Foto: Penandatangan MoU antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts, Rabu (14/1) di di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima kunjungan delegasi Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, Rabu (14/1), bertempat di Ruang Nata Widya Sabha, ISI BALI. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan jejaring internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua institusi.
Delegasi dipimpin langsung oleh Presiden Seoul Institute of the Arts, Prof. Chang Ji Hun, didampingi Dean of Planning Koh Joo Won, Dean of Academic Affairs Kim Dokyun, Dean of External Relations, Kim Ji Young, Staff of External Relations, Kim Sarang.
Rombongan disambut oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, bersama jajaran Wakil Rektor, Direktur Program Pascasarjana, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Koordinator Urusan Internasional ISI BALI.
Kerja sama antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts sejatinya telah terjalin sejak tahun 2017. Kerja sama telah diwujudkan melalui undangan kepada salah satu dosen ISI BALI, Dr. I Made Sidia, untuk memberikan pembelajaran tentang kesenian Bali di Seoul Institute of the Arts, termasuk gamelan Bali dan tari tradisional Bali.
Pada kunjungan kali ini, Seoul Institute of the Arts mengajak ISI BALI untuk berkolaborasi dalam program CultureHub Korea. Program ini dirancang untuk memperluas praktik kreatif mahasiswa dan dosen sekaligus menumbuhkan lingkungan pembelajaran yang imersif dan berwawasan global.
CultureHub Korea berfokus pada tiga komponen utama, yakni Creative Production, Research & Development, serta Education. Melalui kolaborasi dengan seniman dari berbagai negara di Art & Technology Center (ATEC) milik Seoul Institute of the Arts, CultureHub Korea mendorong eksplorasi teknologi mutakhir guna mengembangkan bentuk-bentuk seni baru yang inovatif.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan seni dan teknologi berbasis budaya yang berkelanjutan antara ISI BALI dan Seoul Institute of the Arts.(ISIBALI/Humas)
Foto: Penandatanganan MoU ISI BALI dengan University of Canterbury (UC), Jumat (19/12) di kampus UC, Christchurch, Selandia Baru.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan University of Canterbury (UC), Christchurch, Selandia Baru, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Jumat (19/12) di kampus UC.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Komang Sudirga, bersama Executive Dean of Faculty of Arts University of Canterbury, Prof. Dr. Kevin Watson. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh perwakilan Urusan Kerja Sama Internasional UC, Monique van Veen dan Sakinah Tuan Besar.
Foto: Penandatanganan MoU ISI BALI dengan University of Canterbury (UC), Jumat (19/12) di kampus UC, Christchurch, Selandia Baru.
Kerja sama yang disepakati mencakup pengembangan bidang musik dan gamelan, serta lingkup desain digital, meliputi digital screening, sistem tata suara (sound system), dan animasi. Selain itu, MoU ini juga membuka peluang perluasan program pertukaran dosen dan mahasiswa antara kedua institusi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, ISI BALI dan University of Canterbury melaksanakan workshop gamelan Gong Kebyar, kegiatan benchmarking laboratorium digital screening, serta peninjauan ruang sinema di lingkungan UC.
Rektor ISI BALI, Prof. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi gerbang penguatan kemitraan strategis antarperguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia Pasifik. “Termasuk penguatan Bali-Axis of Arts and Design (B-GAAD) sebagai melting pot inovasi global universitas yang tergabung dalam Poros Perguruan Tinggi Seni dan Desain Asia Pasifik (The Asia-Pasific Axis of Arts and Design Higher Education) yang diinisiasi ISI BALI sejak 2024”. Menindaklanjuti kerja sama tersebut, profesor musik University of Canterbury, Prof. Justin DeHart, juga memberikan workshop kepada mahasiswa Program Studi Musik ISI BALI pada Selasa (23/12) di Gedung Candrametu, Kampus ISI BALI. (ISIBALI/Humas)
Bangun Kolaborasi Perancangan Desain Interior Bergaya Bali Melalui Kompetisi Karya Mahasiswa
Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana dan Walikota Misato, Provinsi Shimane, Jepang, Mr. Takashi Kado seusai penandatangan MoU, Jumat (12/12) di Canoe Park Misato.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menguatkan sayap global melalui kerja sama komprehensif dengan Kota Misato, Provinsi Shimane, Jepang. Ini merupakan kerja sama internasional pertama dengan lembaga pemerintah.
Penandatangan MoU dilakukan Rektor ISI BALI, Prof Wayan ‘Kun’ Adnyana dengan Walikota Misato, Mr. Takashi Kado, disaksikan Konsul Jenderal Indonesia untuk Osaka, Jhon Tjahjanto Boestami, dan Konsul Jenderal Jepang untuk Bali, Mr. Katsutoshi Miyakawa, pada Jumat (12/12) di Canoe Park Misato.
