M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Kajian Kualitas Informasi pada Situs Resmi Pemerintah Daerah Bali I

Kajian Kualitas Informasi pada Situs Resmi Pemerintah Daerah Bali I

Kajian Kualitas Informasi pada Situs Resmi Pemerintah Daerah Bali (http://www.baliprov.go.id) secara Persepsi Visual I

Kiriman Arya Pageh Wibawa, Dosen PS Desain Komunikasi Visual

A. Pengantar

1. Latar Belakang

Persepsi menurut kamus bahasa Indonesia berarti “tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu” atau “proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya”. Dan visual berarti “dapat dilihat dengan indra penglihat (mata)” atau “berdasarkan penglihatan”.  Sehingga dapat disimpulkan disini persepsi visual berarti tanggapan langsung dari sesuatu berdasarkan penglihatan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui indra penglihat dalam hal ini mata. Persepsi meliputi sistem multi komponen yang meliputi memperoleh informasi yang berhubungan dengan peristiwa, fenomena dan konsep-konsep di sekitar, merasakan rangsangan dan menyadari pesan yang diberikan.

Menurut Jamieson (2007), persepsi visual terjadi dalam dua bentuk yaitu direct perception (persepsi langsung dan indirect perception (persepsi secara tidak langsung). Persepsi langsung terjadi ketika cahaya mencapai mata dan persepsi secara tidak langsung terjadi ketika manusia di mediasi oleh simbol-simbol budaya dalam menafsirkan rangsangan yang diterima.  Menurut Demirel (Demirel & Un, 1987), persepsi dapat digambarkan sebagai proses sensasi dan realisasi melalui indera. Pendapat lain mengatakan bahwa persepsi visual adalah konsep kesadaran indrawi yang dirasakan dan dipilih, mengatur dan menjelaskan setiap rangsangan tertentu secara holistik sebagai bagian dari konsep yang melalui pemahaman fitur visual nya (Behrens, 1984; Booth, 2003; Findlay & Gilchrist, 2003).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, semakin mempersulit persepsi manusia secara visual akibat semakin kompleknya struktur yang menyusun sebuah karya desain. Salah satunya adalah situs atau lebih dikenal dengan website. Dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada pada komputer membuat situs semakin komplek dimana sebuah situs dapat dilengkapi dengan audio (suara) dan video.  Secara visual, semua situs terlihat sama. Padahal situs dapat dibagi menjadi situs bisnis (E-Commerce), situs informasi (E-Information), situs berita (E-News), dan situs hiburan (E-Entertainment). Disamping itu, tiap situs memiliki ciri-ciri tertentu secara visual yang dapat dipakai untuk menentukan kualitas informasi yang diberikan.

2. Tujuan

Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas informasi pada situs pemerintah propinsi Bali secara persepsi visual.

3. Permasalahan

Situs pemerintah propinsi Bali berdasarkan persepsi visual dengan menggunakan analisa kriteria evaluasi, apakah sudah memenuhi kualitas informasi yang diharapkan ?

Kajian Kualitas Informasi pada Situs Resmi Pemerintah Daerah Bali secara Persepsi Visual I Selengkapnya

Grant Penelitian: Rajawali Foundation, the Harvard Kennedy School Indonesia Program

Grant Penelitian: Rajawali Foundation, the Harvard Kennedy School Indonesia Program

Dengan hormat kami informasikan mengenai pembukaan penelitian dari Harvard Kennedy School:  Rajawali Foundation Institute for Asia, HKS Indonesia Program, seandainya berminat silahkan melamarnya.
http://www.ash.harvard.edu/ash/Home/Programs/Institute-for-Asia/Indonesia

HKS Indonesia Program

Launched in 2010 with a $10.5 million gift from the Rajawali Foundation, the Harvard Kennedy School Indonesia Program promotes research, education, and capacity building in support of democratic governance and institutional development in Indonesia. As the world’s largest majority Muslim democracy, Indonesia continues to be an important model for positive institutional change. Formerly an authoritarian regime, Indonesia recently celebrated its 10th anniversary as a multiparty democracy.

Student Research Grants

The HKS Indonesia Program offers student research grants to Harvard University students to support independent research or other forms of study conducted in Indonesia. Learn more »

Indonesian Research Fellows

The HKS Indonesia Program invites high-caliber Indonesian researchers, academics, and practitioners to apply for Indonesia Research Fellowships for the period August 2011 to June 2012 in order to pursue independent research projects in residence at HKS. The opportunity will be open to candidates from government, academia, and independent researcher communities. Preference will be given to candidates whose proposed area of research is linked to the Research Priorities of the HKS Indonesia Program. Applications will require a proposal describing research or project to be conducted, including the main policy questions to be examined, the value to Indonesia, the relevant literature and data, the research methodology to be used, the results to be achieved, the relationship of this proposed Research Fellowship to any previous or future research. Learn more »

Research

The HKS Indonesia Program develops research projects on key policy challenges facing the country. Building upon the Ash Center’s intellectual capital—with faculty who conduct cutting-edge research on democracy, governance, and development—the HKS Indonesia Program explores both how Indonesia can serve as a model to other democratizing countries and how its political and economic institutions can be reformed to ensure that its fledgling democracy endures and thrives. The Program works closely with Indonesian scholars, policymakers, and business leaders to strengthen policy education and research in Indonesia and link Indonesia to regional and global knowledge networks. Its conferences facilitate the dissemination of research results.

