M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Mahasiswa ISI BALI Antusias Ikuti Workshop Cetak Grafis

Mahasiswa ISI BALI Antusias Ikuti Workshop Cetak Grafis

*Hadirkan Dosen University of Western Australia, Prof. Paul Trinidad sebagai Narasumber

Foto: Workshop Cetak Grafis di Gedung Citta Kelangen Lt. 2 ISI BALI, Rabu (29/10).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyelenggarakan Bali-Global Encounter Figure (B-GEF) #2: Workshop Cetak Grafis di Gedung Citta Kelangen Lt. 2 ISI BALI, Rabu (29/10). Kegiatan ini merupakan rangkaian Event Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II Tahun 2025.

B-GEF merupakan sebuah ruang dialog tentang interrelasi individual dan kolektif, yang dikemas dalam bentuk kolaborasi kreatif antara maestro, seniman, tokoh budaya, atau kritikus melalui format workshop.

Foto: Workshop Cetak Grafis di Gedung Citta Kelangen Lt. 2 ISI BALI, Rabu (29/10).

Pada pelaksanaan B-GEF #2 ini, hadir Prof. Paul Trinidad dari University of Western Australia sebagai narasumber. Ia memperkenalkan teknik cetak tinggi (relief printing) yang diaplikasikan pada media kain dan kaos, memperagakan secara langsung proses pengolesan tinta hingga tahap pencetakan hasil karya.

Workshop ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya Desain Komunikasi Visual, Seni Murni, Kriya, dan Desain Produk ISI BALI. Para peserta tampak antusias mempelajari serta mempraktikkan teknik cetak grafis bersama sang maestro, mendapatkan pengalaman artistik yang memadukan pendekatan tradisional dengan eksplorasi kontemporer. (ISIBALI/HUMAS)

World Cultural Carnaval ISI BALI Pukau Delegasi Luar Negeri B-GAAD II

World Cultural Carnaval ISI BALI Pukau Delegasi Luar Negeri B-GAAD II

*Refleksikan Tema Mitos dan Memori

Foto: Jajaran Pimpinan ISI BALI dan Delegasi B-GAAD II bersama seluruh kontingen World Cultural Carnaval ISI BALI, Selasa (28/10) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

World Cultural Carnaval yang menjadi bagian dari rangkaian Bali–Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II Tahun 2025 sukses memukau para delegasi luar negeri yang hadir di Kampus Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Selasa (28/10). Pawai seni lintas disiplin ini menampilkan kekayaan mitologi, kreativitas, dan daya cipta mahasiswa dari seluruh program studi di ISI BALI, yang dirangkai dalam tema besar “Tutur–Bhuwana–Tuwuh” (Myths–World–Memories).

Digelar seusai apel peringatan Hari Sumpah Pemuda, karnaval dimulai dari depan Gedung Lata Mahosadhi menuju area Desain Hub, berlanjut ke selatan Fakultas Seni Rupa dan Desain, dan kembali ke titik awal. Sepanjang rute, para peserta menampilkan parade busana tematik, tari, teater, musik, dan properti artistik yang mencerminkan identitas masing-masing program studi. Panggung kehormatan di depan Gedung Desain Hub menjadi pusat perhatian, tempat seluruh kontingen menampilkan atraksi utama di hadapan Rektor, pimpinan perguruan tinggi, mitra, dan tamu-tamu internasional B-GAAD.

Foto: Jajaran Pimpinan ISI BALI dan Delegasi B-GAAD II menyaksikan World Cultural Carnaval ISI BALI, Selasa (28/10) di Bencingah Gedung Desain Hub ISI BALI.

Sebanyak 16 kontingen andil dalam pergelaran ini, masing-masing menafsirkan tema mitologi dan kosmologi Bali melalui medium seni yang berbeda. Prodi Tari dengan tema Sanghyang yang sakral, Karawitan dengan denting kulkul yang menggema secara live, hingga Pendidikan Seni Pertunjukan yang menampilkan kreativitas kostum Cupak Gerantang.

