Foto: Pergelaran Tari Serng Kratip oleh sejumlah mahasiswa Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand bersama mahasiswa ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar pergelaran seni yang menampilkan kolaborasi budaya antara Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, dengan sivitas akademika ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI. Pergelaran ini merupakan kelanjutan dari kegiatan workshop seni yang sebelumnya dilaksanakan bersama delegasi dari Thailand, sekaligus menjadi ruang apresiasi atas hasil pembelajaran dan pertukaran budaya yang telah berlangsung.
Acara diawali dengan penampilan Tari Selat Segara yang dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) ISI BALI, diiringi tabuh gamelan oleh mahasiswa PSP. Penampilan pembuka ini menghadirkan nuansa dinamis sekaligus memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Bali kepada para tamu dari Thailand.
Foto: Pertunjukan karawintan oleh dosen Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand dengan dosen dan mahasiswa ISI BALI, Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI.
Selanjutnya, delegasi Thailand menampilkan tiga tarian tradisional Thailand yang merepresentasikan keragaman budaya dari berbagai wilayah di negara tersebut. Tarian pertama yang ditampilkan adalah Fon Dok Mai atau Dance of Flowers, sebuah tari tradisional yang menonjolkan gerak tangan yang lembut dengan penggunaan properti bunga sebagai simbol keindahan dan keharmonisan.
Tarian kedua adalah Serng Kratip, tarian rakyat dari wilayah Isan yang ditandai dengan gerakan dinamis serta penggunaan kain lipit yang membentuk siluet menyerupai sayap saat penari bergerak. Tarian ini ditampilkan secara kolaboratif oleh mahasiswa Thailand bersama mahasiswa ISI BALI yang sebelumnya mengikuti workshop tari tradisional Thailand.
Penampilan ditutup dengan tarian rakyat Isan yang dibawakan secara berpasangan oleh penari laki-laki dan perempuan. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan yang penuh keceriaan dan kebersamaan, dengan gerakan yang enerjik dan ekspresif.
Selain pertunjukan tari, pergelaran ini juga menampilkan hasil workshop karawitan yang sebelumnya dilaksanakan bersama mahasiswa ISI BALI. Penampilan tersebut dibawakan oleh dosen dari Thailand bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI Prof. Dr. Komang Sudirga, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Ketut Garwa, Koordinator Prodi (Koprodi) PSP, Putu Hartini, M.Sn, Koprodi Karawitan Made Dwi Andika Putra, M.Sn, serta sejumlah mahasiswa PSP ISI BALI. Kolaborasi ini memperlihatkan proses pertukaran pengetahuan dan praktik seni antara kedua pihak yang berlangsung selama kegiatan workshop.
Pergelaran ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan budaya antara ISI BALI dan institusi seni dari Thailand. Melalui pertunjukan seni yang kolaboratif, kegiatan ini memperkaya pengalaman artistik mahasiswa sekaligus memperkuat dialog budaya di antara para seniman dan akademisi dari kedua negara.
Foto: ISI BALI melaksanakan workshop tari tradisional Thalind bersama Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, Senin (23/2) di Studio Tari ISI BALI.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima kunjungan delegasi dari Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang pergelaran seni dan workshop kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (23/2) di Gedung Natya Mandala, ISI BALI.
Delegasi dari Thailand terdiri atas pimpinan, dosen, dan mahasiswa dari kedua institusi tersebut. Delegasi Angthong College of Dramatic Arts dipimpin oleh Mr. Etsawat Paksin selaku Direktur, didampingi para dosen Mr. Channar Kaeosawang, Mr. Chalermchai Pimonrak, Mrs. Ratchanewan Srinsakrat, Miss Suchanya Kongsin, Miss Thitima Ongthong, dan Mr. Atitak Rukdee, serta mahasiswa Mr. Vongathorn Timnoee, Miss Nattanan Chumsuwan, dan Miss Kanyarat Kumsin.
Sementara itu, delegasi Roi Et College of Dramatic Arts dipimpin oleh Miss Benjita Petchsom selaku Direktur bersama Miss Kemika Wongamrin sebagai Deputy Director. Turut hadir para dosen Mr. Achariya Wongsi, Miss Nattawan Pimonket, Miss Phailin Sarnkam, Mr. Chaimongkhon Sriphaet, Mr. Runset Sritham, dan Mr. Pongsakda Padkeoplon, serta mahasiswa Miss Jariya Chosakao dan Miss Chanantida Luaksiase.