Kerja sama diantaranya, perancangan desain interior bergaya Bali untuk pusat perbelanjaan dengan kompetisi karya mahasiswa ISI BALI, penguatan Misato Bali Festival, dan pertemuan alumni ISI BALI asal negara Jepang.
Sebelum acara penandatangan dilaksanakan audiensi dengan Gubernur Shimane, Mr. Tatsuya Maruyama, pada Kamis (11/12) di kantor Gubernur, di Kota Matsue, dan kunjungan ke kuil Shinto Izumo Taisha, di Kota Izumo. Kunjungan juga dilakukan ke Shimane Art Museum yang mengoleksi masterpiece Katsushika Hokusai (1760-1849) dan Tokyo Metropolitan Museum yang sedang memamerkan karya Vincent van Gogh (1853-1890).
Acara penandatangan MoU ISI BALI dengan Pemerintah Kota Misato ini mendapat liputan media Jepang secara meluas. (ISIBALI/Humas)
Foto: Pimpinan dan dosen dari perguruan tinggi seni dan desain di Kawasan Asia Pasifik dalam B-GAAD Leaders’ Summit, Selasa (28/10) di Ruang Sabha Citta Mahottama Gedung Design Hub ISI BALI.
Sebagai rangkaian Event Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD) II Tahun 2025, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menyelenggarakan B-GAAD Leaders’ Summit, Selasa (28/10) di Ruang Sabha Citta Mahottama Gedung Design Hub ISI BALI. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dan diikuti oleh para pimpinan serta anggota fakultas dari berbagai perguruan tinggi seni dan desain terkemuka di kawasan Asia Pasifik.
Forum ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan perguruan tinggi seni dan desain, antara lain Prof. Dr. Wayan Adnyana selaku Rektor ISI BALI, Asst. Prof. Dr. Sanor Klinngam, Dr. Kitsada Tungchawal, dan Asst. Prof. Rapipan Thiamdaet dari Phetchaburi Rajabhat University, Thailand; Prof. Kate Hislop dari University of Western Australia, Australia; Asst. Prof. Catherine Parrott, MFA dari The University of Iowa, Amerika Serikat; Prof. Dr. K. Azril Ismail dan Assoc. Prof. Suzlee Ibrahim dari Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA), Malaysia; serta Prof. Jaygo Bloom, MFA dari Lasalle College of the Arts, Singapura. Dari pihak ISI BALI, turut hadir Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si. (Ketua Senat), Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana, S.Sn., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi), Dr. I Made Jodog, MFA. (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum), Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama), serta Nyoman Dewi Pebriyani, ST., MA, Ph.D. (Direktur Pascasarjana). Dengan suasana hangat, forum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan para pemimpin pendidikan tinggi seni dan desain dari berbagai negara. Para peserta berbagi pandangan dan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi seni dan desain yang berkomitmen pada kemakmuran masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta keseimbangan ekologis. Pertemuan tersebut juga menjadi ajang memperkuat solidaritas dan jejaring kerja sama antarperguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia Pasifik.
Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana (kanan) bersama Penasihat Presiden Phetchaburi Rajabhat University-Thailand, Asst. Prof. Dr. Sanor Klinngam pada penandatanganan Deklarasi B-GAAD, Selasa (28/10) di Ruang Sabha Citta Mahottama Gedung Design Hub ISI BALI.
Puncak dari forum ini ditandai dengan lahirnya The B-GAAD Declaration: Caksu-Bhuwana-Citta (Noble Vision for Shining Futures), sebuah deklarasi yang menegaskan visi bersama perguruan tinggi seni dan desain di Asia Pasifik untuk menumbuhkan semangat solidaritas, tanggung jawab kolektif, dan kerja sama lintas budaya dalam membangun masa depan seni dan desain yang berkelanjutan. Melalui deklarasi ini, para pemimpin sepakat membentuk Asia Pacific’s Axis of Arts and Design Higher Education Network, sebagai wadah untuk menumbuhkan semangat persaudaraan dan kolaborasi lintas bangsa melalui pertukaran pengetahuan dan mobilitas akademik.
Deklarasi tersebut memuat lima misi utama yang disebut Panca Mahadharma, yaitu: (1) Memperkuat kemitraan untuk memajukan dan menjaga keunggulan akademik; (2) Berkomitmen pada kesejahteraan masyarakat dan komunitas; (3) berkolaborasi dalam pelestarian budaya dan warisan local; (4) Bberpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan ekologi; serta (5) Mendorong kreativitas dan inovasi teknologi dalam bidang seni dan desain. Lima misi ini menjadi pedoman bersama dalam mengarahkan kolaborasi lintas lembaga untuk mencapai visi pendidikan seni dan desain yang unggul, berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keberlanjutan.
