M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

ISI BALI dan Unud Perbarui Kerja Sama Perkuat Pengembangan SDM dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) memperbarui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Udayana (Unud), Senin (11/5), di Gedung Pascasarjana, Unud. Pembaruan kerja sama ini dilakukan seiring perubahan nomenklatur institusi dari ISI Denpasar menjadi ISI BALI.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana. Selain penandatanganan MoU, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Pascasarjana ISI BALI, Nyoman Dewi Pebryani dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa.

Foto: Penandatangan MoU antara Pascasarjana ISI BALI dan Fakultas Ilmu Budaya, Unud di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan Ketua Senat ISI BALI, Prof. Dr. Drs. Ketut Muka, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama ISI BALI, Dr. Komang Arba Wirawan, serta jajaran pimpinan dari Universitas Udayana. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Unud, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, Plt. Kepala Biro Akademik, Kerja Sama dan Humas Unud, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, Koordinator Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, dan Koordinator UPIKS Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Gusti Agung Istri Aryani.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan bahwa ISI BALI dan Unud memiliki hubungan historis yang panjang dalam pengembangan pendidikan seni di Bali. Ia menuturkan bahwa Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSRD) Unud pada masa lalu menjadi bagian penting dalam perjalanan terbentuknya ISI Denpasar yang kini bertransformasi menjadi ISI BALI.

Menurutnya, hubungan kedua institusi tidak hanya sebatas sejarah, namun juga diwujudkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang telah berjalan selama ini, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap pembaruan kerja sama ini dapat semakin memperkuat sinergi kedua perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan.

“ISI BALI dan Unud memiliki kedekatan historis dan semangat yang sama dalam membangun pendidikan tinggi di Bali. Melalui kerja sama ini, kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi maupun masyarakat,” ujarnya.

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Universitas Udayana di Gedung Pascasarjana, Unud, Senin (11/5).

Sementara itu, Rektor Unud, Prof. I Ketut Sudarsana, menyambut baik penandatanganan dokumen kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Unud memiliki visi yang sama dengan ISI BALI dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul di Bali dan Indonesia.

Ia berharap kerja sama yang diperbarui ini dapat mendorong peningkatan berbagai kegiatan akademik dan pengembangan institusi yang berdampak langsung terhadap kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan berbagai kegiatan yang produktif dan inovatif, sehingga dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing serta berkontribusi bagi pembangunan Bali dan Indonesia,” ungkapnya. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI–UNHI Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi Berdampak

ISI BALI–UNHI Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi Berdampak

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.

Rektor Institut Seni Indonesia Bali menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor Universitas Hindu Indonesia, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., pada Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama kedua perguruan tinggi dalam bidang tridharma perguruan tinggi berdampak.

Kegiatan penandatanganan disaksikan jajaran Wakil Rektor, Dekan, serta Kepala Biro dari kedua institusi. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa hubungan antara ISI BALI dan UNHI sejatinya telah terjalin sejak lama melalui berbagai bentuk kolaborasi akademik. Menurutnya, sejumlah profesor ISI BALI kerap terlibat sebagai penguji dalam ujian doktor di UNHI, begitu pula akademisi UNHI yang turut berkontribusi dalam kegiatan akademik di ISI BALI. Selain itu, beberapa dosen ISI BALI juga merupakan lulusan program doktor di UNHI.

“Kerja sama ini sesungguhnya sudah berjalan sejak lama melalui hubungan akademik yang baik antardosen dan profesor di kedua institusi. Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat serta memperluas kolaborasi yang telah terbangun,” ujarnya.

Ia berharap nota kesepahaman tersebut dapat membuka lebih banyak ruang kerja sama konkret, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan UNHI, Selasa (28/4) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.

Sementara itu, Rektor UNHI, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh ISI BALI. Ia menilai ISI BALI memiliki banyak keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan institusinya, khususnya dalam aspek tata kelola perguruan tinggi dan penguatan identitas budaya dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang saling menguatkan kedua lembaga. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI dan Badan Pengelola FKSPA Besakih Sepakati Nota Kesepahaman

ISI BALI dan Badan Pengelola FKSPA Besakih Sepakati Nota Kesepahaman

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI, Rabu (22/4).

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama ISI BALI, Komang Sudirga, bersama Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Rektor ISI BALI, Wayan ‘Kun’ Adnyana, Ketua Senat ISI BALI, Ketut Muka, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ketut Garwa, serta Humas FKSPA Besakih, Murdiana Jaya.

Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan potensi kedua belah pihak guna memperoleh hasil maksimal dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kesepahaman ini, ISI BALI dan FKSPA Besakih sepakat mengembangkan berbagai program yang mendukung optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan, pembangunan, serta penguatan sistem di Kawasan Suci Pura Agung Besakih.

Foto: Rektor ISI BALI dan Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih meninjau pameran Parama Paraga di N-CAS ISI BALI, Rabu (22/4).

