M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI dan Pemprov DKI Jakarta Bangun Kerja Sama Seni dan Budaya

ISI BALI dan Pemprov DKI Jakarta Bangun Kerja Sama Seni dan Budaya

Foto: Audiensi Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam bidang seni dan budaya. Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, S.STP, MT, M.Sc., serta Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, S.STP, MPA. Dari ISI BALI hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Komang Sudirga; Ketua Senat, Prof. Dr. Ketut Muka; Protokol, Made Irma Novita Sari, S.Sn.; serta Humas ISI BALI, Rara Tian Anyar Sari, S.S.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan institusi pendidikan seni dalam rangka mendukung penguatan ekosistem kebudayaan. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pengembangan seni, pelestarian budaya, serta peningkatan partisipasi masyarakat melalui program-program kolaboratif yang berkelanjutan.

Foto: Audiensi ISI BALI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Tamu Gubernur, Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, pada kesempatan tersebut memaparkan salah satu program unggulan ISI BALI, yakni Bali Nata Bhuwana, sebagai wahana diseminasi nasional seni dan budaya yang telah dilaksanakan sejak tahun 2022. Program ini telah diselenggarakan di berbagai daerah, antara lain Kediri (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Lampung, dan Yogyakarta, serta direncanakan akan berlanjut ke Kendari pada tahun 2026.

Menurut Rektor ISI BALI, Bali Nata Bhuwana tidak hanya berfungsi sebagai media diseminasi karya dan gagasan seni, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem seni yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi edukasi, ekonomi kreatif, maupun penguatan identitas budaya.

Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang diusulkan ISI BALI. Ia menegaskan bahwa Jakarta sebagai kota multikultural memiliki ruang yang luas untuk pengembangan seni dan budaya dari berbagai latar belakang, sehingga kolaborasi dengan institusi pendidikan seni seperti ISI BALI dinilai sangat relevan dan strategis.

Audiensi ini menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi antara ISI BALI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan ekosistem seni dan budaya yang inklusif, dinamis, serta berdaya guna bagi masyarakat luas.

ISI Bali and Sampoerna University Formalize a Cooperation Agreement

ISI Bali and Sampoerna University Formalize a Cooperation Agreement

Photo: Signing of the Memorandum of Understanding (MoU) between ISI Bali and Sampoerna University, Friday (6/2), at the Sampoerna University Meeting Room.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali) and Sampoerna University have formally established a partnership in the implementation of the tridharma of higher education, encompassing education, research, and community service. This collaboration was officially marked by the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) by the Rector of ISI Bali, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, and the Rector of Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi April Yudhi, on Friday (6/2), at the Sampoerna University Meeting Room.

The MoU signing was witnessed by the Vice Rector for Student Affairs and Cooperation of ISI Bali, Prof. Dr. Komang Sudirga; the Chair of the ISI Bali Senate, Prof. Dr. Ketut Muka; as well as members of the leadership of Sampoerna University, including the Dean of the Faculty of Engineering and Technology, Dr. Eng. Farid Triawan; the Head of the Visual Communication Design Study Program, Tombak Matahari, M.Ds.; and lecturers of the Visual Communication Design Study Program, namely Santo Tjhin, M.M., M.Ds., M.CHt, and Arlene Dwiasti Soemardi, M.Arts.

Photo: The Rector of ISI Bali and delegation touring several learning facilities at Sampoerna University, Friday (6/2).

The Rector of ISI Bali, Prof. Dr. Wayan Adnyana, stated that this collaboration opens broad opportunities for partnership, particularly in the areas of education, research, and community engagement. Potential forms of cooperation include joint research initiatives, faculty exchange and guest lectures, collaborative academic activities, and curriculum development based on the respective strengths and excellence of each institution. In addition, Prof. Wayan Adnyana offered opportunities for Sampoerna University lecturers to pursue doctoral studies at ISI Bali, noting that ISI Bali currently offers a Doctoral Program (S3) in Design, which is the only program of its kind in Indonesia.

Meanwhile, the Rector of Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi, warmly welcomed the establishment of this partnership. He emphasized that Sampoerna University, particularly through its Visual Communication Design (VCD) Study Program, views this collaboration as a strategic opportunity to strengthen elements of uniqueness and local wisdom in academic development and design practice, in line with the character and strengths consistently upheld by ISI Bali as an arts higher education institution.

On this occasion, the Rector of ISI Bali and the delegation also had the opportunity to visit several learning facilities at Sampoerna University, including design studios, computer laboratories, classrooms, the library, and other supporting academic facilities. This visit is expected to serve as an initial step toward realizing various forms of concrete collaboration between the two institutions in the future.