Kontingen Seni Pedalangan dan Teater memadukan wayang orang dengan body painting, sementara Seni Murni menghadirkan visual memedi-median menggunakan bahan alam. Kriya menonjolkan keanggunan bentuk naga, sedangkan Desain Interior dan Arsitektur menampilkan sosok lelakut (orang-orangan sawah) dalam wujud artistik.

Nuansa perang dan keberanian terasa kuat dari kontingen Musik dan Bisnis Digital melalui tema Genderang Perang dengan iringan alat musik tiup yang dimainkan secara langsung. Sementara itu, Desain Komunikasi Visual memeriahkan suasana dengan tema Mayadenawa disertai bunyi-bunyian khas yang mereka ciptakan sendiri.

Foto: Penampilan Prodi Tari dengan judul Sasanghyangan pada World Cultural Carnaval ISI BALI, Selasa (28/10) di Bencingah Gedung Desain Hub ISI BALI.

Dari sisi visual, Fotografi memukau lewat tema Kalarau dengan permainan cahaya reflektor, Desain Mode menampilkan sosok Dadayangan berambut panjang, dan Produksi Film dan Televisi mengusung Wong Samar dengan kostum kamuflase yang misterius. Tak kalah menarik, Desain Produk hadir dengan kostum berbentuk Bedawang (kura-kura raksasa bersisik), dan Animasi menampilkan parade karakter Tantri bertema hewan.

Kelas pascasarjana turut memeriahkan parade ini, Program Doktor (S3) mengangkat simbol kekuatan Garuda, sementara Program Magister (S2) menampilkan figur Dewi Sri sebagai lambang kesuburan, lengkap dengan properti tirta dan musik live yang anggun.

Setiap kontingen terdiri dari sekitar 20 anggota, termasuk dosen dan mahasiswa, yang menampilkan perpaduan antara fashion, koreografi, properti, dan musik tematik. Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan kekayaan ekspresi artistik sivitas akademika ISI BALI dalam merespons tema besar B-GAAD II yang menautkan antara mitos, dunia, dan kenangan peradaban. (ISI BALI/Humas)

WORKSHOP CETAK TINGGI DKV ISI BALI: “PRAMANA-BHUWANA-KALYANA” — Pengetahuan Dunia, Kemuliaan Semesta

WORKSHOP CETAK TINGGI DKV ISI BALI: “PRAMANA-BHUWANA-KALYANA” — Pengetahuan Dunia, Kemuliaan Semesta

Denpasar, 4 November 2025 — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, menyelenggarakan Workshop Cetak Tinggi bertema “PRAMANA-BHUWANA-KALYANA: Pengetahuan Dunia, Kemuliaan Semesta.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 4 November 2025, pukul 09.00 – 14.00 WITA, di Ruang Cetak, Lab Terpadu ISI Bali, dan diikuti oleh mahasiswa semester 3 Program Studi DKV ISI Bali.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Dekan FSRD ISI Bali, Bapak Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg, serta dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD, Dr. Ni Luh Desi In Diana Sari, S.Sn., M.Sn, narasumber workshop, Bapak Reno Megy Setiawan, dan Koordinator Program Studi DKV ISI Bali sekaligus Ketua Pelaksana acara, Bapak Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn.

Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di Program Studi Desain Komunikasi Visual, khususnya dalam memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap bidang reproduksi grafika. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada teknik cetak tinggi, penggunaan alat dan bahan, serta proses pembuatan karya dengan teknik cukil dan alat cetak manual.

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi DKV ISI Bali, Bapak Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis praktik yang menekankan hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kemanusiaan.


Dijelaskan bahwa tema “Pramana Bhuwana Kalyana” memiliki makna pengetahuan untuk kesejahteraan dan kebaikan semesta. Melalui tema tersebut, proses belajar dan berkarya diharapkan dapat dijalankan sebagai wujud dharma — upaya membangun kesadaran dan kebajikan melalui karya visual.

