M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Dari Sketsa ke Layar: Mahasiswa DKV ISI Bali Hidupkan Cerita Lewat Animasi

Dari Sketsa ke Layar: Mahasiswa DKV ISI Bali Hidupkan Cerita Lewat Animasi

Denpasar, Bali – Suasana penuh antusiasme mewarnai ruang screening ketika mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menampilkan karya video animasi terbaru mereka. Karya-karya tersebut merupakan hasil eksplorasi kreatif mahasiswa yang memadukan keterampilan teknis dengan gagasan komunikatif, sehingga menghasilkan tontonan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan sosial.

Foto : foto bersama screening video animasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual.

Video animasi yang ditayangkan menampilkan beragam gaya ilustrasi dan teknik animasi, mulai dari pendekatan dua dimensi yang ekspresif hingga eksperimen tiga dimensi yang lebih dinamis. Setiap karya mencerminkan identitas kreatif mahasiswa sekaligus memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengolah narasi visual yang komunikatif. Penonton yang hadir, terdiri dari dosen, mahasiswa lintas jurusan, serta stakeholder, memberikan apresiasi atas keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu aktual melalui medium animasi.

Screening ini bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi pada Mata Kuliah Animasi dalam kurikulum DKV ISI Bali. Pembuatan video animasi tersebut merupakan tugas Mata Kuliah Animasi yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam menguasai konsep periklanan, storytelling visual, serta keterampilan teknis produksi. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang nyata, di mana mahasiswa dapat menguji kemampuan mereka sekaligus menerima masukan langsung dari audiens.

Tema yang diangkat dalam animasi kali ini adalah iklan layanan masyarakat. Mahasiswa ditantang untuk menyampaikan pesan-pesan penting seperti kesadaran lingkungan, kesehatan, keselamatan berlalu lintas, hingga nilai-nilai budaya lokal. Melalui pendekatan kreatif, pesan-pesan tersebut dikemas dalam bentuk animasi yang ringan, mudah dipahami, dan mampu menyentuh emosi penonton. Hal ini menunjukkan bahwa animasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan kampanye sosial yang efektif.

Foto : salah satu karya Animasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Bali.

Kegiatan screening ini diakhiri dengan sesi diskusi antara mahasiswa, dosen, dan penonton. Diskusi tersebut membuka ruang refleksi mengenai bagaimana animasi dapat menjadi sarana komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka terhadap isu-isu sosial yang berkembang di sekitarnya. Dengan terselenggaranya screening ini, ISI Bali kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak desainer komunikasi visual yang kreatif, kritis, dan beretika. Animasi karya mahasiswa bukan hanya bukti pencapaian akademik, tetapi juga kontribusi nyata dalam membangun kesadaran sosial melalui media visual.

Prodi Desain Mode ISI BALI Diseminasikan 213 Karya Busana

Prodi Desain Mode ISI BALI Diseminasikan 213 Karya Busana

Foto: Fashion Show “Diversity of Indonesia #9 diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak Semester Gasal Tahun 2025/2026 di Gedung Citta Kelangan Lt.3 ISI BALI, Sabtu (24/1).

Program Studi (Prodi) Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar Fashion Show “Diversity of Indonesia #9”. Fashion show diselenggarakan dalam rangka diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak Semester Gasal Tahun 2025/2026 di Gedung Citta Kelangan Lt.3 ISI BALI.

Pembukaan Fashion show, Sabtu (24/1) malam, dihadiri oleh ratusan tamu undangan, diantaranya Rektor ISI BALI, Prof Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana berserta jajaran pimpinan di lingkungan ISI BALI, Anggota DPD RI asal Bali Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, dosen, dan tenaga kependidikan ISI BALI. Hadir pula perwakilan mitra berdampak ISI BALI, orang tua/wali mahasiswa, dan undangan lainnya.

Foto: Fashion Show “Diversity of Indonesia #9 diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak Semester Gasal Tahun 2025/2026 di Gedung Citta Kelangan Lt.3 ISI BALI, Sabtu (24/1).

Ketua Panitia Fashion Show, Grace Febbythadewi Simbang , dalam laporannya menyatakan sebanyak 213 busana dari 71 mahasiswa ditampilkan dalam diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak bertajuk Diversity of Indonesia #9 ini. Setiap mahasiswa menciptakan 3 karya busana, terdiri dari ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture.

