by admin | Feb 26, 2009 | Agenda
Seorang mahasiswa FSRD ISI Denpasar akan berangkat Amerika untuk belajar bahasa Inggris sekaligus untuk belajar tentang Kebudayaan Amerika di negara asalnya. Mahasiswa yang bernama Ni Wayan Ari Suardiyanti yang merupakan mahasiswa semester 8 program studi DKV itu akan mengikuti program IALSP (Indonesia America Language Studies Program) yang digagas oleh IIEF (The Indonesian International Education Foundation) selama 9 minggu dan rencananya akan berangkat tanggal 12 Maret depan untuk transit ke Jakarta selanjutnya tanggal 13 Maret akan terbang ke Amerika. Ini merupakan kali kedua ISI Denpasar memberangkatkan mahasiswa untuk program yang sama, yaitu sebelumnya telah dikirim mahasiswa DKV pula yang bernama Ni Made Arini Hanindharputri. Menurut Ari program ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dari seluruh Indonesia, nah kebetulaan yang menang dari Bali 4 orang, 2 orang mewakili Universitas Udayana dan 2 orang lagi berasal dari ISI Denpasar.
Di Amerika selain untuk belajar bahasa Inggris dan kebudayaan Amerika, para peserta IALSP yang berasal dari Indonesia rencananya akan mengadakan Indonesian Day dan Indonesian Night yang bertempat di Arizona. Pada event tersebut para peserta akan membawakan tarian daerah Indonesia berdasarkan asal dari peserta tersebut.Kebetulan Ari yang mewakili ISI Denpasar(Bali) akan membawakan Tari Oleg Tamulilingan.
Ari juga menambahkan sebelum mengikuti program ini ia dan beberapa temannya telah di latih pemantapan Bahasa Inggris (TOEFL) selama 3 bulan di kampus yang dibina oleh Dewi Yulianthi seorang dosen Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuannya di bidang bahasa Inggris dan diselenggarakan secara gratis atas dukungan lembaga. Dewi Yulianthi yang dihubungi masalah keberangkatan ini menambahkan sebenarnya jumlah mahasiswa yang diusulkan untuk mengikuti program IALSP ini berjumlah 10 orang, nah karena TOEFL minimal yang disyaratkan adalah 470 maka 4 orang yang lulus untuk mewakili ISI Denpasar, namun yang lolos akhirnya hanya 2 sedangkan sisanya tidak lolos karena terbentur persyaratan lainnya. Dewi merasa bangga akan prestasi yang diraih mahasiswa dan mengharapkan mahasiswa yang lain juga terpacu untuk mengikuti jejak kedua temannya ini, dengan jalan meningkatkan lagi kompetensi keilmuannya terutama di bidang bahasa Inggris.
Pj. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira dan tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas keberangkatan mahasiswa ke Amerika ini. Ini membuktikan bahwa mahasiswa ISI Denpasar tidak hanya bisa megambel, menari atau di bidang seni rupa –desain saja, terbukti dalam bidang bahasa Inggris juga ISI juga dapat meloloskan mahasiswanya dari sekian ribu universitas yang berada di Indonesia. Wayan Rai menjelaskan bahwa lolosnya mahasiswa ini awalnya adalah buah pertemuannya dengan ketua IIEF Indonesia Irene Agus di Washington DC, untuk membahas agar mahasiswa dan staf pengajar di ISI Denpasar dapat diberikan suatu program untuk meningkatkan keilmuannya. Nah hal tersebut disambut positif oleh Irene dengan mengirimkan stafnya untuk memberikan sosialisasi tentang IIEF. Dan ternyata sosialisasi tersebut direspon positif oleh mahasiswa dan para dosen sehingga dapat meloloskan 2 orang ini ke Amerika. Wayan Rai juga mengharapkan agar Ari selain untuk menimba ilmu juga agar dapat mempromosikan kampus pada kegiatan ini, karena ini merupakan salah satu cara untuk membangun networking dengan pihak Amerika sesuai dengan visi ISI Denpasar untuk go internasional. Nantinya di kemudian hari semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejaknya, sehingga selain merupakan prestise sebagai pribadi juga prestise kampus dan tentu akan menaikkan kredibiltas dan kompetensi kampus ke depannya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pj. Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu, Msi yang pada kesempatan ini didampingi oleh PD 2 FSRD Drs. I Wayan Bendi Yudha, MSn yang menyampaikan rasa bangganya kepada mahasiswa yang akan berangkat ke Amerika ini, merekapun berpesan agar Ari ikut mempromosikan kampus secara proaktif di Amerika dan juga mendorong mahasiswa lain untuk berprestasi secara maksimal sehingga bisa diakui secara internasional maupun nasional. Caranya dengan terus mengasah keterampilan dan meningkatkan kompetensi terutama di bidang Bahasa Inggris agar bisa bergaul di dunia internasional.
