M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Seminar Penelitian

Seminar Penelitian

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hibah penelitian pada program I-MHERE ISI Denpasar, para pemenang hibah penelitian pada program I-MHERE tahun anggaran 2008/2009 menyelenggarakan seminar hasil penelitian. Seminar yang diselenggarakan oleh panitia khusus dari LPIU-I-MHERE akan berlangsung pada hari Rabu s/d Jum’at tanggal 5-7 Mei 2010. Ketua pelaksana, atas nama Direktur Eksekutif, Sekretaris Akademis, I Made Berata, S.Sn., M.Sn. mengungkapkan, seminar akan diikuti oleh para dosen dan mahasiswa Jurusan Karawitan dan Prodi Kriya Seni ISI Denpasar. Seminar akan diikuti oleh 12 pemenang Hibah, yang seharusnya ada 14 pemenang hibah penelitian, namun dua judul penelitian sudah dipresentasikan di Surabaya atas undangan dari Direktur I-MHERE Pusat Jakarta. Dari keduabelas judul penelitian tersebut sebagai berikut.

Nama Pemakalah Judul Penelitian
Drs. I Ketut Muka, M.Si Penelitian macam dan jenis kerajinan di kabupaten Gianyar
Drs. I Made Suparta, M.Hum Penelitian macam dan jenis kerajinan di kabupaten Karangasem
I Made Berata, S.Sn., M.Sn Penelitian macam dan jenis kerajinan di kabupaten Klungkung
I Nyoman Suardina, S.Sn., M.Sn Penelitian macam dan jenis kerajinan di kabupaten Buleleng
Ni Ketut Suryatini, SSKar., M.Sn Gender Wayang Style Kayu Mas Denpasar: Analisis Struktur  Musikal
I Nyoman Sudiana, SSKar., M.Si Analisis Saih Gambang Desa Tambak Buyuh Mungu Kabupaten Badung
I Wayan Suharta, SSKar., M.Si Sekularisasi Gamelan Selonding: Analisis Repertoar dan Konsep  Musikal
Kadek Suartaya, SSKar., M.Si Cak: Perintis Seni Pertunjukan Wisata Bali: Analisis Konsep Musikal
Pande Gede Mustika, SSKar., M.Si Gamelan Gong Gede di Pura Ponjok Batu, Singaraja: Kajian Nilai-Nilai Ritual
I Made Kartawan, S.Sn., M.Si Reformulasi Sitem Patutan Pada Gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu
I Ketut Gawa, S.Sn., M.Sn Gending-Gending Iringan Tari Legong (Sebuah Dokumentasi dalam Bentuk Studi Komparatif)
I Gede Yudarta, SSKar., M.Si Gamelan Gambang dalam Ritual Keagamaan Umat Hindu Di Kota Denpasar

Seminar I-MHERE

PENGUMUMAN

Diumumkan kepada seluruh Dosen dan Mahasiswa FSRD Institut Seni Indonesia Denpasar untuk mengikuti SEMINAR I-MHERE, pada :

Hari/tanggal : Rabu, 5 Mei 2010

Pukul 09.00 wita

tempat : Pusdok ISI Denpasar

a.n. Derektur Eksekutif

Sekretaris Akademik

ttd

I Made Berata, S.Sn, M.Sn

NIP. 132296352

Mendiknas: Pendidikan Karakter Mendesak Diterapkan

Mendiknas: Pendidikan Karakter Mendesak Diterapkan

Jakarta, Minggu (2 Mei 2010)–Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh… menekankan pentingnya pendidikan karakter. Sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa maka pendidikan karakter mendesak untuk diterapkan.

Hal tersebut disampaikan Mendiknas pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Minggu (2/5/2010).

“Diantara karakter yang ingin kita bangun adalah karakter yang berkemampuan dan berkebiasaan memberikan yang terbaik, giving the best, sebagai prestasi yang dijiwai oleh nilai-nilai kejujuran,” kata Mendiknas saat memberikan sambutan acara . Adapun tema peringatan Hardiknas adalah Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa.

Mendiknas mencermati fenomena sirkus, yaitu tercerabutnya karakter asli dari masyarakat. Fenomena anomali yang sifatnya ironis paradoksal menjadi fenomena keseharian, yang dikhawatirkan pada akhirnya dapat mengalami metamorfose karakter.