Untuk pertama kali sejak tahun 2016, fashion show ini diselenggarakn selama 2 hari, Sabtu (24/1) dan Minggu (25/1). Pada hari pertama, diperagakan 108 busana dari 36 mahasiswa, dan 105 busana dari 35 mahasiswa pada hari kedua.

Proses diseminasi tugas akhir ini melalui sejumlah tahapan yang panjang dan terstruktur, dimulai dari pengumpulan proposal dan seleksi desain, dilanjutkan dengan asistensi serta evaluasi bersama dosen pembimbing dengan dukungan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dalam proses penciptaannya, mahasiswa juga melakukan riset mendalam terhadap kekayaan budaya Indonesia, yang meliputi eksplorasi arsitektur tradisional, flora dan fauna Nusantara, serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai sumber inspirasi desain. Tahap akhir dari rangkaian ini meliputi sesi pemotretan karya hingga pementasan busana pada perhelatan fashion show.

Grace menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. “Kepada pimpinan ISI BALI, para dosen, mitra DUDI yang sudah membimbing, pengisi acara, alumni, dan pendukung acara lainnya. Tanpa dukungan mereka, acara ini tidak mungkin berhasil,” ujar mahasiswa Prodi Desain Mode semester 7 ini.

Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana mengapresiasi dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam menyelenggarakan diseminasi tugas akhir semester gasal tahun akademik 2025/2026 ini. Ia menegaskan bahwa fashion show merupakan pilar utama dalam pendidikan dan praktik desain mode, karena menjadi ruang aktualisasi gagasan, kreativitas, serta profesionalisme mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan kualitas dan potensi generasi cemerlang dunia desain Indonesia yang tumbuh di lingkungan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)

Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali Ikuti Seminar Pendidikan Drama, Tari, dan Musik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali Ikuti Seminar Pendidikan Drama, Tari, dan Musik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP), Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Pendidikan Seni bertema “Seni Pertunjukan Nusantara Sebagai Wahana Literasi Multikultural dalam Pendidikan Seni” yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Mahadewa Indonesia pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, akademisi dari tiga perguruan tinggi yakni Universitas PGRI Mahadewa, Institut Seni Indonesia Bali, serta Universitas Hindu Indonesia.

Keikutsertaan Prodi PSP ISI Bali dalam seminar ini merupakan wujud komitmen institusi dalam memperkuat pemahaman akademik mengenai seni pertunjukan Nusantara sebagai bagian penting dari literasi multikultural dalam pendidikan seni. Seminar ini menjadi forum strategis untuk membahas peran seni drama, tari, dan musik dalam pengembangan wawasan kebangsaan, keberagaman budaya, serta pembentukan karakter melalui pendidikan seni. Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa memperoleh ruang diskusi ilmiah untuk bertukar gagasan terkait pendekatan konseptual, metodologi pembelajaran, serta praktik pedagogis seni pertunjukan yang kontekstual dan relevan dengan dinamika sosial-budaya masyarakat Indonesia. Seni pertunjukan Nusantara dipandang tidak hanya sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, nilai, dan identitas budaya. Selain memperkuat wawasan akademik, seminar ini juga menjadi sarana penguatan jejaring dan kolaborasi antara akademisi dan praktisi seni. Interaksi lintas institusi diharapkan dapat mendorong sinergi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang seni pertunjukan.

Mahasiswa PSP sebagai penyaji seminar. Dokumentasi: Aditya Putra Nugraha, 2026

Kegiatan seminar akademik ini selain pengadaan seminar akademik juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Implementation Arrangement antara  Fakultas Bahasa dan Seni Universitas PGRI Mahadewa Indonesia dengan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Bali serta Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik dengan Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan dengan tujuan mendukung program Kampus Berdampak dengan mengimplementasikan program secara bersama melalui kolaborasi sumber daya yang dimiliki oleh prodi masing-masing perguruan tinggi.

Penandatanganan PKS dan IA Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Koorprodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Kaprodi Pendidikan Sendratasik. Dokumentasi: PSP, 2026

Partisipasi Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Bali dalam kegiatan ini sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta visi ISI Bali sebagai pusat pengembangan dan pelestarian seni budaya Nusantara. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan seni yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan multikulturalisme.

