M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI Rayakan Dies Natalis XXIII dalam Malam Puitika dan Artistika

ISI BALI Rayakan Dies Natalis XXIII dalam Malam Puitika dan Artistika

Foto: Panegteg Dies Natalis bertajuk “Kita Jiwa Kata” dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2) malam.

Memaknai Dies Natalis XXIII Tahun 2026, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar Panegteg Dies Natalis bertajuk “Kita Jiwa Kata” dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2) malam. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif untuk merayakan kata sebagai ruh penciptaan dan pengkajian seni.

Salah satu agenda utama adalah bedah buku Artistika Rupa Paraga yang menghadirkan kurator seni rupa Arif B. Prasetyo, akademisi Prof. Dr. Gede Yudarta, dan Prof. Dr. Anak Agung Gede Rai Remawa sebagai narasumber, dengan Prof. Dr. Komang Sudirga sebagai moderator. Diskusi tersebut mengupas bagaimana karya seni tidak hanya hadir sebagai rupa yang tampak, tetapi juga sebagai gagasan yang dapat dituturkan dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Foto: Bedah buku Artistika Rupa Paraga dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2).

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan buku secara simbolik kepada perwakilan Dewan Pertimbangan, Kepala Unit Penunjang Akademik Perpustakaan, serta penerima penghargaan Bali Bhuwana Nata Kerthi Nugraha sebagai bentuk diseminasi pengetahuan dan penguatan literasi akademik di lingkungan kampus.

Suasana malam semakin khidmat dengan pembacaan puisi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kazakhstan, Dr. Mochammad Fadjroel Rachman, sastrawan Warih Wisatsana, dan sineas Riri Riza. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan bahwa kata memiliki daya hidup yang melampaui batas disiplin dan profesi.

Foto: Pembacaan Puisi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kazakhstan, Dr. Mochammad Fadjroel Rachman dalam Malam Puitika dan Artistika di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Rabu (25/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa malam resepsi Dies Natalis ini dimaknai sebagai ikhtiar merayakan kata sebagai manifestasi jiwa. “Kata adalah ikhwal kita untuk mendoa. Bersama 24 dosen doktor penciptaan dan pengkajian seni, kami merumuskan bagaimana keunikan sebuah karya dapat dituturkan dengan kata dan kemudian dikemas dalam Artistika Rupa Paraga. Rupa untuk yang terlihat, paraga untuk yang dapat ditubuhkan, mengalir sebagai gerak dan menjelma sebagai pertunjukan,” ungkapnya. (ISIBALI/Humas)

479 Mitra ISI BALI Berdampak Dianugerahkan Penghargaan

479 Mitra ISI BALI Berdampak Dianugerahkan Penghargaan

Foto: Penyerahan Penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada Mitra ISI BALI Berdampak, Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menganugerahkan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada 479 Mitra ISI BALI Berdampak dalam Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para mitra dalam mendukung penguatan akademik, jejaring profesional, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan bahwa penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha sepenuhnya didedikasikan kepada para mitra berdampak yang telah memberikan ilmu, pengalaman, jejaring, serta antusiasme untuk berbagi dengan sivitas akademika. Menurutnya, sinergi yang terbangun antara kampus dan mitra eksternal menjadi energi penting dalam mendorong ISI BALI semakin percaya diri sebagai institusi seni yang adaptif dan relevan.

Sebanyak 479 mitra yang menerima penghargaan ini berasal dari berbagai bidang dan sektor yang selama ini berkolaborasi aktif dengan ISI BALI, baik dalam kegiatan akademik, praktik profesional, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka dinilai turut memperkaya ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi.

Foto: Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.

Dalam kesempatan tersebut, dua perwakilan mitra menyampaikan testimoni. Defria Amelia Kirana, Mitra Fakultas Seni Rupa dan Desain, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama ISI BALI membuka ruang dialog kreatif yang saling menguatkan antara dunia profesional dan kampus. Sementara itu, I Gusti Bagus Matra, Mitra Fakultas Seni Pertunjukan, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam proses pembinaan dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa sebagai generasi penerus seni.

Pada kegiatan yang sama, ISI BALI juga menganugerahkan Sewaka Nata Kerthi Nugraha, penghargaan bagi Pengabdi Seni Bereputasi, kepada Made Subrata alias Petruk, seniman teater tradisional, serta Sukanta Wahyu, pematung yang konsisten berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan seni rupa.