The recently published paper From Reformasi to Institutional Transformation: A Strategic Assessment of Indonesia’s Prospects for Growth, Equity, and Democratic Governance was translated by Kompas Publishing Group and sold at Gramedia bookstores in Indonesia under the title Indonesia Menentukan Nasib. The report argues that Indonesia must engage in a thorough process of institutional transformation if it is to shed the legacy of Guided Democracy and the New Order and compete in the new globalized economy.

Executive Education

The HKS Indonesia Program develops custom executive education programs for senior Indonesian policymakers and leaders that are delivered at Harvard Kennedy School and in Indonesia. These programs may include visits to U.S. cities other than Cambridge to provide participants with opportunities to expand their professional networks and to visit sites of successful government innovations.

Sumber: http://dikti.go.id

Nama-Nama Dosen Pembimbing PKM Tahun 2011

PENGUMUMAN

KEPADA MAHASISWA PESERTA PELATIHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM) TAHUN 2011 YANG TERCANTUM DIBAWAH INI, AGAR SEGERA MENGHUBUNGI DOSEN PEMBIMNGING MASING-MASING PALING LAMBAT HARI :  Rabu, 16 Februari 2011 . NAMA-NAMA MAHASISWA DAN DOSEN PEMBIMBING DAPAT DI DOWNLOAD DISINI.

DEMIKIAN KAMI SAMPAIKAN UNTUK DAPAT DIPERHATIKAN. TERIMAKASIH.

An.Pembantu Dekan III

Ka.Sub.Bag.Akademik dan Kemahasiswaan FSRD

TTD

I Ketut Suwitra, SE

NIP.197904272001121003

Yudisium Semester Ganjil 2010/2011

PENGUMUMAN

Nomor: 161/I5.1.10/PP/2011

Diberitahukan kepada Mahasiswa FSRD ISI Denpasar Peserta Tugas Akhir (TA) Semester Ganjil 2010/2011 bahwa YUDISIUM akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal   : Kamis, 17 Pebruari 2011

Jam                     : 10.00 Wita

Tempat              : Gedung Natya Mandala ISI Denpasar

Pakaian             : Atas Kemeja Putih Berdasi Hitam & Bawah Hitam

Demikian kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan. Terima kasih.

Denpasar, 14 Pebruari 2011

A.n. Dekan

Pembantu Dekan I,

Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn

NIP.  196107061990031005

“Men Brayut” Sumber Inspirasi Karya Patung Keramik Kreatif

“Men Brayut” Sumber Inspirasi Karya Patung Keramik Kreatif

Kiriman : Drs. I Wayan Mudra, PS Kriya Seni FSRD ISI Denpasar.

Men Brayut adalah tokoh seorang ibu dalam ceritera klasik masyarakat Bali yang melahirkan anak banyak bahkan sampai 18 orang. Karena kegigihannya, ibu ini berhasil membesarkan anak-anaknya. Ceritra ini telah lama menjadi ikon seorang ibu beranak banyak bagi masyarakat Bali. Ceritra Men Brayut tidak lekang oleh waktu, kisahnya selalu menjadi model pembicaraan bagi masyarakat Bali dari waktu kewaktu dari generasi kegenerasi. Namun penulis belum menemukan kisah ikon Men Brayut dalam uangkapan drama, tari, seni rupa, maupun dalam pemestasan lainnya.

Tokoh Men Brayut pada kondisi jaman sekarang sering dipakai sebagai contoh seorang ibu yang tidak patut ditiru karena beranak banyak yang berarti menyusahkan hidup keluarga. Kondisi saat ini ada yang mengganggap seorang ibu mempunyai 2 orang sudah, kemudian ikut program Keluarga Berencana sebagai solusi mensejahterakan keluarga. Dengan model seperti ini tujuan hidup yang lebih baik pada sebuah keluarga diharapkan lebih baik. Dengan beranak 2 orang pasutri berharap kebutuhan sandang, papan dan pangan seorang anak akan terpenuhi. Beban hidup yang semakin berat membuat tokoh Men Brayut  semakin jauh dari peradaban kondisi jaman sekarang.

