M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI Bali Fine Arts Students Disseminate Their Works through the “Tuai Tabur” Exhibition

ISI Bali Fine Arts Students Disseminate Their Works through the “Tuai Tabur” Exhibition

Photo: The Rector and the leadership team of ISI Bali visiting the “Tuai Tabur” exhibition, Monday (26 January), at N-CAS ISI Bali.

Students of the Fine Arts Study Program, Faculty of Fine Arts and Design (FSRD), Institut Seni Indonesia Bali (ISI Bali), presented their final project works for the Odd Semester of the 2025/2026 Academic Year in the art exhibition entitled “Tuai Tabur.” The exhibition was held from 26 to 30 January 2026 at Nata Citta Art Space (N-CAS), ISI Bali. Featuring a wide range of artworks across diverse media and displayed in an exploratory manner, the exhibition offered an emotionally evocative experience through 37 distinct narratives.

The “Tuai Tabur” exhibition was officially opened by the Rector of ISI Bali, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., on Monday (26 January). The opening ceremony was also attended by the Vice Rectors, the Dean and Vice Dean of FSRD ISI Bali, the Coordinator of the Fine Arts Study Program, and lecturers of the Fine Arts Study Program.

The title “Tuai Tabur,” coined by one of the exhibiting students, Ashlesha Barde, is interpreted as a “metaphor for a long journey,” in which she and her peers have “planted ideas, nurtured processes, and harvested results,” before subsequently “sowing new seeds” for future stages of artistic creation. This metaphor is clearly reflected in the exhibition, which features works by Fine Arts students from the 2022 cohort. “What we gain through the campus experience—cross-study program learning, followed by independent study or internships outside the institution, and culminating in the final project—does not represent an end, but rather a step forward,” stated Made Krisna Danendra, Chair of the “Tuai Tabur” Exhibition Committee.

Photo: Fine Arts students of ISI Bali presenting painting works in the “Tuai Tabur” exhibition, Monday (26 January), at N-CAS ISI Bali.

Janice Josephine Wartju, Secretary of the “Tuai Tabur” Exhibition Committee, explained that her cohort was strongly driven toward artistic exploration. Since the first semester sketching classes, lecturers encouraged students to use tools and materials beyond standard drawing paper and Chinese ink; even wood was introduced as a sketching medium. Moreover, their engagement with partner institutions during the ISI Bali Berdampak Program further motivated them to develop their artistic capacities. As one of the students from outside Bali, Janice initially felt hesitant, as Balinese culture is deeply rooted in artistic traditions. However, over time, she and other non-local students were able to adapt, contributing new perspectives, colors, and identities. “People may think Fine Arts is just painting or sculpture. It is not—Fine Arts is far more than that,” Janice emphasized.

Janice and Krisna exemplify distinct modes of expression and artistic approaches. Through cross-study program learning, Krisna discovered his expressive potential in woodcut printmaking techniques. He subsequently sought a compatible partner for his Independent Study under the ISI Bali Berdampak Program and collaborated with BHG, where he learned various manual printing methods. After nine months of experimentation, he aimed to narrate the speed and fragility of contemporary digital information through traditional printmaking techniques. “I want to address forms of memory, both printed and digitally shared, where today negative phenomena such as scams and doxing can easily occur,” Krisna explained.

Janice, who underwent drawing therapy during her childhood, became interested in further developing this practice at the university level. At ISI Bali, she felt she gained extensive insights into engaging with tradition. During the initial phase of her Independent Study under the ISI Bali Berdampak Program, she explored digital art practices in collaboration with artist Gangga Saputra, but encountered issues related to plagiarism. Under the supervision of Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, S.Sn., M.Sn., and Prof. Dr. Drs. I Wayan Karja, MFA, she was advised to create larger-scale, manual, and more exploratory works. Consequently, Janice chose to highlight aspects of Chinese tradition with which she was more familiar. “I am actually more interested in tradition than in digital media. I want to inform audiences that tradition is not as negative as it is sometimes perceived, especially since Chinese culture contains many meaningful narratives,” Janice shared.

Janice and Krisna expressed their hope that, through collaboration with their colleague Made Chandra Putra Adnya, who served as the exhibition display director, their final project works could be presented from alternative perspectives to a broader audience. They also advised junior students and future cohorts not to hesitate in exploring their artistic practices and to carefully evaluate criticism and feedback received from lecturers and partners. It is hoped that a strong sense of collegiality among students will continue to grow, fostering innovation and broader networking. “Do not become independent before undertaking independent study,” Krisna remarked.