Selain itu, penghargaan Sewaka Mahabakti Nugraha turut diberikan kepada enam pegawai purna tugas atas dedikasi dan pengabdian luar biasa selama menjalankan tugas di lingkungan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Foto: Jajaran pimpinan ISI BALI bersama Asesor BAN-PT dan tim akreditasi Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI, Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Program Studi Tata Kelola Seni Program Magister, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses akreditasi guna memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

Tim asesor yang hadir dalam asesmen lapangan ini yakni Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd. dan Dr. Agung Eko Budiwaspada, M.Sn., serta staf BAN-PT Dwi Sakti Nugroho. Kehadiran tim asesor disambut langsung oleh jajaran pimpinan ISI BALI, antara lain Rektor Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Prof. Dr. AA. Gde Bagus Udayana, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Dr. Made Jodog, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Dr. Komang Sudirga. Turut hadir Kepala Biro Umum dan Keuangan Dr. Gusti Ngurah Sudibya dan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama Dr. Komang Arba Wirawan.

Foto: Asesmen Lapangan Akreditasi dari BAN-PT Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Pelaksanaan asesmen dipersiapkan oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) Program Pascasarjana ISI BALI bersama tim akreditasi yang dipimpin Direktur Pascasarjana Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D., didampingi Wakil Direktur Dr. Wayan Ardini, M.Si., Koordinator Prodi Tata Kelola Seni Program Magister Dr. Wayan Agus Eka Cahyadi, serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Prof. Dr. Wayan Setem

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada tim asesor BAN-PT. Ia menegaskan bahwa akreditasi merupakan wujud komitmen institusi dalam menjamin mutu dan kualitas Program Studi Tata Kelola Seni Program Magister agar senantiasa memenuhi standar yang ditetapkan BAN-PT.

Menurut Prof. Kun Adnyana, seluruh dokumen dan data yang dibutuhkan dalam proses asesmen telah dipersiapkan secara optimal oleh Prodi Tata Kelola Seni bersama UPPSs. Guru Besar Sejarah Seni tersebut berharap proses asesmen berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi program studi.

Foto: Asesmen Lapangan Akreditasi dari BAN-PT Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Kegiatan Asesmen Lapangan memiliki tujuan utama untuk menilai kelayakan dan kualitas penyelenggaraan program studi secara komprehensif, mencakup aspek tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran dan capaian pembelajaran. Melalui proses ini, program studi memperoleh masukan konstruktif guna perbaikan berkelanjutan dan penguatan sistem penjaminan mutu internal.

Selain sesi bersama UPPS, tim asesor juga melakukan pertemuan dengan pelaksana penjaminan mutu internal, alumni dan pengguna lulusan, mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Rangkaian sesi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai tata kelola, proses pembelajaran, luaran, serta kontribusi program studi terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd. menyampaikan bahwa Program Studi Tata Kelola Seni memiliki posisi yang unik dan penting di Bali. Keunikan tersebut terletak pada perannya dalam menjembatani praktik seni, manajemen, serta pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas kuat Pulau Bali. Prodi ini didukung oleh kekayaan tradisi seni, ekosistem budaya yang hidup, serta keterlibatan masyarakat dan pelaku seni, sehingga menjadi laboratorium nyata bagi pengembangan tata kelola seni berbasis kearifan lokal.

Selain itu, program studi ini didukung oleh dosen-dosen yang berkualitas, dengan sebagian besar merupakan guru besar dan akademisi berpengalaman di bidang seni dan manajemen budaya. Dukungan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat baik juga menjadi faktor penunjang utama dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Foto: Asesmen Lapangan Akreditasi dari BAN-PT Jumat (20/2) di Gedung Desain Hub ISI BALI.

Asesor Dr. Agung Eko Budiwaspada, M.Sn. menyampaikan bahwa berdasarkan sesi wawancara dengan mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan (stakeholders), Program Studi Tata Kelola Seni dinilai sangat unggul. Para responden menilai bahwa kurikulum relevan dengan kebutuhan lapangan, kualitas pengajaran tinggi, serta lulusan mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam pengelolaan seni dan budaya di berbagai sektor. Manfaat dari Asesmen Lapangan tidak hanya dirasakan oleh institusi, tetapi juga oleh mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan. Hasil asesmen menjadi dasar dalam meningkatkan standar akademik, memperkuat reputasi institusi, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri kreatif. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI Jalin Kerja Sama dengan Kota Hasami, Jepang Dorong Mahasiswa Berkarya di Industri Keramik

ISI BALI Jalin Kerja Sama dengan Kota Hasami, Jepang Dorong Mahasiswa Berkarya di Industri Keramik

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI.

Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menerima kunjungan Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI. Kunjungan ini diterima juga oleh jajaran pimpinan di lingkungan ISI BALI.

Hasami, yang dikenal sebagai kota industri keramik terkemuka di Jepang, menjajaki peluang kerja sama strategis dengan ISI BALI. Kunjungan ini bertujuan membangun proyek yang menjadi jembatan antara “manusia” dan “teknologi” di Jepang dan Indonesia, memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi ISI BALI untuk mempelajari industri keramik tradisional Jepang, sekaligus mendukung penguatan kurikulum perguruan tinggi dan pengembangan karier mahasiswa.

