M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

“Karta Mandala” Pameran Ilustrasi Bali Mahasiswa DKV ISI Bali

“Karta Mandala” Pameran Ilustrasi Bali Mahasiswa DKV ISI Bali

Ilustrasi Bali karya Mahasiswa DKV ISI Bali Dokumentasi: Nuriarta, 2026

Tema pameran “Karta Mandala” dimaknai sebagai keseimbangan konsep tradisi dan modern dalam membuat karya ilustrasi bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali). Pameran ini berlangsung selama tiga hari (16-18 Januari 2026) yang terdiri dari pembukaan pameran, talk show, dan penutupan di Gedung Kriya Taman Budaya (art centre) jalan Nusa Indah, di sebelah selatan kampus ISI Bali.

Pembukaan Pameran Pamean ini dibuka oleh Kordinator Program Studi (Korprodi) DKV, Gede Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn. Bayu Segara sebagai Korprodi sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang aktif melakukan pameran ilustrasi. Pembukaan pameran yang berlangsung di halaman depan gedung Kriya juga dihadiri oleh Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni, I Gede Arum Gunawan, S.Ag., M.Ag (mewakili Kepala UPT Taman Budaya), pembimbing matakuliah Ilustrasi Bali, dosen DKV, peserta pameran dan umum. Pembukaan pameran dihadiri oleh lebih dari 70 orang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa ataupun masyarakat umum.

Foto bersama mahasiswa DKV, Dosen DKV, Korprodi DKV, dan perwakilan Taman Budaya (kiri), Mengapresiasi karya mahasiswa di ruang pamer (kanan) Dokumentasi: DKV-B, 2026

Pameran ini diikuti oleh 37 mahasiswa DKV yang mengambil matakuliah Ilustrasi Bali, dengan menghadirkan karya ilustrasi gaya wayang Kamasan, ilustrasi gaya wayang Ubud, dan juga karya ilustrasi yang mengangkat cerita keseharian masyarakat Bali secara tradisional. Jumlah karya yang dipamerkan sebanyak 63 karya ilustrasi dan 39 cerita bergambar. Pameran ini juga menghadirkan karya digital berupa Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dengan teknik digital. Karya ILM tetap menghadirkan figur-figur pewayangan.

Pameran ini hadir sebagai jembatan harmonisasi antara tradisi dan inovasi. Karya-karya yang dipamerkan memperlihatkan mahasiswa DKV-ISI Bali mampu menjaga kesinambungan nilai-nilai tradisional, sekaligus membuka diri terhadap perubahan dan dialog lintas budaya. Ilustrasi tradisi Bali menjadi bukti bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang beku, melainkan entitas hidup yang terus berkembang seiring waktu. Tema kehidupan sehari-hari juga menjadi penting hadir dalam pameran ilustrasi Bali ini karena menunjukkan estetika tradisi tidak hanya hadir di ruang sakral atau dalam narasi epik, tetapi juga menyatu dalam aktivitas keseharian. Ilustrasi kehidupan sehari-hari sering kali mengadopsi prinsip visual tradisi Bali, seperti komposisi naratif, penggunaan simbol, dan penggambaran ruang yang datar namun penuh detail.  Melalui karya-karya tersebut, pencinta seni diajak untuk melihat Bali bukan sekadar sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai ruang hidup yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan kesadaran akan keseimbangan alam.

Talk show

Flayer Visual Talk acara Pameran Karta Mandala Dokumentasi: DKV-B, 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 berlangsung diskusi karya di ruang pamer. Dua narasumber yang diundang hadir untuk menyampaikan kilas ilustrasi Bali yaitu Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn. dan Dr. I Wayan Nuriarta, S.Pd., M.Sn. Cokorda Alit Artawa menyampaikan secara padat tentang kemunculan ilustrasi Bali dan I Wayan Nuriarta membahas ilustrasi dengan perspektif cultural studies. Dalam acara talkshow hadir peserta dari mahasiwa DKV dan umum. Diskusi berlangsung ramai membahas ilustrasi tentang teks visual dan narasi karya.

Pada kesempatan ini juga mahasiswa DKV-B secara aktif membahas karya masing-masing yang terpilih. Mereka menceritakan proses kreatifnya, mulai dari penemuan ide, sket awal, sampai finalisasi karya. Para pengunjung sangat antusias menyimak semua rangkaian acara.

