Foto: Fashion Show “Diversity of Indonesia #9 diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak Semester Gasal Tahun 2025/2026 di Gedung Citta Kelangan Lt.3 ISI BALI, Sabtu (24/1).
Program Studi (Prodi) Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menggelar Fashion Show “Diversity of Indonesia #9”. Fashion show diselenggarakan dalam rangka diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak Semester Gasal Tahun 2025/2026 di Gedung Citta Kelangan Lt.3 ISI BALI.
Pembukaan Fashion show, Sabtu (24/1) malam, dihadiri oleh ratusan tamu undangan, diantaranya Rektor ISI BALI, Prof Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana berserta jajaran pimpinan di lingkungan ISI BALI, Anggota DPD RI asal Bali Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, dosen, dan tenaga kependidikan ISI BALI. Hadir pula perwakilan mitra berdampak ISI BALI, orang tua/wali mahasiswa, dan undangan lainnya.
Foto: Fashion Show “Diversity of Indonesia #9 diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak Semester Gasal Tahun 2025/2026 di Gedung Citta Kelangan Lt.3 ISI BALI, Sabtu (24/1).
Ketua Panitia Fashion Show, Grace Febbythadewi Simbang , dalam laporannya menyatakan sebanyak 213 busana dari 71 mahasiswa ditampilkan dalam diseminasi tugas akhir Program ISI BALI Berdampak bertajuk Diversity of Indonesia #9 ini. Setiap mahasiswa menciptakan 3 karya busana, terdiri dari ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture.
Untuk pertama kali sejak tahun 2016, fashion show ini diselenggarakn selama 2 hari, Sabtu (24/1) dan Minggu (25/1). Pada hari pertama, diperagakan 108 busana dari 36 mahasiswa, dan 105 busana dari 35 mahasiswa pada hari kedua.
Proses diseminasi tugas akhir ini melalui sejumlah tahapan yang panjang dan terstruktur, dimulai dari pengumpulan proposal dan seleksi desain, dilanjutkan dengan asistensi serta evaluasi bersama dosen pembimbing dengan dukungan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dalam proses penciptaannya, mahasiswa juga melakukan riset mendalam terhadap kekayaan budaya Indonesia, yang meliputi eksplorasi arsitektur tradisional, flora dan fauna Nusantara, serta nilai-nilai kearifan lokal sebagai sumber inspirasi desain. Tahap akhir dari rangkaian ini meliputi sesi pemotretan karya hingga pementasan busana pada perhelatan fashion show.
Grace menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. “Kepada pimpinan ISI BALI, para dosen, mitra DUDI yang sudah membimbing, pengisi acara, alumni, dan pendukung acara lainnya. Tanpa dukungan mereka, acara ini tidak mungkin berhasil,” ujar mahasiswa Prodi Desain Mode semester 7 ini.
Rektor ISI BALI Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana mengapresiasi dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam menyelenggarakan diseminasi tugas akhir semester gasal tahun akademik 2025/2026 ini. Ia menegaskan bahwa fashion show merupakan pilar utama dalam pendidikan dan praktik desain mode, karena menjadi ruang aktualisasi gagasan, kreativitas, serta profesionalisme mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan kualitas dan potensi generasi cemerlang dunia desain Indonesia yang tumbuh di lingkungan ISI BALI. (ISIBALI/Humas)
Foto: KegiatanDiseminasi Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain hari ke-2 di Bencingah Nata-Cita Arts Space ISI BALI, Rabu (14/1).
Dalam rangka Vidya Vastu Virya hari ke-2, selain Pameran Visual berlanjut dibuka, adapun kegiatan-kegiatan dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Bali. Hari kedua, Rabu (14/1), diramaikan oleh HMP Seni Murni, HMP Animasi, HMP Produksi Film dan Televisi, dan HMP Desain Mode.
Diantaranya terdapat cerita-cerita yang menginspirasi dari berbagai mahasiswa. Dari HMP Desain Mode dan HMP Program Studi Produksi Film dan Televisi, terdapat beberapa mahasiswa tentang pengalamannya lewat Art Talk. Seperti proses kreatif, eksplorasi ide, hingga nilai disiplin dan konsistensi yang dipelajari selama menekuni bidang ini.
Adapun pagelaran seni nyanyian dan tarian dari beberapa mahasiswa Desain Mode. Anggun Kristipa, salah satu mahasiswa Desain Mode yang ikut mengisi pagelaran seni tersebut, berbagi bahwa acara ini sangat berkesan. Perpaduan nyanyian dari Anggun dan teman-temannya Indah dan Anggita yang menari membuat suasana pagelaran terasa hidup dan emosional. “Setiap penampilan saling melengkapi dan memperkuat cerita bahwa dunia mode erat kaitannya dengan ekspresi seni, perasaan, dan keindahan gerak,” Anggun berbagi.