Foto bersama Kaprodi Prodi Pendidikan Sendratasik, Koorprodi PSP, dosen PSP serta mahasiswa PSP. Dokumentasi : Hartini, 2026

TEST POTENSI AKADEMIK (TPA)PENERIMAAN CALON MJAHASISWA BARUPROGRAM PASCA SARJANA (S2/S3) ISI BALIPERIODE SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2025/2026

TEST POTENSI AKADEMIK (TPA)PENERIMAAN CALON MJAHASISWA BARUPROGRAM PASCA SARJANA (S2/S3) ISI BALIPERIODE SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2025/2026

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menyelenggarakan Test Potensi Akademik (TPA) bagi calon mahasiswa Baru Program Pasca sarjana Program Magistaer dan Program Doktor (S2/S3) periode Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Test Potensi Akademik merupakan salah satu syarat yang wajib diikuti oleh seluruh calon mahasiswa program Pascasarjana ISI BALI.

Tujuan dilaksanakanya Test Potensi Akademik adalah untuk menilai kesiapan intelektual, kemampuan berpikir logis, analitis, verbal, dan numerik calon mahasiswa agar sesuai dengan tuntutan pendidikan serta membantu program Pasca Sarjana ISI BALI dalam proses seleksi, memastikan mereka memiliki potensi untuk berhasil menyelesaikan studi tingkat lanjut dan mengembangkan potensi akademik mereka. Hasil Test Potensi Akademik juga menjadi indicator penentu diterima atau tidaknya seorang seorang calon mahasiswa untuk melanjutkan studi pada program Pascasarjana ISI BAIi.

Test Potensi Akademik dilaksanakan pada hari Senin 19 Januari 2026  secara daring melalui aplikasi zoom mulai pukul 09.00-11,00 WITA. Jumlah total peserta test sebanyak 49 orang dengan rincian 15 orang untuk Program Doktor (S3) dan 23 orang untuk Program Magister (S2). Tahapan test dimulai dari calon mahasiswa baru bergabung melalui aplikasi zoom yang telah disediakan, Kemudian penyampaian petunjuk teknis pelaksaan test oleh UPA TIK ISI BALI (Unit Pelaksana Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi). Camera video wajib diaktifkan selama proses test berlangsung dan mengerjakan test secara mandiri. Para peserta dilarang melakukan perekaman ataupun memfoto soal test. Bagi peserta yang sudah selesai mengerjakan materi test, dipersilahkan meninggalkan link zoom dengan memastikan jawaban test telah di submit. Score record TPA akan dikirim melalui e-mail masing-masing peserta. Peserta yang dinyatakan lulus, akan mendapatkan sertifikat dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembeljaran ISI BALI.

Tangkapan layar Test Potensi Akademik yang dilaksanakan pada hari Senin 19 Januari 2026

“Karta Mandala” Pameran Ilustrasi Bali Mahasiswa DKV ISI Bali

“Karta Mandala” Pameran Ilustrasi Bali Mahasiswa DKV ISI Bali

Ilustrasi Bali karya Mahasiswa DKV ISI Bali Dokumentasi: Nuriarta, 2026

Tema pameran “Karta Mandala” dimaknai sebagai keseimbangan konsep tradisi dan modern dalam membuat karya ilustrasi bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali). Pameran ini berlangsung selama tiga hari (16-18 Januari 2026) yang terdiri dari pembukaan pameran, talk show, dan penutupan di Gedung Kriya Taman Budaya (art centre) jalan Nusa Indah, di sebelah selatan kampus ISI Bali.

Pembukaan Pameran Pamean ini dibuka oleh Kordinator Program Studi (Korprodi) DKV, Gede Bayu Segara Putra, S.Ds., M.Sn. Bayu Segara sebagai Korprodi sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang aktif melakukan pameran ilustrasi. Pembukaan pameran yang berlangsung di halaman depan gedung Kriya juga dihadiri oleh Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni, I Gede Arum Gunawan, S.Ag., M.Ag (mewakili Kepala UPT Taman Budaya), pembimbing matakuliah Ilustrasi Bali, dosen DKV, peserta pameran dan umum. Pembukaan pameran dihadiri oleh lebih dari 70 orang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa ataupun masyarakat umum.

Foto bersama mahasiswa DKV, Dosen DKV, Korprodi DKV, dan perwakilan Taman Budaya (kiri), Mengapresiasi karya mahasiswa di ruang pamer (kanan) Dokumentasi: DKV-B, 2026

Pameran ini diikuti oleh 37 mahasiswa DKV yang mengambil matakuliah Ilustrasi Bali, dengan menghadirkan karya ilustrasi gaya wayang Kamasan, ilustrasi gaya wayang Ubud, dan juga karya ilustrasi yang mengangkat cerita keseharian masyarakat Bali secara tradisional. Jumlah karya yang dipamerkan sebanyak 63 karya ilustrasi dan 39 cerita bergambar. Pameran ini juga menghadirkan karya digital berupa Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dengan teknik digital. Karya ILM tetap menghadirkan figur-figur pewayangan.

