by admin | Feb 11, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman I Gusti Ngurah Jaya Kesuma, Mahasiswa PS Seni Karawitan
Tari Legong Keraton adalah salah satu tari kelasik yang dipercaya sebagai sumber inspirasi munculnya tari-tari kreasi baru di Bali. Tari Legong adalah berasal dari desa Sukawati, yaitu di Puri Paang Sukawati. Dari Sukawati legong berkembang kebergagai pelosok desa di Bali seperti; di Puri Agung desa Saba ( sekarang di Puri Taman Saba), di Peliatan, di Bedulu, di Benoh Denpasar, dan lain sebagainya. Di desa Saba yaitu di Puri Saba tari legong keraton, menurut I Gusti Gede Raka sudah ada sekitar tahun 1911, dibawah pimpinan serta asuhan I Gusti Gede Oka yang bergelar Anak Agung di desa Saba, yaitu kakek beliau sendiri.
IGusti Gede Oka dengan membawa calon penari datang ke Sukawati, belajar tari legong di desa Sukawati yaitu di Puri Paang, dengan guru tarinya pada waktu itu adalah Anak Agung Rai Perit. Di atas tahun 1920-an kepemimpinan sekha legong di Saba yang juga merangkap sebagai pelatih dan pembina seka legong di Saba adalah putra beliau bernama I Gusti Bagus Jelantik sampai tahun 1940-an, yang mana beliau juga belajar di Puri paang Sukawati. Di atas tahun 1945-an kepemimpinan sekha legong yang juga merangkap sebagai pelatih dan pembina adalah I Gusti gede Raka yaitu keponakan dari I Gusti Bagus Jelantik, yang lebih dikenal dengan sebutan Anak Agung Raka Saba, karena beliau adalah orang Puri.
Tari Legong Keraton Saba dibawah binaan Agung Raka membawa nama tari Legong Keraton Saba sangat terkenal diseluruh Bali, dan juga di manca negara. Sekha Legong Keraton dibawah asuhan Agung Raka, sering melanglang buawana ke luar negeri, seperti misalnya; ke Italy, Jerman, London, Prancis, di bawah pimpinan langsung Agung Raka. Tahun 2000 Agung Raka meninggal dunia, dan selanjutnya kesenian di Saba di teruskan oleh anaknya yaitu I Gusti Ngurah Serama Semadi, yang lebih dikenal dengan sebutan Anak Agung Ngurah Rai Saba, sebutan ini adalah karena orang Puri. Keberadaan legong Saba tetap seperti sebelumnya, dan selalu membentuk regenersi demi tetap eksisnya legong Keraton Saba. Agung Rai ikut membantu ayahnya mengajar Legong sejak tahun 1980-an sampai sekarang.
Di Saba ada beberapa jenis Legong dilihat bdari judul yang digunakan, yaitu : 1. Legong Keraton Lasem, 2. Legong Keraton Sudarsana, 3. Legong Keraton Candrakanta, 4. Legong Keraton Semara Dahana, 5. Legong Keraton, Kupu-Kupu Tarum, 6. Legong Keraton Kuntir (Kutir), 7. Legong Keraton Legod Bawa, 8. Legong Keraton Bapang, 9. Legong Keraton Jobog. Semua jenis Legong ini pernah ada di Saba, tetapi sekarang yang biasa dipentaskan adalah Lasem, Jobog, Semara Dahana, Bapang, Sudarsana, dan Candrakanta.
Adapun beberapa jenis legong ini juga diajarkan di SMK. Negeri 3 Sukawati, seperti misalnya : Legong Lasem, Legong, Kuntir, Legong Bapang dengan memakai gaya yang memang ada di KOKAR yang sekarang bernama SMK. Negeri 3 Sukawati. Menurut I Gusti Gede Raka (Alm), Legong memang berasal dari Sukawati, tetapi setalah berkembang ke Saba, ke Peliatan, ke Badung, dan yang lainnya, maka akhirnya muncul stile-stile yang kemudian menjadi ciri khas daerah masing-masing. Selajutnya I Gusti Gede Raka mengatakan legong yang didapatkan di Sukawati adalah; Legong Lasem, Kuntir, Kupu-kupu Tarum, Jobog. Jenis Legong seperti; Legong Sudarsana, Semara Dahana, Legod Bawa, Candrakanta adalah lahir di Saba.
