by admin | May 26, 2010 | Berita
Jakarta, Kompas – Uni Eropa memberikan bantuan hibah Rp 2,4 triliun atau 200 juta euro untuk mendukung pemerintah mempercepat pencapaian target-target kebijakan pendidikan dasar 9 tahun sesuai dengan tujuan pembangunan milenium tahun 2015.
Dari jumlah hibah Rp 2,4 triliun, sebagian akan diberikan selama lima tahun dalam bentuk keahlian teknis dan akses pada metode pendidikan yang berhasil dipraktikkan di komunitas internasional. Bantuan selama lima tahun ini akan dikelola Bank Pembangunan Asia (ADB).
”Bantuan ini untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan dasar 9 tahun yang berkualitas. Ini bantuan anggaran pertama dari Uni Eropa (UE) dan kedua yang terbesar di Asia. Akan ada fase kedua, tetapi jumlahnya masih akan dibahas lebih lanjut,” kata Komisioner Urusan Pembangunan di Komisi Eropa Andris Piebalgs, seusai menandatangani perjanjian pendanaan hibah Uni Eropa kepada Indonesia dalam Program Dukungan Sektor Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Selasa (25/5) di Jakarta.
Bukan pinjaman
Nuh menekankan, bantuan dari UE itu berupa hibah dan bukan pinjaman. Hibah UE itu akan disalurkan dalam bentuk dukungan anggaran (budget support) kebijakan dan strategi dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014 untuk perluasan akses, peningkatan kualitas, dan tata kelola layanan pendidikan dasar. ”Hibah ini untuk penguatan program-program yang sudah ada dan memastikan serta mempercepat capaian-capaiannya,” kata Nuh.
Sedikitnya 25 persen dari Rp 2,4 triliun itu akan dialokasikan untuk program-program seperti peningkatan standar kualitas pendidikan dan akreditasi sekolah, peningkatan kemampuan kepala sekolah, pengawas sekolah, dan pejabat kabupaten/kota untuk mengelola penyelenggaraan pendidikan dasar. ”Bantuan untuk keahlian teknis sangat penting karena pendidikan zaman sekarang tidak sama dengan 10 tahun lalu,” kata Piebalgs.
Ia mengatakan, dunia pendidikan dinamis dan perubahannya sangat drastis sehingga metode penyampaiannya pun harus berubah. Tidak bisa lagi dengan cara konvensional.
Dukungan sektor anggaran merupakan suatu cara pelaksanaan bantuan pendidikan dengan memberikan bantuan keuangan kepada bendahara negara penerima. Dukungan anggaran ini dimasukkan dalam anggaran nasional sehingga mengikuti prosedur pengambilan keputusan dan kendali parlemen yang sama dengan anggaran pendapatan dan belanja dalam negeri.
Piebalgs mengatakan, dukungan anggaran ini tidak dirancang untuk membiayai proyek tertentu, tetapi hanya untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan pendidikan. ”Tidak harus ada laporan rutin atau evaluasi dari kami. Bagi kami yang penting pemerintah benar-benar melaksanakan kebijakannya. Itu saja imbal baliknya,” ujarnya. (LUK)
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/26/04112477/hibah.rp.24.triliun.untuk.pendidikan
by admin | May 26, 2010 | Berita
Jakarta — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa di bidang pendidikan bukanlah sekadar kerja sama biasa. Perjanjian Pendanaan Hibah dari Uni Eropa (UE) untuk sebuah program baru yaitu “Program Dukungan Sektor Pendidikan” sebesar 200 juta euro (Rp2,4 triliun) fase pertama, yang ditandatangani tadi pagi (25/5), sebagai kerja sama luar biasa.
“Letak keluarbiasaannya adalah siapa pun yang memberikan perhatian secara khusus di dunia pendidikan dan setiap kali kita bicara tentang pendidikan, pasti menyangkut yang namanya manusia,” ujar Menteri Nuh, sesuai penandatanganan hibah itu. Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen yang sangat jelas terhadap pendidikan. Paling tidak hal ini terlihat dalam bentuk komitmen bujet yaitu mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan.
Di samping itu pemerintah Indonesia periode melekatkan pendidikan sebagai prioritas nomor kedua, di antara 11 prioritas-prioritas yang lain yang harus selesai pada periode 2009-2014. Prioritas ini juga untuk menjawab komitmen Indonesia dalam memenuhi target-target yang tertuang di dalam Millenium Development Goal’s (MDG’s), prinsip-prinsip pendidikan untuk semua (education for all), dan pendidikan berkelanjutan (educational for sustainable development).
Menurut Menteri Nuh, dalam bekerja sama, ada empat pilar penting yang harus diperhatikan. Pertama, pemahaman bersama (mutual understanding). “Kita sama-sama memahami bagaimana Masyarakat Ekonomi Eropa dan juga sebaliknya, Masyarakat Ekonomi Eropa juga dapat memahami bagaimana Indonesia,” ujarnya.