Finally, both Janice and Krisna acknowledged that they learned extensively from their academic journey at ISI Bali and expressed their hope to continue learning in the future. The perspectives on art and culture they acquired were broad and enriching. The experiences shared by Janice and Krisna demonstrate the engaging and dynamic nature of studying in the Fine Arts Study Program at ISI Bali.

ISI Bali Fine Arts Students Disseminate Their Works through the “Tuai Tabur” Exhibition

Mahasiswa Seni Murni ISI BALI Diseminasikan Karya dalam Pameran “Tuai Tabur”

Foto: Rektor beserta jajaran pimpinan ISI BALI meninjau pameran “Tuai Tabur”, Senin (26/1) di N-CAS ISI BALI.

Mahasiswa Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) unjuk karya tugas akhir semester Gasal 2025/2026 dalam Pameran Seni “Tuai Tabur”. Pameran ini berlangsung 26 – 30 Januari 2026 di Nata Citta Art Space (N-CAS), ISI BALI. Dengan berbagai macam karya, beragam media, serta dipajang secara eksploratif, pameran ini sangat menggugah perasaan dengan 37 macam cerita yang disuguhkan.

Pameran “Tuai Tabur” dibuka secara resmi oleh Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., Senin (26/1). Pembukaan juga dihadiri jajaran Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan FSRD ISI BALI, Koordinator Program Studi Seni Murni dan Dosen-Dosen Program Studi Seni Murni.

“Tuai Tabur” yang ditulis oleh salah satu mahasiswa yang berpameran, Ashlesha Barde, melihat ini sebagai “metafora perjalanan panjang” dimana ia dan teman-teman sejawatnya telah “menanam ide, merawat proses, hingga memanen hasil” yang lalu dilanjutkan dengan “menabur kembali benih-benih baru” di proses penciptaan masing-masing perupa di tahap selanjutnya. Pameran yang berisikan mahasiswa Seni Murni angkatan 2022 ini dengan jelas memperlihatkan metafora ini. “Apa yang didapatkan lewat kampus, pengajaran lintas program studi, lanjut ke studi independen atau magang di luar, lalu tugas akhir – ini tidak sebagai akhir, tetapi untuk melangkah kedepannya juga,” ungkap Made Krisna Danendra, Ketua Panitia Pameran “Tuai Tabur”.

Foto: Mahasiswa Prodi Seni Murni ISI BALI tunjukan karya lukis dalam pameran “Tuai Tabur”, Senin (26/1) di N-CAS ISI BALI.

Janice Josephine Wartju, selaku Sekretaris Panitia Pameran “Tuai Tabur”, mengungkapkan bahwa teman-teman seangkatannya memang sangat terdorong dalam eksplorasi. Sejak pelajaran sketsa di semester pertama mereka diajarkan oleh dosen-dosennya untuk menggunakan alat dan bahan di luar kertas hvs dan tinta cina, bahkan kayu bisa digunakan untuk menyeket. Belum lagi dampak dari mitra dimana mereka menjalankan Program ISI BALI Berdampak, dari program ini ia dan teman-temannya ingin mengembangkan kemampuannya secara lebih lagi. Sebagai salah satu anak rantau di kelasnya, awalnya ia dan yang memiliki status yang sama, merasa ragu karena di Bali sangat nyeni, namun akhirnya mereka bisa mengikuti, menghadirkan warna dan identitas baru. “Orang-orang mungkin tahunya Seni Murni itu oh lukis, oh patung. Nggak kok, Seni Murni lebih dari itu!” Ungkap Janice.

Dari Janice dan Krisna saja, mereka memiliki cara ungkap yang berbeda serta memilih cara berkarya yang berbeda juga. Krisna yang saat menjalankan pengajaran lintas prodi akhirnya menemukan cara berekspresi lewat teknik cetak cukil. Ia lalu mencari mitra yang senada untuk Studi Independen Program ISI BALI Berdampak dan bertemu dengan BHG dimana ia mempelajari berbagai cara cetak manual. Dengan kesempatannya mencoba berbagai hal selama 9 bulan disana, ia ingin menceritakan tentang kecepatan serta kerapuhan informasi digital saat ini lewat berbagai teknik cetak manual. “Saya ingin mengangkat bentuk kenangan yang dicetak maupun yang dibagikan secara digital, dimana hari ini berbagai hal negatif bisa terjadi seperti scam dan doxing,” Krisna menjelaskan.

