M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Workshop Seni Pertunjukan Chantaburi College of Dramatic Arts di ISI Denpasar

Workshop Seni Pertunjukan Chantaburi College of Dramatic Arts di ISI Denpasar

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai perguruan tinggi seni di Bali cukup sering menerima kunjungan dari universitas lain baik itu dalam lingkup nasional maupun internasional. Salah satunya adalah kunjungan dari Chantaburi College of Dramatic Arts asal Thailand yang melaksanakan kunjungan mereka beberapa waktu silam. Dalam kunjungan mereka yang bertajuk “Thai – Indonesian Cultural Exchange: Performance and Workshops” ini sejumlah 20 orang yang merupakan rombongan dari Chantaburi College of Dramatic Arts melakukan workshop seni pertunjukan yang dilaksanakan di Gedung Natya Mandala kampus setempat. Workshop dibawakan dosen dan mahasiswa dari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar.

VISITASI AIPT INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR TAHUN 2017

VISITASI AIPT INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR TAHUN 2017

Pada tanggal 22 Desember 2017 Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sebagai perguruan tinggi seni di Bali telah divisitasi oleh tim penilai akreditasi institusi Perguruan Tinggi.. Visitasi ini merupakan salah satu bagian proses akreditasi yang telah diajukan oleh ISI Denpasar kepada BAN PT. Terdapat 3 (tiga) orang dalam tim asesor yang dimaksud yaitu Dr. Djuli Dtjatiprambudi; Prof. Dr. I Made Sudarma, SE,. MM., AK; dan Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Dan disambut sangat meriah oleh ISI Denpasar. Rangkaian acara visitasi diawali dengan tari penyambutan Stuti Puja persembahan para mahasiswa Jurusan Tari ISI Denpasar yang juga diiringi oleh mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Denpasar. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri hasil kolaborasi dari mahasiswa jurusan desain mode dan musik, dan pada kesempatan yang sama dilakukan pula ajang fashion show yang menampilkan hasil karya busana fashion dari jurusan desain mode.

Selanjutnya rombongan diantar untuk melakukan peninjauan mengelilingi lingkungan kampus ISI Denpasar seperti ke ruang pameran untuk melihat hasil karya dari masiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, baik berupa lukisan, kramik, foto, desain interior, dan lain sebagainya. Setelah melakukan peninjauan lapangan, kemudian agenda dilanjutkan dengan melaksanakan beberapa interview dari tim asesor kepada sejumlah pejabat struktural, dosen, mahasiswa, alumnus, dan beberapa stakeholder sebelum akhirnya diakhiri dengan rapat, serah terima hasil, dan juga penutupan di Gedung Rektorat kampus setempat.

KUNJUNGAN AKADEMIK MAHASISWA IBSN UNUD

KUNJUNGAN AKADEMIK MAHASISWA IBSN UNUD

Program International Business Studies Network (IBSN) Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Udayana pada Kamis (7/12) lalu melakukan kunjungan ke Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dalam rangka kegiatan studi ekskursi yang merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh IBSN UNUD dimana mereka melakukan kunjungan ke beberapa institusi pendidikan yang ada di Bali. Dalam kegiatan ini sejumlah mahasiswa UNUD yang berasal dari Jerman hadir dalam acara tersebut di Gedung Natya Mandala kampus setempat senantiasa mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh narasumber dari ISI Denpasar (Prof. Dibia). 

23 Dosen ISI Denpasar Ikuti Seminar Desimiasi

23 Dosen ISI Denpasar Ikuti Seminar Desimiasi

Penelitian yang dilakukan para dosen di perguruan tinggi harus bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Langkah pertama yang dilakukan adalah desimiasi (penyebaran informasi yang direncanakan). Untuk itu, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar ‘Seminar Hasil Penelitian, Pengabmas, Pemenang Hibah Dirjen Riset Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti dan DIPA ISI Denpasar tahun 2017, yang diikuti 23 dosen pemenang hibah penelitian,  di kampus setempat, Selasa (14/11) kemarin.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar.,M.Hum., menyampaikan, penelitian yang didapatkan dosennya, diawali dari persaingan, selanjutnya bekerja melaksanakan penelitian, dan akhirnya mendapatkan sebuah hasil. “Setelah ada hasilnya, kita desimiasi atau kita sebarluaskan, sehingga penelitian itu bermanfaat, apalagi dibiayai oleh kementerian dan lembaga sendiri dari uang SPP mahasiswa,” kata Arya di saat membuka seminar.

Arya mengaku bangga, karena jumlah dosen pemenang hibah penelitian di ISI Denpasar kian meningkat. Menurutnya, hal ini adalah suatu kemajuan yang signifikan, jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya, yang mana para dosen terkesan kurang greget melaksanakan penelitian. 

Selaku pimpinan lembaga, ia mendorong seminar hasil sebagai tradisi dan dilaksanakan lebih dari biasanya. “Mungkin nanti dilaksanakan di luar kampus dan mengundang narasumber dari luar kampus juga. Biar tidak seperti katak dalam tempurung,” imbaunya. Arya menilai, hal itu sangat memungkinkan tanpa mengajukan biaya lagi ke lembaga, sebab di dalam klausul hibah, sudah ada biaya seminar. 

