
Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana sebagai pembicara dalam simposium internasional Sea-ing The Land: Nyegara Gunung, 21-28 September 2026 di Herbert F. Johnson Museum of Art, Cornell University.
The Southeast Asia Program (SEAP) Cornell University, Amerika Serikat mengundang Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana sebagai pembicara dalam simposium internasional Sea-ing The Land: Nyegara Gunung, 21-28 September 2026. Acara simposium dilaksanakan di Herbert F. Johnson Museum of Art, Cornell University.
Prof. Kun Adnyana membawakan presentasi berjudul Nyegara Gunung: Flowing Lines and The Metaphor of The Vessel, yang membahas ikonografi berbasis artistik garis tentang air dan ombak dalam beragam stilistika rupa seni lukis Bali. Simposium dipandu profesor sejarah seni Asia Tenggara, Prof. Dr. Kaja Maria McGowan.
Selain Prof. Kun Adnyana, dosen ISI Bali yang juga Koordinator Prodi Teater, Dr. I Gusti Sudarta diundang untuk menampilkan pertunjukan Wayang Plastik serangkaian acara simposium dimaksud. Dr. Sudarta berkolaborasi dengan profesor musik, Prof. Christopher J. Miller dan komposer Peni Candra Rini. Pertunjukan disambut antusias masyarakat kampus dan juga alumni Cornell University, di kota Itacha, New York.
Karya “Victory of Sailing” Prof Kun Adnyana Dikoleksi Museum Cornell
Selain presentasi makalah, karya Prof. Kun Adnyana berjudul “Victory of Sailing”, ukuran 140 x 160 Cm, tinta cina dan acrylic pada kanvas dipilih menjadi koleksi tetap Herbert F. Johnson Museum of Art, Cornell University, berdampingan dengan 40.000 karya seni rupa dan visual maestro dunia berbagai Negara, antara lain pematung Alberto Giacometti (1901-1966), dan pelukis Agostino Brunias (1730-1796). Momentum undangan sebagai narasumber simposium, dimanfaatkan juga oleh Rektor ISI BALI Prof. Kun Adnyana untuk membahas kerja sama antara ISI BALI dengan SEAP Cornell University. Prof. Kun Adnyana bersama Direktur SEAP, Prof. Eric Tagliacozzo, telah menyepakati beberapa program, di antaranya mahasiswa peserta SEAP ke depan dapat mengikuti program internasional ISI BALI, termasuk visiting profesor kedua perguruan tinggi.