Penutupan Pameran

Penutupan Pameran Karta Mandala Dokumentasi: DKV-B, 2026

Penutupan pameran diisi dengan acara hiburan yang mengundang mahasiswa DKV. Menurut ketua panitia kegiatan, I Putu Gading Bagus Maesha mengatakan serangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar. Ia berharap pameran ilustrasi tradisi Bali ini dapat memberi arti bagi pengunjung. Semoga pameran ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang seni rupa tradisional Bali, tetapi juga menumbuhkan rasa hormat dan tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya yang adiluhung. (cok alit artawan & nuriarta)

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV dan Fotografi

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV dan Fotografi

Acara yang turut meramaikan Pameran Vidya Vastu Virya berakhir di hari ke-3 dengan Art Talk beserta pagelaran seni dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Kriya, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Fotografi. Masing-masing HMP berbagi pengalaman seru mereka sebagai mahasiswa di program studi masing-masing dan menghadirkan berbagai macam musik walaupun ditemani hujan.

HMP Kriya menghadirkan dua narasumber, Suryawan dan Naomi, mahasiswa yang ikut dalam pagelaran Pameran Desiminasi Tugas Akhir Program ISI Bali Berdampak Semester Gasal 2025/2026. Keduanya memiliki pengalaman yang berbeda dalam apa yang mereka kerjakan bersama mitra usaha yang dipilihnya. Di antaranya mempelajari tentang upcycling dan warna alam. Dengan begitu pengalaman tentang pengolahan material sangat berarti untuk mereka, begitu juga mempelajari pasar yang ada di dunia industri kriya. Sedangkan untuk pagelarannya sangat penuh antusiasme walaupun harus berpindah tempat dan berteduh dari kehujanan. HMP Kriya menghadirkan pagelaran ngelawang yang unik, daripada diiringi musik gamelan, mereka memakai kulkul berbahan bambu yang dibuatnya sendiri. Sehingga pagelaran ini terbilang sangat unik dan penuh semangat yang melibatkan 30-an mahasiswa Program Studi Kriya.

HMP Desain Interior menghadirkan satu narasumber, Komang, mahasiswa yang ikut dalam Tugas Akhir juga. Salah satu pengalaman yang berkesan untuknya adalah pengalaman yang keluar dari studio. Misalnya di saat ke lapangan untuk mengecek proyek bersama mitra yang tidak secara langsung didapatkan saat mengerjakan tugas kampus. Sehingga kesempatan yang didapatkannya melalui Program ISI Bali Berdampak tersebut menjadi sangat penting dalam pengembangan keahlian serta kompetensinya sebagai desainer untuk desain interior. Menurutnya jangan sampai ketinggalan dalam mendalami berbagai skill (kemampuan) desain dua dimensi maupun tiga dimensi yang harus dikuasai dalam Desain Interior karena nanti saat ikut Program ISI Bali Berdampak menjadi kesempatan untuk menggunakan semuanya. Karena dengan terbiasa menggunakannya, mahasiswa akan bisa melaksanakan tugas yang diberikan oleh client dengan lebih mudah. HMP Desain Interior lalu menghadirkan band pop yang membawakan lagu-lagu band Indonesia ternama seperti Sheila On 7 dan Dewa 19 dimana audiens tidak bisa menolak ikut bernyanyi.

HMP DKV menghadirkan dua narasumber mahasiswa yang sedang Tugas Akhir dan satu narasumber mahasiswa semester tiga. Adapun salah satu mahasiswa, Candra, yang ikut Program ISI Bali Berdampak di Polandia yang ikut dalam mengembangkan Taman Bali Indah yang baru dibangun. Disana ia ikut dalam pertunjukan seni, workshop seni, dan juga sebagai tim branding. Ada berbagai adaptasi yang harus dilalui terutama dalam budaya, bahasa serta cuaca yang berbeda. Pengalaman copywriting menjadi penting karena ada standar yang berbeda dengan di Indonesia.

