M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Campus Week International Exhibition 3.0 Tampilkan Karya Seniman Muda dari Enam Negara

Jul 31, 2026 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Campus Week International Exhibition 3.0 di Nata-Citta Art Space ISI BALI, Kamis (30/7).

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menghadirkan ruang apresiasi seni berskala internasional melalui Campus Week International Exhibition 3.0 bertajuk “Adi Karsa Anantari”. Pameran yang menampilkan 39 karya terpilih hasil open call ini resmi dibuka oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, di Nata-Citta Art Space (N-CAS) ISI BALI, Kamis (30/7).

Sebanyak 39 peserta terpilih melalui proses kurasi dari 116 submitter yang mengikuti open call. Para peserta terdiri atas mahasiswa ISI BALI serta perupa umum dari dalam dan luar negeri, antara lain Indonesia, Inggris, Thailand, Australia, India, dan Chili. Keberagaman latar belakang tersebut memperkaya perspektif dalam pameran sekaligus mempertegas semangat kolaborasi lintas budaya yang diusung Campus Week 2026.

Pameran ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Campus Week 2026 yang memberikan ruang bagi mahasiswa dan seniman untuk menampilkan gagasan kreatif melalui berbagai medium seni. Sebanyak 39 karya yang dipamerkan mengeksplorasi beragam isu kontemporer, seperti tradisi, lingkungan, pemberdayaan perempuan, teknologi, hingga identitas budaya melalui media lukisan, ilustrasi, seni digital, dan instalasi.

Foto: Pembukaan Campus Week International Exhibition 3.0 di Nata-Citta Art Space ISI BALI, Kamis (30/7).

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menyampaikan apresiasi kepada BEM ISI BALI atas terselenggaranya pameran internasional yang dinilai mampu menunjukkan kapasitas mahasiswa dalam menghadirkan ruang berkesenian yang berkualitas dan terbuka bagi masyarakat.

Menurutnya, seni dan desain merupakan medium yang memungkinkan mahasiswa menyampaikan gagasan secara bijaksana melalui bahasa visual yang estetik, unik, dan berkepribadian. Proses menjadi seniman maupun desainer bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi juga perjalanan untuk terus mengeksplorasi keunikan, menemukan jati diri, serta membangun keberlanjutan dalam berkarya. “Mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengakses berbagai media dan menjadikan seni sebagai cara menyampaikan sesuatu secara bijaksana. Keunikan dan keindahan dalam setiap karya perlu terus dieksplorasi sebagai bagian dari pencarian jati diri seorang seniman maupun desainer. Masa depan ada di tangan mahasiswa ISI BALI. Teruslah berkarya dan jadikan seni sebagai ruang untuk menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan bagi masyarakat,” ujar Rektor.

Foto: Campus Week International Exhibition 3.0 di Nata-Citta Art Space ISI BALI, Kamis (30/7).

Mengusung tema “Adi Karsa Anantari”, pameran ini mengangkat makna kehendak mulia yang terus mengalir tanpa henti menembus batas waktu. Dalam pengantar kuratorial yang ditulis oleh Dewa Ayu Eka Savitri Sastrawan, S.Sn., M.A. dan Dr. Bianca Winataputri dijelaskan bahwa tema tersebut menjadi pengingat bahwa berbagai kemajuan yang dinikmati generasi muda saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang generasi sebelumnya. Melalui tema ini, BEM ISI BALI mengajak masyarakat untuk menghargai semangat, kerja keras, dan nilai-nilai yang telah menjadi fondasi kehidupan bersama.

Kurator menjelaskan bahwa pameran ini juga berangkat dari kegelisahan terhadap derasnya arus informasi yang sering kali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk mengingat dan merefleksikan berbagai persoalan secara mendalam. Dalam konteks tersebut, seni hadir sebagai medium yang mampu menghadirkan pengalaman yang lebih reflektif melalui kekuatan bercerita (storytelling), sehingga berbagai isu dapat dipahami dengan lebih utuh dan bertanggung jawab.

Melalui proses kurasi, karya-karya yang dipilih menampilkan beragam narasi lintas generasi yang merespons isu-isu kontemporer, seperti tradisi, lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan perkembangan teknologi. Berbagai medium dimanfaatkan secara kreatif, mulai dari media digital, media cetak, lukisan, hingga instalasi. Sejumlah karya mengadaptasi cerita-cerita lokal Bali, sejarah lisan, mitologi, hingga kisah-kisah dari berbagai negara, sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), tetap membutuhkan sentuhan dan kreativitas manusia (human touch) dalam proses penciptaan karya seni.

Keikutsertaan mahasiswa ISI BALI bersama para perupa dari berbagai negara memperlihatkan bagaimana seni menjadi bahasa universal yang mampu mempertemukan beragam latar belakang budaya dalam satu ruang dialog. Melalui karya-karya yang dipamerkan, para peserta tidak hanya menyampaikan ekspresi artistik, tetapi juga menawarkan refleksi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat global saat ini. (ISIBALI/Humas)

Categories

Loading...