Foto: Pembukaan Pameran Seni Rupa dan Desain Nasional (Waskita Rupa) di Sangkring Art Space, Sabtu (8/11).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyelenggarakan Pameran Seni Rupa dan Desain Nasional (Waskita Rupa): Warma Bhuwana Wangsa – Derma Manusia Dunia. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Bali Nata Bhuwana IV, wahana aktualisasi hasil pembelajaran di tingkat nasional.
Acara prestisius ini digelar di Sangkring Art Space, 8 hingga 18 November 2025. Pembukaan pameran berlangsung pada Sabtu (8/11), dibuka secara resmi oleh Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo mewakili Adipati Pakualaman, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Rektor ISI Yogyakarta beserta jajaran, delegasi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, para akademisi, serta seniman-seniman bereputasi dari berbagai wilayah Indonesia.
Foto: Pameran Seni Rupa dan Desain Nasional (Waskita Rupa) di Sangkring Art Space, Sabtu (8/11).
Pameran yang dikuratori Prof. Dr. I Wayan Karja, MFA dan Dr. A.A. Gede Rai Remawa ini, menghadirkan karya-karya seniman dan desainer dari sembilan perguruan tinggi di Indonesia, yakni ISI BALI, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Universitas Negeri Surabaya, STKW Surabaya, Institut Kesenian Jakarta, Telkom University, dan Universitas Bumigora. Lebih dari 60 perupa dan desainer turut berpartisipasi, di antaranya A.A. Anom Mayun Kt., Agung Cahyana, Aries Burdani, Bayu Segara Putra, Cokorda Alit Artawan, Danang Priyanto, Djul Djati Parmuhadi, dan sejumlah nama lain yang mewakili keberagaman gaya, media, dan perspektif artistik.
Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo mewakili Adipati Pakualaman mengapresiasi pameran yang diinisiasi ISI BALI ini. “Kami menyambut baik tema besar yang diusung, yaitu “Warma- Bhuwana-Wangsa” atau yang diartikan sebagai Derma Manusia Dunia. Filosofi ini sangat relevan dengan semangat kebudayaan Nusantara, di mana seni tidak hanya menjadi ekspresi diri, tetapi juga persembahan dan sumbangsih bagi kemanusiaan dan alam semesta”.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan ini, yang bertujuan untuk mendesiminasikan hasil penelitian dan penciptaan seni dari dosen dan mahasiswa ISI BALI, merupakan wujud nyata dari “derma” pengetahuan dan estetika. Ini adalah upaya mulia untuk merangkul dan memberi pencerahan melalui karya-karya seni yang visioner dan bermakna.
Prof. Kun Adnyana menambahkan, dipilihnya Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini, khususnya Pameran Waskita Rupa di Sangkring Art Space, adalah penanda betapa kuatnya tali silaturahmi budaya antara Bali dan Jawa, khususnya Yogyakarta. (ISIBALI/Humas)
Foto: Pergelaran Seni Nasional (Kalang Kalangon), Minggu (9/11) di Bangsal Kepatihan, Pakualaman, Yogyakarta.
Serangkaian Bali Nata Bhuwana IV 2025, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyelenggarakan pergelaran seni nasional (Kalang Kalangon) dengan tema “Warma–Bhuwana–Wangsa: Derma Manusia Dunia”, Minggu (9/11) di Bangsal Kepatihan, Pakualaman, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wahana diseminasi hasil Penelitian, Penciptaan, Diseminasi, Seni – Desain (P2DSD) dosen ISI BALI, yang menampilkan hasil riset, penciptaan, dan inovasi artistik dalam format pertunjukan publik.
Pergelaran Kalang Kalangon dibuka secara resmi oleh Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo, yang hadir mewakili Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPA) Paku Alam X, Adipati Pura Pakualaman. Dalam pembukaan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi ISI BALI dalam memperkaya ekosistem seni nasional serta mempererat hubungan budaya antara Yogyakarta dan Bali.
Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menyerahkan cinderamata kepada Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo dan Ketua Komisi Senat ISI Yogyakarta, Prof. Dr. I Wayan Dana, S.S.T., M.Hum, Minggu (9/11) di Bangsal Kepatihan, Pakualaman, Yogyakarta.
Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan Adnyana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergelaran Kalang Kalangon merupakan wujud komitmen ISI BALI dalam meneguhkan seni sebagai ruang perjumpaan nilai, pengetahuan, dan kemanusiaan. “Melalui tema Warma–Bhuwana–Wangsa, kami ingin menegaskan bahwa seni adalah derma—pengabdian kreatif manusia kepada dunia. Pergelaran ini menjadi medium untuk membangun jejaring kebudayaan, memperkuat kolaborasi antarwilayah, serta menghadirkan karya-karya yang lahir dari penelitian, pengajaran, dan praktik artistik di lingkungan kampus,” ujarnya.
Foto: Pergelaran Tari Warma–Bhuwana–Wangsa (Derma Manusia Dunia), Minggu (9/11) di Bangsal Kepatihan, Pakualaman, Yogyakarta.
Pergelaran ini menampilkan rangkaian karya seni terpilih sebagai wujud “derma” pengetahuan, kreativitas, dan estetika kepada masyarakat. Adapun karya yang dipentaskan meliputi Tari Golek Nangun Asmara oleh AKN Yogyakarta, Konser Ladrang Asmaradana Laras Pelog Pathet Nem oleh AKN Yogyakarta, Tari None Nyentrik oleh Sanggar Ayodya Pala Jakarta. Karya Pemenang P2DSD Berdampak ISI BALI yang dipentaskan, yakni Tari Prasnaya Prami, Konser Kebyar Citta Utsawa, dan karya utama Tari Warma–Bhuwana–Wangsa (Derma Manusia Dunia).
Melalui pergelaran ini, ISI BALI tidak hanya mementaskan sajian seni, tetapi juga mendiseminasikan hasil penelitian dan penciptaan seni dari dosen dan mahasiswa, sebagai bentuk nyata kontribusi akademik dan artistik bagi perkembangan seni budaya Nusantara. Acara ini menjadi ajang penting dalam memperkuat dialog kreatif antara seniman, akademisi, dan masyarakat, sekaligus menegaskan peran seni sebagai jalan pengabdian manusia kepada dunia. (ISIBALI/Humas)
Teguhkan Komitmen Melalui Deklarasi Panca Mahadharma B-GAAD
Foto: Rangkaian B-GAAD II Tahun 2025 mempergelarkan Tari Cancala-Bhuwana-Candika, Trunajaya, dan Jeriring Janger di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, Jumat (31/10).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menyelenggarakan poros pendidikan tinggi seni dan desain di kawasan Asia-Pasifik melalui perhelatan Bali–Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II 2025, yang resmi dibuka pada Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI. Tahun ini, B-GAAD mengusung tema Tutur–Bhuwana–Tuwuh (Mitos–Dunia–Memori), yang menegaskan pentingnya mitos sebagai pengetahuan hidup yang membentuk kebijaksanaan dan identitas peradaban manusia.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, menyampaikan bahwa B-GAAD merupakan inisiatif ISI BALI untuk membangun ruang aktualisasi strategis berskala internasional yang mempertemukan lembaga-lembaga pendidikan tinggi seni dan desain di kawasan Asia-Pasifik. “B-GAAD bukan sekadar forum pertemuan, melainkan wadah pencairan gagasan, konsep, dan visi yang memperkuat solidaritas Asia-Pasifik menuju inovasi baru,” ujarnya.
Tahun ini, B-GAAD II diikuti oleh sebelas universitas dari kawasan Asia-Pasifik, tiga institusi seni, dan satu lembaga pemerintah luar negeri, di antaranya: Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA) Malaysia; Kazakh National Academy of Choreography; Lasalle College of the Arts dan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Singapura; Phetchaburi Rajabhat University Thailand; University of Western Australia (UWA); Kyoto Saga University of Arts dan Okinawa Prefectural University of Arts Jepang; University of Iowa Amerika Serikat; Jatiya Kabi Kazi Nazrul Islam (JKKNI) University Bangladesh; serta Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) Republik Korea. Dukungan juga datang dari Agung Rai Museum of Art (ARMA), Komaneka Art Gallery, Misato City Jepang, dan Wiswakarma Museum Gianyar.
