by admin | Mar 15, 2009 | Berita
Denpasar– President Suratthani Rajabhat University beserta 15 pejabat struktural (para vice president dan dekan) di lingkungan Suratthani Rajabhat University berkunjung ke ISI Denpasar guna mengadakan penjajakan terkait rencana penandatanganan MoU dengan ISI Denpasar. Para rombongan disambut langsung oleh Pj. Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A., beserta jajarannya. Dalam kunjungannya selama tiga hari di Bali rombongan Suratthani Rajabhat University berkesempatan untuk pertama kalinya mengunjungi ISI Denpasar. Dalam kunjungannya rombongan disuguhi tari penyambutan Selat Segara dan Satya Brasta, dan melakukan inpeksi ke gedung pameran seni rupa serta melihat demonstrasi para mahasiswa ISI Denpasar dalam melukis baik modern maupun tradisi. Uniknya beberapa orang pejabat struktural Surrathani Rajabhat University sempat disket wajah oleh mahasiswa jurusan lukis ISI Denpasar. Mereka sangat gembira dan senang sekali wajahnya disket oleh mahasiswa jurusan lukis bahkan mereka membawanya pulang ke Thailand.
Dipilihnya ISI Denpasar sebagai tempat kunjungan karena atas rekomendasi dari Konsulat RI di Thailand serta Universitas yang pernah menjalin kerjasama dengan ISI Denpasar yaitu Songlah Rajabat University. President Suratthani Rajabhat University, Asst. Prof. Dr. Narong Buddhichiwin mengungkapkan impression yang baik terhadap ISI Denpasar, karena walaupun kampus ISI Denpasar dinilai kecil jika dibandingkan dengan kampus mereka dengan 10.000 mahasiswa, ISI Denpasar mampu menciptakan atmosfir yang ramah dengan beragam kegiatan. Misi kunjungannya adalah untuk menjalin kerjasama dengan ISI Denpasar ke depannya direncanakan program pertukaran dosen dan mahasiswa, kerjasama penilitian, metode pendidikan dan saling mengisi jurnal masing-masing dengan artikel ilmiah sesuai dengan tuntutan direktorat pendiikan tinggi negara masing-masing. Narong juga menambahkan kedatangannya ke ISI Denpasar adalah untuk belajar atau menimba ilmu tentang mengembangkan jaringan atau networking dengan universitas di seluruh dunia. ISI Denpasar menurutnya telah berhasil mengembangkan jaringan networking dengan universitas lainnya di dunia, terbukti ISI Denpasar telah mempunyai MoU dengan universitas-universitas tersebut. Nah atas dasar pertimbangan tersebut Suratthani Rajabhat University kedepannya akan menjajaki kerjasama tersebut dengan ISI Denpasar sebagai salah satu lngkah awalnya. Tambahnya sebelumnya ISI Denpasar telah menandatangani MoU dengan universitas tetangganya yang memang terkenal dengan Seninya yaitu Songkhla Rajabhat University, bahkan pada saat ISI Denpasar mengadakan Festival Kesenian Indonesia V tahun 2008 yang lalu, Songkhla juga turut berpartisipasi dalam seminar.
Pejabat Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S., MA menyambut gembira atas kedatangan para pejabat Suratthani Rajabhat University Thailand ini. Menurutnya Universitas ini dulunya merupakan institusi ilmu pendidikan (semacam IKIP) yang sekarang berkembang menjadi salah satu Universitas terkemuka di Thailand. Prof. Rai juga tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya karena ternyata yang hadir pada saat ini adalah Dekan-Dekan fakultas di universitas tersebut. Salah satu celah kerjasama yaitu di Suratthani terdapat jurusan Tourism yang memunkinkan diadakan untuk kerjasama. Bentuk kerjasamanya yaitu pertukaran dosen, pegawai, mahasiswa, rencana double degree, kerjasama penelitian, tukar menukar informasi ilmiah dengan jalan mengisi jurnal internasional masing-masing universitas. Khusus untuk jurnal ilmiah para dosen di Suratthani dapat mengsi jurnal internasional “Mudra” yang diterbitkan ISI Denpasar begitu juga sebaliknya. Ini juga salah satu usaha untuk mengembangkan jaringan atau networking yang tujuan akhirnya untuk mewujudkan visi ISI Denpasar untuk go international.
Para rombongan Suratthani sangat antusias atas kunjungannya di ISI Denpasar dan pulau Bali pada umumnya. Prof. Rai juga menanti surat invitation dari Suratthani untuk mengadakan kunjungan balasan dan secepatnya ditandatangani MoU kerjasama. Semoga hal ini menjadi pemacu ISI Denpasar untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuannya untuk menjaga Seni dan Budaya Bali yang sangat kita cintai ini.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Mar 15, 2009 | Berita, pengumuman
PENGUMUMAN
Nomor : 032/I.5.14/Inherent/2009
Kepada Yth : civitas ISI Denpasar
di –
Tempat
Dengan hormat,
Dalam rangka pembudayaan TIK, UPT PUSKOM ISI Denpasar membuka Pelatihan Pemanfaatan Fasilitas Jaringan ISI Denpasar Terpadu (JISTA) secara gratis dengan materi: 1. Pemanfaatan internet dalam proses belajar mengajar, penelitian, dan 2. Pemanfaatan Intranet dan Internet dalam manajemen Perguruan Tinggi.
