M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Pelestarian Kerajinan Patung Khas Desa Sesetan Denpasar

Pelestarian Kerajinan Patung Khas Desa Sesetan Denpasar

OLEH: Ida Ayu Gede Artayani, S.Sn. Jurusan Kriya, FSRD, DIPA 2008

Abstrak Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan sample dan pembahasan dilakukan secara kualitatif. Sample diambil di Wilayah Desa Sidakarya dan Banjar Dukuh Sari Desa Sesetan. Jenis kerajinan patung yang dibuat didominasi patung-patung wanita beridentitaskan wanita Bsali. Tema-tema yang mncul pada patung ini misalnya patyung menari, patung pakaian adat Bali, patung menjunjung padi, patung orang tua dan lain-lain. Ukurannya bervariasi tergantung pesanan, muali dari 50cm sampai 150cm bahakn adayang mencapai 200cm. Kerajinan ini kebanyakan berbahan kayu suar, karena jenis kayu ini memilki garis-gais serat yang baik, cukup mudah didapat dan mudah dikerjakan. Finishingnya menggunakan bahan semir netral, tujuannya untuk memperlihatkan terstur serat bahan. Kegiatan pembuayan patung di Desa Sesetan ini sudah mulai berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama setelah peristiwa Bom Bali I dan II. Peristiwa bom tersbut dianggap sebagaipenyebab utama menurunnya pasar terhadap kerajinan patung ini. Pasar yang lesu menyebabkan aktifitas perajin menjadi berkurang, sehingga untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, banyak perajin beralih proposal menjadi tukang bangunan, buruh bangunan, bertani dan pekerjaan lain sesuai kemampuannya. Namun yang perlu dicatat bahwa beberapa sentra kerajinan kayu ini masih bisa tetap bertahan. Upaya pelestarian dilakukan dengan mengikuti berbagai pameran baik diangkat lokal maupun nasional melalui dinas terkait.

Perkuat Peran dan Fungsi Kuliah Kerja Nyata di Perguruan Tinggi

Perkuat Peran dan Fungsi Kuliah Kerja Nyata di Perguruan Tinggi

Guna memperkuat kembali peran dan fungsi Kuliah Kerja Nyata di perguruan tinggi,  Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (DP2M) Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) ISI Denpasar menyelenggarakan Sosialisasi Revitalisasi Kuliah Kerja Nyata di Masa Mendatang. Kegiatan berlangsung dari tanggal 24 sampai 25 Maret 2010, bertempat di Hotel Dyana Pura, Kuta, Seminyak. Peserta sosialisasi meliputi LP2M, Dosen Pembimbing, dan mahasiswa dari 19 universitas yang ada di Bali, serta kawasan Timur serta terdapat juga peserta dari ITS, UNAIR, STIE Triatmajaya, Univ. Muhamadyah Mataram, Univ. Nusa Cendana, dan Univ. Mataram.

Dalam sosialisasi terungkap bahwa Kuliah Kerja Nyata di Perguruan Tinggi merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus. Karenanya system penyelenggaraannya memerlukan landasan idiil yang secara filosofis akan memberikan petunjuk serta mengendalikan pola tindakan dalam setiap proses penyelenggaraannya. Untuk itu sekurang-kurangnya mengandung lima asas yang bernilai fundamental yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Yaitu (1) keterpaduan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, (2) pendekatan interdisipliner dan komprehensip, (3) lintas sektoral, (4) dimensi yang luas dan pragramatis serta (5) keterlibatan masyarakat secara aktif.

Dari evaluasi nasional yang dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi sampai sekarang dan berbagai karya ilmiah lainnya, diketahui bahwa Kuliah Kerja Nyata mempunyai banyak manfaat untuk mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah maupun perguruan tinggi, karena pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata mempunyai makna personality development, Institutional development, dan community development, meskipun dalam pelaksanaannya Kuliah Kerja Nyata masih memerlukan adanya pengembangan agar Kuliah Kerja Nyata dapat berkiprah dengan optimal bersama masyarakat tanpa kehilangan arti mendasar dari falsafah, pengertian dan tujuan Kuliah Kerja Nyata.

Tantangan pembangunan dari tahun ketahun semakin kompleks dan membutuhkan perangkat Ipteks serta kemampuan yang lebih tinggi untuk mengatasinya. Revitalisasi Kuliah Kerja Nyata di perguruan tinggi selalu dikaitkan dengan prioritas upaya penyelesain masalah masyarakat melalui berbagai penerapan Ipteks yang sesuai dengan potensi wilayah dan kemampuan sumberdaya manusia pelaksanaanya dalam perannya untuk masa depan.

Sementara Ketua LP2M ISI Denpasar Drs. I Gst. Ngr. Seramasara, M.Hum., mengungkapkan rasa terimakasih terhadap DP2M Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada ISI Denpasar untuk membantu pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus terjalin dengan baik. Dan dengan adanya sosialisasi ini maka kita dapat memperoleh masukan tentang kontribusi program Kuliah Kerja Nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Sehingga tercapai tujuan yang sesuai dengan tema yaitu ”Revitalisasi Kuliah Kerja Nyata sebagai upaya peningkatan peran kemitraan Perguruan Tinggi dengan pemerintah dan perusahaan/industri dalam program-program pemberdayaan masyarakat”.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Selain ”Cross Culture”, Dana juga Masalah….