Ari yang ditanya tentang kesannya menerangkan bahwa ia akan berusaha untuk berbuat yang terbaik, karena selain membawa nama pribadi dan keluarga juga ia membawa nama almamaternya dan Bali pada umumnya. Sehingga ia akan berusaha secara maksimal untuk mnyelesaikan program ini dengan baik dan berjanji akan mencari peluang untuk meningkatkan networking sehingga teman-temannya yang lain dapat menyusul jejaknya. Ya memang nama almamater ditentukan oleh prestasi mahasiswanya dan keinginan seluruh civitas untuk memberikan sumbangan kinerja yang terbaik untuk kemajuan ISI Denpasar.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Feb 26, 2009 | Agenda, Berita
Sebanyak 37 orang mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Denpasar telah diyudisium pada hari Sabtu (14 Februari 2009), yang bertempat di gedung Lata Mahosadhi Pusat Dokumentasi (PUSDOK) ISI Denpasar. Acara tersebut merupakan Runtutan dari acara Ujian Akhir Mahasiswa FSRD ISI Denpasar yang sebelumnya pameran Tugas akhir yang bertempat di gedung Kryahasta ISI Denpasar dari tanggal 28 januari 2009-2 februari 2009, Ujian Akhir dilaksanakan dari tanggal 3-7 februari 2009 dan terakhir Yudisium yang merupakan pengumuman kelulusan para mahasiswa yang dilaksanakan pada hari Sabtu (14/2) ini. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa yang telah mengikuti Ujian Tugas Akhir, seluruh dosen Penguji, para Pembantu Rektor, kepala Biro Akademik Institut, jajaran struktural FSRD, seluruh Dosen dari FSRD, staf dan panitia.
Dalam kesempatan itu ketua Panitia sekaligus pembantu Dekan I ISI Denpasar Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn. menerangkan bahwa dari 37 orang para lulusan tersebut 15 orang berasal dari jurusan lukis, 4 orang jurusan patung, 13 orang dari DKV, 2 orang dari Desain Interior dan 3 orang dari Kriya kayu. Untuk total alumni FSRD ISI Denpasar tercatat lulusan dari STSI 480 orang, 689 orang lulusaan PSSRD Unud, jadi total alumni FSRD ISI Denpasar sampai saat sekarang berjumlah 1661 orang. Pada kesempatan tersebut Mugi juga mengumumkan mahasiswa-mahasiswa yang memperoleh IPK dan nilai karya terbaik pada Ujian Tugas Akhir semester ganjil tahun ajaran 2008/2009 ini. Adapun mahasiswa tersebut adalah, untuk IPK peringkat pertama diraih oleh Dewa Ketut Tirtayasa dari Jurusan lukis dengan IPK akhir 3,50. Ni Wayan Udiyani dari lukis dengan IPK 3,48 pada peringkat dua, Dewa I Putu Wirawan dari Jurusan lukis dengan IPK 3,39 pada peringkat ketiga, I Ktut Adi putra jurusan patung pada peringkat empat, dan yang terakhir i gusti made Mahardika jurusan lukis dengan IPK 3,26.
