by admin | Oct 12, 2010 | Berita
SAMARINDA — Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, menginstruksikan perguruan tinggi negeri (PTN) agar jemput bola dalam penerimaan 20 persen rasio akses calon mahasiswa yang mempunyai kekurangan finansial.
“Kalau tak ada intervensi, akan ada pemiskinan baru. Sudah saatnya siapapun bisa masuk PTN, asal punya kemampuan intelektual,” jelas Nuh usai pelantikan Rektor Universitas Mulawarman, Senin (11/10).
Menurutnya, tak ada rinsip inklusifitas pendidikan atau tak boleh dikhususkan pada pertimbangan latar belakang sosial. Diakui Nuh, fakta di lapangan,mayoritas mahasiswa berlatar belakang ekonomi menengah atas. Bahkan dari data Kemendiknas tahun 2008, anak miskin yang berkuliah ada empat persen.
Di tahun 2009 naik menjadi 6 persen. “Kalau kondisi ini diteruskan ada persoalan besar dan bentuk pemiskinan baru,”imbuh Mendiknas. Pasalnya perguruan tinggi bisa menjadi elevator sosial untuk mendekati sumber ekonomi peningkatan hidup.
Kemendiknas pun menindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Di dalamnya mengatur jika setiap rekrutmen mahasiswa baru,disediakan 20 persen kursi dari kalangan mahasiswa kelas ekonomi menengah kebawah.
Lalu,Kemendiknas akan memberi bantuan biaya pendidikan bagi 10 persen jumlah keseluruhan mahasiswa itu. Sementara 10 persen sisanya dibantu oleh PTN yang menerimanya. Untuk tahun 2010 ini,Kemendiknas telah memproses 20 ribu mahasiswa dari kalangan tersebut. Pada lima tahun mendatang,ditargetkan 100 ribu mahasiswa diterima dari jalur serupa. “Aneh alasannya kalau PTN menolak melakukan ketentuan ini karena secara politis diselenggarakan pemerintah,”cetus Nuh.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/10/11/139381-mendiknas-ptn-harus-proaktif-cari-mahasiswa-tak-mampu
by admin | Oct 11, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Gusti Agung Jaya CK, Dosen PS Kriya Seni
Tumbuhnya aktivitas seni kerajinan tersebut di atas, merupakan kreativitas masyarakat dalam mengantisipasi kondisi sosial ekonomi. Menurut keterangan perajin setempat, kagiatan ini merupakan suatu bentuk usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi masyarakat. Roger M. Kessing (1986), yang dikutif Yandri menjelaskan, bahwa dalam menopang kehidupan, masyarakat memilih suatu bentuk kegiatan yang dilakukan berlandaskan pada keadaan materi, dan kepentingannya. (Yandri, 2006: 86). Seni kerajinan sebagai salah satu pilihan usaha, khusus di dalam masyarakat Pengosekan telah melibatkan hampir semua masyarakat, sehingga semua aktivitas keseharian didominasi dan terkonsentrasi oleh pembuatan barang seni kerajinan sebagai kegiatan home industri.
Melihat dari aneka ragam jenis barang yang di produksi itu menunjukkan tingkat adaptasi yang sangat luwes dan kecakapan teknis perajin yang tidak perlu diragukan. Selain jumlah dan jenis karya yang dihasilkan cukup banyak, ketelitian dan kwalitas karya juga terjaga, terutama faktor kegunaan dan kwalitas estetik yang menjadi prioritas utama dalam penciptaan benda fungsional. Hal itu sejalan dengan pendapat Gustami menyebutkan fungsi dan kwalitas estetis suatu produk. (Gustami, 2000: 181).