Materi 1 diselenggarakan setiap hari jumat minggu kedua jam 9.30 – jam 11.00 WITA, sedangkan untuk materi 2 diselenggarakan pada hari jumat minggu keempat jam 9.30 – 11.00 WITA. Tempat pelatihan dilaksanakan di Ruang Vicon UPT Puskom Lantai I. Pelatihan akan dimulai pada bulan Maret 2009.
Bagi yang berminat untuk mengembangkan diri melalui pemanfaatan internet dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi, silahkan mendaftar dengan terlebih dahulu mengisi blangko pendaftaran.
Demikian pengumuman ini kami buat dengan sebenarnya kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya
Denpasar, 2 Maret 2009
PIC Inherent/Jardiknas ISI Denpasar
Hendra Santosa, SSKar., M.Hum
NIP 132006579
Tembusan Yth :
Rektor ISI Denpasar sebagai laporan
Arsip
by admin | Mar 14, 2009 | Berita, Galeri, pengumuman
by admin | Mar 6, 2009 | Agenda, Berita

Salah satu dosen ISI Denpasar Drs. I Made Bendi Yudha, M.Sn menerima penghargaan Kerti Budaya oleh Pemerintah Kota Denpasar. Penghargaan tersebut diterimanya atas pengabdiannya sebagai pembina seni lukis remaja dan anak-anak kota Denpasar, serta kontinuitasnya dalam kreatifitas berkarya seni lukis. Pria yang lahir pada tanggal 25 Desember 1961 ini telah malang melintang dalam berbagai pameran baik di dalam maupun luar negeri. Tercatat beberapa negara di dunia seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, USA, Monaco, Perancis dan Australia pernah dijajalnya sebagai tempat pameran lukisannya. Pria jebolan S1 ISI Jogjakarta pada tahun 1988 dan meneruskan S2 nya juga di tempat yang sama pada tahun 2005 ini, tercatat pernah mengukir prestasi sebagai pemenang lomba lukis dan sketsa se-ISI Jogjakarta dari tahun 1982-1986. Diangkat menjadi staf dosen di Jurusan Seni Lukis STSI(sekarang ISI Denpasar) juga telah menerima penghargaan Satya Lencana pengabdian 10 Tahun dari presiden RI atas pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil selama 1 dasawarsa.
Atas prestasi tersebut pria dua anak yang juga pembantu pejabat Dekan di bidang anggaran FSRD ISI Denpasar ini, bangga dan termotivasi untuk terus mentransfer ilmunya kepada seniman pemula untuk lebih meningkatkan kreatifitas dan kemampuan mereka. Karena menurutnya dengan kreatifitas tinggi, maka seni akan memiliki nilai jual yang tinggi pula, sehingga kehidupan pelaku seni tersebut dapat terangkat. Pemkot Denpasar menurutnya sudah cukup serius memperhatikan para seniman, sehingga ”kejengahan” para seniman untuk berkreatifitas, berkarya dapat terus ditingkatkan sehingga kekhawatiran akan memudarnya seni budaya Bali dapat diantisipasi sedari dini. Dengan jalan memberikan wadah untuk berkompetisi dalam bidang seni budaya dengan mengadakan lomba-lomba seperti PSR (Pekan Seni Remaja) dan Porsenijar (Pekan Olahraga dan Seni Pelajar) yang diadakan tiap tahun. Lomba ini secara tidak langsung mendidik generasi muda agar mengetahui seni budayanya dan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di bidang tersebut.
Disinggung mengenai terpilihnya ia dalam penghargaan Kerti Budaya yang digagas Pemkot Denpasar, Pria asli Denpasar ini menilai pemberian penghargaan ini sangat bagus untuk memetakan posisi seniman di kancah dunia seni Bali. Sehingga para generasi muda dapat terinspirasi dan tergugah semangatnya untuk berkontribusi pada jagat seni Bali. Diharapkan tantangan kedepan yaitu bagaimana mempertahankan prestasi yang sudah diraih ini, karena pada saat sekarang, jagat seni khususnya di Bali dihadapkan pada kenyataan yaitu pengaruh perkembangan seni plural, sehingga tugas senimanlah yang menjaga kelestarian ciri khas Bali melalui karya-karya seninya.
Dekan FSRD ISI Denpasar Dra. Ni Made Rinu, M.Si sangat bangga dan gembira atas penghargaan yang telah diterima oleh koleganya ini. Karena loyalitas dan kontribusi Bendi terhadap bidang seni khususnya seni lukis di Bali baik sebagai praktisi, akademisi maupun pembina seni telah dilakoninya dari sejak pertama dia diangkat menjadi staf dosen di STSI(ISI Denpasar). Penghargaan ini juga diharapkan menjadi ransangan atau motivasi kepada dosen yang lain untuk berkarya terutama di masyarakat. Terpilihnya Bendi sebagai penerima penghargaan ini juga sebagai tolok ukur kualitas dosen ISI Denpasar yang mampu memberikan citra positif bagi lembaga. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang merupakan tugas pokok profesi(Tupoksi)-nya sebagai staf pendidik. Bendi merupakan salah satu seniman yang dinilai berhasil melahirkan seniman-seniman muda berbakat, terbukti beberapa anak didiknya telah menorehkan prestasi gemilang dalam berbagai ajang lomba. Itu dikarenakan cara mendidik Bendi yang unik dan responsif, sehingga gampang dicerna oleh anak didiknya. Dimulai dari penggalian ide, bentuk dan tekniknya. Semoga menjadikan inspirasi bagi kita semua untuk memajukan Bali sesuai dengan bidang kita masing-masing.
Humas ISI Denpasar melaporkan