Sedangkan untuk karya Ujian Tugas Akhir terbaik, untuk peringkat pertama diraih oleh I Ketut Adi Putra dari jurusan Patung, peringkat kedua diraih oleh I Putu Edy Asmara Putra dari lukis, Dewa Ketut Tirtayasa dari lukis sebagai peringkat ketiga, peringkat keempat diraih oleh I Wayan Pacep Paristama dari jurusan patung dan yang terakhir atau peringkat kelima diraih oleh I Putu Arya Sentanu dari prodi DKV.
Mugi tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap hasil yang diraih dari para lulusan yudisium sekarang ini, setelah beberapa kendala yang dihadapi namun mereka dapat menunjukan karya terbaiknya. Terbukti dari nilai yang diperoleh dari para mahasiswa yang mengikuti yudisium yang rata-rata memuaskan.
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Pj. Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, M.Si dalam sambutannya pada acara tersebut. Rinu sangat bangga terhadap hasil yang telah dicapai oleh para lulusan dan diharapkan dapat dipertahankan. Sehingga ketika memasuki dunia kerja karyanya dapat diterima oleh stake holder atau masyarakat yang membutuhkan karya seni dan desainnya. Pada kesempatan itu pula Rinu meningtkan bahwa secara kuantitas memang lulusan sekarang ini memang cukup banyak untuk ukuran Fakultas Seni Rupa dan Desain, nah yang menjadi pertanyaan bagaimana menjaga kualitasnya sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan dunia seni dan desain baik lokal maupun internasional. Tentu ini tugas bersama seluruh civitas akademika ISI Denpasar untuk mencapai hal tersebut. Sebagai caranya Rinu menggaris bawahi beberapa point penting yang dijadikan pijakan di dalam mencapai lulusan seni rupa yang berkualitas yaitu yang pertama pentingnya lembaga penjamin mutu pendidikan di dalam menjamin jalannya pendidikan yang jelas, terarah dan terpadu sehingga berpengaruh terhadap kualitas lulusan itu sendiri. Kedua peningkatan SDM seluruh dosen sebagai tenaga pendidik dengan melanjutkan pendidikannya baik S2 maupun S3 di dalam negeri maupun luar negeri sehingga perkembangan wawasannya dapat dipakai mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya. Apalagi peluang untuk itu sangat terbuka berkat dukungan dari DIKTI maupun rektor yang tidak henti-hentinya mendorong dengan jalan mencarikan jaringan kerjasama dengan universitas baik dalam maupun luar negeri. Peningkatan SDM juga ditunjang dengan kedisiplinan para staf dan dosen sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan maksimal. Ketiga kreatifitas yang didukung oleh sarana infrastruktur dan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan tersebut. Terakhir hubungan kerjasama atau networking yang terus dikembangkan baik dalam maupun luar negeri. Sehingga kita harus membenahi kinerja kita di institusi sendiri dan jaringan keluar yang harus dikembangkan dengan kontinu.
Pada kesempatan tersebut pembantu Rektor I ISI Denpasar Drs. I Ketut Murdana, M.Sn yang mewakili pj. Rektor menyampaikan rasa bangganya atas yudisium ini apalagi hasil yang telah dicapai mahasiswa yang sangat memuaskan. Pesannya agar para lulusan menjaga kualitas karyanya dengan maksimal dalam hubungannya nanti dengan masyarakat di dunia kerja nanti. Apalagi tahun 2009 ini pemerintah mencanangkan sebagai Tahun kreatif yang harus dijawab oleh para kalangan akademisi seni sebagai tantangan dalam berkesenian.
