M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI dan Sampoerna University Sepakati Perjanjian Kerja Sama

ISI BALI dan Sampoerna University Sepakati Perjanjian Kerja Sama

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dengan Sampoerna University, Jumat (6/2) di Ruang Rapat Sampoerna University.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) dan Sampoerna University resmi menjalin kerja sama dalam bidang tridharma perguruan tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dan Rektor Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi April Yudhi, Jumat (6/2), bertempat di Ruang Rapat Sampoerna University.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI Prof. Dr. Komang Sudirga, Ketua Senat ISI BALI Prof. Dr. Ketut Muka, serta jajaran pimpinan Sampoerna University, antara lain Dekan Fakultas Engineering and Technology Dr. Eng. Farid Triawan, Ketua Program Studi Visual Communication Design Tombak Matahari, M.Ds., serta para dosen Program Studi Visual Communication Design, yakni Santo Tjhin, M.M., M.Ds., M.CHt, dan Arlene Dwiasti Soemardi, M.Arts.

Foto: Rektor ISI BALI beserta delegasi meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran milik Sampoerna University, Jumat (6/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Adnyana, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang kolaborasi yang luas, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara lain penelitian bersama, pertukaran dan kehadiran dosen tamu, kolaborasi kegiatan akademik, hingga pengembangan kurikulum berbasis keunggulan masing-masing institusi. Selain itu, Prof. Wayan Adnyana juga menawarkan kesempatan bagi dosen Sampoerna University untuk melanjutkan studi doktoral di ISI BALI, mengingat ISI BALI memiliki Program Studi S3 Desain yang saat ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi, menyambut baik terjalinnya kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa Sampoerna University, khususnya melalui Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), melihat kolaborasi ini sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat unsur keunikan dan kearifan lokal dalam pengembangan akademik dan karya desain, sejalan dengan karakter dan kekuatan yang selama ini diteguhkan oleh ISI BALI sebagai perguruan tinggi seni. Dalam kesempatan tersebut, Rektor ISI BALI beserta delegasi juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran yang dimiliki Sampoerna University, seperti studio desain, laboratorium komputer, ruang kelas, perpustakaan, serta ruang-ruang pendukung kegiatan akademik lainnya. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk merealisasikan berbagai bentuk kolaborasi konkret antara kedua institusi di masa mendatang.

391 Mahasiswa: Cetak Rekor Lagi dan Dua Prodi Baru Fakultas Seni Rupa dan Desain Perdana Ikut dalam Yudisium Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026

391 Mahasiswa: Cetak Rekor Lagi dan Dua Prodi Baru Fakultas Seni Rupa dan Desain Perdana Ikut dalam Yudisium Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026

Foto: Yudisium FSRD ISI BALI, Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI

Yudisium Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI menjadi sangat spesial karena lagi-lagi menjadi Yudisium dengan mahasiswa terbanyak yang pernah dilaksanakan FSRD ISI BALI. Setelah melaksanakan Desiminasi Tugas Akhir ISI BALI Berdampak dan mendapatkan nilai terbaiknya, 391 mahasiswa dari 9 Program Studi (Prodi) FSRD ikut melaksanakan Yudisium hari ini. Yaitu Prodi Seni Murni (37), Prodi Kriya (11), Prodi Desain Interior (65), Prodi Desain Komunikasi Visual/DKV (106), Prodi Fotografi (28), Prodi Desain Mode (71), Prodi Produksi Film dan Televisi/PFTV (28), serta dua Prodi terbaru Desain Produk (22) dan Animasi (22) telah menghasilkan Sarjana Terapan (D4) juga.