Sejarah Singkat Legong Keraton Saba selengkapnya
by admin | Feb 10, 2011 | Berita, pengumuman
Pokja ULP Pekerjaan Bangunan Pendukung Pembelajaran pada Institut Seni Indonesia Denpasar tahun Anggaran 2011 akan melaksanakan Prakualifikasi untuk paket pekerjaan jasa KONSULTANSI sebagai berikut:
1. Paket Pekerjaan
| Nama paket pekerjaan |
: |
Pekerjaan Bangunan Pendukung Pembelajaran berupa
PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA Pada INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR |
| Lingkup pekerjaan |
: |
Perencanaan Arsitektur, Struktur, Mekanikal, Elektrikal. |
| Nilai total HPS |
: |
Rp. 843.093.072 |
| Sumber pendanaan |
: |
DIPA Institut Seni Indonesia Denpasar TA. 2011 |
2. Pers yaratan Peserta
Klasifikasi BIDANG ARSITEKTURAL (11000), BIDANG SIPIL (12000), BIDANG MEKANIKAL (13000), dan BIDANG ELEKTRIKAL (14000), dengan kualifikasi GRID-3
3. Pendafta ran da n Pengambilan Dok umen Kualifikasi
Hari : Senin s.d Sabtu (hari kerja)
Tanggal : 10 Pebruari 2011 s.d 21 Pebruari 2011
Waktu : 09.00 Wita s.d 14.00 Wita untuk Hari Senin s.d Kamis
: 09.00 Wita s.d 12.00 Wita untuk Hari Jumat dan Sabtu
Tempat : Sekretariat ULP Institut Seni Indonesia Denpasar.
Alamat : Kampus Institut Seni Indonesia Denpasar, Jln. Nusa
Indah Denpasar.
Telepon/Fax : (0361) 227316, Fax (0361) 236100
E-mail : [email protected]
Website : www.isi-dps.ac.id
Pendaftaran dapat dilakukan dengan cara :
a) pendaftaran langsung ke ULP ISI Denpasar, Jln. Nusa Indah- Denpasar-Bali; atau
b) pendaftaran tidak langsung melalui:
e-mail ulpisidenpasar@isi-dps.ac.id
1. Pengumuman selengkapnya
2. Dokumen Prakualifikasi
by admin | Feb 10, 2011 | Berita
Bertempat di Ruang Sidang ISI Denpasar, Selasa (9/2) , Rektor ISI Denpasar didampingi PR III bidang kemahasiswaan, Dekan FSRD, PD III FSRD dan Ketua Prodi Fotograpy menerima mahasiswa Jurusan Fotografi yang terhimpun dalam HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), dengan agenda audensi dengan Rektor perihal pelaksanaan Forum Komunikasi Mahasiswa Fotografi Indonesia (FKMFI), yang akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Juni mendatang di kampus ISI Denpasar.
Ketua HMJ Fotografi Arya Ngurah Sutawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dihadiri oleh seluruh universitas di Indonesia yang memiliki Jurusan Fotografi, diantaranya, ISI Jogja, IKJ, Trisakti, ISI Denpasar, IKM Makasar, ISI Surakarta, UI, serta UGM. Kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Denpasar. Dalam acara seminar dan workshop, panitia akan mengundang Wali Kota Denpasar sebagai keynote speaker. Disamping itu akan hadir pula fotografer ternama seperti Andi Sucirta, Anom Manik Agung, Rio Helmi, Arben Rimbe (fotografer senior harian kompas), serta Darwis Triadi.
”Kegiatan ini akan disertai dengan penjualan kupon bazar bagi seluruh mahasiswa Jurusan Fotografi. Karya-karya yang akan dipamerkan pada forum ini mengusung tema ”Tri Hita Karana”, dan diharapkan mampu menuangkan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjalin komunikasi mahasiswa fotografi seluruh Indonesia,” papar I Gede Budiwijaya, ketua panitia FKMFI.