Selain ”Cross Culture”, Dana juga Masalah….

KOMPAS.com — Internasionalisasi pendidikan tinggi di negara-negara berkembang melalui konsep student mobility memerlukan balancing yang kuat. Negara-negara berkembang harus didukung kuat oleh pihak negara-negara maju.
Demikian dikatakan oleh panelis dari Kementerian Pendidikan China Xie Weihen dalam Konferensi Pendidikan Internasional “Going Global 4″ di London, Inggris, Kamis (25/3/2010). ”Selain pada masalah cross culture, keseimbangan itu juga mutlak diberikan dalam bentuk dukungan dana,” kata Xie.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Bina Nusantara Prof Harjanto Prabowo mengatakan bahwa pendapat Xie sangat mewakili suara dari negara-negara berkembang, yang selama ini cenderung belum sepenuhnya siap menghadapi arus globalisasi pendidikan tinggi, seperti halnya Indonesia.
“Kalau pelajar kita yang ke sana harus didukung kuat, apalagi kalau untuk program undergraduate, bebannya lebih berat. Memang, hal ini hampir terjadi dan dirasakan di semua negara berkembang, makanya lebih menguntungkan jika di jenjang post graduate atau penelitian. Ini lebih menguntungkan meskipun negara kita masih sedikit mengirim pelajarnya,” ujar Harjanto.
Konferensi yang dihadiri oleh 1.200 peserta dari berbagai negara Eropa, Asia, dan Amerika ini akan digelar sampai Jumat (26/3/2010). Adapun peserta dari Indonesia diwakili oleh 5 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Bina Nusantara (Binus), dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
David Lammy MP, Menteri Negara Pendidikan Tinggi dan Kekayaan Intelektual dari Department of Business, Innovation, and Skills Inggris dalam pidato pembukaannya mengatakan, jika pemahamanan mengenai persoalan global perubahan iklim (climate change) bisa didiskusikan dengan baik di Kopenhagen, semestinya pendidikan tinggi pun bisa diperlakukan demikian.
“Kemungkinan terjadinya jaringan global yang menjurus pada internasionalisasi pendidikan harus menjadi kenyataan karena sampai saat ini sudah semakin banyak institusi pendidikan di Inggris dan negara Eropa lainnya, juga AS, yang telah bersiap melakukan kerja sama-kerja sama riset internasional dengan negara-negara lain di dunia,” ujar David.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/03/25/20192038/Selain.Cross.Culture..Dana.juga.Masalah….

Perkembangan Seni Kerajinan Ukir Batu Padas Di Silakarang, Gianyar, Bali (Kajian Fungsi Dan Gaya)

Perkembangan Seni Kerajinan Ukir Batu Padas Di Silakarang, Gianyar, Bali (Kajian Fungsi Dan Gaya)

Oleh : I Made Berata, S.Sn. Jurusan Kriya Seni, FSRD DIPA 2008

Abstrak penelitian

Seni kerajinan ukir batu padas Silakarang sudah berlangsung sejak tahun 1832 pada saat dibangunnya pura Puseh Desa Adat Silakarang. Dalam waktu yang panjang pertumbuhannya dan perkembangannya mengalami pasang surut sampai sat ini. Kehadirannya berawal dari memenuhi kepentingan keagamaan, seperti mengukir pura, dan tempat suci rumah unian, kemudian berkembang menjadi produk komersial. Pada saat ini mengalami perkembangan akibat maraknya perkembangan industri pariwisata, secara tidak langsung bersentuhan dengan kebudayaan luar. Dengan demikian ada poin pertanyaan yang diajukan untuk dijawab pada masalah ini yaitu : pertama, apakah ada perkembangan fungsi seni kerajinan ukir batu padas Silakarang; bagaimanakah gaya seni kerajinan ukir batu padas Silakarang. Untuk menjawab petanyaan yang diajukan tentang perkembangan seni kerajinan ukir batu padas Silakarang tersebut, karena penelitian ini penekanannya pada tatacara, alat dan teknik serta bidang yang berorientasi pada paradigma alamiah, maka desain penelitian yang digunakan adalah wadah penelitian kualitatif, dengan pendekatan estetis merupakan pendekatan utama, serta beberapa teori pendukung seperti sejarah, antropologi etnografi. Dalam proses penelitian yang dilakukan lebih mengarah pada sifat eksploratif, karena bertujuan untuk menggamabrkan keadaan atau status fenomena. Peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan seni kerajinan ukir batu padas di daerah penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian, ternyata terjadi perkembangan yang signifikan baik fungsi maupun gaya. Dari segi fungsi seni kerajinan ukir batu padas Silakarang diketahui memiliki fungsi-fungsi dalam masyarakat pendukungnya maupun masyarakat luas, seperti fungsi fisik, fungsi personal, fungsi sosial. Demikian pula gaya seni kerajinan tersbut, berawal dari gaya tradisional berkembang ke gaya modern. Perkembangan yang terjadi berimplikasi pada pegayaan matei seni kerajinan ukir batu padas Silakarang. Hal itu, terbukti munculnya deversifikasi produkyang dihasilkan dengan desain-desain baru.

Kata Kunci: Seni Kerajinan dan perkembangan

Loading...