by admin | Apr 30, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: I Ketut Sida Arsa, S.Sn
RingkasanPenelitian Biaya DIPA 2009
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pergeseran bentuk estetika wadah di perusahaan I.B. Gede Pidada di Kelurahan Kesiman. Penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan dengan melibatkan sekitar 30 orang yang merupakan karyawan dan masyarakat Kesiman. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif
Hasil analisis data menunjukkan bahwa persinggungan globalisasi dengan budaya lokal telah melahirkan suatu bentuk kebudayaan baru. Dimana unsur-unsur estetik dalam setiap kebudayaan dikemas menjadi suatu yang serba instan dan mendatangka keuntungan. Estetika dipandang tidak lebih dari hasil suatu proses logis, dimana kebutuhan dan teknik oprasional dipadukan sehingga menghasilkan sebuah bentuk karya yang akhir dalam hal ini wadah. Wadah dipandang hanya sebagai ekspresi logika dan rasionalitas fiungsi sehingga melahirkan bentuk ”estetika komoditi” yang dikendalikan oleh prinsif dasar kemersial dan kapitalisme yaitu mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, sehingga ekspresi estetis dalam pembuatannya tidak menjadi sesuatu yang utama melainkan hanya sebagai pemanis saja. Proses komodifikasi secara sadar atau tidak sadar telah menyentuh langsung pada dingding makna kebudayaan apalagi ketika simbol, ikon, dan budaya telah mulai disentuh oleh prinsif komersil
Berdasarkan temuan ini maka disarankan hendaknya seluruh pihak yang terkait dalam proses komodifikasi budaya Bali, kususnya yang bergerak di dalam komodifikasi wadah agar tetap memeperhatikan nilai-nilai estetika dan religiss yang terdapat pada wadah, serta menjaga keutuhan budaya Bali.
Kata Kunci : estetika, komoditi, komersial
by admin | Apr 30, 2010 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
SEMESTER PENDEK
DENGAN DILUNCURKANNYA PROGRAM SEMESTER PENDEK PERIODE 2010, DIUMUMKAN KEPADA SELURUH MAHASISWA FSRD YANG BERMINAT
HUBUNGI BAGAIAN AKADEMIK FSRD TANGGAL 2 – 31 MEI 2010
DENPASAR, 30 APRIL 2010
TTD
PEMBANTU DEKAN I
by admin | Apr 30, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Ida Ayu Gede Artayani, S.Sn, M.Sn.
Dibiayai DIPA ISI Denpasar, 2009
Ringkasan Penelitian
Desa Binoh terletak di wilayah Kecamatan Denpasar Barat, adapun Desa Binoh dibatasi oleh Kelurahan Sempidi di sebelah barat, kelurahan Ubung Kelod di sebelah selatan, dan Desa Peguyangan di sebelah timur.
Desa Binoh terdiri dari dua bagian yaitu, Binoh Kaja dan Binoh Kelod, kerajinan yang hidup di daerah ini adalah keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun temurun. Pengrajin atau pekerja di sini kebanyakan wanita yang telah berumur dan telah berkeluarga. Para suami atau kaum laki-laki biasanya bekerja di sawah dan membantu dalam pengangkutan barang-barang gerabah yang sudah jadi serta dalam proses pembakaran.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mendorong kaum wanita untuk menekuni pekerjaan sebagai pembuat kerajinan gerabah. Dan kendala apa yang dihadapi oleh pengrajin dalam memajukan usahanya.
Melalui penelitian di lapangan, menggunakan metode observasi dan wawancara, akhirnya permasalahan tersebut bisa terjawab. Adapun faktor yang mendorong wanita melakukan pekerjaan ini karena: Faktor pendidikan (wanita pengrajin rata-rata berpendidikan SD) kesempatan kerja, dan faktor ekonomi karena menggeluti pekerjaan ini tidak terkait oleh waktu sehingga para wanita bisa menselaraskan peranannya sebagai ibu rumah tangga.
Adapun kendala yang dihadapi oleh para pengrajin disini adalah: bahan baku dari daerah pengrajin sendiri semakin berkurang, dan harus mendatangkan dari daerah lain, teknologi, dan disain yang kurang serta pemasarannya. Selain itu dengan banyaknya gerabah-gerabah dari luar masuk kedaerah Bali yang memiliki disain lebih bagus.
by admin | Apr 30, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Nyoman Lia Susanthi Dosen PS Seni Pedalangan
Banyak tuntutan menjadikan seni pertunjukan harus dikemas untuk konsumsi pariwisata. Sehingga fungsi wayang sebagai tontonan kerap kali dipolesi dengan sentuhan inovatif dan kreatif. Dimulai dari pemanfaatan teknologi, menciptakan karakter-karakter baru dalam pewayangan hingga menyelipkan bahasa Inggris dalam setiap pementasannya. Bahasa yang biasa digunakan dalam pementasan wayang adalah bahasa Kawi, Bali dan Indonesia. Namun karena kebutuhan pasar menjadikan peket yang diberikan untuk penonton asing adalah wayang berbahasa Inggris. Sehingga pesan dan filosofi yang terkandung dalam wayang dapat diterima oleh penonton asing. Dari paparan diatas sangat diperlukan untuk melahirkan dalang yang memiliki kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris.
ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan pencetak seniman intelektual, menjadikan bahasa Inggris sebagai matakuliah umum. Khususnya bagi mahasiswa Jurusan Pedalangan ISI Denpasar, mereka memperoleh matakuliah ini sebanyak dua semester, berjenjang (Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II), pada semester II dan III. Dalam pembelajaran matakuliah bahasa Inggris memiliki tujuan instruksional yaitu mahasiswa mampu menggunakan bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dengan baik dan benar. Guna mencapai tujuan tersebut diperlukan pemikiran cermat, agar faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran dapat berhubungan, bersinergi, sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Namun dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di Jurusan Pedalangan ISI Denpasar seringkali menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. Walaupun bahasa Inggris telah dipelajari dari tingkat sekolah menengah, bahkan tingkat sekolah dasar, banyak mahasiswa belum mampu menguasainya. Beberapa keluhan yang sering muncul adalah ketidakpahaman terhadap struktur tata bahasa internasional tersebut. Bahasa Inggris dinilai matakuliah sulit terutama dalam tata bahasa (English Grammar) serta penghafalan sekian ribu kosa kata baru. Selain itu faktor usia mahasiswa Pedalangan yang dominan sudah berusia lanjut, menjadikan bahasa Inggris sangat malas untuk dipelajari. Kendala-kendala inilah yang menyebabkan calon dalang berpendidikan ini tidak benar-benar menguasai bahasa Inggris.
Artikel Selengkapnya