Rektor ISI Denpasar, Prof. Rai menyambut baik rencana kegiatan tersebut. ”Kami sangat bangga, Prodi Fotografi merupakan prodi termuda tapi paling kelihatan di tingkat nasional, seperti juara I dan harapan II lomba foto membangun Indonesia tropi Presiden SBY, serta prestasi lainnya. Hendaknya prestasi ini ditingkatkan ke tingkat internasional. Kami berharap mahasiswa berperan aktif pada kunjungan Asian Center for the Arts, Tokyo University of Arts pada 21 Februari mendatang, Songkhla Rajabhat University pada 1 April, serta UWA pada 12 Juni 2011,”pungkas Prof. Rai.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Feb 9, 2011 | Artikel, Berita
Kiriman: Ida Bgs. Gede Surya Peradantha, S.Sn*.
Sejarah berdirinya sanggar
Kedekatan seorang dalang I Wayan Nardayana dengan dunia seni, khususnya pewayangan sesungguhnya telah dimulai ketika ia masih duduk di kelas 5 SD. Dahulu, di desanya yaitu Desa Belayu, pernah ada 3 grup kesenian wayang yang beranggotakan setidaknya 6-9 orang pemain anak-anak. Salah satunya adalah grup wayang yang ia dirikan bersama teman-teman sebayanya yang bergelut di dunia wayang kulit. Grup ini didirikan berkat kesamaan hobi, kecintaan pada dunia kesenian dan karena memang di daerah setempat hanya ada kesenian wayang yang cukup digemari kala itu. Grup Nardayana ini sering melakukan pentas keliling yang diundang oleh orang yang punya hajatan, misalnya acara pernikahan. Upah yang diberikan waktu itu sebesar 100 rupiah.
Dari 3 grup yang ada saat itu, 2 di antaranya bubar dan hanya grup Nardayana yang berhasil bertahan. Sayangnya, menanjak ke kelas 6 SD, wayang-wayang dari karton yang ia buat bersama teman-temannya dibakar oleh orang tua Nardayana. Hal ini dikarenakan nilai rapor sekolahnya yang selalu merah karena tak pernah belajar. Namun demikian, ia bertekad suatu saat kelak, ia ingin kembali membuat grup kesenian yang bergelut di dunia pewayangan. Inilah cikal bakal ia mendirikan Sanggar Seni Cenk Blonk Belayu yang ada sekarang.
Sanggar seni Cenk Blonk Belayu, merupakan sanggar seni yang bergelut di bidang pewayangan, khususnya wayang kulit Bali. Sebelum bernama sanggar Cenk Blonk Belayu, sanggar ini sempat bernama Sanggar Seni Gita Loka (nyanyian alam) yang didirikan tahun 1992 oleh I Wayan Nardayana. Saat itu, tokoh punakawan yang menjadi sentral pementasan yaitu Nang Klenceng (Cenk) dan Nang Ceblong (Blonk) belumlah dimunculkan. Gaya pewayangan yang dianut pada saat itu masih bersifat tradisional bali dan belum mengenal tata lampu serta sound system seperti sekarang.
Baru pada tahun 1995, nama sanggar seni Gita Loka diganti menjadi sanggar seni Cenk Blonk Belayu. Hal ini berawal ketika beliau mulai memperkenalkan tokoh punakawan Nang Klenceng dan Nang Ceblong kepada khalayak. Puncaknya terjadi ketika dalang Nardayana sedang melakukan pementasan di daerah Jempayah, Mengwi. Saat beliau sedang beristirahat di mobil sembari menunggu crew beliau mempersiapkan layar dan setting panggung, beliau mendengar percakapan penonton dimana salah satunya bertanya : “wayang apa yang akan pentas sekarang?” dan dijawab “wayang Ceng Blonk”. Mendengar percakapan tersebutlah, beliau mendapat inspirasi untuk menamakan wayangnya sebagai wayang Cenk Blonk Belayu, sekaligus mulai laris mementaskan wayang tersebut. Nama Belayu merupakan nama sebuah Desa Adat di kecamatan Marga, kabupaten Tabanan, tempat dimana beliau menetap.