Disampaikan pula bahwa teknik cetak tinggi mengajarkan kesabaran, ketelitian, dan kepekaan terhadap bentuk serta tekstur. Nilai-nilai tersebut dianggap relevan dengan semangat Pramana Bhuwana Kalyana, yaitu bahwa pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi manfaat lebih luas bagi dunia seni dan masyarakat.


Melalui workshop ini, diharapkan wawasan dan keterampilan mahasiswa dapat semakin berkembang, serta mendorong lahirnya karya-karya desain yang mengangkat nilai budaya dan filosofi lokal dengan makna universal.

B-GAAD Leaders’ Summit 2025 Rumuskan Deklarasi Panca Mahadharma

B-GAAD Leaders’ Summit 2025 Rumuskan Deklarasi Panca Mahadharma

Foto: Pimpinan dan dosen dari perguruan tinggi seni dan desain di Kawasan Asia Pasifik dalam B-GAAD Leaders’ Summit, Selasa (28/10) di Ruang Sabha Citta Mahottama Gedung Design Hub ISI BALI.

Sebagai rangkaian Event Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II Tahun 2025, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyelenggarakan B-GAAD Leaders’ Summit, Selasa (28/10) di Ruang Sabha Citta Mahottama Gedung Design Hub ISI BALI. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dan diikuti oleh para pimpinan serta anggota fakultas dari berbagai perguruan tinggi seni dan desain terkemuka di kawasan Asia Pasifik.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan perguruan tinggi seni dan desain, antara lain Prof. Dr. Wayan Adnyana selaku Rektor ISI BALI, Asst. Prof. Dr. Sanor Klinngam, Dr. Kitsada Tungchawal, dan Asst. Prof. Rapipan Thiamdaet dari Phetchaburi Rajabhat University, Thailand; Prof. Kate Hislop dari University of Western Australia, Australia; Asst. Prof. Catherine Parrott, MFA dari The University of Iowa, Amerika Serikat; Prof. Dr. K. Azril Ismail dan Assoc. Prof. Suzlee Ibrahim dari Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA), Malaysia; serta Prof. Jaygo Bloom, MFA dari Lasalle College of the Arts, Singapura. Dari pihak ISI BALI, turut hadir Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si. (Ketua Senat), Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi), Dr. I Made Jodog, MFA. (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum), Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama), serta Nyoman Dewi Pebriyani, ST., MA, Ph.D. (Direktur Pascasarjana). Dengan suasana hangat, forum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan para pemimpin pendidikan tinggi seni dan desain dari berbagai negara. Para peserta berbagi pandangan dan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi seni dan desain yang berkomitmen pada kemakmuran masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta keseimbangan ekologis. Pertemuan tersebut juga menjadi ajang memperkuat solidaritas dan jejaring kerja sama antarperguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia Pasifik.

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana (kanan) bersama Penasihat Presiden Phetchaburi Rajabhat University-Thailand, Asst. Prof. Dr. Sanor Klinngam pada penandatanganan Deklarasi B-GAAD, Selasa (28/10) di Ruang Sabha Citta Mahottama Gedung Design Hub ISI BALI.

Puncak dari forum ini ditandai dengan lahirnya The B-GAAD Declaration: Caksu-Bhuwana-Citta (Noble Vision for Shining Futures), sebuah deklarasi yang menegaskan visi bersama perguruan tinggi seni dan desain di Asia Pasifik untuk menumbuhkan semangat solidaritas, tanggung jawab kolektif, dan kerja sama lintas budaya dalam membangun masa depan seni dan desain yang berkelanjutan. Melalui deklarasi ini, para pemimpin sepakat membentuk Asia Pacific’s Axis of Arts and Design Higher Education Network, sebagai wadah untuk menumbuhkan semangat persaudaraan dan kolaborasi lintas bangsa melalui pertukaran pengetahuan dan mobilitas akademik.