“Memang kadang-kadang menjadi lucu dan mengherankan, betapa tidak mengherankan, penegak hukum yang mestinya harus menegakkan hukum ternyata harus dihukum. Para pendidik yang mestinya mendidik malah harus dididik. Para pejabat yang mestinya melayani masyarakat malah minta dilayani dan itu adalah sebagian dari fenomena sirkus tadi itu. Itu semua bersumber pada karakter,” kata Mendiknas.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Ujian Nasional yang baru saja dilaksanakan, Mendiknas mengatakan, UN diantaranya dimaksudkan untuk melatih ketangguhan dan meningkatkan kemampuan dengan mengeksplorasi potensi dan sumber daya pendidikan. Hal ini, kata Mendiknas, dimaksudkan agar dunia pendidikan mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa. “Dengan melatih ketangguhan dan kemampuan, generasi yang dilahirkan dunia pendidikan Insya Allah akan menjadi generasi yang sanggup dan siap menghadapi realitas kehidupan termasuk menghadapi implikasi dari globalisasi, ” ujarnya

Mendiknas memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh penyelenggara UN, para murid , para guru, dan orang tua, serta meminta untuk menerima hasilnya dengan obyektif dan jujur. “Kita terima apa adanya. Memang betul jumlah kelulusan menurun meskipun masih ada ujian ulang, memang betul ada yang harus mengulang, memang betul ada sekolah yang harus mengulang seluruhnya, tetapi yang penting intervensi kebijakan apa yang harus kita siapkan untuk memperbaikinya, ” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mendiknas menyematkan Satya Lencana Karya Satya kepada 111 pegawai di lingkungan Kemdiknas. Penghargaan ini diberikan kepada pegawai yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi dengan masa kerja 10 tahun hingga 30 tahun. Penghargaan diserahkan masing-masing kepada 37 pegawai dengan masa bakti 30 tahun, 56 pegawai masa bakti 20 tahun, dan 18 pegawai masa bakti 10 tahun.

Upacara dirangkai dengan penyerahan arsip statis Kemdiknas kepada Arsip Nasional Republik Indonesia sebanyak 403 berkas, penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Kemdiknas dengan PT. Global Mediacom tentang penyelenggaraan siaran televisi untuk pendidikan keterampilan bernama TV Citra Indonesia Terampil, penandatanganan prasasti peresmian Taman Bacaan Masyarakat di Pusat Perbelanjaan atau disebut TBM@Mall, dan peluncuran laman kemdiknas.go. id yaitu portal baru Kemdiknas yang berbasis kepada layanan publik.

Sumber: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=1416

TV Pendidikan, Kado Istimewa Hardiknas

TV Pendidikan, Kado Istimewa Hardiknas

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai minggu depan, daerah-daerah pelosok di Nusantara akan dapat menikmati layanan TV pendidikan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dengan Media Nusantara Citra (MNC Group). Program televisi berbasis pendidikan itu bernama TV Citra Indonesia Terampil.

“Televisi ini lahir sebagai akibat dari kondisi geografis, sosial, ekonomi, dan kultur yang berbeda-beda di Indonesia sehingga ada beberapa daerah yang tidak terjangkau akses pendidikan. Oleh karena itu, dengan kehadiran TV ini, diharapkan dapat mengatasi persoalan pendidikan di daerah pelosok. Anggap saja ini kado Hardiknas,” ucap Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat meresmikan peluncuran televisi tersebut di Jakarta, Minggu (2/5/2010).

TV Citra Indonesia Terampil ini akan mengudara melalui televisi berlangganan Indovision dichannel 845. Pemilihan channel 845 tersebut juga memiliki makna filosofis, yakni merujuk pada angka bulan dan tahun hari kemerdekaan RI.

“Semua layanan ini sifatnya gratis. Kami akan ikut berpartisipasi membantu infrastruktur yang dibutuhkan, seperti penggunaan satelit,” ungkap CEO MNC Grup Harry Tanoesudibyo.

Nantinya, televisi tersebut akan menayangkan program-program pendidikan yang mengarah pada keterampilan hidup, selain pelajaran tingkat sekolah dasar dan menengah. Hingga kini, TV Citra Indonesia Terampil sudah menjangkau dua ratus titik di Indonesia, dengan target mencapai seribu titik pelosok Indonesia.

“Di tiap daerah akan diberikan televisi besar, termasuk dekoder, sehingga pembelajaran bisa dilakukan dengan bantuan televisi ini,” ujar Mohammad Nuh.

Ia juga menerangkan, mulai Senin, televisi ini sudah bisa mengudara di sejumlah pelosok daerah di Indonesia. Permasalahan pendidikan di daerah pelosok merupakan masalah yang tidak pernah selesai. Keterbatasan dana dan infrastruktur membuat pendidikan di daerah pelosok menjadi terpinggirkan. Dengan kehadiran televisi ini, diharapkan daerah-daerah terpencil mampu mengejar ketertinggalannya di bidang pendidikan.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/05/02/13303719/TV.Pendidikan..Kado.Istimewa.Hardiknas

Loading...