M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Perubahan Perguruan Tinggi Menjadi Badan Hukum Pendidikan

SURAT EDARAN Nomor   : 170/D/T/2010 Tanggal: 17 Februari 2010

Hal  : Perubahan perguruan tinggi menjadi Badan Hukum Pendidikan

Yth.  1. Semua Pemimpin Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara

2. Semua Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri

di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional

Sehubungan dengan  ditetapkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan pada tanggal 16 Januari 2009, kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan menyatakan bahwa satuan pendidikan tinggi yang telah didirikan oleh Pemerintah berbentuk badan hukum pendidikan.
  2. Menteri Pendidikan Nasional telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2009 tentang Mekanisme Pendirian Badan Hukum Pendidikan, Perubahan Badan Hukum Milik Negara Atau Perguruan Tinggi,  Dan Pengakuan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Sebagai Badan Hukum Pendidikan.

Mengingat jumlah perguruan tinggi negeri termasuk perguruan tinggi badan hukum milik negara (PT BHMN) adalah 84 (delapan puluh empat), untuk memudahkan pembahasan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Sekretariat Negara, perlu adanya pengaturan prioritas perguruan tinggi untuk menjadi Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP) sebagai berikut.

  1. Semua PT BHMN agar mengusulkan perubahan bentuk menjadi BHPP paling lambat bulan Juni tahun 2010.
  2. Semua perguruan tinggi negeri yang telah menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (PTN PPK-BLU) agar mengusulkan perubahan bentuk menjadi BHPP paling lambat bulan Agustus tahun 2010.
  3. Perguruan tinggi negeri selain sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 agar mengusulkan perubahan bentuk menjadi BHPP sesuai dengan jadwal dan kategori pengelompokan (terlampir).
  4. Bagi perguruan tinggi yang menghendaki segera beralih menjadi BHPP dapat mengajukan kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan mengabaikan pengaturan waktu sebagaimana dimaksud pada angka 1, angka 2, dan angka 3.
  5. Usul perubahan perguruan tinggi negeri menjadi BHPP sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4 diajukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi c.q. Direktorat Kelembagaan dengan tembusan disampaikan kepada Sekretariat Jenderal c.q. Biro Hukum dan Organisasi.

Selanjutnya untuk memperlancar proses perubahan perguruan tinggi menjadi BHPP dimaksud, Kementerian Pendidikan Nasional cq Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan memberikan fasilitasi antara lain pendampingan.

[download id=”261″]

Tata Rias Dan Busana Adat Bali Ke Pura Wanita Hindu Bali

Tata Rias Dan Busana Adat Bali Ke Pura Wanita Hindu Bali

Oleh : (I Ketut Darsana, SST., M.Hum., Jurusan Tari ,FSP, DIPA, 2007)

Abstrak Penelitian

Tata rias dan Busana Adat Bali ke Pura, terutama yang terdapat di Denpasar dan umumnya di Bali Mempunyai keunikan –keunikan tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh daerah/propinsi lain. Dari proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama penggunaan busananya selalu dikaitkan dengan upacara-upacara yadnya khususnya dalam melakukan persembahyangan ke pura secara turun temurun. Di samping sebagai prestise identitas diri, maupun daerah busana adat juga memilik nilai-nilai estetis yang sangat tinggi dan di dalamnya terkandung nilai simbol yang terpatri dalam perilaku keseharian. Makna simbol akan melakat scara turun temurun tanpa memperdulikan pengaruh era globalisasi saat ini.

Dalam penelitian ini permasalahan yang menarik yang dikaji dari tata rias dan busana Adat Bali ke Pura adalah mengenai bentuk, fungsi dan makna serta praktisi dipaparkan cara pembuatan hingga pemakaian.

Adapun metode yang digunakan dalam mengkaji tata rias dan busana Adat Bali ke Pura adalah dengan melakukan pendekatan ilmiah di mana data-data yang terkumpul dikaji dan diolah dengan bahasa kualitatif yang singkat, padat dan jelas. Rias dan busana adat ke pura persembahyangan waqnita Bali (Hindu) memiliki dua bentuk yang berbeda. Bantuk ini dapat dilihat dari pengguanaan sanggulnya, ada yang menggunakan sanggul/pusung gonjer, bagi remaja putri dan sanggul/pusung tagel untuk wanita dan dewasa dan atau sudah berkeluarga. Di samping nilai estetis yang terkandung di dalamnya juga mengandung nilai filosofis yang mendalam dalam bentuk uraian bentuk, fungsi dan makna. Semua yang terkandung di dalamnya perlu pemahaman yang mendalam dalam wujud penerapan secara reaal (action) di setiap adanya upoacara persembahyangan ke pura.

Isi Denpasar Menjadi Salah Satu Tempat Kunjungan Wisata Dunia

Guna mendukung program pemerintah visit Indonesia tahun 2010, ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni juga turut berbenah dengan menjadikan ISI Denpasar sebagai salah satu target tempat kunjungan wisata bagi wisatawan mancanegara. Kunjungan wisatawan ini sudah menjadi program bulanan di ISI Denpasar yang dalam kurun waktu sekitar 2 bulanan, tercatat sudah tiga kali terdapat program kunjungan wisatawan asing ke ISI Denpasar. Kemarin (17 Februari 2010) sekitar 40 wisatawan asing yang sebagain besar dari negara Australia, berkunjung ke ISI Denpasar. Mereka disuguhkan beberapa tari Bali diantaranya tari penyambutan, Selat Segara, dan Tari Topeng Tua. Selain dapat menyaksikan pentas seni yang disuguhkan oleh mahasiswa ISI Denpasar, mereka juga dapat wawasan dan pengetahun baru tentang dasar-dasar tari dan tabuh Bali. Pada kesempatan tersebut Ketua Darma Wanita ISI Denpasar I Gusti Ayu Srinatih, M.Si., memberikan workshop tari dan tabuh Bali. Tampak para audien yang rata-rata sudah berusia lanjut ini sangat antusias mendengarkan dan menyimak dengan seksama beberapa paparan yang diberikan oleh instruktur. Sesekali diantara mereka ada yang mencoba meniru gerakan yang diperagakan oleh para penari. Jempretan dan sorotan kamera tak henti-hrntinya mengalir kearah penari dan penabuh, sebagai oleh-oleh yang bisa mereka bawa pulang ke negara asalnya.  Selain pemberian workshop, para wisatawan juga bisa menyaksikan kesenian Bali secara menyeluruh dengan mengunjungi musium seni milik ISI Denpasar (Gedung Lata Mahosadi).

Menurut I Gusti Ayu Srinatih,  dengan dijadikan ISI Denpasar sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia, akan membawa berkah tersendiri, dimana kita dapat mempromosikan ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan seni di kancah internasional. Selain itu kedatangan wisatawan mancanegara ini juga menjadikan barometer bahwa fasilitas yang dimiliki ISI Denpasar sudah standar internasional. Berbekal dari program-program seperti ini akan menginspirasi kita untuk dapat melahirkan suat suguhan-suguhan yang menarik dan inovatif yang melahirkan industri kreatif dalam seni pertunjukan. Sehingga akan lahir banyak hasil karya baru yang mampu menjual, sehingga kegiatan ini bisa menjadi salah satu program yang dapat diterapkan nanti apabila ISI menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP).

Humas ISI Denpasar Melaporkan.

Loading...