by admin | May 20, 2010 | Berita
YOGYAKARTA – Tiga puluh perguruan tinggi (PT) di Indonesia meningkatkan melek teknologi informasi (TI) di kampus mereka. Usaha ini didukung oleh program kerja sama antara Acer Group dengan Intel Indonesia Corporation yang menyediakan informasi tentang keuntungan dari teknologi dalam meningkatkan pengembangan segmen edukasi di Indonesia dan untuk mengimplementasikan cara efisien dalam meningkatkan melek TI.
“Pemahaman TI dan implementasinya yang tepat akan member benefit bagi segmen pendidikan dan bisnis,” kata Astrid Warsito, PR Acer Group Indonesia, Selasa (18/5/2010) di UC UGM.
Khusus di Yogya ini Acer kolaborasi dengan UGM menyediakan update teknologi kepada mahasiswa melalui pameran produk dan teknologi terbaru yang diberi tajuk Go Faster dan menerapkan program pemilikan produk teknologi Acer.
Sementara itu Ketua jurusan Teknik Elektro dan Informatika Fakultas Teknik (FT) UGM Dr Lukito Edi Nugroho menyambut baik adanya bentuk kerja sama ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan di kalangan mahasiswa dalam pengenalan dan pemanfaatan teknologi tersebut.
“Bagi warga UGM yang terbiasa bergelut di bidang TI, kebutuhan penetrasi teknologi semakin besar, semuanya tidak lepas dari persoalan TI. Apalagi saat ini teknologi informasi tidak terbatas pada notebook dan laptop, termasuk juga PDA dan smartphone,” ujar Lukito.
Dia menambahkan, penetrasi teknologi komunikasi di lingkungan kampus menjadi sangat penting. Dampak dari penetrasi teknologi ini cukup memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan dosen untuk kegiatan belajar mengajar dan penelitian.
“Teknologi baru ini menjadi faktor untuk mengubah secara strategik kebiasaan warga kampus. Sebagai warga akademik, saya mendukung even teknologi updated ini, karena kita bisa tahu teknologi prosesor terbaru,” ungkapnya.
(Satria Nugraha/Trijaya/rhs)
Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2010/05/19/373/334294/ayo-melek-teknologi-sejak-dini
by admin | May 20, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : I Ketut Suarjana
Nim : 200602017
Program Studi : Seni Karawitan
“Kung” adalah sebuah komposisi karawitan instrumental yang berpijak dari salah satu jenis Lelambatan Klasik Pagongan yaitu Tabuh Telu. Penggunaan Jajar Pageh atau uger-uger seperti : Kawitan, Bebaturan, Tabuh Telu dan Pengecet adalah sebuah konsistensi dari garapan ini. Penempatan beragam ornamentasi teknik gegebug kian terasa saling mencari karakter dan ciri khasnya masing-masing. Pengolahan melodi dan ritme yang kompleks diharapkan dapat menciptakan karakteristik tersendiri dari penjelajahan imajinasi estetik.
“Kung” mengandung arti rasa rindu , kangen,cinta,gandrung atau kasmaran. Komposisi “Kung” merupakan refleksi dari perasaan rindu, kangen dan cinta kasih, ini merupakan kebanggaan komposer akan keberadaan seni budaya Bali yang adiluhung.
Pendukung Karawitan :
Sekaa Gong Selat Duda Pegubugan Karangasem
by admin | May 20, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : I Made Nadi
Nim : 2006 02 027
Program Studi : Seni Karawitan
Candra Brata artinya pengendalian diri dengan meniru sifat-sifat baik Dewa Bulan (Dewa Candra). Hal ini memang patut diterapkan oleh seorang pemimpin. Lembut bersahaja dan sering memperlihatkan muka manis dalam penampilan di depan rakyat. Di samping itu seorang harus memiliki jiwa ksatria, bijaksana dan tegas mengambil sebuah keputusan dalam roda pemerintahan yang berdinamika.
Fenomena di atas memaknai penata untuk mentransformasikannya dalam bentuk komposisi karawitan tabuh kreasi pepanggulan dengan mengkombinasikan unsur-unsur musik seperti melodi, ritme, tempo dan dinamika, tanpa meninggalkan substansi pokok karawitan tradisi. Olah kreativitas diatas dituangkan dalam barungan gong kebyar.
Pendukung Karawitan :
Sekaa Gong Sancaya Kanti Desa Pekraman Kesiman
Mahasiswa Jurusan Karawitan Semester II dan VI ISI Denpasar
by admin | May 20, 2010 | Berita, pengumuman
Penata
Nama : I Made Novianta
Nim : 2005 02 009
Program Studi : Seni Karawitan
Sinopsis:
Linging adalah bunyi atau suara. Carik adalah sawah. Bunyi atau suara di persawahan merupakan inspirasi penata manakala mendengar gemericik air yang jatuh dari pematang sawah ke sawah, suara sunari, suara katak (kodok), dan binatang yang lain yang ada di persawahan. Suara Kepuakan yang dipergunakan untuk mengusir burung yang dimainkan anak-anak petani sambil bermain dan bernyanyi di saat padi mulai menguning. Suasana tersebutlah yang dijadikan ide oleh penata ke dalam sebuah garapan musik inovatif yang berjudul “LINGING CARIK”.
Pendukung Karawitan:
Sanggar Seni Mario Bross Br. Buduk, Mengwi, Badung