ISI Bali and Sampoerna University Formalize a Cooperation Agreement

ISI BALI dan Sampoerna University Sepakati Perjanjian Kerja Sama

Foto: Penandatanganan MoU antara ISI BALI dengan Sampoerna University, Jumat (6/2) di Ruang Rapat Sampoerna University.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) dan Sampoerna University resmi menjalin kerja sama dalam bidang tridharma perguruan tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, dan Rektor Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi April Yudhi, Jumat (6/2), bertempat di Ruang Rapat Sampoerna University.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI BALI Prof. Dr. Komang Sudirga, Ketua Senat ISI BALI Prof. Dr. Ketut Muka, serta jajaran pimpinan Sampoerna University, antara lain Dekan Fakultas Engineering and Technology Dr. Eng. Farid Triawan, Ketua Program Studi Visual Communication Design Tombak Matahari, M.Ds., serta para dosen Program Studi Visual Communication Design, yakni Santo Tjhin, M.M., M.Ds., M.CHt, dan Arlene Dwiasti Soemardi, M.Arts.

Foto: Rektor ISI BALI beserta delegasi meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran milik Sampoerna University, Jumat (6/2).

Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan Adnyana, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang kolaborasi yang luas, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara lain penelitian bersama, pertukaran dan kehadiran dosen tamu, kolaborasi kegiatan akademik, hingga pengembangan kurikulum berbasis keunggulan masing-masing institusi. Selain itu, Prof. Wayan Adnyana juga menawarkan kesempatan bagi dosen Sampoerna University untuk melanjutkan studi doktoral di ISI BALI, mengingat ISI BALI memiliki Program Studi S3 Desain yang saat ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Sampoerna University, Dr. Wahid Salasi, menyambut baik terjalinnya kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa Sampoerna University, khususnya melalui Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), melihat kolaborasi ini sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat unsur keunikan dan kearifan lokal dalam pengembangan akademik dan karya desain, sejalan dengan karakter dan kekuatan yang selama ini diteguhkan oleh ISI BALI sebagai perguruan tinggi seni. Dalam kesempatan tersebut, Rektor ISI BALI beserta delegasi juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran yang dimiliki Sampoerna University, seperti studio desain, laboratorium komputer, ruang kelas, perpustakaan, serta ruang-ruang pendukung kegiatan akademik lainnya. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk merealisasikan berbagai bentuk kolaborasi konkret antara kedua institusi di masa mendatang.

391 Students: Setting Another Record as Two Newly Established Study Programs of the Faculty of Fine Arts and Design Participate for the First Time in the Odd Semester Yudisium of the 2025/2026 Academic Year

391 Students: Setting Another Record as Two Newly Established Study Programs of the Faculty of Fine Arts and Design Participate for the First Time in the Odd Semester Yudisium of the 2025/2026 Academic Year

Photo: FSRD ISI Bali Yudisium, Wednesday (4/2) at the Natya Mandala Building, ISI Bali

The Yudisium of the Faculty of Fine Arts and Design (FSRD), Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali), for the Odd Semester of the 2025/2026 Academic Year, held on Wednesday (4/2) at the Natya Mandala Building, ISI Bali, was particularly significant as it once again marked the largest yudisium ever conducted by FSRD ISI Bali. Following the completion of the ISI Bali Berdampak Final Project Dissemination and the attainment of their final academic assessments, a total of 391 students from nine study programs within FSRD participated in the yudisium. These comprised the Study Programs of Fine Arts (37 students), Craft (11), Interior Design (65), Visual Communication Design (DKV) (106), Photography (28), Fashion Design (71), Film and Television Production (PFTV) (28), as well as the two newest programs—Product Design (22) and Animation (22)—which also produced graduates of the Applied Bachelor (D4) degree.

According to the report delivered by the Vice Dean I of FSRD ISI Bali, who also served as the Chair of the Yudisium Committee, Dr. I Made Pande Artadi, S.Sn., M.Sn., the ISI Bali Berdampak programs that had been implemented included the Independent Study Berdampak Program, Entrepreneurship Berdampak, Internship Berdampak, and Teaching Assistant Berdampak. It is expected that future creative works produced by the graduates will not merely represent aesthetic achievements, but will also embody humanitarian values, provide utility, and generate a meaningful impact on society at large. “Today marks the initial gateway for you to truly Meraya Citta Samasta. Remember that the academic degree you will carry is a responsibility to become individuals who are both solution-oriented and innovative,” Dr. Artadi emphasized.

