M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Jalin Simpul Kreativitas, DKV ISI BALI Sambut Kunjungan Studi Ekskursi UNU Pasuruan

Jalin Simpul Kreativitas, DKV ISI BALI Sambut Kunjungan Studi Ekskursi UNU Pasuruan

DENPASAR – Dalam semangat kolaborasi akademik dan penguatan jejaring kreatif, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) BALI menerima kunjungan studi ekskursi dari Program Studi DKV, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan pada Jumat, 9 Januari 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempertautkan visi pendidikan desain antara kedua institusi.

Penyambutan Hangat dan Penjajakan Strategis

Rombongan yang terdiri dari 70 mahasiswa dan 10 dosen pendamping dari UNU Pasuruan disambut hangat oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD ISI BALI, Dr. Ni Luh Desi In Diana Sari, M.Sn. Di bawah suasana yang penuh keakraban, delegasi UNU Pasuruan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III, Dr. Amidatus Sholihat Jamil, didampingi Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Senjaya Machfudi Zulkif, M.I.Kom., Ketua Prodi Kharisma Nanda Zenmira, S.Pd., M.Sn, dan seluruh jajaran dosen DKV UNU Pasuruan.

Pertemuan ini dirangkai dengan diskusi mendalam mengenai penjajakan kerja sama strategis di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah komitmen peningkatan kualitas akademik melalui pertukaran penulis dalam jurnal ilmiah, yang diharapkan mampu memperkaya literatur desain dan memperluas cakrawala pemikiran para akademisi di kedua belah pihak.

Kuliah Tamu: Membedah Esensi Penjenamaan Bali

Menambah bobot akademik dalam kunjungan ini, diselenggarakan sesi kuliah tamu bertajuk “Penjenamaan Bali”. Materi ini disampaikan secara komprehensif oleh Koordinator Program Studi DKV ISI BALI, Gede Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn. Dalam paparannya, Bayu Segara membahas bagaimana elemen budaya Bali dikelola melalui pendekatan desain komunikasi visual sehingga mampu menciptakan identitas wilayah yang kuat secara global. Mahasiswa UNU Pasuruan tampak antusias menyelami strategi di balik estetika visual Bali yang selama ini menjadi rujukan desain berbasis kearifan lokal.

Simbolisme Kerja Sama dan Apresiasi Karya

Sebagai bentuk komitmen atas keterbukaan peluang kerja sama di masa depan, acara dilanjutkan dengan prosesi pertukaran cenderamata. Pertukaran ini menjadi simbolisasi ikatan persahabatan serta harapan akan tumbuhnya sinergi yang berkelanjutan.

Kegiatan studi ekskursi ini kemudian diakhiri dengan kunjungan langsung ke lingkungan Program Studi DKV ISI BALI. Para peserta diajak melihat secara dekat karya mahasiswa yang merupakan luaran dari berbagai mata kuliah unggulan.

Kunjungan ini ditutup dengan kesan yang mendalam, meninggalkan jejak keakraban yang menjadi landasan kuat bagi kolaborasi-kolaborasi transformatif di masa mendatang.

Workshop SEVIMA: Meningkatkan Pemahaman Kurikulum Outcome Based Education untuk Kampus Menuju Kelas Dunia

Workshop SEVIMA: Meningkatkan Pemahaman Kurikulum Outcome Based Education untuk Kampus Menuju Kelas Dunia

Foto: Kegiatan Workshop Sevima di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (6 November 2025

Pada tanggal 6 November 2025, SEVIMA (Sistem Evaluasi dan Informasi Manajemen Akademik) menyelenggarakan sebuah workshop bertajuk “From Outcome to Outshine: Kupas Tuntas Kurikulum Outcome Based Education untuk Memimpin Kampus Menuju Kelas Dunia”. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), yang dirancang untuk memenuhi standar akreditasi nasional dan internasional di dunia pendidikan tinggi.

