M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

ISI BALI dan AIIT, Jepang Selenggarakan Seminar Bersama Bahas Relasi Agama dan Seni dalam Budaya Bali

Jun 24, 2026 | Berita

Foto: Seminar Bersama ISI BALI dan AIIT Jepang Selasa (23/6) di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI.

Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) bekerja sama dengan Advanced Institute of Industrial Technology (AIIT), Jepang, menyelenggarakan seminar bersama bertajuk “Religion in Art” (With Particular Focus on Balinese Hinduism and Culture) pada Selasa (23/6) di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bali-Bhuwana Kanti (Global-Culture and Arts Project Networking) dalam rangkaian Bali Padma Bhuwana VI Tahun 2026.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari Indonesia dan Jepang yang membahas keterkaitan agama, seni, dan budaya dalam kehidupan masyarakat Bali. Mereka adalah Secretary General of Asia Professional Education Network (APEN) Prof. Mitsuhiro Maeda, Executive Director of Global Association of Civilizational Diversity Mr. Masashi Nakagawa, serta Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI BALI Prof. Dr. Gede Yudarta.

Dalam pemaparannya, Prof. Mitsuhiro Maeda mengangkat topik “Balinese Community Rituals/Festivals as a New Civilization: Towards Brain Functional Civilizational Analysis”. Ia menjelaskan bahwa ritual dan festival masyarakat Bali tidak hanya memiliki nilai spiritual dan budaya, tetapi juga dapat dipahami sebagai bagian dari peradaban yang membentuk pola pikir, perilaku sosial, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai keagamaan.

Foto: Seminar Bersama ISI BALI dan AIIT Jepang Selasa (23/6) di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI

Sementara itu, Mr. Masashi Nakagawa membawakan materi “From Artwork to Resonance: Art as a Living Connection in Balinese Society”. Ia menyoroti bagaimana karya seni di Bali tidak berdiri sebagai objek estetis semata, melainkan menjadi media yang menghubungkan masyarakat dengan tradisi, lingkungan sosial, dan nilai-nilai spiritual yang hidup dalam keseharian.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Gede Yudarta memaparkan kajian berjudul “Religiusitas dan Eksistensi Gamelan Gong Beruk dalam Ritual Ngusaba Desa di Pura Pemaksan Bangle, Karangasem, Bali”. Ia menjelaskan bahwa Gamelan Gong Beruk merupakan warisan budaya yang memiliki fungsi penting dalam pelaksanaan ritual keagamaan masyarakat setempat. Keberadaannya tidak hanya sebagai sarana pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian integral dari praktik spiritual dan identitas budaya masyarakat Bali.

Foto: Seminar Bersama ISI BALI dan AIIT Jepang Selasa (23/6) di Ruang Kuliah Umum, Desain Hub ISI BALI

Seminar berlangsung interaktif dengan diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan ISI BALI. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan diskusi yang membahas upaya pemertahanan, pelestarian, serta pengembangan seni dan budaya Bali di tengah arus globalisasi. (ISIBALI/Humas)

Categories

Loading...