It was also announced that the top graduates of FSRD ISI Bali from the nine study programs achieved notably high Grade Point Averages (GPAs), ranging from 3.90 to 4.00. Three Best Graduates at the Faculty Level for the Bachelor’s Degree (S1) Program were recognized: Naomi Eunike Erasti Andrianto as Best Graduate I with a GPA of 4.00 from the Craft Study Program; Komang Pradnya Triandana Iswara as Best Graduate II with a GPA of 4.00 from the Interior Design Study Program; and Kadek Candra Purnami as Best Graduate III with a GPA of 4.00 from the Visual Communication Design (DKV) Study Program. In addition, three Best Graduates at the Faculty Level for the Applied Bachelor’s Degree (D4) Program were also awarded: Trixie Liang Gono as Best Graduate I with a GPA of 4.00 and Ni Putu Ayu Sugiari as Best Graduate II with a GPA of 4.00, both from the Fashion Design Study Program; and Gede Bumi Apnala Bayu as Best Graduate III with a GPA of 4.00 from the Film and Television Production (PFTV) Study Program.

Photo: Participants of the FSRD ISI Bali Yudisium, Wednesday (4/2) at the Natya Mandala Building, ISI Bali

Meanwhile, the Best Creative Works were awarded to Shafa Auliapay Aisyah (Fine Arts), I Kadek Yogi Kertayasa (Craft), I Made Bayu Prihanjagat (Interior Design), I Gusti Ayu Agung Ari Yovita Adriani (Visual Communication Design), I Made Surya Hendra Sujana (Photography), Ni Kadek Dwi Astridiani (Fashion Design), Gloriya Trivika (Film and Television), I Putu Gede Osana (Product Design), and I Nyoman Arya Bagus Pangestu (Animation). This year, Naomi Eunike Erasti Andrianto from the Craft Study Program was appointed to represent the graduates in delivering reflections and messages on behalf of the yudisium participants. She conveyed that the academic journey at FSRD was neither as brief nor as effortless as it might appear, highlighting the strong sense of solidarity among her peers who continuously struggled, collaborated, and created together. She expressed her hope that FSRD ISI Bali would continue to serve as a positive role model, progressing with improved facilities that further support academic activities.

“The MBKM program and ISI Bali Berdampak have become essential experiences in our academic journey, as we were entrusted with opportunities to explore and refine our competencies, as well as to engage directly with industry realities, thereby gaining deeper scholarly and professional insights,” Naomi explained.

During the course of the event, several performances—including gamelan music, traditional dance, vocal performances, band music, and acoustic sessions—were presented to entertain the yudisium participants and attending lecturers. The yudisium proceedings were then concluded with closing remarks from the Dean of FSRD, Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg. He congratulated the students on reaching this long-awaited milestone and expressed his hope that the graduates would continue to maintain strong relationships with one another while upholding the good name of their alma mater in their future endeavors, whether in professional careers or further academic pursuits. “This yudisium marks the end of your journey at FSRD ISI Bali, but also the beginning of your journey beyond it. Never forget your alma mater,” he reminded the graduates.

391 Students: Setting Another Record as Two Newly Established Study Programs of the Faculty of Fine Arts and Design Participate for the First Time in the Odd Semester Yudisium of the 2025/2026 Academic Year

391 Mahasiswa: Cetak Rekor Lagi dan Dua Prodi Baru Fakultas Seni Rupa dan Desain Perdana Ikut dalam Yudisium Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026

Foto: Yudisium FSRD ISI BALI, Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI

Yudisium Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI menjadi sangat spesial karena lagi-lagi menjadi Yudisium dengan mahasiswa terbanyak yang pernah dilaksanakan FSRD ISI BALI. Setelah melaksanakan Desiminasi Tugas Akhir ISI BALI Berdampak dan mendapatkan nilai terbaiknya, 391 mahasiswa dari 9 Program Studi (Prodi) FSRD ikut melaksanakan Yudisium hari ini. Yaitu Prodi Seni Murni (37), Prodi Kriya (11), Prodi Desain Interior (65), Prodi Desain Komunikasi Visual/DKV (106), Prodi Fotografi (28), Prodi Desain Mode (71), Prodi Produksi Film dan Televisi/PFTV (28), serta dua Prodi terbaru Desain Produk (22) dan Animasi (22) telah menghasilkan Sarjana Terapan (D4) juga.