Janice yang masa kecilnya menjalankan terapi lewat menggambar menjadi tertarik untuk mengembangkan kemampuan ini lebih lanjut di jenjang kuliah. Di ISI BALI ia merasa mendapatkan banyak pelajaran dalam mengangkat tentang tradisi. Di awal Studi Independen Program ISI BALI Berdampak, ia mengembangkan cara berkarya secara digital bersama mitra perupa Gangga Saputra, namun menemukan potensi plagiarisme. Bimbingannya yang diberikan oleh Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, S.Sn., M.Sn., dan Prof. Dr. Drs. I Wayan Karja, MFA, merujuk untuk membuat karya yang lebih besar secara manual serta eksploratif, dan akhirnya Janice memilih mengangkat sisi tradisi Tionghoa yang ia lebih kenal. “Sebenarnya saya lebih tertarik pada tradisi daripada digital juga, saya ingin memberitahu audiens bahwa tradisi itu tidak seburuk yang dipikirkan kok, ditambah budaya Tionghoa memiliki banyak cerita bermakna,” Janice berbagi.

Janice dan Krisna berharap dengan kolaborasi teman mereka, Made Chandra Putra Adnya, yang telah menjadi pengarah pemajangan atau display karya, dapat memperlihatkan sudut pandang yang berbeda terhadap hasil karya Tugas Akhir mereka kepada audiens yang lebih luas. Mereka juga berpesan pada adik tingkat dan mahasiswa baru kedepannya bahwa tidak ada yang salah dan janganlah ragu dalam eksplorasi karya serta pilahlah berbagai kritik dan saran yang diterima dari dosen maupun mitra. Diharapkan rasa guyub antar mahasiswa terus berkembang dalam inovasi dan berjejaring yang lebih luas lagi. “Janganlah independen dulu sebelum studi independen,” sebut Krisna.

Terakhir, Janice dan Krisna sama-sama merasa belajar banyak dari ISI BALI dan berharap kedepannya tidak berhenti belajar juga. Perspektif seni dan budaya yang didapatkan sangat luas. Pengalaman yang dibagikan Janice dan Krisna memperlihatkan betapa serunya belajar Program Studi Seni Murni di ISI BALI.

Rektor ISI BALI Lantik Pengurus 29 Organisasi Kemahasiswaan

Rektor ISI BALI Lantik Pengurus 29 Organisasi Kemahasiswaan

Foto: Upacara Majaya-jaya (Pelantikan) Pengurus Organisasi Kemahasiswaan ring Wawidangan ISI BALI, nuju rahina Buda (28/1) magenah ring Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI BALI

Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, nyuksmayang saha resmi ngelantik pengurus 29 organisasi mahasiswa (Ormawa) ring wawidangan ISI BALI periode warsa 2026. Pamidarta pelantikan puniki kelaksanayang ring rahina Buda (28/1) magenah ring Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI BALI.

Pengurus Ormawa institut sane kelantik minakadi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ISI BALI, Yasuke Yamamoto, mahasiswa Program Studi Animasi, kasarengin olih Wakil Ketua I Made Randhawa Senna saking Program Studi Arsitektur. Lianan ring punika, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISI BALI, Muhammad Duroris Shohab, mahasiswa Program Studi Seni Murni, taler kelantik sareng Wakil Presiden Rais Zain Syafar saking Program Studi Arsitektur.

Pelantikan puniki taler nyakupin pengurus DPM miwah BEM ring undagan fakultas, pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), sapunika taler pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ring wawidangan ISI BALI pinaka pahan saking penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan sane berkelanjutan.

Ri sajeroning sambramawacananyane, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana nandesang indik mabuatne sinergi miwah manah becik ring ngamargiang roda organisasi kemahasiswaan. Ida ngajak sinamian mahasiswa ISI BALI mangda madue semangat sane pateh ring ngerereh kawigunan gelanggang sane sampun kasediayang olih institusi sapunika taler ring makudang-kudang genah ekspresi lianan. Manut ring ida, kawentenan genah-genah punika patut kaidupang antuk parikrama kreatif sane berkelanjutan miwah ngicen dampak sane positif.

Tiosan ring punika, Prof. Kun Adnyana taler maosang indik29 jan 2 mahasiswa ISI BALI kaaptiang mangda prasida satata wenten miwah masinergi sareng krama (masyarakat). Kapersekaan aktif mahasiswa ring parikrama penelitian miwah pengabdian majeng ring krama sareng dosen kabaos mabuat pisan, pinaka bukti tanggung jawab akademik sapunika taler kontribusi nyata perguruan tinggi seni majeng ring wawidangan sosial miwah budaya.

