University sebelumnya juga telah terjalin melalui program mobilitas mahasiswa. Pada tahun 2024, mahasiswa ISI BALI yang memperoleh Beasiswa AIMS (ASEAN International Mobility for Students) memilih Thammasat University sebagai universitas tujuan.

Perwakilan Faculty of Liberal Arts, Thammasat University, Dr. Hamam Supriyadi, M.A., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI kepada seluruh delegasi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan yang penuh kekeluargaan selama kunjungan berlangsung. Lebih lanjut, ia berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif di masa mendatang, baik dalam bidang akademik, pertukaran mahasiswa, maupun kegiatan seni dan budaya.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi mengenai Bali dan kebudayaannya yang disampaikan oleh Koordinator Urusan Internasional (KUI) ISI BALI, Dr. Ni Kadek Dwiyani. Dalam paparannya, ia memperkenalkan berbagai aspek menarik budaya Bali, mulai dari kuliner, pakaian tradisional, hingga bahasa Bali.

Sebagai penutup, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) ISI BALI menampilkan Tari Kecak yang turut melibatkan 15 mahasiswa dari Thammasat University. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat pertukaran budaya yang menjadi inti dari kegiatan Temu Silang Budaya ini. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Persembahkan “Luwih Arja Luh” dalam Kalangan WIdya Mahardika V

ISI BALI Persembahkan “Luwih Arja Luh” dalam Kalangan WIdya Mahardika V

Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).

Memaknai Kalangan Widya Mahardika V (Pakan Seni Akademika) bertajuk Kirtya-Jnana-Kawya yang bermakna “Memulia Pengetahuan Luhur”, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) mempersembahkan Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4), bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung). Pergelaran tersebut menjadi salah satu puncak rangkaian Kalangan Widya Mahardika yang sejak awal menghadirkan beragam aktivitas seni dan budaya di lingkungan kampus ISI BALI.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, mengatakan bahwa pergelaran ini memiliki makna khusus sebagaimana nama “Luwih Arja Luh” yang menegaskan peran perempuan dalam dunia seni pertunjukan. “Pergelaran ini sangat spesial karena seluruh praginanya adalah perempuan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa ISI BALI. Mereka adalah perempuan yang tidak hanya tangguh, tetapi juga menawan, anggun, dan berkarisma di atas panggung serta memberi inspirasi kepada kita semua,” ujarnya.

Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Kalangan Widya Mahardika V, mulai dari pembukaan hingga pergelaran pada hari tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh unsur dalam serangkaian Kalangan Widya Mahardika sejak dibuka hingga pergelaran hari ini. Semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditunjukkan menjadi kekuatan penting bagi ISI BALI dalam memuliakan pengetahuan, seni, dan budaya,” katanya.

Sebagai bagian yang memperkuat dimensi sakral dalam pergelaran, turut ditampilkan sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI. Penampilan ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal, sekaligus merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Foto: Sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4). Sebelum pergelaran drama tari dilaksanakan, pada pagi hari ISI BALI terlebih dahulu menggelar upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melaksanakan upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan pada Sabtu (4/4) bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung) di lingkungan kampus ISI BALI. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus.

Adapun bangunan yang diupacarai meliputi Gedung Jineng, Bencingah Agung, Candi Nretya Mandala, Tugu Nama, Gedung Natya Mandala, dan Gedung Gede Manik. Dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan ISI BALI bersama-sama mengikuti jalannya upacara yang berlangsung khidmat.

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.


Pelaksanaan Mecaru dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam sekala maupun niskala di lingkungan kampus. Selanjutnya, upacara Mlaspas dan Pasupati dilaksanakan untuk menyucikan serta memohonkan kekuatan spiritual bagi bangunan-bangunan yang akan digunakan sebagai ruang aktivitas akademik, kesenian, dan pelayanan di ISI BALI. Sementara itu, Mapadagingan menjadi simbol pengisian dan penghidupan bangunan agar siap difungsikan.

Foto: Ayahan Tari Baris Gede oleh mahasiswa ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

Rangkaian upacara juga diiringi dengan berbagai ayahan seni yang dihaturkan oleh sivitas akademika ISI BALI. Mahasiswa ISI BALI menghaturkan Konser Gamelan Ritus, Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede, dan Topeng Wali sebagai bagian dari persembahan sakral dalam upacara.

Selain itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) ISI BALI turut menghaturkan Tari Rejang Nata Hita. Penampilan tersebut menambah kekhidmatan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan seluruh unsur kampus dalam mendukung pelaksanaan upacara. (ISIBALI/Humas)

Foto: Ayahan Tari Rejang Nata Hita oleh DWP ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

ISI BALI Gelar Mareresik dan Penanaman Pohon dalam Bali-Dwipantara Karma

ISI BALI Gelar Mareresik dan Penanaman Pohon dalam Bali-Dwipantara Karma

Foto: Kegiatan mareresik dan penanaman pohon di lingkungan Kampus ISI BALI, Jumat (3/4)

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melaksanakan kerja bakti atau mareresik dan penanaman pohon dalam kegiatan Bali-Dwipantara Karma (Nemu Gelang Nusantara) serangkaian Bali Sangga Dwipantara VI bertema Kerthi-Tuwuh-Krama, Jumat (3/4) di Kampus ISI BALI.

Kegiatan mareresik diikuti oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan ISI BALI. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan kampus, area pura, halaman, serta sejumlah fasilitas penunjang sebagai bentuk persiapan menyambut pelaksanaan Upacara Mecaru, Mlaspas, dan Pasupati, serta Mapadagingan.