Foto: Workshop karawitan yang diikuti dosen-dosen Angthong College of Dramatic Arts dan Roi Et College of Dramatic Arts, Thailand, Senin (23/2) di Studio Karawitan ISI BALI.
Selain pertemuan penjajakan kerja sama, kunjungan ini juga diisi dengan kegiatan workshop seni sebagai bentuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman artistik antara kedua institusi. Delegasi Thailand memberikan workshop tari tradisional Thailand yang dilaksanakan di Studio Tari ISI BALI dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tari ISI BALI. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal teknik, estetika, serta karakter gerak dalam tradisi tari Thailand.
Sebagai bentuk timbal balik, ISI BALI juga menyelenggarakan workshop karawitan yang berlangsung di Studio Karawitan ISI BALI. Workshop ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ISI BALI, Dr. Ketut Garwa. Kegiatan tersebut diikuti oleh para dosen dan mahasiswa dari delegasi Thailand yang berkesempatan mempelajari dasar-dasar musik tradisional Bali, khususnya dalam praktik karawitan. (ISIBALI/Humas)
Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, memberikan kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali memperkuat jejaring internasional melalui kuliah tamu yang menghadirkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bulgaria untuk Republik Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3). Dubes Bulgaria hadir didampingi oleh Komisioner Perdagangan Bulgaria untuk Indonesia, Mr. Daniel Dobrev.
Dalam pemaparannya, Duta Besar Tanya Dimitrova mengangkat tema “70 Years of Diplomatic Relations between Bulgaria and Indonesia”. Ia menelusuri perjalanan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin sejak tahun 1956, mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi, pendidikan, serta kebudayaan. Bulgaria dan Indonesia, menurutnya, memiliki fondasi persahabatan yang kuat berbasis saling menghormati dan semangat kolaborasi antarbangsa.
Foto: Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Bulgaria untuk Indonesia, Ms. Tanya Dimitrova, Ph.D, dan moderator Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D dalam kuliah tamu di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI, Selasa (3/3).
Secara khusus, ia menyoroti pentingnya diplomasi budaya dan pendidikan sebagai jembatan penguatan relasi kedua negara. Dalam konteks ini, seni dipandang sebagai medium strategis untuk membangun dialog lintas budaya, memperluas pemahaman, serta membuka peluang kolaborasi kreatif antara generasi muda Bulgaria dan Indonesia.
Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Nyoman Dewi Pebryani, Ph.D. tersebut diikuti seratusan mahasiswa, baik dari program sarjana maupun pasca sarjana. Mahasiswa tampak antusias menyimak pemaparan, terutama saat sesi diskusi yang membahas peluang studi dan mobilitas internasional.
Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah tawaran program beasiswa Erasmus+ untuk studi selama satu tahun di Bulgaria. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk merasakan pengalaman akademik dan budaya di berbagai universitas di Bulgaria melalui skema pertukaran maupun studi lanjut.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. Komang Sudirga, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Duta Besar Bulgaria beserta delegasi. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum strategis dalam memperluas kerja sama internasional ISI BALI, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Menurutnya, tawaran beasiswa Erasmus+ menjadi peluang berharga bagi mahasiswa ISI BALI untuk memperkaya perspektif global sekaligus membawa identitas seni dan budaya Indonesia ke panggung internasional. Ia berharap, pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui penjajakan kerja sama konkret antarperguruan tinggi di Bulgaria dengan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)
Foto: Penyerahan Penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada Mitra ISI BALI Berdampak, Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menganugerahkan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha Tahun 2026 kepada 479 Mitra ISI BALI Berdampak dalam Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI. Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para mitra dalam mendukung penguatan akademik, jejaring profesional, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan bahwa penghargaan Sewaka Kerthi Mahawidya Nugraha sepenuhnya didedikasikan kepada para mitra berdampak yang telah memberikan ilmu, pengalaman, jejaring, serta antusiasme untuk berbagi dengan sivitas akademika. Menurutnya, sinergi yang terbangun antara kampus dan mitra eksternal menjadi energi penting dalam mendorong ISI BALI semakin percaya diri sebagai institusi seni yang adaptif dan relevan.
Sebanyak 479 mitra yang menerima penghargaan ini berasal dari berbagai bidang dan sektor yang selama ini berkolaborasi aktif dengan ISI BALI, baik dalam kegiatan akademik, praktik profesional, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mereka dinilai turut memperkaya ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi.