Menurut laporan Wakil Dekan I FSRD ISI BALI, selaku Ketua Panitia Yudisium, Bapak Dr. I Made Pande Artadi, S.Sn., M.Sn., adapun Program ISI BALI Berdampak yang telah dijalankan diantaranya Program Studi Independen Berdampak, Wirausaha Berdampak, Magang Berdampak dan Asisten Mengajar Berdampak. Diharapkan kedepannya karya-karya yang kelak dibuat tidak hanya pencapaian estetika tetapi dapat menyentuh kemanusiaan, berguna serta berdampak untuk masyarakat luas. “Hari ini adalah gerbang awal adik-adik untuk benar-benar Meraya Citta Samasta. Ingatlah bahwa gelar yang nanti anda bawa adalah tanggung jawab untuk menjadi individu yang solutif dan inovatif,” pesan Bapak Artadi.

Disampaikan juga Lulusan terbaik FSRD ISI BALI dari 9 Program Studi yang kali ini pun memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang cukup tinggi antara 3.90 sampai dengan 4.00. Terdapat tiga Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas Program Sarjana (S1) yakni Naomi Eunike Erasti Andrianto sebagai Terbaik I dengan IPK 4.00 dari Prodi Kriya, Komang Pradnya Triandana Iswara dengan IPK 4.00 sebagai Terbaik II dari Prodi Desain Interior, dan Kadek Candra Purnami dengan IPK 4.00 sebagai Terbaik III dari Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV). Terdapat juga tiga Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas Program Sarjana Terapan (D4) yakni Trixie Liang Gono sebagai Terbaik I dengan IPK 4.00 dan Ni Putu Ayu Sugiari sebagai Terbaik II dengan IPK 4.00 dari Prodi Desain Mode, serta Gede bumi Apnala Bayu sebagai Terbaik III dengan IPK 4.00 dari Prodi PFTV. 

Foto: Peserta Yudisium FSRD ISI BALI, Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI

Sedangkan untuk Karya Terbaik diraih oleh Shafa Auliapay Aisyah (Prodi Seni Murni), I Kadek Yogi Kertayasa (Prodi Kriya), I Made Bayu Prihanjagat (Prodi Desain Interior), I Gusti Ayu Agung Ari Yovita Adriani (Prodi DKV), I Made Surya Hendra Sujana (Prodi Fotografi), Ni Kadek Dwi Astridiani (Prodi Desain Mode), Gloriya Trivika (Prodi FTV), I Putu Gede Osana (Prodi Desain Produk) dan I Nyoman Arya Bagus Pangestu (Prodi Animasi). Tahun ini, Naomi Eunike Erasti Andrianto dari Prodi Kriya mewakili penyampaian kesan pesan dari mahasiswa yang ber-Yudisium. Naomi menyampaikan bahwa proses berkuliah di FSRD tidaklah sesingkat yang terlihat dan semudah yang dibayangkan. Ia merasakan guyub teman-teman sejawatnya yang terus berjuang dan berkarya. Ia terus berharap FSRD ISI BALI terus menjadi contoh yang baik, berkembang maju dengan fasilitas yang semakin baik dan menunjang kegiatan perkuliahannya selama ini.

“Program MBKM dan ISI BALI Berdampak menjadi salah satu pengalaman yang penting dalam perjalanan kami karena kami diberi kepercayaan dalam menyelami dan mengasah kompetensi, serta melihat realitas di industri sehingga mendapatkan pengalaman keilmuan yang lebih lagi,” jelas Naomi. Di tengah acara berlangsung, terdapat juga beberapa pertunjukan musik gamelan, tarian, nyanyian, musik band dan akustik yang menghibur para peserta Yudisium dan dosen-dosen yang menghadiri. Rangkaian Yudisium lalu ditutup oleh pesan-pesan dari Dekan FSRD, Bapak Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg. Bapak Nengah menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang melaksanakan Yudisium hari ini setelah menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Diharapkan kedepannya para mahasiswa yang sudah lulus dari FSRD dapat tetap  menjaga hubungan yang baik serta membawa nama baik almamater di dunia yang dijajaki selanjutnya, baik itu dunia kerja maupun lanjut studi di jenjang yang lebih tinggi. “Yudisium ini menjadi titik akhir di FSRD ISI BALI, tetapi titik awal di luar. Jangan lupa almamater!” Bapak Nengah berpesan.

