by admin | Oct 18, 2010 | Berita
Secara umum Hak Kekayaan Intelektual dapat terbagi dalam dua kategori yaitu: Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta :
Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Pasal 1 ayat 1)
Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi:
- Paten
- Merek
- Desain Industri
- Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
- Rahasia Dagang
- Varietas Tanaman
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten:
Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 Ayat 1).
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek :
Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.(Pasal 1 Ayat 1)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri :
Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. (Pasal 1 Ayat 1)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu :
Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.(Pasal 1 Ayat 1)
Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu. (Pasal 1 Ayat 2)
Menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang :
Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.
Sumber: http://www.dgip.go.id/ebscript/publicportal.cgi?.ucid=376&ctid=1&id=137&type=0
by admin | Oct 17, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Gusti Agung Jaya CK, Dosen PS Kriya Seni
Mengamat bentuk produk seni menurut Feldman menyatakan bahwa, bentuk merupakan manifestasi fisik dari suatu objek yang bisa diamati, memiliki makna, dan berfungsi secara struktural pada objek seni (Feldman, 1967: 30). Tidak jauh berbeda dengan teori Clive Bell menerangkan, bahwa seni itu merupakan perbuatan menampilkan bentuk yang bermakna (significant form). Bentuk seperti ini adalah yang perlu ditampung oleh perasaan estetik, karena itu tidak akan terlalu salah kiranya kalau dikatakan bahwa bentuk yang dimaksud adalah yang estetik sifatnya (Clive Bell dalam Sahman, 1993: 15).
Terkait dengan bentuk produk seni kerajinan di desa Pengosekan, merupakan produk budaya bangsa yang memiliki nilai seni dan ekonomi. Amatan terhadap produk seni kerajinan di desa Pengosekan membuktikan keragaman bentuk produk yang muncul di samping mengindikasikan adanya proses keberlangsungan aktivitas yang diwariskan dari tradisi sebelumnya, juga menandakan adanya perkembangan. Perubahan sosial budaya masyarakat pendukungnya juga sangat mempengaruhi bentuk, teknik, motif dan fungsi produk yang dihasilkan. perkembangan itu sangat wajar dalam rangka menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang senantiasa selalu berubah sesuai dengan tuntutan zaman. Sehubungan dengan perkembangan itu Supriadi menjelaskan perkembangan adalah akumulasi dari berbagai penemuan berlandaskan pada penemuan-penemuan terdahulu, sehingga lahir penemuan-penemuan baru akibat adanya revolusi paradigma. (Supriadi, 1997: 123-124).
Kehadiran unsur-unsur baru dalam rangkaian perkembangan budaya tidak berarti punahnya unsur-unsur lama, keduanya dapat hidup secara berdampingan, tumpang tindih atau bercampur.
Krajinan Ayaman Rontal (Bassket)
Secara umum karya seni kerajinan di pengosekan mengalami perkembangan bentuk dan fungsi. Perkembangan tersebut nampak dinamis dari periode keperiode berikutnya. Berawal dari kerajinan ayaman rontal/nglopok diawali oleh I Wayan Silur dan I Made Seken sekitar tahun 1930-an. Bentuk kerajinan ayaman rontal/nglopok yang dihasilkan masih sangat sederhana berupa jenis bakul dengan ukuran kecil atau sebagai wadah penyimpan barang-barang kecil.
Datangnya Rudolf Bonnet seorang pelukis asal Belanda yang tinggal menetap di Ubud, yang membawa dampak perkembangan seni rupa di Ubud bukan hanya pada seni lukis dan seni patung, tetapi berdampak pula terhadap perkembangan karjinan ayaman rontal di Pengosekan. Menurut keterang Mangku Made Gina, ketika Bonnet datang berkunjung ke Pengosekan ke rumah Gusti Ketut Kobot, secara kebetulan Ia melihat berberapa orang sedang membuat kerajinan ayaman rontal. Memperhatikan proses mangayamnya rumit dan bentuk bakul yang menarik tersentuh hatinya untuk membeli dan memesana dengan memberikan desain baru bentuk vas bunga, guci dan baks, lengkap degan desain motifnya. Pada awalnya motif yang diterapan adalah motif ceracap sangat sederhana, kemudian berkembang pada motif-motif ornamen yang terdapat pada kain-kain songket.
Perkembangan baik bentuk maupun motif yang diterapkan dapat dilahat pada gamabar di bawah, sebauah bentuk karajinan ayaman rontal dengan ukuran yang agak besar bermotif tumbuhan alam dan motif awan-awan, mempresentasikan suasana alam yang tenang damai nan indah. Walaupun pahon yang nampak terpotong terkesan janggal diakabatkan oleh ketentuan ukuran, nampak penyelesaiannya dipaksakan, tetapi menunjukan adanya perkembangan dan usaha perajin menyajikan karya seindah mungkin. Diamati dari bentuknya masik menyamai bentuk kerajinan yang lama.
Perkembangan Kerajinan di Desa Pengosekan, selengkapnya
by admin | Oct 17, 2010 | Berita
SEMARANG-Dirjen Dikti merencanakan meningkatkan besaran program Beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetapi berprestasi, dari
sebelumnya Rp 5 juta menjadi Rp 6 juta tiap semester pada 2011.
Direktur Ketenagaan Dirjen Dikti Prof Supriadi Rustad mengatakan, pihaknya sedang menghitung ulang besaran dan mengusulkan kepada pemerintah agar ditambah menjadi Rp 6 juta/mahasiswa/semester.
