Foto: Penandatanganan MoU ISI BALI dengan University of Canterbury (UC), Jumat (19/12) di kampus UC, Christchurch, Selandia Baru.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan University of Canterbury (UC), Christchurch, Selandia Baru, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Jumat (19/12) di kampus UC.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Komang Sudirga, bersama Executive Dean of Faculty of Arts University of Canterbury, Prof. Dr. Kevin Watson. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh perwakilan Urusan Kerja Sama Internasional UC, Monique van Veen dan Sakinah Tuan Besar.
Foto: Penandatanganan MoU ISI BALI dengan University of Canterbury (UC), Jumat (19/12) di kampus UC, Christchurch, Selandia Baru.
Kerja sama yang disepakati mencakup pengembangan bidang musik dan gamelan, serta lingkup desain digital, meliputi digital screening, sistem tata suara (sound system), dan animasi. Selain itu, MoU ini juga membuka peluang perluasan program pertukaran dosen dan mahasiswa antara kedua institusi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ISI BALI dan University of Canterbury melaksanakan workshop gamelan Gong Kebyar, kegiatan benchmarking laboratorium digital screening, serta peninjauan ruang sinema di lingkungan UC.
Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi gerbang penguatan kemitraan strategis antarperguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia Pasifik. “Termasuk penguatan Bali-Axis of Arts and Design (B-GAAD) sebagai melting pot inovasi global universitas yang tergabung dalam Poros Perguruan Tinggi Seni dan Desain Asia Pasifik (The Asia-Pasific Axis of Arts and Design Higher Education) yang diinisiasi ISI BALI sejak 2024”. Menindaklanjuti kerja sama tersebut, profesor musik University of Canterbury, Prof. Justin DeHart, juga memberikan workshop kepada mahasiswa Program Studi Musik ISI BALI pada Selasa (23/12) di Gedung Candrametu, Kampus ISI BALI. (ISIBALI/Humas)
Foto: Penyerahan Pengahrgaan Anugerah Diktisaintek, Jumat (19/12) di Jakarta.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) berhasil meraih tiga penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025. Penghargaan yang diperoleh, yakni Gold Winner untuk Anugerah Kerjasama Diktisaintek, Kategori Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN Satker), Sub Kategori PTN dengan Kerja Sama Industri Terbaik, dan Bronze Winner untuk Sub Kategori PTN dengan Kerja Sama Internasional Terbaik. Satu lagi, Silver Winner untuk Anugerah Humas Diktisaintek, Kategori PTN Satker, Sub Kategori Unit Layanan Terpadu.
Penghargaan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISI BALI, Dr. Made Jodong didampingi Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerjasama, Dr. Komang Arba Wirawan, Jumat (19/12) di Jakarta.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim kerja sama dan layanan terpadu atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus memacu kinerja secara seksama dan berkelanjutan, seiring semakin ketatnya persaingan antar perguruan tinggi untuk menjadi yang terbaik.
Seperti diketahui, Anugerah Diktiristek 2025 merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Penghargaan ini mencakup Anugerah Prioritas Nasional, Mitra Kerja Sama, Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sumber Daya, Kelembagaan, Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Jurnalis dan Media.
Penghargaan diberikan kepada pemangku kepentingan dari perguruan tinggi, LLDIKTI, jurnalis, media, dan mitra (kementerian, lembaga, serta dunia usaha dan dunia industri) yang telah meraih pencapaian tertinggi dan berkontribusi dalam mendukung implementasi transformasi pendidikan MBKM, IKU, dan Matching Fund. (ISIBALI/Humas)
Bangun Kolaborasi Perancangan Desain Interior Bergaya Bali Melalui Kompetisi Karya Mahasiswa
Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana dan Walikota Misato, Provinsi Shimane, Jepang, Mr. Takashi Kado seusai penandatangan MoU, Jumat (12/12) di Canoe Park Misato.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menguatkan sayap global melalui kerja sama komprehensif dengan Kota Misato, Provinsi Shimane, Jepang. Ini merupakan kerja sama internasional pertama dengan lembaga pemerintah.