Dalam pidato pembukaannya, Rektor ISI BALI menegaskan bahwa mitologi—sebagaimana dikemukakan oleh Edith Hamilton dalam Mythology: Timeless Tales of Gods and Heroes (1969)—adalah cermin cara manusia berpikir dan merasakan sejak masa purba. Melalui mitologi, manusia menelusuri kembali hubungan yang mendalam dengan alam—dengan bumi, laut, pepohonan, bunga, dan bukit—sebuah hubungan yang kian pudar di era modern ini.
Foto: Pembacaan Deklarasi B-GAAD oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana disaksikan oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi seni dan desain di Asia-Pasifik, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.
Sebagai wujud komitmen memperkuat jejaring kerja sama dan keberlanjutan keunggulan akademik, B-GAAD II melahirkan Deklarasi Panca Mahadharma B-GAAD bertajuk Caksu–Bhuwana–Citta (Noble Vision for Shining Futures), yang ditandatangani oleh para pimpinan dan dosen perguruan tinggi seni dan desain di Asia-Pasifik. Deklarasi ini menegaskan lima misi utama: (1) Memperkuat kemitraan untuk kemajuan dan keberlanjutan keunggulan akademik; (2) Berkomitmen terhadap kesejahteraan masyarakat dan komunitas; (3) Berkolaborasi untuk melestarikan budaya dan warisan local; (4) Berpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan ekologis; (5) Menumbuhkan kreativitas dan inovasi teknologi dalam seni dan desain.
Deklarasi tersebut ditandatangani oleh para pemimpin dan akademisi terkemuka, yaitu:
Prof. Dr. I Wayan Adnyana (Rektor ISI BALI, Indonesia), Asst. Prof. Dr. Sanor Klinngam, Dr. Kitsada Tungchawal, dan Asst. Prof. Rapipan Thiamdaet (Phetchaburi Rajabhat University, Thailand); Prof. Kate Hislop (Dean, School of Design, University of Western Australia, Australia); Prof. Dr. Koh Young Hun (Hankuk University of Foreign Studies, Republik Korea); Asst. Prof. Catherine Parrott, MFA (University of Iowa, Amerika Serikat); Prof. Dr. K. Azril Ismail dan Assoc. Prof. Suzlee Ibrahim (Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan/ASWARA, Malaysia); Prof. Jaygo Bloom, MFA (Lasalle College of the Arts, Singapura); serta dari ISI BALI, Dr. Ni Made Arshiniwati (Ketua Senat), Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi), Dr. I Made Jodog (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum), Prof. Dr. I Komang Sudirga (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama), serta Nyoman Dewi Pebriyani, Ph.D (Direktur Pascasarjana ISI BALI).
Foto: Pembukaan B-GAAD II Tahun 2025, Selasa (28/10) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.
Serangkaian kegiatan B-GAAD II berlangsung dari 27 hingga 31 Oktober 2025 di berbagai venue di dalam dan luar kampus ISI BALI, meliputi Bali–Global Arts and Design Symposium (B-GADS), Bali–Global Performing Arts Map (B-GPAM), Bali–Global Art Map Exhibition (B-GAME), Bali–Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME), Bali–Global Encounter Figure (B-GEF), Bali–Global Authentic Trip (B-GAT), B-GAAD Leaders’ Summit, Bali–Global Expo and Job Fair (B-GEJF)
Kegiatan pembuka diwarnai World Cultural Carnival, yang menafsirkan tema Myths–World–Memories melalui parade artistik melibatkan seluruh program studi sarjana, sarjana terapan, dan pascasarjana ISI BALI. Selain itu, hadir pula peluncuran buku dan karya seni bertajuk Bali–Global Encounter Figure (B-GEF) #1: Unveiling Borrowed Light, hasil kolaborasi Prof. K. Azril Ismail dan Azrul K. Abdullah dari ASWARA Malaysia bersama ARMA Museum. Masih dalam rangkaian B-GAAD II, Workshop Woodcut oleh Prof. Paul Trinidad dari University of Western Australia juga diselenggarakan untuk mahasiswa ISI BALI, memperkaya pertukaran pengetahuan lintas budaya dan teknik artistik. (ISIBALI/Humas)
JATILUWIH, TABANAN, Program Studi Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Pengabdian ini terlaksana dalam rangka pemberdayaan Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) Tridatu Jatiluwih. Kegiatan yang berfokus pada pengembangan branding dan desain kemasan teh beras merah. Produk olahan unggulan dari beras merah cendana merupakan varietas khas yang hanya ditemukan di Jatiluwih. “Kami ingin teh beras merah tidak hanya dikenal sebagai minuman sehat, tapi juga sebagai duta budaya Subak,” ujar Ni Luh Desi In Diana Sari selaku ketua pelaksana kegiatan PKM ini. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilaksanakan berkolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Dosen Desain produk yang terlibat Made Gana Hartadi, Ni Wayan Sri Wahyuni, Genial Nabilaisyah Firdauzi, dan Ni Ketut Pande Sarjani.