”Jumlah yang diterima saat ini belum cukup, terutama untuk biaya tuition fee kepada perguruan tinggi terlalu rendah. Mudah-mudahan usulan ini disetujui,” kata Prof Supriadi, belum lama ini.
Dia menjelaskan, Dikti juga akan berupaya mencarikan sumber-sumber beasiswa lainnya, terutama untuk dosen dan tenaga kependidikan dari sejumlah departemen. Sumber-sumber ini akan diintegrasikan langsung dengan Dikti supaya benar-benar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
”Masih banyak Beasiswa Bidik Misi yang belum terserap dan kami akan mendorong supaya universitas juga ikut aktif dalam penyaluran. Namun, tetap saja harus selektif,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, pihaknya siap mengalokasikan secara penuh berapa pun jumlah Beasiswa bidik misi yang akan diberikan Kemendiknas ke Unnes. ”Mau dikasih 400 beasiswa atau nanti ditambah jadi 500 kami siap. Sebab, kami tidak akan memikirkan untung-rugi,” ujarnya.
Merata Pada tahun ajaran 2010/2011 ini, Unnes mendapat jatah Beasiswa Bidik Misi 400 mahasiswa dan itu telah dialokasikan secara merata ke seluruh fakultas. Sudijono mengatakan, sudah menjadi kewajiban universitas untuk mengantarkan peserta didik meraih cita-cita. Apalagi bagi mereka yang kurang mampu dan tidak mempunyai kesempatan melanjutkan kuliah.
Beasiswa Bidik Misi diharapkan juga disalurkan ke perguruan tinggi swasta (PTS). Ketua Aptisi Wilayah VI Jateng Prof Brodjo Sudjono pernah mengungkapkan, swasta perlu diperhatikan, jangan hanya universitas negeri. Sebab mahasiswa tidak mampu yang melanjutkan kuliah di PTS tidak sedikit.
”Mungkin perlu dikaji kembali, jika lebih baik uang beasiswa itu jangan langsung ke mahasiswa, tetapi ditujukan ke universitas supaya bisa dikelola. Terkadang mahasiswa menggunakannya untuk hal lain di luar keperluan kuliah, seperti membeli ponsel atau lainnya,” imbuhnya. (J14,K3-37)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/12/126446/Bidik-Misi-Diusulkan-Jadi-Rp-6-Juta
by admin | Oct 15, 2010 | Berita
Kementrian Luar Negeri RI kembali akan melaksanakan “Bali Democratic Forum” (BDF) yang ke-3 pada bulan Desember 2010 mendatang. Seperti tahun sebelumnya, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kembali mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam acara kenegaraan tersebut dengan pementasan tari-tarian, paduan suara, seni lukis, dan juga kriya. Direktur Kerjasama Teknik Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik , Siti N. Mauludiah hari ini, Rabu 13 Oktober 2010 mengunjungi kampus ISI Denpasar guna membahas rangkaian acara pada BDF ke-3 mendatang. Siti beserta rombongan diterima langsung oleh Rektor didampingi para Pembantu Rektor ISI Denpasar. Usai perbincangan tentang program studi yang ada di kampus ISI Denpasar, rombongan menyempatkan diri menyaksikan secara langsung Penabuh Asti Pertiwi yang sedang melaksanakan latihan persiapan untuk pentas mengiringi siswa SLB pada acara pembukaan Nusa Dua Fiesta tanggal 15 Oktober lusa. Selain itu rombongan juga mengunjungi pameran seni lukis, dan kriya serta menyaksikan langsung mahasiswa ISI Denpasar maupun mahasiswa asing yang sedang memahat.
Siti dengan tulus mengungkapkan kekagumannya akan kampus ISI Denpasar. Beberapa lukisan, foto, patung dan karya seni mahasiswa lainnya sangat menarik perhatiannya. “Saya sangat kagum dan bangga dengan semua aktifitas kampus ini. Semua yang ada sangat menarik dan mempunyai nilai seni yang sangat tinggi. Saya juga sangat berterima kasih atas kerjasama yang telah terjalin baik selama ini, dan saya yakin ISI Denpasar akan menampilkan yang terbaik pada BDF ke-3, Desember mendatang,”paparnya. BDF ke-3 yang merupakan senior official meeting yang rencananya akan dilaksankan dari tanggal 9-10 Desember 2010 di hotel Westin Nusa Dua akan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono, para Menteri serta undangan dari 30 Negara dari seluruh dunia. Dalam acara tersebut ISI Denpasar diminta untuk menampilkan beberapa tarian dengan penabuh Asti Pertiwi, paduan suara, pameran seni lukis dan juga patung.
Rektor ISI Denpasar, Prof.I Wayan Rai S.,M.A. mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas kepercayaan yang diberikan Kementrian Luar Negeri khusunya dari Kerjasama Teknik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik kepada ISI Denpasar untuk menampilkan karya seni dalam acara Bali Democratic Forum ke-3 mendatang. Kesempatan emas tersebut merupakan penghargaan yang sangat tinggi bagi ISI Denpasar. Rai berjanji akan mempersiapkan semuanya dengan seksama sesuai dengan tema acara dan permintaan dari Kementrian Luar Negeri. Event tersebut juga merupakan ajang implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Masyarakat. ”Kesempatan emas ini adalah ajang dosen dan mahasiswa ISI Denpasar untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara, sebagai upaya meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya yang menjadi kekayaan Bangsa Indonesia,”harapnya.
***dy*** Humas ISI Denpasar melaporkan