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Seminar Dr. I Gede Yudarta., S. S.Kar., M.Si., menyampaikan, kegiatan itu sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban akademik para dosen yang memenangkan berbagai hibah penelitian, sebagai bentuk sosialisasi hasil penelitian, dan menjadi salah satu luaran dari pelelitian yang telah dilaksanakan, agar penelitian ini diketahui oleh Civitas Akademika ISI Denpasar dan masyarakat luas. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua  LP2MPP  ISI Denpasar Dr I Wayan Adyana mengaku, mengapresiasi seminar hasil tersebut.  Kegiatan seminar hasil, kata dia, merupakan pelengkap dari kegiatan penelitian. Adyana juga meminta lembaga Puskom agar menerbitkan hasil penelitian dosen, sehingga bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. “Setelah selesai penelitian itu, tak lengkap rasanya tanpa dilaporkan,” ungkapnya.

Lebih lenjut ia menyampaikan, berdasarkan hasil pertemuan forum musyawarah nasional rancangan penyetaraan karya seni dengan jurnal ilmiah beberapa waktu lalu, terdapat tiga pilihan (jalur) bagi lektor kepala ke guru besar.  “Nanti bisa dipiliha jalur karya tulis, jalur karya, serta jalur hak atas kekayaan intelektual. Desiminasi masing-masing jalur akan dirancang lebih lanjut,” tutupnya.

Penandatangan MoU antara Perpustakaan ISBI Bandung dengan ISI Denpasar

Penandatangan MoU antara Perpustakaan ISBI Bandung dengan ISI Denpasar

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menandatangani surat perjanjian kerjasama antara perpustakaan ISBI Bandung dengan Perpustakaan ISI Denpasar dalam kegiatan archives development yang dilaksanakan oleh ISBI Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 08 November 2017 bertempat di Gedung Pusdok ISI Denpasar. Penandatangan dilakukan antara Kepala Perpustakaan ISBI Bandung, Asep Setiadi H, S.Sos dan Kepala UPT Perpustakaan ISI Denpasar, I Dewa Ketut Wicaksana, SSP., M.Hum.

Adapun kesepakatan kerjasama yang dibangun adalah berupa sebuah mekanisme pertukaran data antar perpustakaan ISBI Bandung dan ISI Denpasar dan konten yang ditukarkan dalam kerjasama ini hanya digunakan untuk kepentingan pembelajaran dan bukan untuk kepentingan komersial.

Joged Pingitan Gianyar Direkonstruksi Diproyeksikan untuk Atraksi Pariwisata

Joged Pingitan Gianyar Direkonstruksi Diproyeksikan untuk Atraksi Pariwisata

GIANYAR-ISI Denpasar

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melalui LP2M kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) di Desa Apuan, Sukawati, Gianyar. Kali ini, seni pertunjukkan Joged Pingitan yang seolah hilang ditelan bumi berhasil direkonstruksi (dibangkitkan). Ke depan Joged Pingitan bakal dijadikan atraksi pariwisata yang menarik perhatian wisatawan. Demikian dikatakan Ketua Pengabmas Dr. Ida Ayu Trisnawati, SST.,M.Si.,saat penutupan pengabmas belum lama ini di Gianyar.

ISI Denpasar sebagai satu-satunya perguruan tinggi seni di Bali, menurut Trisnawati, nemiliki tugas pokok dalam merawat dan mengembangkan seni. Terlebih, seni merupakan kekayaan yang membuat Bali tersohor di mata dunia. Termasuk salah satunya seni pertunjukan Joged Pingitan khas Gianyar yang keberadaannya semakin langka l, bahkan nyaris punah.

Dalam kesempatan itu, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., mengunkapkan, seiring kemajuan teknologi yang menyajikan pertunjukan modern, sebagian besar generasi muda Bali mulai meninggalkan kesenian tradisional warisan leluhur. Sehingga ia mengaku, ISI Denpasar menerima banyak permintaan dari masyarakat untuk merekonstruksi kesenian yang hampir punah. “Rekonstruksi melalui pengabmas sudah kewajiban kami. Para dosen kami harapkan bisa membantu masyarakat. Para tetua yang khawatir meminta kami merekonstruksi beberapa jenis kesenian,” ungkapnya.

Pengabmas yang dilakukan sepanjang Oktober 2017 tersebut, lanjut dia, diawali dengan memberikan pemahaman, bimbingan teknis, serta menjabarkan makna yang terkandung dalam seni kepada warga pelaku seni, khususnya generasi muda. “Kami lakukan pendekatan di awal, dengan tujuan menumbuhkan cinta masyarakat pada seni. Utamanya kita sasar generasi muda setempat,” ujarnya.

Sehingga, masih menurut dia, masyarakat pelaku seni akan mendapatkan kesejahteraan bathin. Tujuan lainnya, seni pertunjukan Joged Pingitan mempunyai prospek yang sangat bagus karena jaraknya sangat dekat dengan tempat wisata Bali Zoo. “Tujuan kita, pertama jelas menyelamatkan Joged Pingitan dari kepunahan, mensejahterakan bathin masyarakat dan meningkatkan kemampuan serta apresiasi dalam berkesenian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat, seniman dan narasumber di Desa Apuan yang telah bekerjasama dengan baik, sehingga proses rekonstruksi berjalan dengan baik. Rekonstruksi diakhiri dengan pertunjukan hasil dan dokumentasi.

Sementara itu, pihak Desa Apuan juga mengungkapkan rasa terimakasihnya terhadap komitmen dan kerja keras para dosen ISI Denpasar yang telah membantu menyelamatkan kesenian Joged Pingitan dari kepunahan. Ia berharap, ke depan semakin banyak kesenian dan kebudayaan Bali yang tersebar di desa-desa adat di Bali bisa direkonstruksi. “Kendala utama memang narasumber atau pelaku keseinian yang direkonstruksi itu, karena mereka sudah sepuh, minim literatur bahkan banyak yang sudah meninggal dunia. Kami sangat senang salah satu aset berharga desa kami telah kembali,” tutupnya. 

Loading...