Satunya, Dayu, melakukan Program ISI Bali Berdampak di Rumah Sakit Kenak Medika, Gianyar. Pengalamannya penuh hal yang menarik terutama mengetahui apa saja yang terjadi serta manajemen di dalam rumah sakit. Selain mendalami dalam membuat branding-nya, salah satu pengalaman yang tidak terpikirkan adalah sesi foto bayi yang baru lahir. “Excited, deg-degan juga, karena sesuatu yang baru,” Dayu menjelaskan.

Mahasiswa semester tiga, Dita, memilih DKV dari arahan orang tua yang melihat potensi Program Studi DKV itu seperti apa. Mengenal berbagai dasar pengembangan DKV melalui Nirmana dan DKV Dasar menjadi bagian dari mula perjalanan mempelajarinya. Pameran-pameran menjadi pengalaman yang tidak terlupakan terutama pameran berkolaborasi dengan S2 Tata Kelola Seni sehingga dapat mempelajari cara membuat pameran bersamanya. Pagelaran seni yang dihadirkan oleh HMP DKV adalah band musik yang membawakan lagu-lagu lawas pop rock luar negeri. HMP Fotografi menghadirkan tiga mahasiswa yang mengikuti Program ISI Bali Berdampak dan pagelaran DJ yang menemani audiens menembus malam. Dika, Tria, dan Bagus melaksanakan Program ISI Bali Berdampak di tiga tempat yang berbeda dengan konsentrasi yang berbeda-beda juga, di antaranya story telling,hospitality, dan fashion modelling.Skill baru dalam menangkap foto terbaik mungkin tidak didapatkan selama program berjalan tetapi skill membagi waktu, menggunakan lighting/pencahayaan dalam studio, dan marketing atau pemasaran menjadi hal-hal yang dipelajari lebih dalam. Momentum yang tidak terlupakan adalah bagaimana mengolah konsep tersendiri agar dapat menghasilkan karya fotografi yang baik, juga menghadapi serta belajar dari kesalahan yang terjadi. “Jangan pernah ngerasa takut yang berlebihan, takut boleh tetapi tetap komunikasikan dengan atasan, pokoknya jangan asumsi sendiri,” Tria berpesan.

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Seni Murni, Animasi, Program Film dan Televisi, dan Desain Mode

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Seni Murni, Animasi, Program Film dan Televisi, dan Desain Mode

Foto: KegiatanDiseminasi Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain hari ke-2 di Bencingah Nata-Cita Arts Space ISI BALI, Rabu (14/1).

Dalam rangka Vidya Vastu Virya hari ke-2, selain Pameran Visual berlanjut dibuka, adapun kegiatan-kegiatan dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Bali. Hari kedua, Rabu (14/1), diramaikan oleh HMP Seni Murni, HMP Animasi, HMP Produksi Film dan Televisi, dan HMP Desain Mode.

Diantaranya terdapat cerita-cerita yang menginspirasi dari berbagai mahasiswa. Dari HMP Desain Mode dan HMP Program Studi Produksi Film dan Televisi, terdapat beberapa mahasiswa tentang pengalamannya lewat Art Talk. Seperti proses kreatif, eksplorasi ide, hingga nilai disiplin dan konsistensi yang dipelajari selama menekuni bidang ini.

Adapun pagelaran seni nyanyian dan tarian dari beberapa mahasiswa Desain Mode. Anggun Kristipa, salah satu mahasiswa Desain Mode yang ikut mengisi pagelaran seni tersebut, berbagi bahwa acara ini sangat berkesan. Perpaduan nyanyian dari Anggun dan teman-temannya Indah dan Anggita yang menari membuat suasana pagelaran terasa hidup dan emosional. “Setiap penampilan saling melengkapi dan memperkuat cerita bahwa dunia mode erat kaitannya dengan ekspresi seni, perasaan, dan keindahan gerak,” Anggun berbagi.

HMP Seni Murni menghadirkan sebuah performance live painting beserta narasumber mahasiswa Tugas Akhir sebagai narasumber Art Talk. Made Chandra berbagi karyanya yang menghadirkan hasil pengkajiannya terhadap Seni Lukis Wayang Kamasan kepada audiens sedangkan Made Nova Moyo mengangkat isu lingkungan yang kian menggerogoti ekosistem dunia dengan simbol berbagai material serta burung Cendrawasih. “Pengalaman saya, kampus menjadi laboratori yang dinegosiasi, ditanya, dan tempat calon seniman membangun jejaring karena dipertemukan teman-teman dari berbagai lini termasuk SMSR,” kata Chandra.