Pemahaman masyarakat terhadap tokoh Men Brayut di atas hanya dilihat dari sisi yang negatif saja yaitu beranak banyak yang tidak sesuai dengan kondisi jaman sekarang. Namun sebetulnya ada sisi positif yang perlu diteladani, yaitu kegigihannya dalam membesarkan anak-anaknya sehingga menjadi anak yang berhasil.  Sisi ini yang tidak banyak ditiru oleh kebanyakan orang saat ini, bukti nyata dilapangan walaupun pasutri beranak 2 orang, namun mereka tidak mempunyai kegigihan untuk membela anak-anaknya dalam urusan kelangsungan pendidikan untuk hari tuanya. Mereka lebih banyak menyerah pada kondisi dan situasi lingkungannya. Akhirnya banyak anak-anak yang terlantar dan putus sekolah. Hal ini tidak perlu terjadi karena sebetulnya dia mampu kalau kegigihannya ada. Kadang terlihat prilaku yang kontradiksi dalam keluarga untuk hal-hal yang menyenangkan yang sifatnya memuaskan jasmani atau rohani keuangannya sedapat mungkin diusahakan. Namun sebaliknya untuk keperluan sekolah dan pengembangan anak usahanya menjadi kendor dengan alasan tidak ada biaya.

Dalam penciptaan karya keramik ini kami bermaksud mengungkapkan tokoh Men Brayut dalam wujud patung. Patung yang direncanakan bentuknya akan disesuaikan dengan kondisi bahan tanah liat sebagai media pembentuknya. Kami membayangkan keunikan seorang ibu dengan anak yang banyak dengan berbagai ekspresi seperti menangis, tertawa, dan  lucu, dapat divisualisasikan dalam sebuah karya. Bentuk patung akan lebih banyak berfungsi sebagai media hias dalam suatu ruang, dan beberapa karya diselipkan fungsi praktisnya. Jadi penggarapan karya lebih dominan perencanaannya sebagai media hias, fungsi hanya sebagai pelengkap saja.  Dari karya ini kami berharap image Men Brayut tidak dipandang dari sisi negatif saja namun juga dari sisi positifnya. Dari karya ihi juga kami berharap supaya tumbuh karya-karya patung dengan media keramik, untuk lebih meningkatkan khasanah seni patung di Bali khususnya. Karena belum banyak dibuat patung-patung keramik yang bersumber dari budaya kekhasan Bali.

Kami menemukan kesulitan dalam mendapatkan pustaka yang memuat khusus ceritera tentang Men Brayut. Namun demikian ternyata dari penelusuran beberapa sumber ceritra Men Brayut tersebut telah puluhan tahun lalu dikenal oleh masyarakat Bali dan banyak dikaitkan dengan pola pengasuhan anak. Seperti yang dikutif pada peringatan Hari Ibu 22 Desember 1939 di Denpasar, berikut ini.

Hari Ibu yang jatuh tiap 22 Desember untuk pertama kalinya diperingati pada Sabtu, 23 Desember 1939, di Gedung Taman Siswa, Denpasar. Peringatan Hari Ibu pertama di Denpasar diprakarsai oleh organisasi Peroekoenan Isteri Denpasar (PID), sementara yang ditunjuk sebagai ketua panitia adalah Nyonya Ida Bagoes Geredeg. Informasi tentang peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan pertama kali di Denpasar ini bisa diketahui dari artikel berjudul “Peringatan Hari Iboe” yang dimuat majalah Djatajoe (terbit di Singaraja) edisi 25 Januari 1940. Artikel ini merupakan sambutan Nyonya Ida Bagoes Geredeg, yang dibacakan pada resepsi peringatan Hari Ibu tersebut.

“Men Brayut” Sumber Inspirasi Karya Patung Keramik Kreatif selengkapnya

Multiple Positions for USAID Project

Multiple Positions for USAID Project

Institute of International Education (IIE) and

The Indonesian International Education Foundation (IIEF)

Multiple Positions for USAID Project

IIE is one of the world’s largest and most experienced global higher education and professional exchange organizations. IIE, in collaboration with IIEF,  is seeking  Indonesian candidates for multiple positions for the upcoming Higher Education Leadership and Management (HELM) Project, funded by USAID/Indonesia.  We are seeking long-term senior managers, team leaders, and short-term experts with skills in the following areas related to higher education: financial planning and management, access and financial assistance, management and administration, transparency and accountability, strategic planning, quality assurance, public-private collaboration.

Technical experts for full-time staff positions and short-term consultancies should have the following qualifications:

Minimum of 10 years of experience required

Graduate degree in a relevant field

Experience working with institutions of higher education in Indonesia

Fluency in English and Bahasa Indonesia with strong verbal and written communication skills

Experience on USAID or other donor-funded projects preferred

Full-time project management staff should have the following qualifications:

Minimum of 5 years of experience managing donor-supported projects, including experience with USAID contract management

University degree required

Experience working with institutions of higher education in Indonesia preferred

Fluency in English and Bahasa Indonesia with strong verbal and written communication skills

For more information about IIE go to http://www.iie.org, for IIEF go to http://www.iief.or.id/, and for HELM, go to https://www.fbo.gov/.

Please send your resume and cover letter to [email protected]This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . Please specify short term or full time position. No phone inquiries accepted. Only qualified candidates will be contacted.

Closing date:  20 February 2011.

Sumber :  dikti

Loading...