Penandatangan MoU dilakukan Rektor ISI BALI, Prof Wayan ‘Kun’ Adnyana dengan Walikota Misato, Mr. Takashi Kado, disaksikan Konsul Jenderal Indonesia untuk Osaka, Jhon Tjahjanto Boestami, dan Konsul Jenderal Jepang untuk Bali, Mr. Katsutoshi Miyakawa, pada Jumat (12/12) di Canoe Park Misato.
Kerja sama diantaranya, perancangan desain interior bergaya Bali untuk pusat perbelanjaan dengan kompetisi karya mahasiswa ISI BALI, penguatan Misato Bali Festival, dan pertemuan alumni ISI BALI asal negara Jepang.
Sebelum acara penandatangan dilaksanakan audiensi dengan Gubernur Shimane, Mr. Tatsuya Maruyama, pada Kamis (11/12) di kantor Gubernur, di Kota Matsue, dan kunjungan ke kuil Shinto Izumo Taisha, di Kota Izumo. Kunjungan juga dilakukan ke Shimane Art Museum yang mengoleksi masterpiece Katsushika Hokusai (1760-1849) dan Tokyo Metropolitan Museum yang sedang memamerkan karya Vincent van Gogh (1853-1890).
Acara penandatangan MoU ISI BALI dengan Pemerintah Kota Misato ini mendapat liputan media Jepang secara meluas. (ISIBALI/Humas)
Foto: ISI BALI tampil dalam Dekranasda Bali Fashion Week 2025, Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) turut andil dalam gelaran Dekranasda Bali Fashion Week 2025 yang berlangsung pada Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali ini merupakan wujud kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali dengan berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali.
Dalam kesempatan itu, ISI BALI menampilkan 10 karya busana hasil rancangan mahasiswa Program Studi Desain Mode. Koordinator Prodi Desain Mode, Dr. Tjok Istri Ratna CS, menjelaskan bahwa seluruh busana dirancang secara berkelompok dalam mata kuliah tailoring, dengan menggunakan Endek Bali sebagai material utama. Menariknya, para model yang memperagakan busana tersebut juga merupakan mahasiswa ISI BALI dari berbagai program studi.
Foto: ISI BALI tampil dalam Dekranasda Bali Fashion Week 2025, Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.
Rangkaian kegiatan Bali Fashion Week 2025 resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, Selasa (2/12). Dalam sambutannya, beliau menegaskan peran Dekranasda tidak hanya mengontrol kualitas karya, tetapi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang fesyen dan kriya. Melalui peragaan busana dan pameran yang digelar, UMKM Bali diharapkan semakin mampu memperkuat kualitas produk sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengatakan kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi para desainer maupun pelaku UMKM. Dengan mengusung tema “Wastra Hitakara”, yang bermakna keindahan sekaligus manfaat, pengunjung disuguhkan pengalaman one stop shopping yang menghadirkan perhiasan, kriya, kerajinan, hingga busana ready to wear karya para perajin lokal.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, turut hadir menyaksikan peragaan busana hasil karya mahasiswa, sekaligus memberikan dukungan atas partisipasi aktif ISI BALI dalam mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda di bidang desain mode. (ISIBALI/Humas)
Foto: Penyerahan bantuan tunai kepada mahasiswa ISI BALI terdampak bencana Sumatera, Selasa (9/12) di Kampus ISI BALI
Dosen dan pegawai (tenaga kependidikan) Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggalang solidaritas berupa sumbangan dana untuk turut membantu masyarakat terdampak bencana banjir Sumatera, terutama untuk Sivitas Akademika, baik mahasiswa ISI BALI maupun kampus yang lain di lokasi terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sumbangan dilakukan sejak 5 sampai dengan 8 Desember 2025, berhasil menghimpun dana sebesar Rp122.455.000,-(seratus dua puluh dua juta empat ratus lima puluh lima ribu rupiah). Dana sumbangan ini disalurkan melalui tiga jalur: 1) langsung kepada 36 mahasiswa ISI BALI yang berasal dari daerah terdampak, sebesar Rp18.000.000,-(delapan belas juta rupiah) dengan masing-masing diberikan uang tunai Rp500 ribu; 2) melalui rekening Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Peduli sebesar Rp75.000.000,-(tujuh puluh lima juta rupiah); dan 3) melalui rekening Infaq Sedekah ISI Padang Panjang-Sumatera Barat sebesar Rp29.455.000,-(dua puluh sembilan juta empat ratus lima puluh lima ribu rupiah).