Deklarasi tersebut memuat lima misi utama yang disebut Panca Mahadharma, yaitu: (1) Memperkuat kemitraan untuk memajukan dan menjaga keunggulan akademik; (2) Berkomitmen pada kesejahteraan masyarakat dan komunitas; (3) berkolaborasi dalam pelestarian budaya dan warisan local; (4) Bberpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan ekologi; serta (5) Mendorong kreativitas dan inovasi teknologi dalam bidang seni dan desain. Lima misi ini menjadi pedoman bersama dalam mengarahkan kolaborasi lintas lembaga untuk mencapai visi pendidikan seni dan desain yang unggul, berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keberlanjutan.

Deklarasi tersebut ditandatangani oleh seluruh peserta yang hadir, meliputi pimpinan ISI BALI serta para perwakilan perguruan tinggi dari Thailand, Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura. Penandatanganan deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan B-GAAD sebagai forum dialog, kemitraan, dan kolaborasi berkelanjutan antarperguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia Pasifik dalam mewujudkan The Panca Mahadharma Mission.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa B-GAAD Leaders’ Summit meupakan langkah konkret untuk memperkuat posisi ISI BALI dan Indonesia sebagai poros global pendidikan tinggi seni dan desain. “Melalui Deklarasi B-GAAD ini, kita bersama-sama menyalakan cahaya bagi masa depan seni dan desain yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keberlanjutan,” ujarnya. (ISIBALI/Humas)

B-GAAD II Perkuat Kemitraan Strategis untuk Keunggulan Akademik

B-GAAD II Perkuat Kemitraan Strategis untuk Keunggulan Akademik

Teguhkan Komitmen Melalui Deklarasi Panca Mahadharma B-GAAD

Foto: Rangkaian B-GAAD II Tahun 2025 mempergelarkan Tari Cancala-Bhuwana-Candika, Trunajaya, dan Jeriring Janger di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, Jumat (31/10).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menyelenggarakan poros pendidikan tinggi seni dan desain di kawasan Asia-Pasifik melalui perhelatan Bali–Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II 2025, yang resmi dibuka pada Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI. Tahun ini, B-GAAD mengusung tema Tutur–Bhuwana–Tuwuh (Mitos–Dunia–Memori), yang menegaskan pentingnya mitos sebagai pengetahuan hidup yang membentuk kebijaksanaan dan identitas peradaban manusia.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, menyampaikan bahwa B-GAAD merupakan inisiatif ISI BALI untuk membangun ruang aktualisasi strategis berskala internasional yang mempertemukan lembaga-lembaga pendidikan tinggi seni dan desain di kawasan Asia-Pasifik. “B-GAAD bukan sekadar forum pertemuan, melainkan wadah pencairan gagasan, konsep, dan visi yang memperkuat solidaritas Asia-Pasifik menuju inovasi baru,” ujarnya.

Tahun ini, B-GAAD II diikuti oleh sebelas universitas dari kawasan Asia-Pasifik, tiga institusi seni, dan satu lembaga pemerintah luar negeri, di antaranya: Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA) Malaysia; Kazakh National Academy of Choreography; Lasalle College of the Arts dan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Singapura; Phetchaburi Rajabhat University Thailand; University of Western Australia (UWA); Kyoto Saga University of Arts dan Okinawa Prefectural University of Arts Jepang; University of Iowa Amerika Serikat; Jatiya Kabi Kazi Nazrul Islam (JKKNI) University Bangladesh; serta Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) Republik Korea. Dukungan juga datang dari Agung Rai Museum of Art (ARMA), Komaneka Art Gallery, Misato City Jepang, dan Wiswakarma Museum Gianyar.

Dalam pidato pembukaannya, Rektor ISI BALI menegaskan bahwa mitologi—sebagaimana dikemukakan oleh Edith Hamilton dalam Mythology: Timeless Tales of Gods and Heroes (1969)—adalah cermin cara manusia berpikir dan merasakan sejak masa purba. Melalui mitologi, manusia menelusuri kembali hubungan yang mendalam dengan alam—dengan bumi, laut, pepohonan, bunga, dan bukit—sebuah hubungan yang kian pudar di era modern ini.

Foto: Pembacaan Deklarasi B-GAAD oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana disaksikan oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi seni dan desain di Asia-Pasifik, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.

