by admin | Oct 13, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Gusti Agung Jaya CK, Dosen PS Kriya Seni
Berbarengan dengan meroketnya kerajinan ayaman rontal (basket) pada tahun 1980-an berkembang kerajinan pigura kaca. Seni kerajinan pigura kaca merupakan transformasi seni lukis fauna-flora gaya pengosekan pada media kayu. Munculnya kerajinan ini berawal dari seorang antropologi asal Amerika bernama Joose adalah teman I Dewa Nyoman Batuan yang menginap dirumahnya. Selagi melukis Batuan didatangi oleh temannya, oleh karena di dalam kamarnya tidak ada kaca cermin. Joose minta agar kamarnya dilengkapi kaca cermin dengan bingkai dari kayu berukir.
Sebagai seorang seniman yang kreatif dan kaya akan ide-ide baru,Batuan mendesain bingkai kaca untuk temannya. Desain tersebut memakai hiasan flora-fauna mirip lukisan gaya pengosekan yang dicetuskan oleh Dewa Made Kawan. Dalam mewujudkan bingkai kaca ini Batuan dibantu oleh 2 (dua) orang tukang togog (pematung) bersaudara. Meraka adalah I Wayan Meja dan I Made Meji tukang togog yang khusus membuat togog bedahulu. Setelah pigura kaca itu jadi, Batuan memperlihatkan dengan Joose sembari memasangkan dikamarnya. Ternyata Joose sangat senang dengan pigura kaca cermin yang bermotifkan flora-fauna itu.
Semenjak itu, Batuan manyuruh tukangnya membuat 20 samapai 30 pice untuk di pajang di studio lukisnya. Setiap tamu yang datang mengunjungi studionya, disamping menikmati lukisan, mereka sangat tertarik dan membeli 2 sampai 3 pice pigura kaca yang bermotif hiasan alam flora-fauna itu, usai mengapresiasi karya-karyanya. Model pigura kaca yang dicetuskan Batuan bentuknya dapat dilihat pada gambar di bawah, yang mempresentasikan kehidupan pada alam fauna-flora. Burung kakak tua hadir bercanda hinggap pada dahan nyiur seolah merayakan pertemuan yang berbahagia. Daun nyiur yang berwana hajau serta kembang sepatu yang sedang mekar di bawahnya isyarat kesuburan alam memberika kesan kedamaian, dan ketenangan. Dilahat dari bentuknya yang terpola dalam segi empat nampak teresan kaku, tetapi imbangi dangan permainan garis pada bagian sisi atas menjadikan bentuk itu enak dipandang dan tidak kaku ketika dipasang pada dinding.
Karajinan Pigura Kaca di Desa Pengosekan, selengkapnya
by admin | Oct 12, 2010 | Berita
BALIKPAPAN – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan,seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) wajib menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) 66 pada Januari 2011.
Mendiknas mengatakan, bulan ini hingga Desember 2010,Kemendiknas akan terus melakukan sosialisasi kepada PTN di Indonesia. Bentuknya, bisa dalam diskusi ataupun penjelasan langsung mengenai substansi PP 66 tahun 2010 mengenai Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan tersebut. Seperti diberitakan, pemerintah melalui Kemendiknas telah menerbitkan PP 66 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan. PP ini merupakan aturan pengganti atas ditolaknya Undang-Undang (UU) BHMN oleh Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.
Selain sosialisasi, Kemendiknas sedang menyusun peraturan menteri (permen) yang berisi petunjuk teknis atas PP 66 yang ditandatangani presiden pada 28 September 2010 tersebut. Setelah perguruan tinggi membaca permen tersebut,maka tidak akan ada lagi perbedaan pendapat maupun penolakan. ”Umur PP ini masih baru, jadi wajar kalau ada penolakan. Kami akan terus sosialisasi dan memberikan pemahaman,”tegas Nuh seusai menghadiri seminar pendidikan karakter di Balikpapan kemarin. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini mengatakan, isi permen tersebut akan mengatur mengenai bagaimana sistem penerimaan mahasiswa sebesar 60% melalui seleksi nasional.
Permen tersebut, jelasnya, masih memberikan kuota kemandirian bagi perguruan tinggi untuk membuka seleksi penerimaan sendiri. Menurut Mendiknas, sebenarnya penerimaan mahasiswa sebesar 60% itu akan menghapus kesenjangan ekonomi dan membuka lebar pintu kesempatan bagi mahasiswa miskin agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Nuh menyatakan, permen tersebut juga akan mengatur mengenai mekanisme pemberian beasiswa miskin sebesar 20%. Sebelumnya, sejumlah PTN BHMN menolak keberadaan PP 66 tahun 2010 tersebut.Ketua Satuan Tugas dari Sekretariat Gabungan Tujuh PTN BHMN Ari Purbayanto mengatakan, penolakan ini didasari karena terlalu mencampuri otonomi penuh kampus.