Pilar kedua yaitu mutual respect . “Kita harus saling menghargai dan menghormati masyarakat Uni Eropa yang mempunyai prinsip dan karakteristik sendiri, demikian pula sebaliknya,” tuturnya.
Ketiga, mutual trust. “Jadi di antara kita harus saling percaya karena tanpa saling percaya kita tidak mungkin bisa melanjutkan, mengembangkan, yang namanya kerja sama itu”, katanya.
Pilar Keempat yaitu mutual benefit, yang artinya Masyarakat Uni Eropa yakin dan dipastikan akan mendapatkan keuntungan, dan masyarakat Indonesia pun juga akan mendapatkan keuntungan,” tuturnya. (nasrul).
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/5/25/penandatanganan-hibah-uni-eropa.aspx
by admin | May 26, 2010 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa FSRD ISI Denpasar, bahwa :
A. Pendaftaran TA semester genap dilaksanakan mulai tanggal 7 s/d 11 Juni 2010
B. Pameran dilaksanakan tanggal 21 s/d 25 Juni 2010
C. Pendaftaran dilaksanakan dibagian Akademik FSRD ISI Denpasar dengan melengkapi persyaratan sbb:
- Transkrip nilai yang sudah disahkan dan dilampiri KHS
- Kuitansi SPP terakhir
- Kuitansi Pembayaran TA (pembayaran TA Rp. 1.200.000)
- KTM asli
- Sertifikat studi banding asli
- Surat pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah (khusus DKV)
- Surat peryataan peserta ujian TA bermaterai Rp. 6.000
- Surat keterangan ikut ujian TA
- Surat keterangan layak ujian TA
- Formulir biodata peserta pameran TA
- Pas photo terbaru berwarna ukuran 3 x 4 sebayak 2 lembar
- Poin 6 – 10 dapat diambil di bagian akademik
- Melampirkan kartu kredit kegiatan mahasiswa yang sudah dilegalisir oleh PD III
Demikian kami sampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan, terimakasih.
Denpasar, 26 Mei 2010
a.n. Dekan,
Pembantu Dekan I,
Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn
NIP. 196107061990031005
Catatan:
Apabila mahasiswa tidak bisa ikut/batal ujian TA, uang pendaftaran tidak dapat diambil kembali
by admin | May 25, 2010 | Berita
Oleh:
Nama : I Nyoman Budi Warga
Nim : 200602028
Program Studi : Seni Karawitan
Penelitian ini adalah sebuah pengkajian seni karawitan yang bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan kembali sebuah seni pertunjukan di Banjar Suwung Batan Kendal yang selama ini telah menyurut dan terlepas dari perhatian masyarakat dan hampir mengalami kepunahan. Sebagai fokus penelitian ini adalah Eksistensi Seni Pertunjukan Gandrung di Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan, Denpasar yang membahas mengenai beberapa masalah yaitu mengenai eksistensi seni pertunjukan Gandrung di Banjar Suwung Batan Kendal, gending-gending yang dimiliki, serta fungsi seni pertunjukan tersebut.
Sebagai sebuah penelitian kualitatif, dalam menganalisis permasalahan yang diajukan menggunakan dua buah teori yang akan digunakan sebagai ‘pisau bedah’, seperti teori estetika, dan teori fungsional. Didalam penelitian ini, semua data yang disajikan adalah merupakan data yang diperoleh melalui observasi, interview, serta studi dokumen.
Hasil analisis data menunjukan bahwa eksistensi seni pertunjukan gandrung di Banjar Suwung Batan Kendal hingga saat ini mengalami kemerosotan yang sangat memprihatinkan, jarang diupah untuk membayar sesangi (kaulan) bagi orang yang menderita sakit. Pada saat ada upacara agama di Pura Kayangan Banjar Suwung Batan Kendal seni pertunjukan ini jarang dipentaskan, tetapi upacara yang dilaksanakan terhadap gelungan Gandrung tetap dilaksanakan yaitu dipersembahkan banten (sesajen) dan di sunggi (di taruh diatas kepala) kemudian di bawa untuk mengelilingi banten (sesajen) sebanyak tiga kali.
Dari segi fungsi dapat dikatakan bahwa seni pertunjukan Gandrung tersebut memiliki fungsi sacral dan hiburan. Fungsi sakral yaitu ketika Gandrung dipentaskan di dalam suasana upacara agama di pura Kayangan Tiga Banjar Suwung Batan Kendal, dan fungsi hiburan yaitu pada saat dipentaskan untuk membayar sesangi (kaulan) bagi masyarakat yang mengalami sakit.
Kata Kunci : Eksistensi, Fungsi, Sakral, dan hiburan.