Foto: Penyerahan bantuan tunai kepada mahasiswa ISI BALI terdampak bencana Sumatera, Selasa (9/12) di Kampus ISI BALI
Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menyerahkan langsung bantuan tunai kepada 36 mahasiswa ISI BALI dari daerah terdampak, pada Selasa (9/12) di kampus setempat. “Sumbangan ini sebagai bentuk solidaritas dan ungkapan empati dosen dan tenaga kependidikan (tendik) ISI BALI terhadap sahabat sebangsa yang terdampak bencana banjir Sumatera. Harapannya situasi segera pulih, dan masyarakat dapat kembali bangkit untuk berkarya dengan bahagia. Pada kesempatan ini, titiang menghaturkan terima kasih kepada seluruh dosen dan tendik ISI BALI yang telah dengan sukarela menyumbang”. Penyerahan dilakukan bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Made Jodog; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Komang Sudirga; Ketua Satuan Pengawas Internal, Dr. Made Bayu Pramana; serta jajaran koordinator program studi.
Prof. Kun Adnyana juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh korban meninggal, serta bersimpati terhadap keluarga yang tengah mengalami musibah, sembari mendoa yang berpulang damai di sisi Tuhan Yang Maha Esa“ (ISIBALI/Humas)
Foto: Kunjungan Komisi Nasional Disabilitas RI dan Gerkatin Provinsi Bali, Jumat (5/12) di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Dr. I Made Jodog, menerima kunjungan Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, Dr. Rachmita Maun Harahap, ST., M.Sn., Jumat (5/12) di Ruang Nata Widya Sabha ISI BALI.
Kunjungan ini turut dihadiri pengurus Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Bali, Staf Khusus KND RI Rafika Yanti, SKM. Hadir pula jajaran pimpinan ISI BALI, yakni Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Ketut Garwa, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Seni Rupa dan Desain, Dr. Desi In Diana Sari, Koordinator Program Studi (Koprodi) Tari, Wayan Sutirtha, M.Sn., Koprodi Desain Komunikasi Visual Gede Bayu Segara, M.Sn., dan Koordinator Pokja Kemahasiswaan, Nyoman Wartana, serta mahasiswa penyandang tuli, Putu Wahyu Putra Sudianta.
Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi mendalam mengenai penguatan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di lingkungan perguruan tinggi. Salah satu agenda utama adalah pembahasan rencana pembentukan Unit Layanan Disabilitas sebagai wadah pendampingan, fasilitasi kebutuhan mahasiswa difabel, serta pusat koordinasi berbagai layanan pendukung. Selain itu, dibahas pula strategi peningkatan inklusivitas, aksesibilitas, dan mutu layanan pendidikan di ISI BALI.
Foto: Kunjungan Komisi Nasional Disabilitas RI dan Gerkatin Provinsi Bali, Jumat (5/12) di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI.
Dalam sesi diskusi, salah satu mahasiswa penyandang tuli, Putu Wahyu Putra Sudianta, turut membagikan pengalamannya. Putu Wahyu, mahasiswa Program Magister Seni ISI BALI yang juga merupakan alumni S1 Seni Tari di kampus yang sama, menceritakan tantangan akademik yang ia hadapi. Ia mengatakan bahwa tugas-tugas kuliah yang mengharuskannya menulis menjadi kesulitan terbesar. Hal ini karena tata bahasa yang digunakan oleh penyandang tuli berbeda dengan tata bahasa yang umum digunakan oleh orang dengar—sebuah tantangan yang sering kali tidak terlihat di permukaan.
Meski demikian, Putu Wahyu berhasil menyesuaikan diri berkat dukungan para dosen dan teman-temannya. Lingkungan belajar yang suportif membantunya berkembang, baik secara akademik maupun artistik. Kisahnya menjadi contoh nyata pentingnya layanan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa difabel.
ISI BALI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan bersama berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan ini menjadi langkah strategis menuju kampus yang semakin inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. (ISIBALI/Humas)