Perguruan tinggi tidak akan dapat mandiri lagi karena segala petunjuk teknis operasional diatur langsung oleh pemerintah. Dua poin yang ditentang oleh PTN BHMN ini,ungkapnya,adalah kewajiban perguruan tinggi negeri menerima sebanyak 60% mahasiswa baru melalui penjaringan secara nasional.Menurut dia,aturan tersebut dinilai tidak sinkron dengan kenyataan saat ini. Sebab, banyak perguruan tinggi negeri yang menerima mahasiswa baru melebihi kuota itu. Dia mencontohkan, Institut Pertanian Bogor (IPB), saat ini sudah menerima 80% mahasiswa lewat Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Selain itu,ketujuh PTN BHMN yang terdiri atas IPB, Universitas Indonesia (UI),Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR) juga menolak tata cara pengelolaan keuangan dengan sistem Badan Layanan Umum (BLU). Menurut dia, perguruan tinggi tidak bisa dipaksakan untuk menerima BLU seperti yang berlaku di lembaga lain seperti rumah sakit. (neneng zubaidah)
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/356432/
by admin | Oct 12, 2010 | Agenda, Berita, pengumuman


Rapat persiapan Pelaksanaan Workshop Spesiaslisasi Bertarap Nasional Selasa, 12 Oktober 2010 di ruang sidang FSRD ISI Denpasar di hadiri oleh staf panitia pelaksana Workshop dalam rangka mempersiapkan dan pembagian Tugas dari masing-masing staf panitia.
Dari Hasil Rapat, Workshop Spesialisasi akan dilaksanakan di Kampus ISI Denpasar selama 4 hari mulai dari tanggal 21, 22, 25 dan 26 Oktober 2010 yang dilaksanakan oleh civitas akademika Dosen dan Mahasiswa semester V dari 5 Program Studi FSRD ISI Denpasar.
Tema Dari Masing – Masing Program Studi dalam Workshop tersebut adalah :
1. PS. Fotografi : Membedah Foto Juara
2. PS DKV : Teknik Presentasi Grafis
3. PS. Interior : Eksistensi Interior Tradisional Bali Pada Dunia Global
4. PS. Lukis dan Patung : Drawing Model
5. PS. Kriya Seni : Cindera Mata Dalam Pariwisata
by admin | Oct 12, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Alit Kumala Dewi, S.Sn, Dosen PS DKV
Semiotika berasal dari kata Yunani : semeion, yang berarti tanda. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Tanda-tanda tersebut menyampaikan suatu informasi sehingga bersifat komunikatif. la mampu menggantikan sesuatu yang lain yang dapat dipikirkan atau dibayangkan Cabang ilmu ini semula berkembang dalam bidang bahasa, kemudian berkembang pula dalam bidang seni rupa dan desain komunikasi visual. (Tinarbuko, 2008:16) . Zoest (1993:1) berpendapat bahwa semiotika adalah cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda, seperti sistem tanda dan proses yang berlaku bagi penggunaan tanda
C.S Peirce
Peirce mengemukakan teori segitiga makna atau triangle meaning yang terdiri dari tiga elemen utama, yakni tanda (sign), object, dan interpretant. Tanda adalah sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk (merepresentasikan) hal lain di luar tanda itu sendiri. Tanda menurut Peirce terdiri dari Simbol (tanda yang muncul dari kesepakatan), Ikon (tanda yang muncul dari perwakilan fisik) dan Indeks (tanda yang muncul dari hubungan sebab-akibat). Sedangkan acuan tanda ini disebut objek.Objek atau acuan tanda adalah konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda atau sesuatu yang dirujuk tanda.
Interpretant atau pengguna tanda adalah konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda.Hal yang terpenting dalam proses semiosis adalah bagaimana makna muncul dari sebuah tanda ketika tanda itu digunakan orang saat berkomunikasi.
Contoh: Saat seorang gadis mengenakan rok mini, maka gadis itu sedang mengomunikasi mengenai dirinya kepada orang lain yang bisa jadi memaknainya sebagai simbol keseksian. Begitu pula ketika Nadia Saphira muncul di film Coklat Strowberi dengan akting dan penampilan fisiknya yang memikat, para penonton bisa saja memaknainya sebagai icon wanita muda cantik dan menggairahkan.
Ferdinand De Saussure
Teori Semiotik ini dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure (1857-1913). Dalam teori ini semiotik dibagi menjadi dua bagian (dikotomi) yaitu penanda (signifier) dan pertanda (signified). Penanda dilihat sebagai bentuk/wujud fisik dapat dikenal melalui wujud karya arsitektur, sedang pertanda dilihat sebagai makna yang terungkap melalui konsep, fungsi dan/atau nilai-nlai yang terkandung didalam karya arsitektur. Eksistensi semiotika Saussure adalah relasi antara penanda dan petanda berdasarkan konvensi, biasa disebut dengan signifikasi. Semiotika signifikasi adalah sistem tanda yang mempelajari relasi elemen tanda dalam sebuah sistem berdasarkan aturan atau konvensi tertentu. Kesepakatan sosial diperlukan untuk dapat memaknai tanda tersebut.
Menurut Saussure, tanda terdiri dari: Bunyi-bunyian dan gambar, disebut signifier atau penanda, dan konsep-konsep dari bunyi-bunyian dan gambar, disebut signified.
Semiotika, bagian I Selengkapnya