Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) kembali menegaskan perannya sebagai duta seni budaya Indonesia di kancah internasional. Teranyar ISI BALI berpartisipasi aktif dalam peresmian Bali Indah Cultural Park di Strzelinko, Kota Slupsk, Polandia, Senin (16/6).
Dalam pembukaan Bali Indah Cultural Park yang kini menjadi pusat kebudayaan Bali terbesar di Eropa ini, ISI BALI tampil memukau dengan pertunjukan seni yang menampilkan kekayaan tradisi Bali melalui tari, musik, dan busana adat.
Peresmian Bali Indah Cultural Park menjadi momen bersejarah, ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Bali bersama Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Polandia, Menteri Pariwisata dan Olahraga Polandia, serta jajaran pejabat dari Indonesia dan Polandia. Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana turut hadir secara langsung menyaksikan peresmian taman budaya ini.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana menyatakan bahwa sebanyak 18 mahasiswa dan 2 dosen ISI BALI akan menampilkan seni pertunjukan Bali dan memberikan workshop interaktif kepada pengunjung Bali Indah Cultural Park selama empat bulan ke depan.
Keterlibatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis ISI Bali dengan Dolina Charlotty Resort & Spa, yang telah terjalin sejak 2023. Pada tahun 2024, ISI Bali telah mengirimkan 20 dosen dan mahasiswa untuk mengikuti program magang selama tiga bulan di Dolina Charlotty, menandai penguatan program internasionalisasi kampus seni terbesar di Bali ini.
Kompleks seluas tiga hektare ini menghadirkan pura terbesar di Eropa dengan padmasana setinggi 16 meter, rumah adat Bali, wantilan, ruang pameran, ogoh-ogoh, serta berbagai fasilitas budaya lainnya yang dirancang oleh para dosen ISI BALI dan dibangun oleh 100 pekerja asal Bali sejak 2022. (ISIBALI/Humas)
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) turut serta dalam gelaran perdana Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2025 yang berlangsung pada 27–29 Juni 2025 di Bali Beach Convention, Sanur. Expo ini diselenggarakan oleh PT Melali MICE dan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa.
Sebagai institusi seni terdepan di Bali, ISI BALI memamerkan beragam karya kreatif dosen dan mahasiswa dalam expo ini. Karya-karya yang ditampilkan mencakup bidang fashion, desain produk, kriya, dan musik.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana yang hadir dalam seremoni pembukaan BWB Expo 2025 mengatakan karya kreatif ISI BALI mencerminkan kekayaan kreativitas yang berpijak pada kearifan lokal dan kepekaan terhadap isu global, termasuk kesehatan dan kesejahteraan.
BWB Expo 2025 menjadi panggung strategis yang mempertemukan penyedia layanan kesehatan, merek kebugaran, operator pariwisata, hingga pembuat kebijakan. Ajang ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi serta penawaran baru yang relevan dengan kebutuhan dan minat wisatawan, khususnya di sektor wellness tourism yang kian berkembang.
Sebagai bentuk kontribusi artistik, ISI Bali juga mempersembahkan tari “Kakuwung Ranu” dalam seremoni pembukaan. Tarian ini memukau para tamu undangan dan pengunjung dengan kekuatan visual dan filosofi yang merefleksikan harmoni antara manusia dan alam, sejalan dengan semangat wellness yang diusung oleh BWB Expo. (ISIBALI/Humas)
Dalam rangka merayakan Dies Natalis XXII, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menggelar acara Wara Negteg Jalan Bahagia 2025, sebuah kegiatan jalan santai yang diikuti oleh seluruh pimpinan, dosen, serta tenaga pendidik dan kependidikan (tendik) ISI Bali. Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 27 Juli 2025, di Desa Wisata Kertalangu, sebuah lokasi yang dikenal dengan keindahan alamnya yang asri.
Wara Negteg Jalan Bahagia 2025 bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara civitas akademika ISI Bali, sekaligus memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk menikmati udara segar dan pemandangan alam yang menenangkan. Jalan santai ini tidak hanya menjadi ajang olahraga ringan, tetapi juga sarana untuk menguatkan kebersamaan dan semangat dalam merayakan perjalanan panjang keberadaan ISI Bali.
Selain menjadi ajang kebersamaan, acara ini juga menonjolkan nilai-nilai kesehatan dan kebugaran, di mana peserta diajak untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.
Sebagai bagian dari kegiatan Dies Natalis XXII, Wara Negteg Jalan Bahagia 2025 berhasil menciptakan suasana yang penuh kehangatan, kebahagiaan, dan kekompakan. Selain itu, acara ini juga mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjaga kesehatan serta mendukung keberlanjutan kebudayaan melalui gerakan positif yang melibatkan seluruh civitas akademika ISI Bali.
Dengan suksesnya pelaksanaan acara ini, ISI Bali semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan penuh semangat bagi seluruh civitas akademika dalam rangka memajukan seni dan budaya di Bali.
Institut Seni Indonesia (ISI) Bali melalui Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menyelenggarakan Workshop Mural Teba Organik Kampus Seni bertajuk Kerthi Bhuwana Santhi (Berderma untuk Kemuliaan Dunia) pada Selasa (20/8) di area Teba Organik FSRD ISI Bali.
Workshop mural yang diikuti mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan ISI Bali di area kampus, mengelilingi media mural berbentuk bundar yang terbuat dari buis beton, bagian dari konstruksi Teba Organik. Dengan kuas dan cat warna-warni, peserta tampak serius menorehkan gambar-gambar bernuansa alam seperti bunga, dedaunan, dan bentuk dekoratif lainnya.
Workshop mural ini merupakan aktualisasi Kampus Berdampak ISI Bali yang menekankan kolaborasi seni, budaya, dan juga memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Teba Organik ISI Bali ini mendukung implementasi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, khususnya melalui penerapan konsep Teba Modern.
Teba Organik ISI Bali akan difungsikan sebagai tempat penampungan sampah organik, terutama sampah daun, sisa tanaman, dan sisa makanan yang nantinya akan diolah menjadi kompos alami.
Teba Organik dibuat dengan lubang kedalaman sekitar satu meter dan dilapisi buis beton sebagai penahan struktur dan memudahkan proses pembusukan sampah di dalamnya.
Dengan mengusung tema Kerthi Bhuwana Santhi, workshop mural ini diharapkan dapat melahirkan karya mural yang mengandung pesan moral tentang keharmonisan manusia dengan alam semesta. (ISIBALI/Humas)