Pameran produk kemasan teh beras merah UKM Tridatu Jatiluwih
Desain kemasan sebagai strategi branding Teh Beras Merah Jatiluwih dirancang melalui pendekatan desain berbasis kearifan lokal. Tim pengabdian membantu mitra merancang kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya Jatiluwih. Identitas budaya yang ditonjolkan khususnya sistem Subak dan lanskap sawah terasering yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Desain kemasan mengintegrasikan elemen visual seperti gunung, alur sawah dengan terasiring berundak, serta aktivitas matekap (membajak sawah tradisional), dipadukan dengan palet warna alami dan informasi produk yang lengkap.
Desain kemasan teh beras merah UKM Tridatu Jatiluwih
Melalui kegiatan diseminasi yang dilaksanakan minggu 19 Oktober 2025 bertempat di Monumen UNESCO Jatiluwih. Wisatawan mancanegara yang berkunjung memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan. Banyak pengunjung menyatakan bahwa kemasan baru teh beras merah terasa lebih autentik, bermakna, dan layak dijadikan oleh-oleh khas yang mencerminkan keunikan Jatiluwih. Destinasi yang baru saja dinobatkan sebagai Best Tourism Village 2024 oleh UN Tourism.
Wisatawan membeli produk teh beras merah UKM Tridatu Jatiluwih
Selain desain kemasan, tim juga memberikan pelatihan pengemasan higienis, pembuatan tas kertas ramah lingkungan, serta strategi promosi digital kepada anggota UKM Tridatu. Harapannya, produk ini dapat menjadi ikon ekonomi kreatif berkelanjutan yang memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan keberlanjutan. Bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal, diharapkan dapat menjadi wujud nyata peran ISI Bali dalam mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui desain yang berakar pada nilai lokal.
Foto bersama dosen Program Studi Desain Produk ISI Bali dan pihak UKM Tridatu Jatiluwih
Foto: Pembukaan IIDSA6 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Kamis (9/10).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) ke-6, ajang apresiasi terbesar bagi mahasiswa Desain Produk se-Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 21 Program Studi Desain Produk dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Forum Program Studi Desain Produk Industri Indonesia. Pembukaan IIDSA6 berlangsung di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Kamis (9/10), dan secara resmi dibuka oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn.
Dalam sambutannya, Prof. Kun Adnyana menegaskan pentingnya penguatan keilmuan di bidang desain produk yang berpijak pada jati diri bangsa. “Yang terpenting, setiap insan akademika mengalami pengalaman keindonesiaan, kesadaran untuk menempatkan nilai, kearifan lokal, serta keragaman budaya Nusantara sebagai sumber inspirasi dan pijakan dalam merancang karya desain. Desain produk industri menyatukan semangat berpikir dan semangat perancang yang berakar pada budaya bangsa. Selamat untuk seluruh Program Studi Desain Produk di Indonesia atas gelaran IIDSA6,” ujar Guru Besar Bidang Sejarah Seni ini.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Desain Produk ISI BALI, Wahyu Indira, M.Sn., menekankan bahwa IIDSA6 bukan sekadar ajang penilaian karya, tetapi juga ruang untuk menghargai mimpi dan proses kreatif generasi muda. “Dalam ajang ini, kita tidak hanya menilai, tetapi juga menghargai mimpi, proses, dan dedikasi generasi muda dalam menciptakan solusi desain yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Kegiatan ini menjadi momentum untuk saling menginspirasi dan memperkuat kolaborasi antar mahasiswa desain produk di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Ketua Forum Desain Produk Indonesia, Dr. Guguh Sujatmiko, S.T., M.Ds. dari Universitas Surabaya (UBAYA) menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing dalam mengembangkan desain produk yang relevan dan berdampak. “Melalui event ini, kita membangun semangat kolaborasi dan mengglobalkan desain produk Indonesia agar bermanfaat dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.