Ukir Sejarah, Prodi Animasi ISI Bali Laksanakan Diseminasi Tugas Akhir Perdana

Ukir Sejarah, Prodi Animasi ISI Bali Laksanakan Diseminasi Tugas Akhir Perdana

Program Studi Animasi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Bali melaksanakan Diseminasi Tugas Akhir perdana bagi mahasiswa angkatan pertama tahun 2022. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Program Studi Animasi ISI Bali, sekaligus menandai selesainya proses akademik mahasiswa yang telah ditempuh selama kurang lebih tiga setengah tahun atau tujuh semester.

Diseminasi Tugas Akhir perdana ini mengusung tajuk “Anima Cinema”, yang merepresentasikan luaran pembelajaran Program Studi Animasi berupa karya film animasi. Seluruh proses penciptaan karya dilaksanakan berdasarkan mekanisme Kurikulum ISI Bali Berdampak, yang menekankan pembelajaran berbasis praktik, kolaborasi, dan keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui skema tersebut, mahasiswa Program Studi Animasi berkolaborasi dengan mitra ISI Berdampak untuk memperoleh pengalaman profesional yang relevan dengan industri kreatif.

Kegiatan Diseminasi Tugas Akhir ini dilaksanakan pada 30 Januari 2026 dan bertempat di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI Bali. Diseminasi menjadi ruang presentasi akademik bagi mahasiswa untuk memaparkan proses penciptaan karya, konsep, serta gagasan yang melatarbelakangi film animasi yang dihasilkan.

Pada diseminasi perdana ini, mahasiswa angkatan 2022 menampilkan lima karya film animasi yang terdiri atas animasi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Karya-karya tersebut mengangkat tema mengenai dampak sosial, dampak lingkungan, dan dampak ekonomi, yang disajikan melalui pendekatan cerita yang inovatif dan berpijak pada nilai-nilai seni dan budaya.

Pelaksanaan diseminasi ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi Animasi Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Bali, karena menandai lahirnya lulusan perdana yang memiliki kompetensi akademik, kreativitas, serta kesiapan untuk berkontribusi di bidang animasi dan industri kreatif. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen ISI Bali dalam menghadirkan pendidikan seni yang adaptif, relevan, dan berdampak.

Melalui Diseminasi Tugas Akhir perdana ini, ISI Bali menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada mahasiswa Program Studi Animasi angkatan 2022 atas capaian akademik yang telah diraih. Diharapkan capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Release oleh Arya Pageh Wibawa, I Komang Try Adi Stanaya

Prodi Kriya ISI BALI Laksanakan PKM di SLB Negeri 1 Badung

Prodi Kriya ISI BALI Laksanakan PKM di SLB Negeri 1 Badung

Program Studi Kriya Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Pelatihan Pembuatan Keramik Dasar bagi anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Badung tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua Kabupaten Badung Bali, Jumat (30/1). Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 orang anak-anak SLB dan dibimbing dosen-dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Koordinator Program Studi Kriya ISI BALI, Dr. Ida Ayu Gede Artayani, SSn, M.Sn., pada pembukaan acara tersebut menjelaskan kegiatan pelatihan pembuatan keramik dasar ini merupakan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian yang rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tema dan sasaran yang berbeda. Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan praktik seni, namun merupakan media pembelajaran yang sangat kaya manfaat, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak dilatih untuk mengembangkan sensorik, motorik halus, konsentrasi, serta kepercayaan diri, melalui sentuhan tanah liat, proses membentuk, menekan, dan merasakan tekstur.