Pameran ini hadir sebagai jembatan harmonisasi antara tradisi dan inovasi. Karya-karya yang dipamerkan memperlihatkan mahasiswa DKV-ISI Bali mampu menjaga kesinambungan nilai-nilai tradisional, sekaligus membuka diri terhadap perubahan dan dialog lintas budaya. Ilustrasi tradisi Bali menjadi bukti bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang beku, melainkan entitas hidup yang terus berkembang seiring waktu. Tema kehidupan sehari-hari juga menjadi penting hadir dalam pameran ilustrasi Bali ini karena menunjukkan estetika tradisi tidak hanya hadir di ruang sakral atau dalam narasi epik, tetapi juga menyatu dalam aktivitas keseharian. Ilustrasi kehidupan sehari-hari sering kali mengadopsi prinsip visual tradisi Bali, seperti komposisi naratif, penggunaan simbol, dan penggambaran ruang yang datar namun penuh detail.  Melalui karya-karya tersebut, pencinta seni diajak untuk melihat Bali bukan sekadar sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai ruang hidup yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan kesadaran akan keseimbangan alam.

Talk show

Flayer Visual Talk acara Pameran Karta Mandala Dokumentasi: DKV-B, 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 berlangsung diskusi karya di ruang pamer. Dua narasumber yang diundang hadir untuk menyampaikan kilas ilustrasi Bali yaitu Cokorda Alit Artawan, S.Sn., M.Sn. dan Dr. I Wayan Nuriarta, S.Pd., M.Sn. Cokorda Alit Artawa menyampaikan secara padat tentang kemunculan ilustrasi Bali dan I Wayan Nuriarta membahas ilustrasi dengan perspektif cultural studies. Dalam acara talkshow hadir peserta dari mahasiwa DKV dan umum. Diskusi berlangsung ramai membahas ilustrasi tentang teks visual dan narasi karya.

Pada kesempatan ini juga mahasiswa DKV-B secara aktif membahas karya masing-masing yang terpilih. Mereka menceritakan proses kreatifnya, mulai dari penemuan ide, sket awal, sampai finalisasi karya. Para pengunjung sangat antusias menyimak semua rangkaian acara.

Penutupan Pameran

Penutupan Pameran Karta Mandala Dokumentasi: DKV-B, 2026

Penutupan pameran diisi dengan acara hiburan yang mengundang mahasiswa DKV. Menurut ketua panitia kegiatan, I Putu Gading Bagus Maesha mengatakan serangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar. Ia berharap pameran ilustrasi tradisi Bali ini dapat memberi arti bagi pengunjung. Semoga pameran ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang seni rupa tradisional Bali, tetapi juga menumbuhkan rasa hormat dan tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya yang adiluhung. (cok alit artawan & nuriarta)

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV dan Fotografi

Pameran Vidya Vastu Virya Hari Kedua dimeriahkan Mahasiswa Kriya, Desain Interior, DKV dan Fotografi

Acara yang turut meramaikan Pameran Vidya Vastu Virya berakhir di hari ke-3 dengan Art Talk beserta pagelaran seni dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Kriya, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Fotografi. Masing-masing HMP berbagi pengalaman seru mereka sebagai mahasiswa di program studi masing-masing dan menghadirkan berbagai macam musik walaupun ditemani hujan.

HMP Kriya menghadirkan dua narasumber, Suryawan dan Naomi, mahasiswa yang ikut dalam pagelaran Pameran Desiminasi Tugas Akhir Program ISI Bali Berdampak Semester Gasal 2025/2026. Keduanya memiliki pengalaman yang berbeda dalam apa yang mereka kerjakan bersama mitra usaha yang dipilihnya. Di antaranya mempelajari tentang upcycling dan warna alam. Dengan begitu pengalaman tentang pengolahan material sangat berarti untuk mereka, begitu juga mempelajari pasar yang ada di dunia industri kriya. Sedangkan untuk pagelarannya sangat penuh antusiasme walaupun harus berpindah tempat dan berteduh dari kehujanan. HMP Kriya menghadirkan pagelaran ngelawang yang unik, daripada diiringi musik gamelan, mereka memakai kulkul berbahan bambu yang dibuatnya sendiri. Sehingga pagelaran ini terbilang sangat unik dan penuh semangat yang melibatkan 30-an mahasiswa Program Studi Kriya.