Acara tersebut diikuti dengan sangat antusias oelh para pesertanya dan diakhiri dengan acara jabat tangan antar mahasiwa dan dosen, sebagai ucapan perpisahan dan terima kasih atas bimbingannya selama ini. Sungguh mengharukan sekaligus membanggakan dan harapan untuk kelangsungan masa depan dunia kesenirupaan dan desain di bali maupun secara mengglobal.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Feb 18, 2009 | pengumuman
Sehubungan dengan telah ditetapkannya DIPA Institut Seni Indonesia Denpasar Tahun Anggaran 2009, No.0230.0/023-04.2/XX/2009 Tanggal 31 Desember 2008, Panitia Pengadaan Barang/Jasa akan melaksanakan pengadaan barang dan jasa, adapun rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kesiapan Dokumen dari Panitia Pengadaan Barang/Jasa
by admin | Feb 12, 2009 | Agenda, Berita

Untuk Lebih meningkatkan kompetensi para staf pendidik ISI Denpasar di gedung Lata Mahosadhi Pusat Dokumentasi ISI Denpasar dilangsungkan sosialisasi beasiswa untuk kuliah ke luar negeri. Tepatnya dari Goldsmith Departement, University of London, Inggris. Ini merupakan salah satu universitas yang ternama di Inggris yang telah berdiri sejak tahun 1843. Sosialisasi dipaparkan oleh Mr. Erik Manning (MBA) head of Student Recruitment and International Office Goldsmith Departement University of London, yang pada kesempatan ini didampingi oleh Ms. Fifi dari DIKTI. Sosialisasi Ini dihadiri oleh Pembantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan dan seluruh dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain. Sosialisasi dipandu oleh PR IV I Wayan Suweca, SS.Kar, M.Mus dan Pj. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA sebagai narasumber dan juga penerjemah.
Pada intinya Sosialisasi tersebut menerangkan berbagai keunggulan yang Dimiliki oleh Goldsmith Departemen dibidang Seni Rupa, Desain dan hal-hal yang berhubungan tentang kebudayaan seperti cultural Studies, dan menawarkan para dosen untuk melanjutkan studinya baik S2 mapun S3 di sana. Kunjungan sosialisasi ini merupakan program untuk merekrut mahasiswa khususnya mahasiswa asing untuk belajar di Goldsmith Dept. Di Indonesia Mr. Erik telah mengunjungi Surabaya, Jogja, Bandung dan Jakarta. Dipilihnya ISI Denpasar menurutnya karena ISI Denpasar memiliki potensi yang besar didalam pengembangan industri kreatif khususnya di bidang Seni dan budaya, dan diharapkan para dosen dapat berkuliah di London. Beliau juga menawarkan beberapa kerjasama beasiswa agar para dosen dapat kuliah tanpa memikirkan biaya. Hal ini juga dikuatkan oleh Pj Rektor ISI Denpasar, dimana peluang untuk studi lanjut ke luar negeri sekarang begitu terbuka, apalagi program dari DIKTI terutama di bidang pembiayaan sangat begitu besar untuk kegiatan ini. Jadi PJ. Rektor mendorong Para dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain dan Fakultas Seni Pertunjukan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri khususnya di Goldsmith ini. Melalui sosialisasi ini imbuhnya diharapkan menambah networking ISI Denpasar sehingga ke depannya dapat diwujudkan kerjasama di bidang pendidikan seperti pertukaran dosen, mahasiswa, kerjasama dalam bidang penelitian dan pengembangan dalam pendidikan seni.
Para dosen sangat antusias mendengarkan sosialisasi dan terlihat sangat interest untuk melanjutkan studi kesana, namun faktor bahasa yang menjadi kendala hampir sebagian besar dari dosen di dalam melanjutkan studi ke luar negeri. Dijelaskan oleh Ibu Fifi bahwa hal tersebut tidak menjadi suatu masalah dikarenakan dari DIKTI telah dipersiapkan suatu program pelatihan bahasa Inggris khusus untuk dosen yang akan melanjutkan studi ke luar negeri, dengan catatan setelah mendaftar dan lolos fortofolionya di Universitas luar negeri. Tentu hal ini salah satu cara untuk mewujudkan Visi ISI Denpasar untuk go international.
Humas ISI Denpasar melaporkan