Rektor ISI BALI, Wayan “Kun” Adnyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pura Agung Besakih merupakan pusat spiritual masyarakat Bali yang memiliki nilai historis, budaya, dan religius yang sangat penting. Oleh karena itu, ISI BALI siap berkontribusi aktif melalui berbagai program akademik dan pengabdian, dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta sumber daya pendukung lainnya.
“Sebagai perguruan tinggi seni, ISI BALI memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga dan menguatkan nilai-nilai budaya serta spiritual yang hidup di masyarakat. Kami siap mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola FKSPA Besakih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi dengan ISI BALI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan dan pengembangan Kawasan Suci Pura Agung Besakih secara berkelanjutan. (ISIBALI/Humas)

Tim Monev SNPMB Pusat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI

Tim Monev SNPMB Pusat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI

Foto: Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog (4 dari kiri) bersama panitia UTBK-SNBT ISI BALI di Gedung Desain Hub ISI BALI, Rabu (22/4).

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Pusat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Rabu (22/4). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Desain HUB ISI BALI sebagai salah satu pusat pelaksanaan UTBK tahun 2026.

Tim Monev SNPMB Pusat yang hadir diwakili oleh R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog. Kedatangannya disambut oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) ISI BALI Dr. Made Bayu Pramana, Kepala UPA TIK Agus Ngurah Arya Putraka, M.Sn, Kepala Bagian Akademik Ketut Adi Sugita, MM, serta jajaran panitia UTBK-SNBT ISI BALI.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan bertepatan dengan hari kedua pelaksanaan UTBK-SNBT, pada sesi 3 dan 4. Tim Monev memulai peninjauan dari ruang sekretariat UTBK-SNBT di lantai satu, kemudian berlanjut ke ruang ujian 1A hingga 1D di lantai yang sama, serta meninjau ruang ujian di lantai tiga dan empat.

Foto: Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog (2 dari kanan) meninjau pelaksanaan UTBK-SNBT ISI BALI di Gedung Desain Hub ISI BALI, Rabu (22/4).

Dalam proses monev, tim memastikan seluruh aspek pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan. Beberapa hal yang menjadi fokus peninjauan meliputi ketersediaan pasokan listrik dan kestabilan jaringan internet, kondisi perangkat komputer yang digunakan peserta, serta kelengkapan fasilitas penunjang di setiap ruang ujian.

Selain itu, tim juga mengevaluasi alur masuk peserta ujian, mulai dari proses pemeriksaan identitas, pemindaian menggunakan metal detector, penyimpanan barang bawaan, hingga peserta menempati tempat duduk di ruang ujian. Kondisi ruang server turut menjadi perhatian guna memastikan sistem berjalan optimal tanpa kendala teknis.

Tim Monev SNPMB Pusat, R. Urip Purwono, Ph.D., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya penjaminan mutu (quality assurance) pelaksanaan UTBK-SNBT di seluruh pusat ujian. “Sejauh ini, pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI berjalan lancar. Tidak ditemukan hal-hal yang menyimpang, dan fasilitas yang digunakan sudah memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi ISI BALI, Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana, menyambut baik pelaksanaan monev dari Panitia SNPMB Pusat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan UTBK-SNBT di ISI BALI.

“Monitoring ini sangat membantu kami untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan lancar,” ungkapnya.

Dengan hasil monitoring yang menunjukkan pelaksanaan berjalan baik, ISI BALI terus berupaya menjaga konsistensi mutu layanan sebagai pusat UTBK-SNBT, sekaligus mendukung terselenggaranya seleksi nasional yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.

Sebagai informasi, ISI BALI kembali menjadi salah satu Pusat UTBK-SNBT Tahun 2026. Pelaksanaan UTBK di ISI BALI berlangsung secara terpusat di Gedung Desain HUB pada 21-27 April 2026.

Selama tujuh hari pelaksanaan, UTBK di ISI BALI melayani 3608 peserta yang terbagi ke dalam 13 sesi ujian. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, ISI BALI telah menyiapkan 10 laboratorium komputer dengan total 330 unit perangkat komputer.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 289 dosen dan tenaga kependidikan ISI BALI dilibatkan. Mereka bertugas di berbagai posisi strategis, mulai dari petugas monitoring dan evaluasi, admin server, teknisi IT ruang, penanggung jawab ruang, pengawas, petugas kesehatan, admin teknis, hingga teknisi listrik. Selain itu, pelaksanaan UTBK juga didukung oleh petugas keamanan dan kebersihan untuk memastikan lingkungan ujian tetap kondusif.(ISIBALI/Humas)

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Sambut Pemanfaatan Gedung Baru, ISI BALI Gelar Upacara Mecaru hingga Mapadagingan

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melaksanakan upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan pada Sabtu (4/4) bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung) di lingkungan kampus ISI BALI. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus.

Adapun bangunan yang diupacarai meliputi Gedung Jineng, Bencingah Agung, Candi Nretya Mandala, Tugu Nama, Gedung Natya Mandala, dan Gedung Gede Manik. Dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan ISI BALI bersama-sama mengikuti jalannya upacara yang berlangsung khidmat.