HMP Desain Interior menghadirkan satu narasumber, Komang, mahasiswa yang ikut dalam Tugas Akhir juga. Salah satu pengalaman yang berkesan untuknya adalah pengalaman yang keluar dari studio. Misalnya di saat ke lapangan untuk mengecek proyek bersama mitra yang tidak secara langsung didapatkan saat mengerjakan tugas kampus. Sehingga kesempatan yang didapatkannya melalui Program ISI Bali Berdampak tersebut menjadi sangat penting dalam pengembangan keahlian serta kompetensinya sebagai desainer untuk desain interior. Menurutnya jangan sampai ketinggalan dalam mendalami berbagai skill (kemampuan) desain dua dimensi maupun tiga dimensi yang harus dikuasai dalam Desain Interior karena nanti saat ikut Program ISI Bali Berdampak menjadi kesempatan untuk menggunakan semuanya. Karena dengan terbiasa menggunakannya, mahasiswa akan bisa melaksanakan tugas yang diberikan oleh client dengan lebih mudah. HMP Desain Interior lalu menghadirkan band pop yang membawakan lagu-lagu band Indonesia ternama seperti Sheila On 7 dan Dewa 19 dimana audiens tidak bisa menolak ikut bernyanyi.

HMP DKV menghadirkan dua narasumber mahasiswa yang sedang Tugas Akhir dan satu narasumber mahasiswa semester tiga. Adapun salah satu mahasiswa, Candra, yang ikut Program ISI Bali Berdampak di Polandia yang ikut dalam mengembangkan Taman Bali Indah yang baru dibangun. Disana ia ikut dalam pertunjukan seni, workshop seni, dan juga sebagai tim branding. Ada berbagai adaptasi yang harus dilalui terutama dalam budaya, bahasa serta cuaca yang berbeda. Pengalaman copywriting menjadi penting karena ada standar yang berbeda dengan di Indonesia.

Satunya, Dayu, melakukan Program ISI Bali Berdampak di Rumah Sakit Kenak Medika, Gianyar. Pengalamannya penuh hal yang menarik terutama mengetahui apa saja yang terjadi serta manajemen di dalam rumah sakit. Selain mendalami dalam membuat branding-nya, salah satu pengalaman yang tidak terpikirkan adalah sesi foto bayi yang baru lahir. “Excited, deg-degan juga, karena sesuatu yang baru,” Dayu menjelaskan.

Mahasiswa semester tiga, Dita, memilih DKV dari arahan orang tua yang melihat potensi Program Studi DKV itu seperti apa. Mengenal berbagai dasar pengembangan DKV melalui Nirmana dan DKV Dasar menjadi bagian dari mula perjalanan mempelajarinya. Pameran-pameran menjadi pengalaman yang tidak terlupakan terutama pameran berkolaborasi dengan S2 Tata Kelola Seni sehingga dapat mempelajari cara membuat pameran bersamanya. Pagelaran seni yang dihadirkan oleh HMP DKV adalah band musik yang membawakan lagu-lagu lawas pop rock luar negeri. HMP Fotografi menghadirkan tiga mahasiswa yang mengikuti Program ISI Bali Berdampak dan pagelaran DJ yang menemani audiens menembus malam. Dika, Tria, dan Bagus melaksanakan Program ISI Bali Berdampak di tiga tempat yang berbeda dengan konsentrasi yang berbeda-beda juga, di antaranya story telling,hospitality, dan fashion modelling.Skill baru dalam menangkap foto terbaik mungkin tidak didapatkan selama program berjalan tetapi skill membagi waktu, menggunakan lighting/pencahayaan dalam studio, dan marketing atau pemasaran menjadi hal-hal yang dipelajari lebih dalam. Momentum yang tidak terlupakan adalah bagaimana mengolah konsep tersendiri agar dapat menghasilkan karya fotografi yang baik, juga menghadapi serta belajar dari kesalahan yang terjadi. “Jangan pernah ngerasa takut yang berlebihan, takut boleh tetapi tetap komunikasikan dengan atasan, pokoknya jangan asumsi sendiri,” Tria berpesan.

Loading...