HMP Seni Murni menghadirkan sebuah performance live painting beserta narasumber mahasiswa Tugas Akhir sebagai narasumber Art Talk. Made Chandra berbagi karyanya yang menghadirkan hasil pengkajiannya terhadap Seni Lukis Wayang Kamasan kepada audiens sedangkan Made Nova Moyo mengangkat isu lingkungan yang kian menggerogoti ekosistem dunia dengan simbol berbagai material serta burung Cendrawasih. “Pengalaman saya, kampus menjadi laboratori yang dinegosiasi, ditanya, dan tempat calon seniman membangun jejaring karena dipertemukan teman-teman dari berbagai lini termasuk SMSR,” kata Chandra.
Keduanya berpendapat bagaimana kesempatan Program ISI Bali Berdampak Magang maupun Studi Independen adalah kesempatan yang tidak datang dua kali, apalagi untuk Moyo yang bertekad harus bisa berkuliah dengan biaya sendiri. Tempat magang akan menjadi jembatan saat nanti keluar kampus, begitu juga menumbuhkan seorang mahasiswa. “Satu kata, ngelindeng, kalau anak seni itu nggak ngelindeng itu gak bebas, buntu, banyakin punya teman, relasi, pasti bisa dah, pasti!” Moyo berpesan.
Dari HMP Animasi menghadirkan pagelaran musik akustik dan dalam Art Talk nya terdapat mahasiswa Semester 3 Caleb Nikao Hutabarat dan mahasiswa Semester 1 Putu Bagus Mas. Dengan industri perfilman animasi di Indonesia yang mengalami peningkatan menjadi alasan kenapa Program Studi Animasi diminati. Tereksposnya diri mereka dengan kartun-kartun seperti Boboiboy dan Upin Ipin membuat mereka tertarik menelusuri pembuatan animasi. “Saya terpikir kenapa tidak menjadi orang di balik layar yang dapat menuangkan imajinasinya dalam bentuk kartun atau animasi,” Bagus Mas bercerita.
Walaupun rintangan ada di pembagian waktu kerja dan terus membangun komunikasi sesama dengan proses pembuatan animasi yang mencakup pra sampai pasca produksi, Caleb dan Bagus Mas merasa tugas-tugas yang dikerjakan kelak akan berguna. “Pesan saya tetap improve diri sendiri, jangan terlalu mood swing, tetap berkarya dan menjadi orang yang berdampak di masa depan,” pungkas Caleb.
Foto: ISI BALI tampil dalam Dekranasda Bali Fashion Week 2025, Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.
Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) turut andil dalam gelaran Dekranasda Bali Fashion Week 2025 yang berlangsung pada Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali ini merupakan wujud kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali dengan berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali.
Dalam kesempatan itu, ISI BALI menampilkan 10 karya busana hasil rancangan mahasiswa Program Studi Desain Mode. Koordinator Prodi Desain Mode, Dr. Tjok Istri Ratna CS, menjelaskan bahwa seluruh busana dirancang secara berkelompok dalam mata kuliah tailoring, dengan menggunakan Endek Bali sebagai material utama. Menariknya, para model yang memperagakan busana tersebut juga merupakan mahasiswa ISI BALI dari berbagai program studi.
Foto: ISI BALI tampil dalam Dekranasda Bali Fashion Week 2025, Jumat (4/12) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.
Rangkaian kegiatan Bali Fashion Week 2025 resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, Selasa (2/12). Dalam sambutannya, beliau menegaskan peran Dekranasda tidak hanya mengontrol kualitas karya, tetapi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang fesyen dan kriya. Melalui peragaan busana dan pameran yang digelar, UMKM Bali diharapkan semakin mampu memperkuat kualitas produk sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengatakan kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi para desainer maupun pelaku UMKM. Dengan mengusung tema “Wastra Hitakara”, yang bermakna keindahan sekaligus manfaat, pengunjung disuguhkan pengalaman one stop shopping yang menghadirkan perhiasan, kriya, kerajinan, hingga busana ready to wear karya para perajin lokal.
Rektor ISI BALI, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, turut hadir menyaksikan peragaan busana hasil karya mahasiswa, sekaligus memberikan dukungan atas partisipasi aktif ISI BALI dalam mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda di bidang desain mode. (ISIBALI/Humas)
Foto: Fashion Show “Diversity of Indonesia #8” di Gedung Citta Kelangen Lantai 3, ISI Denpasar, Sabtu (11/1).
