M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Kunjungan ISI Padang Panjang ke Jurusan Kriya Seni FSRD

Kunjungan ISI Padang Panjang ke Jurusan Kriya Seni FSRD

Setelah sebelumnya Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar kedatangan tamu dari Universitas Negeri Jakarta, kini giliran Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar, Jurusan Kriya yang dikunjungi oleh rombongan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang kemarin (2 Februari 2010). Rombongan yang terdiri dari 20 mahasiswa semester V dan VII serta 6 dari para dosen pembimbing, disambut oleh jajaran Dekanat FSRD (PD I: Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn., PD II: Drs. Made Bendi Yudha, M.Sn., PD III: Drs. D.A. Tirta Rai, M.Si), Ketua Jurusan Kriya ISI Denpasar Drs. I Ketut Muka, M.Si, serta para dosen di lingkungan ISI Denpasar. Dalam kunjungan yang terbilang singkat terungkap bahwa ISI Padang Panjang melalui Sekretaris Jurusan Kriyanya, Drs. Sumadi, M.Sn, bahwa ISI Pedang Panjang berencana akan mengadakan kerjasama dengan ISI Denpasar, yang nantinya dikuatkan oleh MOU. Beberapa program yang mungkin bisa terealisasi adalah adaya pertukaran dosen antara ISI Denasar dengan ISI Padang Panjang. Hal tersebut dikarenakan gaung dari kriya Bali sangat terkenal hingga ke mancanegara, sehingga pihak ISI Padang Panjang sangat menginginkan memperoleh ilmu dari para dosen Kriya dari ISI Denpasar. Ide tersebut sangat disambut baik oleh jajaran FSRD ISI Denpasar. Menurut Pembantu Dekan II, Drs. Made Bendi Yudha, M.Sn., timbal balik juga bisa dilakukan oleh ISI Padang Panjang, dimana untuk menambah wawasan ilmu tentang kriya seni dari Padang Panjang, maka perlu juga mendatangkan dosen terbang dari ISI Padang Panjang. Selain itu Jurusan Kriya ISI Padang Panjang juga menginginkan mengadakan pameran dan seminar bersama. Terutama mereka menginginkan ikut terlibat dalam event pameran seni kriya dalam ajang tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang sudah menginternasional. Dimana jurusan Kriya FSRD ISI Denpasar tidak pernah absen untuk mengikuti pameran tersebut.

Sementara menurut Ketua Jurusan Kriya FSRD ISI Denpasar, Drs. I Ketut Muka, M.Si., program-program dengan terobosan baru ini sangat baik untuk diterapkan, guna menarik simpati calon-calon mahasiswa untuk terjun ke Jurusan Kriya ISI Denpasar. Mengingat minat calon mahasiswa untuk belajar di Jurusan Kriya ISI Denpasar sangat minim padahal Bali menjadi pusat pasar kriya, tidak hanya ditingkat nasional bahkan internasional.  Selain mendukung beberapa rencana program yang akan dicanangkan, guna membangkitkan kriya nusantara, untuk yang ketiga kaliya, para mahasiswa kriya dari berbagai universitas/ institut berkumpul mengadakan event tahunan yang bertajuk “Temu Karya Mahasiswa Kriya” . Untuk tahun 2010 ini, ISI Denpasar dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut, diantaranya menggelar pameran serta seminar bersama.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Pemanfaatan Batu Alam Palimanan Sebagai Benda Kerajinan Di Bali

Pemanfaatan Batu Alam Palimanan Sebagai Benda Kerajinan Di Bali

Oleh : (Dra. Ni Made Rai Sunarini, Jurusan Kriya,FSRD, DIPA 2007)