Peserta dan Tujuan Workshop

Workshop ini diikuti oleh 294 peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni menyampaikan informasi terbaru tentang penyusunan kurikulum berbasis OBE, memberikan pemahaman mengenai aplikasi yang diproduksi oleh SEVIMA untuk mendukung efisiensi administrasi akademik, serta menyediakan ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai penggunaan teknologi dalam pendidikan.

Materi yang Disampaikan

Beberapa materi utama yang dibahas dalam workshop ini meliputi pengenalan kurikulum OBE, yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan global. Para peserta juga diperkenalkan dengan SEVIMA, sebuah platform yang membantu institusi pendidikan dalam mengelola data akademik secara efisien. Fitur-fitur utama SEVIMA, termasuk sistem informasi akademik, pengelolaan nilai, serta pendaftaran mata kuliah, turut dijelaskan, dengan penekanan pada keunggulan penggunaan platform ini dalam meningkatkan akurasi dan kecepatan pengelolaan data.

Selain itu, sesi studi kasus dan best practices memberikan contoh penerapan SEVIMA di berbagai perguruan tinggi. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar kendala yang mereka hadapi dalam implementasi teknologi pendidikan.

Manfaat yang Diperoleh

Workshop ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan data akademik. Peserta merasa lebih siap untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, baik dalam konteks kurikulum OBE maupun penggunaan platform SEVIMA. Diskusi yang dilakukan membuka perspektif baru dalam pemecahan masalah administrasi akademik di perguruan tinggi.

Beberapa manfaat yang didapatkan antara lain adalah pemahaman lebih dalam mengenai kurikulum OBE dan fitur-fitur SEVIMA yang mendukung efisiensi kerja, serta kesempatan untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang institusi yang berbeda.

Workshop ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman tentang penggunaan teknologi dalam manajemen administrasi akademik. SEVIMA terbukti menawarkan solusi efektif untuk perguruan tinggi dalam mengelola data akademik secara lebih efisien. Sebagai hasil dari workshop ini, peserta merasa lebih siap untuk mendorong implementasi kurikulum OBE dan sistem manajemen berbasis teknologi di kampus mereka.

Tri Angga ISI BALI Diresmikan, Pangurip Mantapkan Identitas Kelembagaan

Tri Angga ISI BALI Diresmikan, Pangurip Mantapkan Identitas Kelembagaan

Foto: Pangurip Tri Angga bertajuk “Charma-Samasta-Chandika”, Rabu (31/12) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Transformasi Institut Seni Indonesia Denpasar menjadi Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) memasuki babak peneguhan identitas. Melalui Pangurip Tri Angga bertajuk “Charma-Samasta-Chandika” yang digelar Rabu (31/12) di kampus setempat, ISI BALI secara resmi menghidupkan Lambang, Himne, dan Mars sebagai simbol kepribadian dan spirit baru perguruan tinggi seni negeri di Bali.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana dalam sambutannya, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak sejarah penting bagi ISI BALI. Setelah transformasi kelembagaan dari ISI Denpasar menjadi ISI BALI dan pengundangan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 28 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja ISI BALI, transformasi ini digenapi dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 50 Tahun 2025 tentang Statuta Institut Seni Indonesia Bali yang diundangkan pada 24 Desember 2025.

Prof. Kun Adnyana menerangkan statuta ISI BALI menjadi landasan fundamental yang menata secara resmi Lambang, Himne, dan Mars ISI BALI sebagai Tri Angga, tiga atribut agung kelembagaan sekaligus spirit ISI BALI.  “Hari ini momentum kita menyemai Pangurip Tri Angga ISI BALI. Ketiga penanda kesejatian kepribadian insani, mewujud benderang lentera idea, cipta, dan karya, serta derma Tridharma lintas masa, ujar Guru Besar Sejarah Seni ini.