Program Studi Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menyelenggarakan Fashion Show “Diversity of Indonesia #8” di Gedung Citta Kelangen Lantai 3, ISI Denpasar, Sabtu (11/1). Fashion show diawali dengan penampilan opening parade model dengan 46 karya busana yang diiringi oleh karya berjudul “The Guardian Of Nusantara” By Allfy Rev featuring Once Mekel.
Fashion Show merupakan bentuk Diseminasi dari pelaksanaan Program MBKM skema proyek independen yang dipandang perlu dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap hasil akhir dari pelaksanaan program yang telah dijalankan selama 1 semester.
Foto: Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana bersama 18 Mitra DUDI dalam Fashion Show “Diversity of Indonesia #8” di Gedung Citta Kelangen Lantai 3, ISI Denpasar, Sabtu (11/1).
Keberagaman hayati dan budaya Indonesia merupakan sumber ide yang tak ada habisnya. Pada tahun ini berbagai jenis flora endemik Indonesia, arsitektur khas Nusantara, film produksi anak Bangsa, dan ragam sosio-kultural yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara merupakan dasar pijakan bagi Program Studi Desain Mode, untuk membentuk generasi emas Indonesia. Melalui tema dan ide Diversity of Indonesia yang menonjolkan lokalitas, diharapkan bermuara pada karya busana yang memiliki daya saing global.
Foto: Karya Mahasiswa dalamFashion Show “Diversity of Indonesia #8” di Gedung Citta Kelangen Lantai 3, ISI Denpasar, Sabtu (11/1).
Ketua panitia kegiatan yaitu mahasiswi atas nama Ni Wayan Dewi Lestari, melaporkan bahwa karya mahasiswa tahun ini masih tetap mengusung tema besar Program Studi Desain Mode sejak pertama kali prodi ini berdiri di tahun 2012, yaitu Diversity of Indonesia, bertepatan pada kali ke-8 penyelengaraannya, Diversity of Indonesia #8 menghadirkan sejumlah total 138 karya rancangan busana dari 46 mahasiswa yang telah mengikuti program MBKM skema proyek independen pada 18 Mitra DUDI.
Foto: Undangan dan penonton Fashion Show “Diversity of Indonesia #8” di Gedung Citta Kelangen Lantai 3, ISI Denpasar, Sabtu (11/1).
Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar, Bapak Prof. Dr. I Wayan Adnyana S.Sn., M.Sn dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan selamat atas pencapaian mahasiswa Prodi Desain Mode yang telah melebihi ekspektasi. Tak lupa Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir, diantaranya: Dewan Pewakilan Daerah Republik Indonesia (Senator RI), Bapak Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III; Pj. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Ny. Drg. Ida Mahendra Jaya; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Dekranasda Prov. Bali, Bapak I Made Sudarsana; Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari Sos., M.Si; Kepala Biro Umum dan Keuangan dan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerjasama ISI Denpasar; Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain beserta jajaran wakil dekan; Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, beserta jajaran wakil dekan; Seluruh pejabat struktural di lingkungan ISI Denpasar yang telah bersedia hadir pada malam hari ini; Seluruh dosen pembimbing Program MBKM Program Studi Desain Mode, Seluruh Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri, asosiasi perancang busana, sekolah Desain Mode tingkat menengah dan Perguruan Tinggi.
Foto: Karya Mahasiswa dalamFashion Show “Diversity of Indonesia #8” di Gedung Citta Kelangen Lantai 3, ISI Denpasar, Sabtu (11/1).
Adapun 18 mitra MBKM Prodi Desain Mode yang terlibat pada Fashion Show Diversity of Indonesia #8, yaitu: UC Silver; CV Biat Design; Inggi Kendran; Tudisign; Bobory Makeup; Ecoprint; Luh Jaum; CV De Galuh; Indiralaksmi Bali; PT Sangkara Indah Sejahtera; UD Charisma Bali; Body & Mind Boutique; Pagi Motley; Dimas Studio; CV Terima Kasih Banyak; Makeup By Jovanca; PT Erika Pena Boutique; Vintouch Mua.