Sanggar Seni Cenk Blonk Belayu, Sejarah dan Pola Manajemennya selengkapnya
by admin | Feb 9, 2011 | Berita, pengumuman
Surat Kemdiknas Hasil Evaluasi PKM : Klik disini
Daftar PKM Yang Lulus Seleksi Tingkat Nasional : Klik disini
PENGUMUMAN
Nomor : 453/I5.12.1/KM/2011
TENTANG
HASIL EVALUASI
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM) TAHUN 2010
YANG DIDANAI TAHUN 2011
INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
Berdasarkan Surat Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Dikti Kemdiknas Nomor 115/D3/KPM/2011 perihal Pengumuman Hasil Evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa 4 Bidang tanggal 7 Pebruari 2011, bahwa proposal mahasiswa ISI Denpasar yang dinyatakan lolos seleksi dan diterima untuk didanai sebanyak 5 proposal sebagai berikut :
| No |
Nama |
NIM |
Bidang Kegiatan |
Judul Kegiatan |
| 1 |
Ni Komang Tri Paramityaningrum |
200901034 |
PKM-M (Humaniora) |
Pelatihan Tata Rias Bali di Salon-Salon Kecantikan Desa Mengwi |
| 2 |
Ni Made Sri Lantini Rahayu |
201001004 |
PKM-M (Humaniora) |
Pengenalan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Pelatihan Tari Jangger Pada Siswa SD Negeri 4 Sukawati Gianyar |
| 3 |
I Nyoman Trisna Jaya |
201003002 |
PKM-P (Humaniora) |
Pura Pegulingan Sebagai Wisata Purbakala dan Cagar Budaya Nasional |
| 4 |
Kadek Bhaswara Dwitya |
201003008 |
PKM-P (Humaniora) |
Pengenalan Peninggalan Sejarah Kebudayaan Sakral (Tari Baris Pendet) Sebagai Pelengkap Upacara Keagamaan Di Desa Adat Tanjung Bungkak Kota Denpasar |
| 5 |
Pande Nyoman Artawa |
201003010 |
PKM-P (Humaniora) |
Dampak Teknologi Terhadap Minat Berkesenian Anak Muda di Br. Mas Bedulu |
Mahasiswa tersebut diatas agar segera melaksanakan kegiatan dan berkoordinasi dengan pembimbing masing-masing dan monitoring kegiatan akan dilaksanakan oleh tim pusat pada Bulan Mei 2011.
Demikian untuk diperhatikan terimakasih.
Denpasar, 9 Pebruari 2011
an. Rektor
Pembantu Rektor III
ttd.
Drs. I Made Subrata,M.Si
NIP.195202111980031002
Tembusan :
1. Rektor ISI Denpasar sebagai laporan
1. Dekan FSP ISI Denpasar untuk diketahui
3. Dekan FSRD ISI Denpasar untuk diketahui
by admin | Feb 9, 2011 | Berita, pengumuman
Pengumuman dan Syarat Beasiswa : Klik disini
Form Beasiswa : Klik disini
PENGUMUMAN
Nomor : 454/I5.12.1/KM/2011
TENTANG
PENERIMAAN BEASISWA PPA DAN BBM
TAHUN AKADEMIK 2011
Diumumkan kepada Mahasiswa ISI Denpasar, bahwa pada tahun akademik 2011 ISI Denpasar mendapatkan alokasi beasiswa yang terdiri dari :
- Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) sebanyak 85 mahasiswa.
- Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) sebanyak 105 mahasiswa.
Bagi mahasiswa yang berminat memperoleh beasiswa yang tersebut diatas agar mengajukan lamaran permohonan beasiswa ke masing-masing Fakultas, lamaran paling lambat telah diterima akhir bulan Pebruari 2011 dengan mengisi form biodata dan persyaratan masing-masing beasiswa (form biodata dan persyaratan terlampir).
Demikian disampaikan, terimakasih.
Denpasar, 9 Pebruari 2011
a.n. Rektor
Pembantu Rektor III
ttd.
Drs. I Made Subrata, M.Si.
NIP. 195202111980031002
Tembusan :
1. Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar sebagai laporan
2. Dekan Fakultas Seni Pertunjukan untuk diketahui
3. Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain untuk diketahui