Keduanya berpendapat bagaimana kesempatan Program ISI Bali Berdampak Magang maupun Studi Independen adalah kesempatan yang tidak datang dua kali, apalagi untuk Moyo yang bertekad harus bisa berkuliah dengan biaya sendiri. Tempat magang akan menjadi jembatan saat nanti keluar kampus, begitu juga menumbuhkan seorang mahasiswa. “Satu kata, ngelindeng, kalau anak seni itu nggak ngelindeng itu gak bebas, buntu, banyakin punya teman, relasi, pasti bisa dah, pasti!” Moyo berpesan.

Dari HMP Animasi menghadirkan pagelaran musik akustik dan dalam Art Talk nya terdapat mahasiswa Semester 3 Caleb Nikao Hutabarat dan mahasiswa Semester 1 Putu Bagus Mas. Dengan industri perfilman animasi di Indonesia yang mengalami  peningkatan menjadi alasan kenapa Program Studi Animasi diminati. Tereksposnya diri mereka dengan kartun-kartun seperti Boboiboy dan Upin Ipin membuat mereka tertarik menelusuri pembuatan animasi. “Saya terpikir kenapa tidak menjadi orang di balik layar yang dapat menuangkan imajinasinya dalam bentuk kartun atau animasi,” Bagus Mas bercerita.

Walaupun rintangan ada di pembagian waktu kerja dan terus membangun komunikasi sesama dengan proses pembuatan animasi yang mencakup pra sampai pasca produksi, Caleb dan Bagus Mas merasa tugas-tugas yang dikerjakan kelak akan berguna. “Pesan saya tetap improve diri sendiri, jangan terlalu mood swing, tetap berkarya dan menjadi orang yang berdampak di masa depan,” pungkas Caleb.

Pembukaan “Vidya Vastu Virya”, Diseminasi ISI Bali Berdampak Tugas Akhir Semester Gasal TA 2025/2026

Pembukaan “Vidya Vastu Virya”, Diseminasi ISI Bali Berdampak Tugas Akhir Semester Gasal TA 2025/2026

Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana meninjauPameran Diseminasi Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain di Nata-Cita Arts Space ISI BALI, Selasa (13/1).

Tidak terasa enam bulan sudah berlalu, 392 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali telah memenuhi kewajiban Tugas Akhir hasil diseminasi program ISI Bali Berdampak. Terlebih diseminasi dari FSRD ISI Bali kali ini menghadirkan calon sarjana dari program studi baru S1 Desain Produk dan S1 Animasi, “Ini merupakan sejarah mahasiswa terbanyak melaksanakan Tugas Akhir di ISI Bali,” lapor Ketua Panitia Diseminasi Program ISI Bali Berdampak, Wakil Dekan 1 FSRD, I Made Pande Artadi.

Dijelaskan bahwa “Vidya-Vastu-Virya” yang artinya “Nalar Berpadu, Daya Menjelma, Karya Berdampak” merupakan tema dari empat macam diseminasi Tugas Akhir FSRD yang dihadirkan dalam bentuk Pameran (13-15/1), Film Screening (18/1), Fashion Show (24-25/1), dan Animation Screening (30/1). Tema ini dilihat relevan terhadap transformasi kampus seni yang telah berdiri 60 tahun lamanya menjadi ISI Bali yang semakin Meraya Cita Samasta.

Secara per kata, “Vidya” sebagai nalar berpadu mencerminkan kedalaman intelektual; “Vastu” sebagai daya menjelma adalah proses kreatif dalam mewujudkan ide; sementara “Virya” merupakan komitmen untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata secara sosial, lingkungan dan ekonomi. Keilmuan Seni Rupa dan Desain menjadi medium reflektif untuk memperluas batas pengetahuan manusia. Tema ini pun diharapkan dapat memantik penciptaan karya yang estetis, sarat makna, menggugah pemikiran, dan mampu membuka ruang dialog lintas disiplin. “Konsep tema yang dikemas sangat baik, berkaitan erat dengan diseminasi pertama untuk Kurikulum ISI Bali Berdampak,” apresiasi Dekan FSRD, I Nengah Sudika Negara.