Foto: Pasamuan Widya Mahardika bertajuk Kerthi–Jnana–Kwya (Cemerlang Jiwa Cendekia), Jumat (20/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama, ISI BALI.
Dalam kesempatan tersebut, dua perwakilan mitra menyampaikan testimoni. Defria Amelia Kirana, Mitra Fakultas Seni Rupa dan Desain, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama ISI BALI membuka ruang dialog kreatif yang saling menguatkan antara dunia profesional dan kampus. Sementara itu, I Gusti Bagus Matra, Mitra Fakultas Seni Pertunjukan, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam proses pembinaan dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa sebagai generasi penerus seni.
Pada kegiatan yang sama, ISI BALI juga menganugerahkan Sewaka Nata Kerthi Nugraha, penghargaan bagi Pengabdi Seni Bereputasi, kepada Made Subrata alias Petruk, seniman teater tradisional, serta Sukanta Wahyu, pematung yang konsisten berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan seni rupa.
Selain itu, penghargaan Sewaka Mahabakti Nugraha turut diberikan kepada enam pegawai purna tugas atas dedikasi dan pengabdian luar biasa selama menjalankan tugas di lingkungan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)
Foto: Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI.
Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menerima kunjungan Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI. Kunjungan ini diterima juga oleh jajaran pimpinan di lingkungan ISI BALI.
Hasami, yang dikenal sebagai kota industri keramik terkemuka di Jepang, menjajaki peluang kerja sama strategis dengan ISI BALI. Kunjungan ini bertujuan membangun proyek yang menjadi jembatan antara “manusia” dan “teknologi” di Jepang dan Indonesia, memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi ISI BALI untuk mempelajari industri keramik tradisional Jepang, sekaligus mendukung penguatan kurikulum perguruan tinggi dan pengembangan karier mahasiswa.
Foto: Kunjungan Walikota Hasami, Jepang, Mr. Yoshinori Maekawa, beserta Ketua Asosiasi Industri Keramik Hasami, Jepang, Mr. Kazuhiko Ota, pada Rabu (18/2) di Ruang Sabha Citta Mahottama, ISI BALI.
Pihak Hasami menyampaikan minatnya untuk menawarkan peluang karier bagi mahasiswa berbakat di bidang keramik untuk berkarir di Hasami, Jepang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis internasional bagi mahasiswa, sekaligus membuka wawasan mereka mengenai industri keramik tradisional dan modern di Jepang. Rektor ISI BALI menyambut baik inisiatif ini, mengingat Program Studi Kriya di ISI BALI memiliki kualitas mumpuni. Banyak mahasiswa yang aktif memproduksi keramik seni maupun keramik siap pakai, sehingga peluang kerja sama ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan kemampuan mahasiswa dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja internasional. (ISIBALI/Humas)
Foto: Audiensi Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam bidang seni dan budaya. Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).
Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, S.STP, MT, M.Sc., serta Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, S.STP, MPA. Dari ISI BALI hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Komang Sudirga; Ketua Senat, Prof. Dr. Ketut Muka; Protokol, Made Irma Novita Sari, S.Sn.; serta Humas ISI BALI, Rara Tian Anyar Sari, S.S.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan institusi pendidikan seni dalam rangka mendukung penguatan ekosistem kebudayaan. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pengembangan seni, pelestarian budaya, serta peningkatan partisipasi masyarakat melalui program-program kolaboratif yang berkelanjutan.
Foto: Audiensi ISI BALI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, pada kesempatan tersebut memaparkan salah satu program unggulan ISI BALI, yakni Bali Nata Bhuwana, sebagai wahana diseminasi nasional seni dan budaya yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022. Program ini telah diselenggarakan di berbagai daerah, antara lain Kediri (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Lampung, dan Yogyakarta, serta direncanakan akan berlanjut ke Kendari pada tahun 2026.
Menurut Rektor ISI BALI, Bali Nata Bhuwana tidak hanya berfungsi sebagai media diseminasi karya dan gagasan seni, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem seni yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi, ekonomi kreatif, maupun penguatan identitas budaya.
Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang diusulkan ISI BALI. Ia menegaskan bahwa Jakarta sebagai kota multikultural memiliki ruang yang luas untuk pengembangan seni dan budaya dari berbagai latar belakang, sehingga kolaborasi dengan institusi pendidikan seni seperti ISI BALI dinilai sangat relevan dan strategis.
Audiensi ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi antara ISI BALI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan ekosistem seni dan budaya yang inklusif, dinamis, serta berdaya guna bagi masyarakat luas.