Foto: Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.


Pelaksanaan Mecaru dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam sekala maupun niskala di lingkungan kampus. Selanjutnya, upacara Mlaspas dan Pasupati dilaksanakan untuk menyucikan serta memohonkan kekuatan spiritual bagi bangunan-bangunan yang akan digunakan sebagai ruang aktivitas akademik, kesenian, dan pelayanan di ISI BALI. Sementara itu, Mapadagingan menjadi simbol pengisian dan penghidupan bangunan agar siap difungsikan.

Foto: Ayahan Tari Baris Gede oleh mahasiswa ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

Rangkaian upacara juga diiringi dengan berbagai ayahan seni yang dihaturkan oleh sivitas akademika ISI BALI. Mahasiswa ISI BALI menghaturkan Konser Gamelan Ritus, Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede, dan Topeng Wali sebagai bagian dari persembahan sakral dalam upacara.

Selain itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) ISI BALI turut menghaturkan Tari Rejang Nata Hita. Penampilan tersebut menambah kekhidmatan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan seluruh unsur kampus dalam mendukung pelaksanaan upacara. (ISIBALI/Humas)

Foto: Ayahan Tari Rejang Nata Hita oleh DWP ISI BALI dalam Upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan, Sabtu (4/4) di kampus ISI BALI.

Prof. Kun Adnyana Tampilkan Refleksi 20 Tahun Berkarya dalam Pameran “Parama Paraga”

Prof. Kun Adnyana Tampilkan Refleksi 20 Tahun Berkarya dalam Pameran “Parama Paraga”

Foto: Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana,B.Sc meninjau Pameran Retrospektif Seni Lukis Kontemporer “Parama Paraga” di Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI pada Rabu (25/3).

Perjalanan panjang seni rupa kontemporer terangkum dalam Pameran Retrospektif Seni Lukis Kontemporer “Parama Paraga” karya perupa sekaligus Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana, yang digelar di Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI pada Rabu (25/3) sore.

Pameran ini merupakan inisiatif personal Prof. Kun Adnyana yang menampilkan refleksi perjalanan artistiknya selama lebih dari dua dekade. Pameran yang dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya menyajikan 88 karya yang memperlihatkan transformasi visual dari eksplorasi bentuk tubuh hingga berkembang menuju komposisi abstrak berbasis garis dan warna.

Dalam momentum pembukaan, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana,B.Sc turut hadir dan meninjau langsung karya-karya yang ditampilkan. Kehadiran Menteri Pariwisata juga menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Kalangan Widya Mahardika V, yang berlangsung di lingkungan kampus ISI BALI.

Foto: Pameran Retrospektif Seni Lukis Kontemporer “Parama Paraga” karya Prof. Kun Adnyana di Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI pada Rabu (25/3).

Dalam keterangannya, Prof. Kun Adnyana menegaskan bahwa “Parama Paraga” merupakan proses panjang yang merekam dinamika pencarian artistik yang terus berkembang. “Ini adalah proses panjang, lebih dari 20 tahun, dari eksplorasi tubuh hingga menjadi komposisi warna yang murni, dengan garis sebagai basis utama,” ungkapnya.

Guru Besar Bidang Sejarah Seni ini juga mengaitkan pameran dengan semangat Kalangan Widya Mahardika V yang mengusung tema “Kirtya Jnana Kawiya”, sebagai upaya menggali dan memuliakan pengetahuan melalui praktik berkesenian.

Sebagai ruang seni yang berada di lingkungan kampus, Nata-Cita Art Space (N-CAS) ISI BALI menjadi wadah strategis dalam menghadirkan praktik seni rupa kontemporer kepada publik sekaligus memperkuat ekosistem akademik. Kehadiran pameran tunggal ini turut memperlihatkan peran ganda Prof. Kun Adnyana, tidak hanya sebagai pimpinan institusi, tetapi juga sebagai seniman yang aktif berkarya.

Prof. Kun Adnyana menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi “pesta seni akademika” yang mendorong dosen dan mahasiswa untuk berani tampil di panggung global. “Pariwisata berbasis budaya adalah fondasi penting dalam memajukan seni dan budaya Bali. Karena itu, kami menghadirkan Ibu Menteri Pariwisata sebagai bagian dari sinergi antara dunia seni dan pariwisata,” tegasnya.

Menpar Widiyanti Putri Wardhana,B.Sc memberikan apresiasi khusus terhadap pameran karya Prof. Kun Adnyana yang dinilai memiliki kekuatan artistik dan keragaman tema. Menurutnya, karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memperkaya narasi budaya Bali di tengah perkembangan seni kontemporer.

Pameran “Parama Paraga” dijadwalkan berlangsung hingga 4 Mei mendatang dan terbuka untuk publik sebagai ruang apresiasi terhadap perjalanan panjang seorang perupa dalam merespons perkembangan seni rupa kontemporer. (ISIBALI/Humas)

Loading...