Foto: : Upacara Majaya-jaya (Pelantikan) Pengurus Organisasi Kemahasiswaan ring Wawidangan ISI BALI, nuju rahina Buda (28/1) magenah ring Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI BALI

Ketua Pelaksana Pelantikan sane taler pinaka Ketua DPM ISI BALI periode warsa 2025, Kadek Ongky Dwi Dhavinci, ring sajeroning laporannyane maosang, malarapan antuk pelantikan puniki, estafet organisasi kemahasiswaan sampun resmi kalanturang olih para pengurus sane anyar. “Momentum puniki taler dados lelintihan (sejarah), ring dija kapertama pisan pelantikan Ormawa kemargiang nganggen wasta Institut Seni Indonesia Bali, pinaka cihna pangawit anyar saking pemargi sane lantang, perjuangan anyar ngerereh pemikir kreatif miwah pemimpin visioner sangkaning organisasi mahasiswa, mangda prasida nyunjung wasta becik institusi ring dura negara,” baos mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual puniki.

Sapunika taler, Presiden BEM ISI BALI periode warsa 2025, Kadek Eky Virji, nagingin pangayubagia miwah apresiasi majeng ring sinamian pengurus organisasi kemahasiswaan warsa 2025 antuk dedikasi miwah pakaryan sane sampun kalaksanayang. Ipun mapunagi mangda kepengurusan Ormawa periode 2026 prasida nglanturang estafet kepemimpinan antuk rasa tanggung jawab sane linggar, sapunika taler prasida ngicen kontribusi nyata majeng krama (masyarakat) sangkaning makudang-kudang program kreatif.

Parikrama pelantikan puniki karauhin olih Rektor ISI BALI kasarengin olih jajaran Wakil Rektor, Dekan miwah Wakil Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) miwah Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), sapunika taler para Pembina Utama miwah Pembina Pendamping saking soang-soang organisasi kemahasiswaan. (ISIBALI/Humas)

Rektor ISI BALI Lantik Pengurus 29 Organisasi Kemahasiswaan

The Rector of the Indonesian Institute of the Arts Bali Inaugurates the Executive Boards of 29 Student Organizations

Photo: Inauguration of the Executive Boards of Student Organizations at ISI BALI, Wednesday (28 January), Vicon Room, Citta Kelangen Building, ISI BALI.

The Rector of the Indonesian Institute of the Arts Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, officially inaugurated the executive boards of 29 student organizations (Organisasi Kemahasiswaan/Ormawa) within ISI BALI for the 2026 term. The inauguration ceremony was held on Wednesday (28 January) in the Vicon Room, Citta Kelangen Building, ISI BALI.

At the institute level, the inaugurated student leaders included the Chairperson of the Student Representative Council (Dewan Perwakilan Mahasiswa/DPM) ISI BALI, Yasuke Yamamoto, a student of the Animation Study Program, accompanied by the Vice Chairperson, I Made Randhawa Senna from the Architecture Study Program. Also inaugurated were the President of the Student Executive Board (Badan Eksekutif Mahasiswa/BEM) ISI BALI, Muhammad Duroris Shohab, a student of the Fine Arts Study Program, together with the Vice President, Rais Zain Syafar from the Architecture Study Program.

The inauguration also encompassed the executive boards of faculty-level DPM and BEM, the Student Associations of Study Programs (Himpunan Mahasiswa Program Studi/HMPS), as well as the Student Activity Units (Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM) within ISI BALI, as part of efforts to strengthen sustainable governance of student organizations.

In his address, the Rector of ISI BALI, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, emphasized the importance of synergy and goodwill in managing student organizations. He encouraged all ISI BALI students to share a common spirit in utilizing the institutional platforms and various spaces for expression provided by the university. According to him, these spaces should be enlivened through continuous creative activities that generate positive impact.

Furthermore, Prof. Kun Adnyana underscored that ISI BALI students are expected to consistently engage and synergize with the community. Active student involvement in research activities and community service in collaboration with faculty members is regarded as essential, both as an expression of academic responsibility and as a tangible contribution of an arts higher education institution to the social and cultural environment.

Photo: Inauguration of the Executive Boards of Student Organizations at ISI BALI, Wednesday (28 January), Vicon Room, Citta Kelangen Building, ISI BALI.