Foto: Pangurip Tri Angga bertajuk “Charma-Samasta-Chandika”, Rabu (31/12) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Lambang Nretya atau Nritya Siwa Nataraja, merupakan simbol abadi yang disematkan sedini ISI Bali bernama ASTI Denpasar. Ragarupa lambang ditransformasi dalam gubah artistika dan stilistika kekinian nilai ISI BALI. Kesejatian nilai ISI BALI, berikut penghayatan pengalaman memulia kampus tercinta ini, menjadi mula rima dan puitika keagungan Himne ISI BALI. Keluhuran nilai Indonesia, digelora raya dalam Mars ISI BALI.

Selain penguatan identitas kelembagaan, Rektor juga memaparkan capaian strategis ISI BALI sepanjang 2025. ISI BALI meraih predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT, serta akreditasi Unggul untuk Program Studi Magister Desain dan Program Studi Doktor Seni. Capaian tersebut diperkuat dengan keberhasilan ISI BALI meraih tiga Anugerah Diktisaintek 2025, masing-masing Gold Winner Kerja Sama dengan Industri, Silver Winner Unit Layanan Terpadu, dan Bronze Winner Kerja Sama Internasional.

Kegiatan Pangurip Tri Angga ISI BALI turut dihadiri berbagai unsur penting. Gubernur Bali hadir melalui perwakilan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dr. I Gede Arya Sugiartha. Selain itu, acara dihadiri anggota Dewan Pertimbangan ISI BALI, Ketua dan anggota Senat ISI BALI, jajaran Wakil Rektor, Dekan, pimpinan unit kerja, dosen dan tenaga kependidikan, Ketua dan jajaran DWP ISI BALI, insan pers, seniman, budayawan, tokoh masyarakat, mitra strategis, serta sivitas akademika ISI BALI.

Mewakili Gubernur Bali, Prof. Dr. Gede Arya Sugiartha dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran Tri Angga ISI BALI tidak sekadar menghadirkan simbol institusi. Menurutnya, Pangurip Tri Angga merupakan tonggak penting dalam peneguhan identitas kebudayaan Bali sebagai pulau yang ajeg dan berbudaya.

“Tri Angga ISI BALI adalah bagian dari upaya menjaga Bali sebagai pulau yang ajeg, bebudaya, dan berkepribadian. Ini bukan hanya milik institusi, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai kebudayaan Bali,” ujarnya.

Prof. Arya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ISI BALI atas pelaksanaan Pangurip Tri Angga. Ia berharap Lambang, Himne, dan Mars ISI BALI senantiasa menjadi sumber inspirasi, penguat jati diri, serta pendukung identitas kebudayaan Bali di tingkat nasional maupun global.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ISI BALI juga menetapkan Resolusi 2026 sebagai Tahun Gerakan Koleksi Seni-Desain, sekaligus menganugerahkan Penghargaan Sewaka Nata Kerthi Nugraha 2025 kepada tiga seniman maestro, yakni Dra. I G.A. Susilawati (Seniman Tari Bali), I Made Sukanta Wahyu (Seniman Patung), dan I Nyoman Subrata (Seniman Drama Gong), atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memuliakan seni dan budaya. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Inagurasi Empat Guru Besar Penciptaan Seni

ISI BALI Inagurasi Empat Guru Besar Penciptaan Seni

Foto : Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana dan Ketua Senat ISI BALI Prof. Dr. Ketut Muka bersama empat Guru Besar Anyar ISI BALI dalam Sidang Senat Terbuka Inagurasi dan Sapa Publik Guru Besar bertajuk “Karma-Citta-Waskita”, Selasa (30/12) di kampus setempat.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menutup penghujung tahun 2025 dengan capaian strategis melalui pengukuhan empat Guru Besar anyar dalam Sidang Senat Terbuka Inagurasi dan Sapa Publik Guru Besar bertajuk “Karma-Citta-Waskita”, Selasa (30/12). Momentum ini menjadi penanda kuat konsistensi ISI BALI dalam memperkuat mutu akademik dan daya saing global di bidang seni dan desain.