Disampaikan peserta Tugas Akhir  kali ini berjumlah 392 orang, yang terdiri dari 37 mahasiswa Seni Murni, 11 mahasiswa Kriya, 65 mahasiswa Desain Interior, 107 Mahasiswa Komunikasi Visual, 28 mahasiswa Fotografi, 71 mahasiswa Desain Mode, 30 mahasiswa Produksi Film dan Televisi, 22 mahasiswa desain produk, dan 22 mahasiswa Animasi. Adapun program yang telah ditempuh mencakup lima kegiatan pilihan, yaitu Program Magang Berdampak, Studi Projek Independen Berdampak, Wirausaha Berdampak, Asistensi Mengajar Berdampak, dan Program Magang Merdeka yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek.

Selanjutnya Kurator Pameran “Vidya-Vastu-Virya” I Nyoman Payuyasa dan I Putu Arya Janottama menyampaikan bahwa tema yang diusung pada prinsipnya mencoba merangkul serta merajut dari keanekaragaman karya yang dihasilkan oleh mahasiswa di FSRD. Walaupun proses berlalu dalam enam bulan terakhir, sejatinya karya-karya yang dibuat kali ini sebenarnya lahir dari pertama kali mahasiswa menapakkan kaki di ISI Bali. Segala pengalaman, teori, dirajut sehingga karya-karya yang dihasilkan merupakan hilirisasi dari pengalaman-pengalaman mereka serta dampak sosial, lingkungan dan ekonomi yang dihasilkan. “Selain itu, adapun dampak emosional, hasil karya yang dialami yang merupakan hasil bimbingan antara dosen dan mitra, mampu memberikan nuansa tertentu kepada audiens,” perwakilan Kurator, I Nyoman Payuyasa, menyampaikan.

Pameran dibuka dengan sambutan dari Rektor Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, yang mengapresiasi dan berterima kasih atas kerjasama serta sinergi yang baik dari segala jajaran sampai terjadinya diseminasi ini. Termasuk kepada para mitra Program ISI Bali Berdampak yang telah bekerjasama dengan FSRD yang telah berbagi wawasan serta jejaring yang luar biasa kepada mahasiswa. Rektor menekankan bahwa Tugas Akhir adalah bukti teman-teman mahasiswa semakin diakui, menjadi sebuah capaian, sekaligus menjunjung inovasi sebagai ikhtiar kehidupan sejati. “Tugas Akhir bagi kami bukan titik akhir, tetapi ini adalah langkah pertama untuk membangun kontestasi dan inovasi yang semakin nyata, semakin penuh tantangan,” pesan Rektor.

Pembukaan kegiatan diseminasi Tugas Akhir kali ini didukung pula oleh mahasiswa yang baru menyelesaikan program pembelajaran pertukaran lintas fakultas di Program Studi Seni Karawitan dan Prodi Seni Tari yang menyuguhkan hasil program perkuliahan mereka berwujud Tari Cak dan Bleganjur. Pementasan ini meyakinkan bahwa pembelajaran skema kolaboratif dapat memberikan pengalaman praktik dan pengetahuan baru untuk pengembangan wawasan mahasiswa ISI Bali.

Selama Pameran “Vidya-Vastu-Virya” akan hadir berbagai Art Talk dan Pagelaran dari HMP Program Studi di FSRD. Hari ini hadir para mahasiswa Desain Produk, Arsitektur dan Mahasiswa Berprestasi. Salah dua mahasiswa Desain Produk yang ikut dalam Art Talk singkat malam ini, berbagi tentang pengalamannya menjalankan Program ISI Bali Berdampak kepada audiens. Kebetulan keduanya berkarya di Mitra yang sama yaitu Studio Banda, studio industrial design berbasis di Ubud yang telah bekerja sama dengan berbagai studio internasional. Adapun mereka berbagi tentang suka duka dalam Tugas Akhir-nya yang penuh dengan percobaan trial-error akan material-material yang digunakan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menambah wawasan pengalaman kepada adik-adik mahasiswa yang masih studi dan akan mengikuti Program ISI Bali Berdampak.