Foto: Kunjungan Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI.

Pihak Hasami menyampaikan minatnya untuk menawarkan peluang karier bagi mahasiswa berbakat di bidang keramik untuk berkarir di Hasami, Jepang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis internasional bagi mahasiswa, sekaligus membuka wawasan mereka mengenai industri keramik tradisional dan modern di Jepang. Rektor ISI BALI menyambut baik inisiatif ini, mengingat Program Studi Kriya di ISI BALI memiliki kualitas mumpuni. Banyak mahasiswa yang aktif memproduksi keramik seni maupun keramik siap pakai, sehingga peluang kerja sama ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan kemampuan mahasiswa dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja internasional. (ISIBALI/Humas)

Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI Matangkan Persiapan Asesmen Lapangan BAN-PT

Prodi Tata Kelola Seni Program Magister ISI BALI Matangkan Persiapan Asesmen Lapangan BAN-PT

Foto: Rapat koordinasi persiapan Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT Prodi Tata Kelola Seni Program Magister di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana ISI BALI, Rabu (11/2)

Program Studi (Prodi) Tata Kelola Seni Program Magister Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) tengah mempersiapkan pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Februari 2026. Asesmen ini menjadi akreditasi pertama bagi Prodi Tata Kelola Seni sejak resmi berdiri pada tahun 2024.

Sebagai bagian dari langkah strategis menuju asesmen tersebut, Program Pascasarjana ISI BALI menggelar rapat koordinasi persiapan asesmen lapangan, Rabu (12/2), bertempat di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana ISI BALI.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana ISI BALI, Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Program Pascasarjana, pejabat di lingkungan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), tim penyusun dokumen akreditasi, para dosen, serta tenaga kependidikan yang terlibat langsung dalam proses akreditasi.

Dalam arahannya, Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D. menyampaikan bahwa rapat ini dilaksanakan untuk menyatukan persepsi, memetakan tingkat kesiapan, serta memastikan seluruh unsur pendukung akreditasi berjalan secara terkoordinasi dan sistematis. Ia berharap seluruh sivitas akademika yang terlibat dapat berperan aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan asesmen lapangan dapat berjalan lancar dan optimal. “Melalui rapat ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh dokumen, data pendukung, dan bukti kinerja yang dimiliki program studi benar-benar siap dan tersaji secara akurat. Asesmen lapangan harus kita hadapi dengan persiapan yang matang, kerja sama yang solid, dan komitmen bersama terhadap mutu,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas pembagian tugas, finalisasi dokumen akreditasi, serta pelaksanaan simulasi asesmen lapangan yang dijadwalkan pada (18/2) sebagai bagian dari pemantapan kesiapan sebelum kedatangan asesor BAN-PT. (ISIBALI/Humas)

ISI BALI dan Pemprov DKI Jakarta Bangun Kerja Sama Seni dan Budaya

ISI BALI dan Pemprov DKI Jakarta Bangun Kerja Sama Seni dan Budaya

Foto: Audiensi Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam bidang seni dan budaya. Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, S.STP, MT, M.Sc., serta Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, S.STP, MPA. Dari ISI BALI hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Komang Sudirga; Ketua Senat, Prof. Dr. Ketut Muka; Protokol, Made Irma Novita Sari, S.Sn.; serta Humas ISI BALI, Rara Tian Anyar Sari, S.S.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan institusi pendidikan seni dalam rangka mendukung penguatan ekosistem kebudayaan. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pengembangan seni, pelestarian budaya, serta peningkatan partisipasi masyarakat melalui program-program kolaboratif yang berkelanjutan.

Foto: Audiensi ISI BALI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, pada kesempatan tersebut memaparkan salah satu program unggulan ISI BALI, yakni Bali Nata Bhuwana, sebagai wahana diseminasi nasional seni dan budaya yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022. Program ini telah diselenggarakan di berbagai daerah, antara lain Kediri (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Lampung, dan Yogyakarta, serta direncanakan akan berlanjut ke Kendari pada tahun 2026.

Menurut Rektor ISI BALI, Bali Nata Bhuwana tidak hanya berfungsi sebagai media diseminasi karya dan gagasan seni, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem seni yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi, ekonomi kreatif, maupun penguatan identitas budaya.

Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang diusulkan ISI BALI. Ia menegaskan bahwa Jakarta sebagai kota multikultural memiliki ruang yang luas untuk pengembangan seni dan budaya dari berbagai latar belakang, sehingga kolaborasi dengan institusi pendidikan seni seperti ISI BALI dinilai sangat relevan dan strategis.

Audiensi ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi antara ISI BALI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan ekosistem seni dan budaya yang inklusif, dinamis, serta berdaya guna bagi masyarakat luas.

Loading...