Lebih jauh Koprodi Kriya ISI BALI menjelaskan setiap karya yang dihasilkan adalah proses belajar, berekspresi, dan menemukan potensi diri. Setiap anak diyakini memiliki kemampuan dan keunikan masing-masing. Tugas pendidik, pendamping, dan institusi pendidikan menyediakan ruang yang aman, menyenangkan, dan bermakna agar potensi tersebut dapat tumbuh dengan optimal. Seni kriya, khususnya keramik, menjadi salah satu pendekatan yang inklusif dan humanis untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pada akhir sambutannya diucapkan terima kasih kepada SLB Negeri 1 Badung atas kerjasamanya, serta berharap kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak dan juga menjadi langkah awal untuk membuka peluang keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di masa depan.

Pada acara pelatihan ini Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Badung mengucapkan terima kasih kepada Prodi Kriya ISI BALI atas perhatian, kepedulian, serta kemitraan yang terjalin melalui kegiatan pelatihan ini. Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Badung juga menjelaskan kehadiran Prodi Kriya ISI BALI merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan khusus dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna. Kegiatan pelatihan keramik dasar ini memiliki nilai yang sangat penting. Proses mengenal dan mengolah tanah liat tidak hanya melatih keterampilan berkarya, tetapi juga membantu mengembangkan kemampuan sensorik, motorik halus, fokus, serta rasa percaya diri. Anak-anak diberi kesempatan untuk berekspresi, belajar melalui pengalaman langsung, dan merasakan kebahagiaan dalam proses berkarya. Kepada sekolah ini berharap anak-anak didik dapat memperoleh pengalaman baru, guru dan pendamping juga mendapatkan wawasan tambahan yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran ke depan.

Tahapan kegiatan PKM ini diawali dengan pengenalan bahan dan alat keramik, pengenalan teknik dasar pembentukan keramik manual, dilanjutkan dengan praktik pembuatan karya sederhana seperti tempat pensil, mangkuk kecil, atau bentuk bebas, finishing sederhana dan pengeringan. Peserta didik mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan suasana gembira sehingga mampu membuat karya-karya yang cukup bagus sesuai kemampuannya.

Foto: Siswa SLB Negeri 1 Badung dan karyanya, Guru dan Pendamping, serta Dosen Prodi Kriya ISI BALI usai pelatihan, Jumat (30/1) di SLB 1 Badung

Foto: Hasil karya keramik, siswa SLB Negeri 1 Badung

Mahasiswa Seni Murni ISI BALI Diseminasikan Karya dalam Pameran “Tuai Tabur”

Mahasiswa Seni Murni ISI BALI Diseminasikan Karya dalam Pameran “Tuai Tabur”

Foto: Rektor beserta jajaran pimpinan ISI BALI meninjau pameran “Tuai Tabur”, Senin (26/1) di N-CAS ISI BALI.

Mahasiswa Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) unjuk karya tugas akhir semester Gasal 2025/2026 dalam Pameran Seni “Tuai Tabur”. Pameran ini berlangsung 26 – 30 Januari 2026 di Nata Citta Art Space (N-CAS), ISI BALI. Dengan berbagai macam karya, beragam media, serta dipajang secara eksploratif, pameran ini sangat menggugah perasaan dengan 37 macam cerita yang disuguhkan.

Pameran “Tuai Tabur” dibuka secara resmi oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., Senin (26/1). Pembukaan juga dihadiri jajaran Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan FSRD ISI BALI, Koordinator Program Studi Seni Murni dan Dosen-Dosen Program Studi Seni Murni.

“Tuai Tabur” yang ditulis oleh salah satu mahasiswa yang berpameran, Ashlesha Barde, melihat ini sebagai “metafora perjalanan panjang” dimana ia dan teman-teman sejawatnya telah “menanam ide, merawat proses, hingga memanen hasil” yang lalu dilanjutkan dengan “menabur kembali benih-benih baru” di proses penciptaan masing-masing perupa di tahap selanjutnya. Pameran yang berisikan mahasiswa Seni Murni angkatan 2022 ini dengan jelas memperlihatkan metafora ini. “Apa yang didapatkan lewat kampus, pengajaran lintas program studi, lanjut ke studi independen atau magang di luar, lalu tugas akhir – ini tidak sebagai akhir, tetapi untuk melangkah kedepannya juga,” ungkap Made Krisna Danendra, Ketua Panitia Pameran “Tuai Tabur”.