Sebagai wujud komitmen memperkuat jejaring kerja sama dan keberlanjutan keunggulan akademik, B-GAAD II melahirkan Deklarasi Panca Mahadharma B-GAAD bertajuk Caksu–Bhuwana–Citta (Noble Vision for Shining Futures), yang ditandatangani oleh para pimpinan dan dosen perguruan tinggi seni dan desain di Asia-Pasifik. Deklarasi ini menegaskan lima misi utama: (1) Memperkuat kemitraan untuk kemajuan dan keberlanjutan keunggulan akademik; (2) Berkomitmen terhadap kesejahteraan masyarakat dan komunitas; (3) Berkolaborasi untuk melestarikan budaya dan warisan local; (4) Berpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan ekologis; (5) Menumbuhkan kreativitas dan inovasi teknologi dalam seni dan desain.

Deklarasi tersebut ditandatangani oleh para pemimpin dan akademisi terkemuka, yaitu:

Prof. Dr. I Wayan Adnyana (Rektor ISI BALI, Indonesia), Asst. Prof. Dr. Sanor Klinngam, Dr. Kitsada Tungchawal, dan Asst. Prof. Rapipan Thiamdaet (Phetchaburi Rajabhat University, Thailand); Prof. Kate Hislop (Dean, School of Design, University of Western Australia, Australia); Prof. Dr. Koh Young Hun (Hankuk University of Foreign Studies, Republik Korea); Asst. Prof. Catherine Parrott, MFA (University of Iowa, Amerika Serikat); Prof. Dr. K. Azril Ismail dan Assoc. Prof. Suzlee Ibrahim (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan/ASWARA, Malaysia); Prof. Jaygo Bloom, MFA (Lasalle College of the Arts, Singapura); serta dari ISI BALI, Dr. Ni Made Arshiniwati (Ketua Senat), Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi), Dr. I Made Jodog (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum), Prof. Dr. I Komang Sudirga (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama), serta Nyoman Dewi Pebriyani, Ph.D (Direktur Pascasarjana ISI BALI).

Foto: Pembukaan B-GAAD II Tahun 2025, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.

Serangkaian kegiatan B-GAAD II berlangsung dari 27 hingga 31 Oktober 2025 di berbagai venue di dalam dan luar kampus ISI BALI, meliputi Bali–Global Arts and Design Symposium (B-GADS), Bali–Global Performing Arts Map (B-GPAM), Bali–Global Art Map Exhibition (B-GAME), Bali–Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME), Bali–Global Encounter Figure (B-GEF), Bali–Global Authentic Trip (B-GAT), B-GAAD Leaders’ Summit, Bali–Global Expo and Job Fair (B-GEJF)

Kegiatan pembuka diwarnai World Cultural Carnival, yang menafsirkan tema Myths–World–Memories melalui parade artistik melibatkan seluruh program studi sarjana, sarjana terapan, dan pascasarjana ISI BALI. Selain itu, hadir pula peluncuran buku dan karya seni bertajuk Bali–Global Encounter Figure (B-GEF) #1: Unveiling Borrowed Light, hasil kolaborasi Prof. K. Azril Ismail dan Azrul K. Abdullah dari ASWARA Malaysia bersama ARMA Museum. Masih dalam rangkaian B-GAAD II, Workshop Woodcut oleh Prof. Paul Trinidad dari University of Western Australia juga diselenggarakan untuk mahasiswa ISI BALI, memperkaya pertukaran pengetahuan lintas budaya dan teknik artistik. (ISIBALI/Humas)

Pergelaran Intermedium Ananta–Mahaboga–Anantya Buka B-GAAD II 2025

Pergelaran Intermedium Ananta–Mahaboga–Anantya Buka B-GAAD II 2025

Foto: Pergelaran intermedium bertajuk Ananta–Mahaboga–Anantya dalam Pembukaan B-GAAD II 2025, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.