Empat Guru Besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Rai Remawa, M.Sn. (Desain Interior dan Arsitektur), Prof. Dr. I Ketut Suteja, SST., M.Sn. (Penciptaan Seni), Prof. Dr. I Wayan Setem, S.Sn., M.Sn. (Penciptaan Seni Rupa), serta Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn. (Penciptaan Seni Rupa Kriya). Keempatnya merupakan generasi pertama Guru Besar jalur Penciptaan Seni di ISI BALI.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan bahwa pengukuhan ini melengkapi rangkaian capaian penting ISI BALI sepanjang 2025, setelah transformasi kelembagaan dari ISI Denpasar menjadi ISI BALI serta diraihnya akreditasi Unggul institusi dan sejumlah program studi. Menurutnya, pengukuhan Guru Besar di akhir tahun menjadi refleksi keberhasilan pengelolaan mutu akademik yang berkelanjutan.

“Penghujung tahun 2025 menjadi momentum penuh makna bagi ISI BALI. Pengukuhan empat Guru Besar ini menegaskan kematangan institusi sekaligus kesiapan kami berkompetisi di tingkat global,” ujar Rektor.

Dengan tambahan empat Profesor tersebut, ISI BALI pada 2025 telah memenuhi rasio 10 persen Guru Besar, yakni 23 profesor dari 231 dosen tetap, tertinggi di antara seluruh perguruan tinggi seni di Indonesia. Capaian ini turut berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik dan minat calon mahasiswa, khususnya pada jenjang pascasarjana dan doktoral.

Selain penguatan sumber daya akademik, sepanjang 2025 ISI BALI juga meraih Anugerah Diktisaintek 2025 dengan capaian Gold Winner Kerja Sama Industri, Silver Winner Unit Layanan Terpadu, serta Bronze Winner Kerja Sama Internasional. Di tingkat global, ISI BALI menginisiasi Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II yang melahirkan deklarasi pembentukan The Asia Pacific’s Axis of Arts and Design Higher Education Network.

Acara inagurasi di penghujung tahun ini dihadiri Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, SH., Anggota Dewan Pertimbangan ISI BALI, Ketua dan Anggota Senat ISI BALI, jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan ISI BALI, seniman, budayawan, tokoh masyarakat, serta keluarga para Guru Besar. Kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial ISI BALI.

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, SH., yang hadir mewakili Bupati Gianyar, menyampaikan sambutan dan apresiasi atas capaian ISI Bali. Ia menyatakan kebanggaannya karena keempat Guru Besar anyar memiliki talian kuat dengan Kabupaten Gianyar. Dua di antaranya, Prof. Anak Agung Gede Rai Remawa dan Prof. I Wayan Suardana, merupakan putra asli Gianyar. Sementara Prof. I Ketut Suteja memperistri gadis Gianyar, dan Prof. I Wayan Setem memilih berdomisili di Gianyar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gianyar, kami merasa bangga karena para Guru Besar yang hari ini dikukuhkan memiliki ikatan kultural dan emosional dengan Gianyar. Ini menjadi kebanggaan daerah sekaligus inspirasi bagi generasi muda Gianyar,” ujar Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Gianyar.

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap para Guru Besar dapat terus berkontribusi melalui pemikiran, riset, dan karya seni yang berdampak bagi pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta pembangunan berbasis kebudayaan. Sinergi antara ISI Bali dan pemerintah daerah diharapkan semakin erat dalam memajukan seni, budaya, dan ekonomi kreatif Bali,

Dalam Sidang Senat Terbuka tersebut, masing-masing Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah yang mencerminkan kepakaran dan kontribusi keilmuannya. Prof. Rai Remawa membahas orientasi estetik interior dan arsitektur tradisional Bali di Polandia, Prof. Suteja mengangkat konsep Tattwa Jnana dalam penciptaan seni pertunjukan, Prof. Setem memaparkan seni ekologis sebagai media kampanye lingkungan berkelanjutan, sementara Prof. Suardana memperkenalkan metode inovatif penciptaan seni kriya berbasis Tri Prakara Sapta Krama. (ISIBALI/Humas)

Perluas Jejaring Global, ISI BALI–University of Canterbury Sepakati Perjanjian Kerja Sama

Perluas Jejaring Global, ISI BALI–University of Canterbury Sepakati Perjanjian Kerja Sama

Foto: Penandatanganan MoU ISI BALI dengan University of Canterbury (UC), Jumat (19/12) di kampus UC, Christchurch, Selandia Baru.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan University of Canterbury (UC), Christchurch, Selandia Baru, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Jumat (19/12) di kampus UC.

MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Komang Sudirga, bersama Executive Dean of Faculty of Arts University of Canterbury, Prof. Dr. Kevin Watson. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh perwakilan Urusan Kerja Sama Internasional UC, Monique van Veen dan Sakinah Tuan Besar.

Foto: Penandatanganan MoU ISI BALI dengan University of Canterbury (UC), Jumat (19/12) di kampus UC, Christchurch, Selandia Baru.

Kerja sama yang disepakati mencakup pengembangan bidang musik dan gamelan, serta lingkup desain digital, meliputi digital screening, sistem tata suara (sound system), dan animasi. Selain itu, MoU ini juga membuka peluang perluasan program pertukaran dosen dan mahasiswa antara kedua institusi.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ISI BALI dan University of Canterbury melaksanakan workshop gamelan Gong Kebyar, kegiatan benchmarking laboratorium digital screening, serta peninjauan ruang sinema di lingkungan UC.

Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi gerbang penguatan kemitraan strategis antarperguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia Pasifik. “Termasuk penguatan Bali-Axis of Arts and Design (B-GAAD) sebagai melting pot inovasi global universitas yang tergabung dalam Poros Perguruan Tinggi Seni dan Desain Asia Pasifik (The Asia-Pasific Axis of Arts and Design Higher Education) yang diinisiasi ISI BALI sejak 2024”. Menindaklanjuti kerja sama tersebut, profesor musik University of Canterbury, Prof. Justin DeHart, juga memberikan workshop kepada mahasiswa Program Studi Musik ISI BALI pada Selasa (23/12) di Gedung Candrametu, Kampus ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Raih Tiga Penghargaan Anugerah Diktisaintek

ISI BALI Raih Tiga Penghargaan Anugerah Diktisaintek

Foto: Penyerahan Pengahrgaan Anugerah Diktisaintek, Jumat (19/12) di Jakarta.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) berhasil meraih tiga penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025. Penghargaan yang diperoleh, yakni Gold Winner untuk Anugerah Kerjasama Diktisaintek, Kategori Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker), Sub Kategori PTN dengan Kerja Sama Industri Terbaik, dan Bronze Winner untuk Sub Kategori PTN dengan Kerja Sama Internasional Terbaik. Satu lagi, Silver Winner untuk Anugerah Humas Diktisaintek, Kategori PTN Satker, Sub Kategori Unit Layanan Terpadu.

Penghargaan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISI BALI, Dr. Made Jodong didampingi Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerjasama, Dr. Komang Arba Wirawan, Jumat (19/12) di Jakarta.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim kerja sama dan layanan terpadu atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus memacu kinerja secara seksama dan berkelanjutan, seiring semakin ketatnya persaingan antar perguruan tinggi untuk menjadi yang terbaik.

Seperti diketahui, Anugerah Diktiristek 2025 merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Penghargaan ini mencakup Anugerah Prioritas Nasional, Mitra Kerja Sama, Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sumber Daya, Kelembagaan, Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Jurnalis dan Media.

Penghargaan diberikan kepada pemangku kepentingan dari perguruan tinggi, LLDIKTI, jurnalis, media, dan mitra (kementerian, lembaga, serta dunia usaha dan dunia industri) yang telah meraih pencapaian tertinggi dan berkontribusi dalam mendukung implementasi transformasi pendidikan MBKM, IKU, dan Matching Fund. (ISIBALI/Humas)

Loading...