M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI Persembahkan “Luwih Arja Luh” dalam Kalangan WIdya Mahardika V

Apr 15, 2026 | Berita, Berita Kegiatan

Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).

Memaknai Kalangan Widya Mahardika V (Pakan Seni Akademika) bertajuk Kirtya-Jnana-Kawya yang bermakna “Memulia Pengetahuan Luhur”, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) mempersembahkan Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4), bertepatan dengan Hari Suci Saraswati (Saniscara Kliwon Wuku Watugunung). Pergelaran tersebut menjadi salah satu puncak rangkaian Kalangan Widya Mahardika yang sejak awal menghadirkan beragam aktivitas seni dan budaya di lingkungan kampus ISI BALI.

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, mengatakan bahwa pergelaran ini memiliki makna khusus sebagaimana nama “Luwih Arja Luh” yang menegaskan peran perempuan dalam dunia seni pertunjukan. “Pergelaran ini sangat spesial karena seluruh praginanya adalah perempuan, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa ISI BALI. Mereka adalah perempuan yang tidak hanya tangguh, tetapi juga menawan, anggun, dan berkarisma di atas panggung serta memberi inspirasi kepada kita semua,” ujarnya.

Foto: Pergelaran Drama Tari Luwih Arja Luh berjudul “Ranu–Saraswati–Rasmi” di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4).

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Kalangan Widya Mahardika V, mulai dari pembukaan hingga pergelaran pada hari tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh unsur dalam serangkaian Kalangan Widya Mahardika sejak dibuka hingga pergelaran hari ini. Semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditunjukkan menjadi kekuatan penting bagi ISI BALI dalam memuliakan pengetahuan, seni, dan budaya,” katanya.

Sebagai bagian yang memperkuat dimensi sakral dalam pergelaran, turut ditampilkan sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI. Penampilan ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal, sekaligus merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Foto: Sasolahan Napak Pertiwi Palawatan Suci Pura Padma Nareswara ISI BALI di Panggung Terbuka Nretya Mandala ISI BALI, Sabtu (4/4). Sebelum pergelaran drama tari dilaksanakan, pada pagi hari ISI BALI terlebih dahulu menggelar upacara Mecaru, Mlaspas, Pasupati, serta Mapadagingan. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai rangkaian penyucian dan penyelarasan terhadap sejumlah bangunan baru maupun bangunan yang telah selesai direnovasi di lingkungan kampus ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

Categories

Loading...