The Chair of the Inauguration Committee, who also served as the Chairperson of the ISI BALI Student Representative Council for the 2025 term, Kadek Ongky Dwi Dhavinci, stated in his report that through this inauguration, the organizational relay of student leadership has officially been continued by the newly appointed boards. “This moment also marks a historic milestone, as it is the first time that the inauguration of student organizations has been held under the name of the Indonesian Institute of the Arts Bali, signifying a new beginning of a long journey and renewed struggle to cultivate creative thinkers and visionary leaders through student organizations, in order to uphold the institution’s reputation on the global stage,” said the student of the Visual Communication Design Study Program.

Meanwhile, the President of BEM ISI BALI for the 2025 term, Kadek Eky Virji, expressed his gratitude and appreciation to all members of the 2025 student organization boards for their dedication and hard work. He expressed his hope that the 2026 Ormawa leadership would continue the relay of leadership with a strong sense of responsibility and deliver tangible contributions to society through various creative programs.

The inauguration ceremony was attended by the Rector of ISI BALI along with the Vice Rectors, the Deans and Vice Deans of the Faculty of Performing Arts (Fakultas Seni Pertunjukan/FSP) and the Faculty of Fine Arts and Design (Fakultas Seni Rupa dan Desain/FSRD), as well as the Principal Advisors and Assistant Advisors of each student organization. (ISIBALI/Public Relations)

Rektor ISI BALI Lantik Pengurus 29 Organisasi Kemahasiswaan

Rektor ISI BALI Lantik Pengurus 29 Organisasi Kemahasiswaan

Foto: Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan ISI BALI, Rabu (28/1) di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI BALI.

Rektor Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI), Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, secara resmi melantik pengurus 29norganisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan ISI BALI periode tahun 2026. Pelantikan dilaksanakan pada Rabu (28/1) bertempat di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangan ISI BALI.

Pengurus Ormawa tingkat institut yang dilantik antara lain Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ISI BALI, Yasuke Yamamoto, mahasiswa Program Studi Animasi, didampingi Wakil Ketua I Made Randhawa Senna dari Program Studi Arsitektur. Selain itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISI BALI, Muhammad Duroris Shohab, mahasiswa Program Studi Seni Murni, turut dilantik bersama Wakil Presiden Rais Zain Syafar dari Program Studi Arsitektur.

Pelantikan ini juga mencakup pengurus DPM dan BEM tingkat fakultas, pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), serta pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan ISI BALI sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana menekankan pentingnya sinergi dan itikad baik dalam menjalankan roda organisasi kemahasiswaan. Ia mengajak seluruh mahasiswa ISI BALI untuk memiliki semangat yang sama dalam memanfaatkan gelanggang yang telah disediakan oleh institusi serta berbagai ruang ekspresi lainnya. Menurutnya, keberadaan ruang-ruang tersebut harus dihidupkan melalui aktivitas kreatif yang berkelanjutan dan berdampak positif.

Lebih lanjut, Prof. Kun Adnyana menegaskan bahwa mahasiswa ISI BALI diharapkan senantiasa hadir dan bersinergi dengan masyarakat. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dinilai penting sebagai wujud tanggung jawab akademik sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi seni kepada lingkungan sosial dan budaya.

Foto: Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan ISI BALI, Rabu (28/1) di Ruang Vicon, Gedung Citta Kelangen ISI BALI.

Ketua Pelaksana Pelantikan yang juga Ketua DPM ISI BALI periode tahun 2025, Kadek Ongky Dwi Dhavinci, dalam laporannya menyampaikan, melalui pelantikan ini, estafet organisasi kemahasiswaan telah resmi dilanjutkan oleh para kepengurusan baru. “Momentum ini juga menjadi sejarah, dimana pertama kalinya pelantikan Ormawa digelar dibawah nama Institut Seni Indonesia Bali, menandakan awal baru dari sebuah perjalan panjang, perjuangan baru untuk mencetak pemikir kreatif dan pemimpin visioner melalui organisasi mahasiswa, guna menjunjung nama baik institusi di kancah dunia,” ujar mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual ini.

Sementara itu, Presiden BEM ISI BALI periode tahun 2025, Kadek Eky Virji, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan tahun 2025 atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan. Ia berharap kepengurusan Ormawa periode 2026 dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kreatif.

Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh Rektor ISI BALI beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), serta para Pembina Utama dan Pembina Pendamping dari masing-masing organisasi kemahasiswaan.(ISIBALI/Humas)

Loading...