Selain kerja bakti, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di lingkungan kampus. Penanaman pohon tersebut menjadi wujud komitmen ISI BALI dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung semangat tema Kerthi-Tuwuh-Krama yang menekankan pentingnya keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan bersama.

Foto: Kegiatan mareresik dan penanaman pohon di lingkungan Kampus ISI BALI, Jumat (3/4)

Suasana kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bekerja bersama membersihkan lingkungan kampus dan menata area yang akan digunakan untuk pelaksanaan upacara. Kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi nilai gotong royong dan rasa memiliki terhadap lingkungan kampus.

Upacara Mecaru, Mlaspas, dan Pasupati, serta Mapadagingan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/4) bertepatan dengan Hari Raya Saraswati di Pura Padma Nareswari ISI BALI. Rangkaian persiapan melalui mareresik dan penanaman pohon diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan upacara sekaligus memperkuat semangat kebersamaan sivitas akademika ISI BALI. Bali-Dwipantara Karma (Nemu Gelang Nusantara) merupakan salah satu rangkaian Bali Sangga Dwipantara VI yang tidak hanya menghadirkan aktivitas seni dan budaya, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan harmoni sosial di lingkungan kampus.(ISIBALI/Humas)

ISI BALI Tetapkan Mahasiswa Berprestasi Tahun 2026

ISI BALI Tetapkan Mahasiswa Berprestasi Tahun 2026

Foto: Mahasiswa berpresatasi ISI BALI, I Kadek Ongky Dwi Dhavinci (paling kanan) dan Haggai Osfred Benagamma Dao (kiri) dalam kegiatan pembekalan dan pengunggahan berkas Pilmapres tingkat wilayah, Selasa (31/3) di Ruang Lounge ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menetapkan mahasiswa berprestasi tingkat institut untuk program sarjana dan diploma tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) yang dilaksanakan pada Jumat (27/3) di Kampus ISI BALI.

Hasil pemilihan dituangkan dalam Berita Acara Nomor Manual.1056/IT5.5/DT.01.02/2026 untuk program sarjana dan Nomor Manual.1057/IT5.5/DT.01.01/2026 untuk program diploma, tertanggal 30 Maret 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., menyampaikan bahwa pemilihan mahasiswa berprestasi mengacu pada Pedoman Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tahun 2026 yang diterbitkan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Mahasiswa berprestasi yang terpilih merupakan mahasiswa terbaik yang dinilai berdasarkan capaian akademik, prestasi unggulan, gagasan kreatif, serta kemampuan berbahasa Inggris dan kepribadian,” ujarnya.

Pada kategori program sarjana, I Kadek Ongky Dwi Dhavinci dari Program Studi Desain Komunikasi Visual berhasil meraih predikat Mahasiswa Berprestasi I. Posisi Mahasiswa Berprestasi II diraih oleh Nyoman Atheny Pramasastra Dewi dari Program Studi Teater, sedangkan Mahasiswa Berprestasi III diraih oleh Ketut Yogi Wiriatama dari Program Studi Seni Karawitan.

Sementara itu, predikat Mahasiswa Berprestasi Harapan I diraih oleh Desak Putu Agnis Dewa Yanti Putri dari Program Studi Seni Murni. Mahasiswa Berprestasi Harapan II diraih oleh Ni Putu Harimayaka Putri Lila dari Program Studi Musik, dan Mahasiswa Berprestasi Harapan III diraih oleh Neisha Zintya Fireska dari Program Studi Kriya.

Adapun pada kategori program diploma, Haggai Osfred Benagamma Dao dari Program Studi Produksi Film dan Televisi terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi I. Mahasiswa Berprestasi II diraih oleh Angelina Agatha Mardiancia dari Program Studi Desain Mode, sedangkan Mahasiswa Berprestasi III diraih oleh Caleb Nikao Hutabarat dari Program Studi Animasi.

Mahasiswa Berprestasi I tingkat sarjana dan diploma juga akan mewakili ISI BALI pada seleksi tahap wilayah yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VIII sebelum melaju ke tingkat nasional. (ISIBALI/Humas)

ISI Bali Haturkan Ayahan di Pura Besakih

ISI Bali Haturkan Ayahan di Pura Besakih

Foto: ISI BALI menghaturkan ayahan di Pura Agung Besakih, Kamis (2/4).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menghaturkan ayahan di Pura Agung Besakih dalam rangka Upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh yang bertepatan dengan Purnama Kadasa pada Kamis (2/4).

Ayahan tersebut menampilkan beragam kesenian sakral Bali yang dibawakan secara khidmat oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan ISI BALI. Sajian yang dipentaskan meliputi Rejang Dewa, Baris Gede, Topeng, Wayang Gedog, serta Tabuh Gong Gede.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi program Bali Citta Pradesa, khususnya Aktualisasi Pembelajaran di Ruang Sakral. Melalui program ini, ISI BALI menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga langsung di tengah kehidupan spiritual dan budaya masyarakat Bali.

Foto: ISI BALI menghaturkan ayahan di Pura Agung Besakih, Kamis (2/4).

Dalam konteks tersebut, ayahan di Pura Agung Besakih menjadi ruang bagi sivitas akademika ISI BALI untuk memahami, menghayati, sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kesenian sakral Bali sesuai dengan fungsi, etika, dan konteksnya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari seni secara teknis, tetapi juga memahami dimensi religius dan filosofis yang melekat pada setiap sajian. Kehadiran sivitas akademika ISI BALI dalam upacara tersebut juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus komitmen kampus dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali yang adi luhung. (ISIBALI/Humas)

Loading...