Foto: Mahasiswa Prodi Seni Murni ISI BALI tunjukan karya lukis dalam pameran “Tuai Tabur”, Senin (26/1) di N-CAS ISI BALI.

Janice Josephine Wartju, selaku Sekretaris Panitia Pameran “Tuai Tabur”, mengungkapkan bahwa teman-teman seangkatannya memang sangat terdorong dalam eksplorasi. Sejak pelajaran sketsa di semester pertama mereka diajarkan oleh dosen-dosennya untuk menggunakan alat dan bahan di luar kertas hvs dan tinta cina, bahkan kayu bisa digunakan untuk menyeket. Belum lagi dampak dari mitra dimana mereka menjalankan Program ISI BALI Berdampak, dari program ini ia dan teman-temannya ingin mengembangkan kemampuannya secara lebih lagi. Sebagai salah satu anak rantau di kelasnya, awalnya ia dan yang memiliki status yang sama, merasa ragu karena di Bali sangat nyeni, namun akhirnya mereka bisa mengikuti, menghadirkan warna dan identitas baru. “Orang-orang mungkin tahunya Seni Murni itu oh lukis, oh patung. Nggak kok, Seni Murni lebih dari itu!” Ungkap Janice.

Dari Janice dan Krisna saja, mereka memiliki cara ungkap yang berbeda serta memilih cara berkarya yang berbeda juga. Krisna yang saat menjalankan pengajaran lintas prodi akhirnya menemukan cara berekspresi lewat teknik cetak cukil. Ia lalu mencari mitra yang senada untuk Studi Independen Program ISI BALI Berdampak dan bertemu dengan BHG dimana ia mempelajari berbagai cara cetak manual. Dengan kesempatannya mencoba berbagai hal selama 9 bulan disana, ia ingin menceritakan tentang kecepatan serta kerapuhan informasi digital saat ini lewat berbagai teknik cetak manual. “Saya ingin mengangkat bentuk kenangan yang dicetak maupun yang dibagikan secara digital, dimana hari ini berbagai hal negatif bisa terjadi seperti scam dan doxing,” Krisna menjelaskan.

Janice yang masa kecilnya menjalankan terapi lewat menggambar menjadi tertarik untuk mengembangkan kemampuan ini lebih lanjut di jenjang kuliah. Di ISI BALI ia merasa mendapatkan banyak pelajaran dalam mengangkat tentang tradisi. Di awal Studi Independen Program ISI BALI Berdampak, ia mengembangkan cara berkarya secara digital bersama mitra perupa Gangga Saputra, namun menemukan potensi plagiarisme. Bimbingannya yang diberikan oleh Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, S.Sn., M.Sn., dan Prof. Dr. Drs. I Wayan Karja, MFA, merujuk untuk membuat karya yang lebih besar secara manual serta eksploratif, dan akhirnya Janice memilih mengangkat sisi tradisi Tionghoa yang ia lebih kenal. “Sebenarnya saya lebih tertarik pada tradisi daripada digital juga, saya ingin memberitahu audiens bahwa tradisi itu tidak seburuk yang dipikirkan kok, ditambah budaya Tionghoa memiliki banyak cerita bermakna,” Janice berbagi.

