M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

B-GAAD’s Leader Summit Tetapkan Bali’s Perspectives

Nov 3, 2026 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Bali-Global Art and Design Symposium (B-GADS) 2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, Kamis, 29 Oktober 2026

Leader Summit serangkaian B-GAAD III Tahun 2026, digelar Selasa, 27 Oktober 2026 di Ruang Sabha Citta Mahottama, Gedung Desain Hub, ISI BALI diikuti 12 pimpinan atau perwakilan perguruan tinggi seni dan desain Asia-Pasifik, serta 18 jajaran pimpinan ISI BALI. Leader Summit berlangsung hangat dan penuh antusias dengan beragam pandangan, berhasil melahirkan Bali’s Perspectives yang merupakan aktualisasi dari lima visi B-GAAD, Panca Mahadharma:

  1. Pendidikan tinggi seni dan desain merupakan pembelajaran holistik yang mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman, dan daya kreatif. Inisiatif mobilitas dalam berbagai bentuk, termasuk program gelar ganda (double degree), yang menghubungkan mahasiswa dan dosen seni dan desain dengan beragam budaya lokal, medan seni dan desain, serta jejaring lintas negara di kawasan Asia-Pasifik, merupakan hal yang sangat fundamental. Inisiatif mobilitas (mobility program) menjadi elemen strategis dalam memperkuat kualitas dan reputasi pendidikan seni dan desain hari ini.
  2. Kreativitas dan inovasi seni dan desain harus menempatkan seniman atau desainer sebagai pencipta utama, olah tangan dan jiwa tetap menjadi unsur hakiki dalam proses penciptaan. Teknologi kecerdasan buatan (AI) atau bentuk kecanggihan teknologi lainnya tetaplah diposisikan sebagai piranti kreatif. Pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana dengan tetap memastikan bahwa keutamaan penciptaan tetap menghubungkan spirit pencipta dengan makna budaya.
  3. Secara hakekat, seni dan desain dicipta untuk masyarakat. Kami sepenuhnya memahami bahwa budaya lokal merupakan sumber utama kreativitas, sekaligus sumber inspirasi yang terbuka bagi berbagai pengembangan baru, yang harus senantiasa dilakukan dengan penghormatan setinggi-tingginya terhadap budaya lokal yang telah ada.
  4. Relevansi cipta/kaji seni-desain dalam konservasi lingkungan alam menuntut sinergi dengan penelitian ilmiah. Keutamaan dan keunikan cipta/kaji seni dan desain adalah mengajukan pertanyaan serta menawarkan perspektif baru yang lahir dari imajinasi dan spirit cipta. Relevansi cipta/kaji seni-desain dalam menumbuhkan kebersamaan global tentang kepedulian pada alam, memungkinkan terwujudnya keragaman masa depan yang lebih baik.
  5. B-GAAD diyakini menjadi platform strategis sekaligus wadah pertemuan dan pertukaran gagasan bagi perguruan tinggi seni dan desain di berbagai institusi kawasan Asia-Pasifik. Platform ini didedikasikan untuk menjembatani tradisi dengan inovasi, serta teknologi dengan jiwa kemanusiaan, demi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Butir-butir dalam Bali’s Perspectives terefleksikan pada Bali-Global Art and Design Symposium (B-GADS). Seluruh pembicara kunci dan pembicara undangan menyodorkan data lapangan dan perspektif analitik sebagaimana ditengarai dalam pembahasan pembentukan butir-butir Bali’s Perspectives pada B-GAAD’s Leader Summit.

B-GADS mengahadirka 18 pembicara terpilih, dua pembicara utama sebagai pemantik, yakni Presiden Phetcaburi Radjabhat University, Thailand, Assoc. Prof. Dr. Phatcharasak Arlai dan Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Anyana. B-GADS dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama. Adapun pembicara undangan lainnya terdiri dari: Professor Ye Eun Lee (Dongduck Women’s University) dan Professor Min Seol (Sungkyunkwan University), Korea Selatan, Prof. Jaygo Bloom (LASALLE College of the Arts), Singapura, Prof. Jeremy Grimshaw (Brigham Young University), USA, Assoc. Prof Suzlee Ibrahim (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA), Prof. Azril Ismail (School of Postgraduate Studies, UCYP University), dan Ts. Dr. Ellyana Mohd Muslim Tan (Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Prof. Justin DeHart (University of Canterbury), New Zealand, Prof. Masaru Nakamoto (Okinawa Prefectural University of Arts (OPUA), Japan, Prof. Ying-fen Wang (Graduate Institute of Musicology, National Taiwan University), Taiwan. Sementara, representasi Bali-Indonesia, tampil Pendiri Agung Rai Museum of Art (ARMA) Anak Agung Gde Rai, dan General Affairs Neka Art Museum (NAM) Pande Made Amarysti Kardi, B.Sc. Delegasi ISI BALI, yakni Dr. Made Kartawan, Dr. Anak Agung Ngurah Anom Mayun Konta Tenaya, Dr. Ida Ayu Wayan Arya Satyani, dan Dr. Made Jodog.

Categories

Loading...