
Foto: Delegasi ISI BALI bersama kelompok seni Indonesia dalam The Pasar Indonesia di Rijswijk, Belanda, Kamis (15/5).
ISI BALI kembali memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional melalui partisipasinya dalam ajang The Pasar Indonesia yang diselenggarakan di De Broodfabriek: Expo and Event Center, Rijswijk, Belanda, 13-18 Mei 2026. Kehadiran delegasi ISI BALI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkenalkan seni, desain, dan budaya Bali kepada masyarakat dunia.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan undangan penting, di antaranya Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinankung, serta Director De Broodfabriek, Jeldert de Boer. Selain itu, turut hadir para delegasi, kelompok seni yang akan tampil, serta para tamu undangan dan pengunjung The Pasar Indonesia dari berbagai kalangan.

Foto: Mahasiswa ISI BALI, Komang Prayoga Putra (paling kanan) memberikan workshop Tari Topeng dalam The Pasar Indonesia di Rijswijk, Belanda, Jumat (15/5)
Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan Adnyana menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara atas undangan yang diberikan kepada ISI BALI untuk berpartisipasi dalam kegiatan internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan ISI BALI merupakan bagian dari misi diplomasi seni, desain, dan budaya yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2022. Misi ini dilandasi Visi Meraya Citta Samasta dan menggaungkan ISI BALI sebagai Hub Global Pusat Kreativitas dan Inovasi Seni (Global-Bali Arts Creativity Center Hub).
“Partisipasi ISI BALI dalam The Pasar Indonesia merupakan bagian dari misi diplomasi seni, desain, dan budaya yang kami jalankan secara konsisten dan regeneratif sejak tahun 2022.” ujar Prof. Kun Adnyana.
ISI BALI mengirimkan tiga delegasi mahasiswa, yakni Komang Prayoga Putra dari Program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni, Dewa Ayu Made Adinda Ratna Devi dari Program Studi Tari, serta Ni Komang Trisna Devi dari Program Studi Desain Mode. Delegasi ISI BALI menampilkan pertunjukan tari klasik Bali seperti Tari Topeng Manca dan Tari Kekebyaran, serta tari kontemporer “Deeng Nusantara”, sekaligus menggelar workshop seni tari Bali bagi pengunjung.

Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana (kiri) bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda L. Amrih Jinangkung dalam The Pasar Indonesia di Rijswijk, Belanda, Jumat (15/5).
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari keberlanjutan program internasional Bali Nata Bhuwana dan Bali Citta Bhuwana yang dikembangkan ISI BALI sebagai ruang pembelajaran dan kolaborasi pengabdian masyarakat berbasis budaya global. Melalui program tersebut, ISI BALI telah hadir di berbagai negara, antara lain Malaysia, Prancis, Kazakhstan, Tiongkok, dan Thailand.
Prof Kun Adnyana juga menegaskan komitmen kampus dalam memperluas jejaring internasional melalui berbagai platform akademik dan kreatif. “Kami membuka diri bagi masyarakat Belanda dan Eropa yang ingin berpartisipasi dalam berbagai platform internasional ISI BALI. Kami berharap semakin banyak masyarakat dunia datang ke Bali dan mengenal ISI BALI lebih dekat,” kata professor bidang sejarah seni ini.
Selain itu, ISI BALI juga memperkenalkan sejumlah program internasional seperti B-IPADS (Bali-International Program for Arts and Design Studies), G-BACAM (Global-Bali Arts and Culture Advanced Management), dan G-BAS (Global-Bali Arts Short Course) sebagai wadah kolaborasi global di bidang seni dan budaya. Rektor ISI BALI juga menilai bahwa The Pasar Indonesia memiliki semangat yang sejalan dengan upaya pelestarian dan penguatan memori budaya Indonesia di luar negeri, sekaligus menjadi ruang pertemuan budaya yang hangat bagi diaspora dan masyarakat internasional. (Humas ISI Bali/Rara)
















