
Foto: Riri Riza (kanan) diwisuda pada Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor XXXIX yang digelar Jumat (27/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.
Program Studi Seni Program Doktor pada Program Pascasarjana ISI BALI yang telah terakreditasi Unggul oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kembali menegaskan reputasinya sebagai ruang akademik yang melahirkan pemikir dan praktisi seni berbasis riset. Rekam jejak lulusannya menunjukkan kontribusi nyata di berbagai sektor seni dan kebudayaan, baik pada ranah penciptaan, pengkajian, maupun kebijakan budaya.
Pada Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor XXXIX yang digelar Jumat (27/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI, dua figur publik nasional turut dikukuhkan sebagai Doktor Seni, yakni sineas Riri Riza dan aktris Zeezee Shahab. Keduanya diwisuda bersama para lulusan lainnya dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan.
Riri Riza, yang memiliki nama lahir Mohammad Rivai Riza, dikenal sebagai sutradara dan produser yang karya-karyanya berperan penting dalam perkembangan perfilman Indonesia modern. Melalui film-filmnya, ia menghadirkan perspektif sinematik yang reflektif dan kontekstual dalam membaca realitas sosial dan budaya. Pendidikan doktoral yang ditempuhnya di ISI BALI menjadi ruang pendalaman akademik atas praktik kreatif yang selama ini digelutinya, sekaligus memperkaya khazanah kajian seni berbasis pengalaman profesional.

Foto: ZeeZee Shahab (kanan) diwisuda pada Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor XXXIX yang digelar Jumat (27/2) di Auditorium Kirtya Sabha Mahottama ISI BALI.
Sementara itu, Zeezee Shahab, yang memiliki nama lengkap Fauziah Shahab, juga resmi menyandang gelar Doktor Seni pada kesempatan yang sama. Kiprahnya di industri seni peran dan dunia kreatif nasional kini diperkuat dengan landasan akademik dan riset yang mendalam. Pendidikan doktoral memberinya ruang refleksi kritis untuk mengelaborasi praktik keaktoran dan dinamika industri kreatif dalam perspektif keilmuan.
Kehadiran lulusan dengan latar belakang profesional yang beragam menegaskan bahwa Program Studi Seni Program Doktor ISI BALI bukan semata pusat pengembangan akademik, melainkan ruang dialog antara teori dan praktik, antara penciptaan dan pemikiran. Program ini terus memosisikan diri sebagai wahana penguatan gagasan, artikulasi praksis seni berbasis riset, serta pengembangan ilmu pengetahuan seni yang relevan dengan dinamika kebudayaan kontemporer.(ISIBALI/Humas)