Deklarasi tersebut ditandatangani oleh seluruh peserta yang hadir, meliputi pimpinan ISI BALI serta para perwakilan perguruan tinggi dari Thailand, Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura. Penandatanganan deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan B-GAAD sebagai forum dialog, kemitraan, dan kolaborasi berkelanjutan antarperguruan tinggi seni dan desain di kawasan Asia Pasifik dalam mewujudkan The Panca Mahadharma Mission.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, menyampaikan bahwa B-GAAD Leaders’ Summit meupakan langkah konkret untuk memperkuat posisi ISI BALI dan Indonesia sebagai poros global pendidikan tinggi seni dan desain. “Melalui Deklarasi B-GAAD ini, kita bersama-sama menyalakan cahaya bagi masa depan seni dan desain yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan keberlanjutan,” ujarnya. (ISIBALI/Humas)
Foto: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Sn., bersama Ketua Pakasa Bali, Raden Tumenggung Danang Susetiyawan Pangarsopuro menandatangani nota kesepahaman.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) dan Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (Pakasa) Cabang Bali resmi menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Pura Dalem Solo, Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Senin (16/9).
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI, Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Sn., bersama Ketua Pakasa Bali, Raden Tumenggung Danang Susetiyawan Pangarsopuro. Prosesi ini turut disaksikan langsung oleh Rektor ISI Bali, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi seni dengan komunitas budaya, khususnya dalam pelestarian dan pengembangan nilai-nilai seni, tradisi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Prof. Sudirga, kerja sama ini akan membuka ruang sinergi dalam berbagai program, mulai dari penelitian, pengajaran, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis seni dan budaya.
Sementara itu, Raden Tumenggung Danang Susetiyawan Pangarsopuro menegaskan bahwa Pakasa Cabang Bali berkomitmen mendukung implementasi kerja sama ini, khususnya dalam memperluas jejaring budaya antara Bali dan Surakarta. “Kami berharap kemitraan ini dapat menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas budaya dalam memperkuat ekosistem seni Nusantara. “Dengan adanya kesepahaman ini, ISI BALI tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga mitra strategis dalam memperkuat hubungan kultural dan sosial masyarakat,” jelasnya. (ISIBALI/Humas)
Bahas Potensi Kerja Sama Bidang Akademik, Seni, dan Budaya
Foto: Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menyerahkan cendera mata kepada Wamenbud Republik Uzbekistan H.E. Mr. Yusuf Usmonov, Kamis (4/9) di Sabha Citta Mahottama Room, Desain Hub ISI Bali.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Republik Uzbekistan H.E. Mr. Yusuf Usmonov, Kamis (4/9) di Sabha Citta Mahottama Room, Desain Hub ISI Bali. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kerja sama bidang seni dan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenbud Republik Uzbekistan H.E. Mr. Yusuf Usmonov yang didampingi oleh Duta Besar Republik Uzbekistan untuk Indonesia, H.E. Mr. Oybek Eshonov disambut langsung Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana beserta jajaran pimpinan ISI BALI.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamenbud Uzbekistan dan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia. “Kami merasa sangat terhormat atas kunjungan Bapak Wakil Menteri Kebudayaan Uzbekistan beserta Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia ke kampus ISI BALI. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam bidang akademik, seni dan budaya,” ungkap Rektor ISI BALI.
Foto: Pertemuan ISI BALI dengan Wamenbud Republik Uzbekistan H.E. Mr. Yusuf Usmonov, Kamis (4/9) di Sabha Citta Mahottama Room, Desain Hub ISI Bali.
Pada kesempatan itu, Rektor ISI BALI juga memperkenalkan acara tahunan ISI BALI, Bali-Global Axis of Arts and Design (B-GAAD), yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang. Agenda ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan, kreativitas, dan inovasi seni-budaya se-Asia Pasifik.
Dalam pertemuan di ISI BALI, H.E. Mr. Yusuf Usmonov menekankan pentingnya kerja sama antarbangsa untuk memperkuat diplomasi budaya. Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan seni dan tradisi yang dikembangkan ISI BALI sebagai salah satu pusat pendidikan seni terkemuka di Indonesia.
Melalui kunjungan ini, ISI BALI dan Kementerian Kebudayaan Republik Uzbekistan diharapkan dapat menjalin program bersama yang produktif, mulai dari pertukaran akademik, pengembangan seni tradisi dan kontemporer, hingga kolaborasi karya seni lintas budaya.
Sebelumnya, H.E. Mr. Yusuf Usmonov menghadiri perhelatan internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 yang digelar di The Meru Sanur, Bali, Rabu (3/9). (ISIBALI/Humas)