Kegiatan ini didukung penuh oleh Allfy Rev; Krisna Oleh-Oleh; PT Cundamani; BPD BALI; BNI; Cheers; HT Canggu; Coca-Cola; Cahya Print; Lt Pro-Profesional Make Up; Gedong Pengantin by Tresna; ting-ting; iam MODEL MANAGEMENT; first face MODEL MANAGEMENT; Yongki model management; Bali international modeling agency; LV C & C model management; Point management; kojay photo; CV NURA BALI CREATIVE; I Ketut Sumerjana, Zinnia Aribaten, Ayu Dwara, Elthon Oktavian, Tudi, Dode Moneko, Adi Kerta Pratama, Nila, Citra Dewi, Tata, Dicil, Gung Is, dan banyak pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Fashion show ini juga diisi dengan hiburan kolaborasi yang sangat apik dari Zinnia Aribaten alumni Prodi Desain Mode, Elthon Oktavian alumni Prodi Musik, dan Ayu Dwara dosen pada Program Studi Musik ISI Denpasar dengan membawakan lagu 4 lagu, salah satunya lagu dengan judul mengudara yang sekaligus menjadi pengantar closing parade dari Fashion Show Diversity of Indonesia #8.
Foto: Mahasiswa Prodi Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar, I Kadek Krisna Dwipayana menjadi Peserta Terbaik Karya Kreatif Muda 2024.
Mahasiswa Program Studi Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan DesainISI Denpasar, I Kadek Krisna Dwipayana menjadi Peserta Terbaik Karya Kreatif Muda 2024 dalam ajang nasional Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024.
Krisna Dwipayana menyuguhkan dua busana racangannya. Mahasiswa semester 7 ini memakai bahan dari Agung Bali Collection, UMKM Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Krisna secara apik memodifikasi tenun ikat endek Bali motif mandala menjadi pakaian ready to wear yang memikat.
Foto: Busana karya mahasiswa Prodi Desain Mode ISI Denpasar, I Kadek Krisna Dwipayana dalam ajang nasional FEKDI x KKI 2024.
Bentuk mandala bulat simetris menjadi harmoni dan keseimbangan kehidupan dan alam semesta. Bentuk ini juga mencerminkan siklus alam, termasuk siklus kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali. Dapat diartikan sebagai simbol keabadian dan keterulangan keberadaan (reinkarnasi).
Foto: Mahasiswa Prodi Desain Mode ISI Denpasar, I Kadek Krisna Dwipayana menunjukan busana rancangannya dalam ajang nasional FEKDI x KKI 2024
Sebagai informasi, FEKDI x KKI merupakan gelaran tahunan yang diselenggarakan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center, pada tanggal 1 hingga 4 Agustus 2024. Sebanyak 15 desainer muda dari berbagai daerah percaya diri bergantian memamerkan hasil rancangan busananya yang memakai wastra asli Indonesia. Total ada 30 rancangan busana karya 15 desainer muda ini. (ISIDps/Humas-RT)
Foto: Karya busana hasil rancangan mahasiswa Desain Mode ISI Denpasar diperagakan dalam Denpasar Fashion Street di Lobby Dharma Negara Alaya, Denpasar, Sabtu (8/6).
Program Studi Desain Mode Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar-Bali turut unjuk karya dalam Denpasar Fashion Street. Peragaan fashion tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar di Lobby Dharma Negara Alaya, Denpasar pada Sabtu, 8 Juni 2024.
Kreasi fashion yang ditampilkan merupakan karya 10 (sepuluh) mahasiswa Prodi Desain Mode yang tergabung dalam Natakerthi Fashion Designer ISI Denpasar. Nirmala Nandakusuma menjadi tema dari koleksi karya busana ini. Ide ini terinspirasi dari bunga Jempiring yang merupakan ikon kota Denpasar.
Foto: Mahasiswa Desain Mode ISI Denpasar yang tergabung dalam Natakerthi Fashion Designer ISI Denpasar unjuk karya dalam Denpasar Fashion Street di Lobby Dharma Negara Alaya, Denpasar, Sabtu (8/6).
Jempiring Putih, merupakan bunga maskot kota Denpasar dengan kelopak berwama putih bersih menjadi lambang kesucian dan kejemihan pikiran Arome hunga jempireng yang sangat harum menjadi lambang daya tarik dan kewibaan Lan daunnya yang berwarna hijau pekat melambangkan ketenteraman hati.
Nirmala Naridakusuma, kata ini dipilih untuk menamakan 10 karya busana Ready To Wear (RTW) karena memiliki makna yang cocok dengan bunga jempinng. Kata Nirmala bermakna suci atau bersih tanpa cela, dan Nandakusuma bermakna tunga yang memiliki hanan yang luar biasa 10 karya busana dibuat dengan menggunakan bahan kain endek berwarna hijau dan putih mengikuti warna dari daun dan bunga jempiring. (ISIDps/Humas-RT)