Janice dan Krisna berharap dengan kolaborasi teman mereka, Made Chandra Putra Adnya, yang telah menjadi pengarah pemajangan atau display karya, dapat memperlihatkan sudut pandang yang berbeda terhadap hasil karya Tugas Akhir mereka kepada audiens yang lebih luas. Mereka juga berpesan pada adik tingkat dan mahasiswa baru kedepannya bahwa tidak ada yang salah dan janganlah ragu dalam eksplorasi karya serta pilahlah berbagai kritik dan saran yang diterima dari dosen maupun mitra. Diharapkan rasa guyub antar mahasiswa terus berkembang dalam inovasi dan berjejaring yang lebih luas lagi. “Janganlah independen dulu sebelum studi independen,” sebut Krisna.

Terakhir, Janice dan Krisna sama-sama merasa belajar banyak dari ISI BALI dan berharap kedepannya tidak berhenti belajar juga. Perspektif seni dan budaya yang didapatkan sangat luas. Pengalaman yang dibagikan Janice dan Krisna memperlihatkan betapa serunya belajar Program Studi Seni Murni di ISI BALI.

Rektor ISI BALI Lantik Pengurus 29 Organisasi Kemahasiswaan

Rektor ISI BALI Lantik Pengurus 29 Organisasi Kemahasiswaan

Foto: Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan ISI BALI, Rabu (28/1) di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI BALI.

Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, secara resmi melantik pengurus 29norganisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan ISI BALI periode tahun 2026. Pelantikan dilaksanakan pada Rabu (28/1) bertempat di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangan ISI BALI.

Pengurus Ormawa tingkat institut yang dilantik antara lain Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ISI BALI, Yasuke Yamamoto, mahasiswa Program Studi Animasi, didampingi Wakil Ketua I Made Randhawa Senna dari Program Studi Arsitektur. Selain itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISI BALI, Muhammad Duroris Shohab, mahasiswa Program Studi Seni Murni, turut dilantik bersama Wakil Presiden Rais Zain Syafar dari Program Studi Arsitektur.

Pelantikan ini juga mencakup pengurus DPM dan BEM tingkat fakultas, pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), serta pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan ISI BALI sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menekankan pentingnya sinergi dan itikad baik dalam menjalankan roda organisasi kemahasiswaan. Ia mengajak seluruh mahasiswa ISI BALI untuk memiliki semangat yang sama dalam memanfaatkan gelanggang yang telah disediakan oleh institusi serta berbagai ruang ekspresi lainnya. Menurutnya, keberadaan ruang-ruang tersebut harus dihidupkan melalui aktivitas kreatif yang berkelanjutan dan berdampak positif.

Lebih lanjut, Prof. Kun Adnyana menegaskan bahwa mahasiswa ISI BALI diharapkan senantiasa hadir dan bersinergi dengan masyarakat. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dinilai penting sebagai wujud tanggung jawab akademik sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi seni kepada lingkungan sosial dan budaya.

Foto: Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan ISI BALI, Rabu (28/1) di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI BALI.

Ketua Pelaksana Pelantikan yang juga Ketua DPM ISI BALI periode tahun 2025, Kadek Ongky Dwi Dhavinci, dalam laporannya menyampaikan, melalui pelantikan ini, estafet organisasi kemahasiswaan telah resmi dilanjutkan oleh para kepengurusan baru. “Momentum ini juga menjadi sejarah, dimana pertama kalinya pelantikan Ormawa digelar dibawah nama Institut Seni Indonesia Bali, menandakan awal baru dari sebuah perjalan panjang, perjuangan baru untuk mencetak pemikir kreatif dan pemimpin visioner melalui organisasi mahasiswa, guna menjunjung nama baik institusi di kancah dunia,” ujar mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual ini.

Sementara itu, Presiden BEM ISI BALI periode tahun 2025, Kadek Eky Virji, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan tahun 2025 atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan. Ia berharap kepengurusan Ormawa periode 2026 dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kreatif.

Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh Rektor ISI BALI beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), serta para Pembina Utama dan Pembina Pendamping dari masing-masing organisasi kemahasiswaan.(ISIBALI/Humas)

Loading...