Abstrak Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan sample, dan analisa pembahasan dikakukan secara kualitatif. Pengambilan sample difokuskan di Desa Batubulan Kabupaten Gianyar dan Jalan Ida Bagus Mantra, Tohpati Denpasar. Pemanfaatan Batu Palimanan di Bali sebagai benda kerajinan teridiri dari 2 jenis yaitu batuan yang pertama sifatnya keras berwarna krem dan permukaannya bertekstur garis-garis yang tidak beraturan. Karea sifatnya yang keras banyak dipergunakan sebagai bahan tempelan pada dinding tembok, umumnya tembok untuk eksterior. Pemanfaatan ini selain sebagai dekorasi karena keindahan tekstur juga karean kekuatannya sehingga tahan terhadap cuaca. Batu jenis ini jarang dipergunakan sebagai benda, sulit diolah seperti diukir. Karena sifatnya keras dan kuat batuan –batuan jenis pertama juga dimanfaatkan sebagai lantai pengganti keramik lantai. Batuan Palimanan jenis kedua sifatnya lebih lunak sehinggalebih mudah diolah sebagai benda kerajinan, mudah diukir, dipahat, namun lebih kuat dari batu padas lokal yang warnanya abu-abu. Batuan jenis kedua ini banyak diwujudkan dalam bentuk patung dengan berbagai wujud dan ukuran, sebagai loster berukir, sebagai pelinggih, kap lampu, vas bunga dan sebagainya. Pemanfaatan batuan jenis ini sebagai kerajinan dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang jalan Desa Batubulan Kabupaten Gianyar. Teknik pemanfaatannya atau pembuatannya sebagai benda kerajinan dilakukan dengan teknik tempel dan ukir sesusai dengan benda yang diwujudkan. Keunggulan dibandingkan dengan batuan lokal lebih kuat dan lebih tahan terhadap cuaca, kareana sifatnya yang demikian tentu harganya lebih mahal.

Pengajuan Proposal Penelitian I-MHERE

Pengajuan Proposal Penelitian I-MHERE

P E N G U M U M A N

No: 001/I-MHERE/IV/2010

Dengan ini diumumkan kepada seluruh dosen di lingkungan Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar, bahwa dalam rangka pengajuan proposal penelitian hibah I-MHERE periode tahun 2010 harap segera diajukan paling lambat tanggal 26 Maret 2010, dikumpulkan pada HEI-IU I-MHERE ISI Denpasar. Sistematika proposal disesuaikan dengan panduan. Panduan terlampir.

Denpasar, 2 Maret 2010

A/N Direktur Eksekutif I-MHERE ISI Denpasar

PJS. Direktur Eksekutif

I Made Brata, S.Sn., M.Sn.

NIP: 132 296 352

Penerapan Ragam Hias Geometris Pada Pintu Style Bali

Penerapan Ragam Hias Geometris Pada Pintu Style Bali

Oleh : (I Made Sumantra, S.Sn., Jurusan FSRD, DIPA 2007)

Abstrak Penelitian

Ornamen adalah unsur estetika yang sangat dominan dalam penampilan pintu Style/ Tradisional Bali. Karean setiap pintu Style/Tradisional Bali tidak dapat dipisahkan dari ornamen, baik ornamen yang sangat sederhana sampai pada ornamen yang sangat rumit. Dari hasil pengamatan terhadap pintu-pintu Style/ Tradisional Bali baik yang kuno sampai pada yang paling terbaru memperlihatkan suatu perkembangan ornamen yang signifikan. Dimana pada pintu-pintu yang relatif kuno tampil dengan ornamen yang sangat sederhana tetapi telah indah dan serasi. Sedangkan pintu=pintu yang dibuat pada saat sekarang kecendrungan menggunakan ornamen yang relatif lebih ramai dan rumit, tetapi tetap juga tampil indah dan menarik. Keunikan lain pintu Style/Tradisional Bali adalah selalu mengeluarkan bunyi pada saat dibuka meupun ditutup. Hal ini disebabkan oleh gesekan antara poros atas dan bawah dari daun pintu dengan lubangporosnya yang terdapat pada petitis dan dedange. Dewasa ini bentuk pintu Style? Tradisional Bali telah mengalami perkembangan tersebut belum sampai menyentuh bagian-bagai prinsip yang dapat merusak tatanan pintu tersebut. Yang menarik bagi kita dalam hal ini, adalah bagaimana ragam hias geometreis ini diterapkan sebagai hias untuk pinggiran pintu Style/Tradisional Bali dengan mempertimbangkan keserasian bentuk, keluwesan menggabungkannya serta komposisinya.

Kata kunci : Pintu style/ Tradisional Bali, Ragam Hias.

Loading...