Menurut laporan Wakil Dekan I FSRD ISI BALI, selaku Ketua Panitia Yudisium, Bapak Dr. I Made Pande Artadi, S.Sn., M.Sn., adapun Program ISI BALI Berdampak yang telah dijalankan diantaranya Program Studi Independen Berdampak, Wirausaha Berdampak, Magang Berdampak dan Asisten Mengajar Berdampak. Diharapkan kedepannya karya-karya yang kelak dibuat tidak hanya pencapaian estetika tetapi dapat menyentuh kemanusiaan, berguna serta berdampak untuk masyarakat luas. “Hari ini adalah gerbang awal adik-adik untuk benar-benar Meraya Citta Samasta. Ingatlah bahwa gelar yang nanti anda bawa adalah tanggung jawab untuk menjadi individu yang solutif dan inovatif,” pesan Bapak Artadi.

Disampaikan juga Lulusan terbaik FSRD ISI BALI dari 9 Program Studi yang kali ini pun memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang cukup tinggi antara 3.90 sampai dengan 4.00. Terdapat tiga Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas Program Sarjana (S1) yakni Naomi Eunike Erasti Andrianto sebagai Terbaik I dengan IPK 4.00 dari Prodi Kriya, Komang Pradnya Triandana Iswara dengan IPK 4.00 sebagai Terbaik II dari Prodi Desain Interior, dan Kadek Candra Purnami dengan IPK 4.00 sebagai Terbaik III dari Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV). Terdapat juga tiga Lulusan Terbaik Tingkat Fakultas Program Sarjana Terapan (D4) yakni Trixie Liang Gono sebagai Terbaik I dengan IPK 4.00 dan Ni Putu Ayu Sugiari sebagai Terbaik II dengan IPK 4.00 dari Prodi Desain Mode, serta Gede bumi Apnala Bayu sebagai Terbaik III dengan IPK 4.00 dari Prodi PFTV. 

Foto: Peserta Yudisium FSRD ISI BALI, Rabu (4/2) di Gedung Natya Mandala ISI BALI

Sedangkan untuk Karya Terbaik diraih oleh Shafa Auliapay Aisyah (Prodi Seni Murni), I Kadek Yogi Kertayasa (Prodi Kriya), I Made Bayu Prihanjagat (Prodi Desain Interior), I Gusti Ayu Agung Ari Yovita Adriani (Prodi DKV), I Made Surya Hendra Sujana (Prodi Fotografi), Ni Kadek Dwi Astridiani (Prodi Desain Mode), Gloriya Trivika (Prodi FTV), I Putu Gede Osana (Prodi Desain Produk) dan I Nyoman Arya Bagus Pangestu (Prodi Animasi). Tahun ini, Naomi Eunike Erasti Andrianto dari Prodi Kriya mewakili penyampaian kesan pesan dari mahasiswa yang ber-Yudisium. Naomi menyampaikan bahwa proses berkuliah di FSRD tidaklah sesingkat yang terlihat dan semudah yang dibayangkan. Ia merasakan guyub teman-teman sejawatnya yang terus berjuang dan berkarya. Ia terus berharap FSRD ISI BALI terus menjadi contoh yang baik, berkembang maju dengan fasilitas yang semakin baik dan menunjang kegiatan perkuliahannya selama ini.

“Program MBKM dan ISI BALI Berdampak menjadi salah satu pengalaman yang penting dalam perjalanan kami karena kami diberi kepercayaan dalam menyelami dan mengasah kompetensi, serta melihat realitas di industri sehingga mendapatkan pengalaman keilmuan yang lebih lagi,” jelas Naomi. Di tengah acara berlangsung, terdapat juga beberapa pertunjukan musik gamelan, tarian, nyanyian, musik band dan akustik yang menghibur para peserta Yudisium dan dosen-dosen yang menghadiri. Rangkaian Yudisium lalu ditutup oleh pesan-pesan dari Dekan FSRD, Bapak Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg. Bapak Nengah menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang melaksanakan Yudisium hari ini setelah menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Diharapkan kedepannya para mahasiswa yang sudah lulus dari FSRD dapat tetap  menjaga hubungan yang baik serta membawa nama baik almamater di dunia yang dijajaki selanjutnya, baik itu dunia kerja maupun lanjut studi di jenjang yang lebih tinggi. “Yudisium ini menjadi titik akhir di FSRD ISI BALI, tetapi titik awal di luar. Jangan lupa almamater!” Bapak Nengah berpesan.

Loading...