Dalam kontek itu, seni karajian di Pengosekan bisa diamati menurut fungsinya. Feldman (1967) dalam bukunya yang berjudul Art As Image And Idea, terjemahan Gustami dengan judul Seni Sebagai Wujud Dan Gagasan (1991: 2) menjelaskan, bahwa fungsi-fungsi seni yang telah berlangsung sejak zaman dahulu, adalah untuk memuaskan: (1) Kebutuhan-kebutuhan individu tentang ekspresi pribadi; (2) Kebutuhan-kebutuhan sosial untuk keperluan display, perayaan, dan komunikasi; (3) Kebutuhan-kebutuhan fisik mengenai barang-barang dan bangunan-bangunan yang bermanfaat. Lebih jauh dalam pengertian luas Feldman membagi fungsi seni menjadi tiga bagian, yaitu: Fungsi personal (the personal function of art); fungsi sosial (the social function of art); dan fungsi fisik (the fisical function of art).
Fungsi Seni Kerajinan Pengosekan, Selengkapnya
by admin | Oct 11, 2010 | Berita
JAKARTA Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mengkaji usulan permintaan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) untuk mengevaluasi keberadaan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). “Bapak Mendiknas dan jajarannya akan mengkaji usulan APTISI tersebut,” kata Staf Khusus Mendiknas Bidang Komunikasi Media, Sukemi, di Jakarta, Minggu (10/10.
Menurut Sukemi, Mendiknas M Nuh berpendapat seandainya tim penilai itu dianggap kurang, maka jumlahnya akan ditambah tetapi tetap menjaga independensinya. “BAN PT itu memiliki asesor atau tim penilai yang sudah layak. Nah,
kalau ada keinginan adanya lembaga lain selain BAN maka harus dikaji secara serius dan matang. Apakah mampu menjaga independensi dan apakah tidak melanggar Undang Undang,” kata Sukemi.
Menurutnya, seandainya ada dua atau tiga lembaga seperti BAN harus mempunyai kredibilitas yang sama dari sudut independensi. Bila kinerja BAN PT selama ini dinilai kurang, perlu ditingkatkan dengan menambah jumlah anggotanya yang kredibel dan independen. “Pergantian anggota dan pengurus BAN PT ada ketentuannya sesuai aturan yang berlaku,” cetusnya.
Ditanya adanya kinerja BAN PT yang tidak kredibel dalam memberikan penilaian terhadap PT terkait, Sukemi menjelaskan terdapat dua persoalan ketika suatu program mendapat nilai A lalu berubah menjadi B. “Nah, yang terjadi apakah standar penilainnya dinaikan atau PT yang bersangkutan tidak menjaga mutu. Yang jelas, penilaian dilakukan tidak hanya sekali,” tukasnya.
Ia menambahkan kredibilitas BAN PT terutama pada independensi. “Asesor itu dari PT-PT yang berbeda.Dalam penilaian jangan sampai ada intervensi. Misalnya, ada sebuah PT yang dinilai melakukan pendekatan dan lobi lobi, ini yang harus dijaga,” pungkasnya. (Bay/OL-8)
Penulis : Syarief Oebaidillah
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/10/174133/88/14/Evaluasi-Perguruan-Tinggi-Harus-Independen
by admin | Oct 11, 2010 | Berita
Informasi beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) untuk belajar Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) dalam program immersion dalam kelas-kelas internasional selama 8 minggu di universitas ternama di Amerika Serikat. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan dari universitas manapun di seluruh Indonesia .
Batas akhir pendaftaran adalah tanggal 18 Oktober 2010 (diterima di IIEF).
Kami mohon bantuan Bapak-Ibu sekalian untuk dapat menyebarkan informasi ini kepada para anak didik dan colleagues/jaringan yang dimiliki karena beasiswa ini sangat memberikan pengalaman yang berharga bagi para mahasiswa kita. Informasi lengkap dapat dilihat dalam lampiran. Formulir dapat diunduh dari website: http://www.iief.or.id atau dari https://docs.google.com/leaf?id=0B-ddegbMTHt6YTlhODQyOWYtNDhmZS00NzRiLWI4OTQtNDFiODVkNDZlMjg2&sort=name&layout=list&num=50. Formulir ini dapat difotokopi.
Tanya jawab beasiswa