Foto: Pembukaan IIDSA6 di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen ISI BALI, Kamis (9/10).
IIDSA6 berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2025, dengan rangkaian kegiatan meliputi pameran, seminar, talkshow, presentasi karya, awarding, launching buku, serta diskusi agenda forum tahun 2026. Selain itu, ISI BALI juga menjadi lokasi penyelenggaraan Pameran Nasional Desain Produk bertajuk “Desain Bertutur: Merangkai Bukti, Menjaga Tradisi Nusantara”, yang digelar di Ruang Vicon Gedung Citta Kelangen Lantai 2 ISI BALI.
Kegiatan IIDSA6 turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang desain produk, di antaranya Achmad Syarief, S.Sn., M.S.D., Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Rahmawan Dwi Prasetya, S.Sn., M.Si. dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Dr. Zaki Saptiar Saldi, S.T., M.Eng. dari Universitas Pembangunan Jaya, Dr. Guguh Sujatmiko dari Universitas Surabaya, Ira Samri, M.Ds. dari Universitas Paramadina, Winta Tridhatu Satwikasant, Ph.D. dari Universitas Kristen Duta Wacana, serta Prananda Luffiansyah Malasan, S.Ds., M.Ds., Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Desain Produk Industri Indonesia (ADPII) Pusat.
Melalui penyelenggaraan IIDSA6, ISI BALI mempertegas perannya sebagai ruang pertemuan akademisi dan praktisi desain untuk mendorong lahirnya inovasi, memperluas jejaring, serta memperkuat posisi desain produk Indonesia di kancah nasional dan global. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi generasi muda desainer untuk menampilkan karya terbaiknya, memperkaya pengalaman kreatif, dan menumbuhkan semangat keindonesiaan yang berpijak pada kekayaan budaya Nusantara. (ISIBALI/Humas)
Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana melantik pejabat struktural periode 2025–2029 di Ballroom Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen Lantai 3 ISI BALI, Senin (6/10).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyelenggarakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi para pejabat baru periode 2025–2029, yang meliputi dekan dan wakil dekan, ketua dan sekretaris lembaga, koordinator program studi, kepala unit penunjang akademik, serta kepala pusat. Kegiatan berlangsung di Ballroom Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen Lantai 3 ISI BALI, pada Senin (Soma Umanis, Wuku Tolu Purnaming Sasih Kapat), 6 Oktober 2025.
Sebanyak 36 pejabat dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya secara langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. Pelantikan ini dilaksanakan sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan pejabat periode 2021–2025 dan sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola serta kinerja kelembagaan di lingkungan ISI BALI.
Foto: Pelantikan pejabat struktural periode 2025–2029 di Ballroom Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen Lantai 3 ISI BALI, Senin (6/10).
Salah satu pejabat yang dilantik adalah Dr. I Gede Yudarta, yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) menggantikan Dr. I Ketut Garwa. Adapun Dr. I Ketut Garwa selanjutnya dipercaya memegang amanah baru sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI BALI.
Sejumlah pejabat lain yang turut dilantik di antaranya I Wayan Diana Putra, M.Sn. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FSP, Dr. I Made Kartawan sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FSP, serta I Kadek Widnyana, M.Sn. yang kembali menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSP.
Sementara itu, posisi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) kini dijabat oleh Dr. Ni Luh Desi In Diana Sari, menggantikan Ni Kadek Dwiyani, M.Hum., yang kini dipercaya sebagai Koordinator Urusan Internasional ISI BALI.
Foto: Pelantikan pejabat struktural periode 2025–2029 di Ballroom Kirtya Sabha Mahottama, Gedung Citta Kelangen Lantai 3 ISI BALI, Senin (6/10).
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran dosen serta tenaga kependidikan, baik ASN maupun Non-ASN, yang turut memberikan dukungan terhadap kelancaran prosesi tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik serta apresiasi kepada pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
“Saya mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat baru. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan demi kemajuan ISI BALI. Kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa tugasnya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan selama ini,” ujar Prof Kun Adnyana. (ISIBALI/Humas)