Cetak Sejarah, Prodi Desain Produk ISI Denpasar Gelar Diseminasi TA Angkatan Pertama Bersama Mitra Industri

Cetak Sejarah, Prodi Desain Produk ISI Denpasar Gelar Diseminasi TA Angkatan Pertama Bersama Mitra Industri

Program Studi (Prodi) Desain Produk untuk pertama kalinya menggelar Diseminasi Pameran Karya Tugas Akhir (TA) mahasiswa angkatan pertama. Acara bersejarah ini dibuka secara resmi pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di gedung Nata Citta Art space Kampus ISI Bali

Momen ini menjadi tonggak capaian penting bagi ISI Denpasar, menandai lahirnya desainer produk profesional pertama yang dicetak langsung oleh institusi seni tertua di Bali ini. Pameran ini bukan sekadar perayaan kelulusan, melainkan pembuktian kualitas luaran pendidikan perdana dari Prodi Desain Produk kepada publik.

Keunikan utama dari pameran angkatan sulung ini terletak pada pendekatan kekaryaan yang berbasis kolaborasi. Berbeda dengan pameran akademis biasa, karya-karya unik yang ditampilkan merupakan hasil kerjasama intensif antara mahasiswa dengan berbagai mitra strategis. Mitra tersebut meliputi Industri Kecil Menengah (IKM), perajin lokal Bali, hingga perusahaan manufaktur.

Hasil dari sinergi dengan mitra tersebut melahirkan puluhan prototipe produk yang siap pasar. Pengunjung dapat melihat beragam inovasi, mulai dari furniture yang memanfaatkan limbah industri mitra, alat bantu produktivitas untuk UMKM, hingga produk kriya kontemporer yang mengangkat teknik tradisional mitra perajin ke level desain modern.

Salah satu karya kolaboratif yang menarik perhatian adalah “3120 sling trail” yang dikembangkan bersama mitra, karya apparel berupa sling bag yang dirancang untuk kebutuhan touring. Karya ini dinilai sukses menggabungkan visi desain mahasiswa dengan kemampuan produksi mitra. Pameran diseminasi perdana ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung hingga Kamis 15 Januari 2026. Masyarakat umum, pelaku bisnis, dan penikmat desain diundang hadir untuk menyaksikan langsung kelahiran generasi baru desainer produk Bali yang siap bersaing di kancah global.

Perkuat Kerja Sama Internasional, ISI BALI Sepakati MoU dengan Seoul Institute of the Arts, Korea

Perkuat Kerja Sama Internasional, ISI BALI Sepakati MoU dengan Seoul Institute of the Arts, Korea

Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts, Rabu (14/1) di di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima kunjungan delegasi Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, Rabu (14/1), bertempat di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan jejaring internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua institusi.

Delegasi dipimpin langsung oleh Presiden Seoul Institute of the Arts, Prof. Chang Ji Hun, didampingi Dean of Planning Koh Joo Won, Dean of Academic Affairs Kim Dokyun, Dean of External Relations, Kim Ji Young, Staff of External Relations, Kim Sarang.

Rombongan disambut oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, bersama jajaran Wakil Rektor, Direktur Program Pascasarjana, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Koordinator Urusan Internasional ISI BALI.

Kerja sama antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts sejatinya telah terjalin sejak tahun 2017. Kerja sama telah diwujudkan melalui undangan kepada salah satu dosen ISI BALI, Dr. I Made Sidia, untuk memberikan pembelajaran tentang kesenian Bali di Seoul Institute of the Arts, termasuk gamelan Bali dan tari tradisional Bali.

Pada kunjungan kali ini, Seoul Institute of the Arts mengajak ISI BALI untuk berkolaborasi dalam program CultureHub Korea. Program ini dirancang untuk memperluas praktik kreatif mahasiswa dan dosen sekaligus menumbuhkan lingkungan pembelajaran yang imersif dan berwawasan global.

CultureHub Korea berfokus pada tiga komponen utama, yakni Creative Production, Research & Development, serta Education. Melalui kolaborasi dengan seniman dari berbagai negara di Art & Technology Center (ATEC) milik Seoul Institute of the Arts, CultureHub Korea mendorong eksplorasi teknologi mutakhir guna mengembangkan bentuk-bentuk seni baru yang inovatif.

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan seni dan teknologi berbasis budaya yang berkelanjutan antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts.(ISIBALI/Humas)

Loading...