Menandai pembukaan perhelatan Bali–Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menghadirkan pertunjukan intermedium bertajuk Ananta–Mahaboga–Anantya, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI. Pergelaran ini menjadi bagian dari program Bali–Global Performing Arts Map (B-GPAM) yang menampilkan kolaborasi lintas disiplin seni antara tari, musik, animasi, dan desain kostum.

Mengusung konsep “Bumi dalam memori peradaban Bali”, karya ini menghidupkan kembali mitologi Anantaboga, sosok naga raksasa penyangga dunia yang dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan sumber kesejahteraan. Melalui metafora kosmik, pertunjukan Ananta–Mahaboga–Anantya menghadirkan pembacaan baru atas mitos tersebut dalam bentuk tari yang menghanyutkan sekaligus menggugah, memvisualkan tragedi alam yang merekah menjadi harapan kehidupan.

Foto: Pergelaran intermedium bertajuk Ananta–Mahaboga–Anantya dalam Pembukaan B-GAAD II 2025, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.

Karya ini dikemas sebagai pertunjukan multi-medium, memadukan unsur gerak, animasi, dan kostum yang saling berkelindan membangun pengalaman visual dan emosional bagi penonton. Di bawah koordinasi Dr. I Gede Yudarta, SSKar., M.Si., karya ini melibatkan tim kreatif dari berbagai program studi di ISI BALI.

Karya ini dikemas sebagai pertunjukan multi-medium, memadukan unsur gerak, animasi, dan kostum yang saling berkelindan membangun pengalaman visual dan emosional bagi penonton. Di bawah koordinasi Dr. I Gede Yudarta, SSKar., M.Si., karya ini melibatkan tim kreatif lintas program studi di ISI Bali, mencerminkan kekuatan kolaborasi antardisiplin seni.

Salah satu elemen paling mencuri perhatian adalah kostum para penampil yang dilengkapi dengan lampu LED yang dapat menyala dan meredup mengikuti ritme gerak tubuh serta animasi di layar LED. Efek pencahayaan yang sinkron dengan visual digital ini menghadirkan sensasi dinamis seolah tubuh penari dan layar menjadi satu kesatuan hidup yang berinteraksi secara real-time.

Foto: Pergelaran intermedium bertajuk Ananta–Mahaboga–Anantya dalam Pembukaan B-GAAD II 2025, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.

Pertunjukan ini juga menampilkan perpaduan apik antara gamelan Bali dan orkestra modern yang berfungsi sebagai pengantar dramatik sepanjang pergelaran. Alunan gamelan yang sarat nuansa spiritual berpadu dengan orkestra yang megah, menciptakan jalinan bunyi yang memperkuat atmosfer visual dan memperdalam makna karya. Pergelaran memberikan pengalaman multisensori yang menggugah, di mana tradisi dan teknologi bertemu dalam harmoni yang memukau.

Koreografi diciptakan oleh Kadek Diah Pramanasari, M.Sn. dan Ni Nyoman Ayu Kunti Aryani, M.Sn. Penataan kostum digarap oleh Ida Ayu Ari Mahadewi, M.Sn. dan Ni Putu Dyah Pradnya Candriasih, M.Sn., sementara visual animasi dikerjakan oleh I Wayan Agus Mahardika, M.Sn., I Made Hendra Mahajaya Pramayasa, M.Sn., Gede Lingga Ananta Kusuma Putra, M.Sn., Muhammad Ragil Zulkifly, Anak Agung Istri Kirana Maheswari, Andi Adytia Moh Firmansyah, I Gede Krisnayaka Saskara, I Kadek Angga Dwipayana, Armansyah Rizki Alfahkri, I Dewa Putu Nova Andika Putra, dan I Gede Mahendra Dana. Bidang music dan gamelan ditangani oleh I Wayan Diana Putra, M.Sn., Ni Putu Hartini, M.Sn., Guntur Eko Prasetyo, M.Sn., Putu Lukita Wiweka Nugraha Putra, M.Sn., serta I Gede Raditya Yudhistira, M.Sn. (ISIBALI/Humas)

Loading...