by admin | Apr 6, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : Drs. I Wayan Mudra, M.Sn.,Jurusan Kriya Seni, FSRD, Penciptaan DIPA 2008
Abstrak penelitian
Penciptaan ini menggunakan pendekatan eksperimen. Konsep perwujudan dilakukan tidak realis, namun pada bagian-bagian tertentu didistorsi disesuaikan dengan kemampuan bahan. Pada dasarnya untuk menyampaikan sosok Men Brayut selalu ditampilkan seorang ibu dengan tiga sampai enam anak bahkan lebih pada setiap karya. Komponen ibu dan anak sebagai perwujudan image tokoh Men Brayut dibuat menyatu. Hal ini merupakan teknik dalam pembuatan patung keramik sehingga hasilnya menjadi lebih kuat. Tujuan utama yang mau ditampilkan dalam setiap karya adalah sifat humoris, sehingga karya tersbut diharapkan menjadi unik dan menarik. Karya i8ni dibuat dengan teknik pinching, slab dan coil. Judul-judul karya yang dibuat anatara lain: Brayut Optimis, Brayut Tegar, Brayut Merenung, Brayut Sayang Anak, Brayut Berpose, dan Brayut Beranak Tiga. Finishing karya dilakukan tanpa glasir sebagai upaya untuk memperhatikan detail karya menjadi tetap utuh. Pada setiap karya menampilkan makna-makna yang relevan dengan kehidupan saat ini.
by admin | Apr 5, 2010 | Artikel, Berita
Oleh : Prof. Drs. A.A. Rai Kalam, Jurusan Lukis,FSRD, Penciptaan, DIPA 2008
Abstrak penelitian
Ogoh-ogoh dapat diartikan sebagai bagian wujud visual yang digolongkan dalam “bentuk patumng berkualitas seni di Bali” umumnya tidak dipahat, berwujud makhluk-makhluk menyeramkan, rangkanya dibuat dari bambu, lalu dibungkus dengan kertas, kain atau benang pada bagian-bagain tertentu. Penampilan komposisi warnanya disesuaikan dengan visualisasi wajah-wajah makhluk yang diinginkan (Bali Art Festival, 1987). Bentuk perwujudan Ogoh-Ogoh unik ini, oleh perupa seni lukis akademik ini dimanfaatkan sebagai unsur-unsur penciptaan karya seni, terutama berperan penting dalam mengkomunikasikan ide-ide, gagasan dan fungsi dalam wujud seni lukis akademik. Kehadiran Ogoh-Ogoh selalu terkait dan tidak terlepas dari aktualitas ritual, sebagai upacara “Bhuta-Yadnya”, upacara korban suci bermakna untuk menyicikan ,keslamatan alam semesta……., ditampilkan pada hari raya “Nyepi”. Utamanya Ogoh-Ogoh akan dihadirkan, diarak segera oleh warga desa setelah usai pelaksanaan upaara. Disertai suara gambelan……musik tradisional…….bertalu-talu, dengan tingkah riuk sorak pengarak yang mengandung makna untuk mengusir roh-roh jahat dari wilayah desa bersangkutan.
Profil ogoh-ogoh pun dibuat bermacam-macam umumnya menyeramkan dan menakutkan seperti penampilan ogoh-ogoh Duara-pala, profilnya berwujud menyeramkan, perutnya bucit, mata mendekati bentuk busur, taringnya mencuat dan berambut gondrong.
Data jumlah Ogoh-Ogoh dari 3 (tiga) tahun teakhir, tercatat meningkat rata-rata 500-1000 buah pertahun. Data terakhir tercatat di Polda Bali jumlah Ogoh-ogoh pada malam hari Pengerupukan Nyepi tanggal 6 Maret 2008 mencapai 4.036 buah ogoh-Ogoh (Kompas, 6 Maret 2008). Data pencermatan di ketahui bahwa bentuk Ogoh-ogoh sebagai perwujudan Bhuta-Kala jumlah dan jenisnya sangat beragam, setiap Bhuta Kala memiliki fungsi atau tugas berbeda antara satu dengan yang lain. Ukuran , bentuk, warna, gayanyapun ditampilkan dalam bahasa rupa, desain yang unik. Pada intinya ogoh-Ogoh Bhuta Kala tersebut diyakini masyarakat ada di Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Agar para Bhuta Kala tersebut tidak sampai mengganggu kehidupan serta lingkungan desa dan sebagainya, maka diberikan berupa sesaji atau simbol persembaha dengan melaksanakan kegiatan penyajian upacara “Segeh Agung sebalum Ogoh-Ogoh di arak keliling di lingkungan desa. Aktivitas dan penampilan arak-arakan Ogoh-Ogoh ini dipandang sebagai karya seni patung unik, dapat disajikan sumber penciptaan, khusunya sebagai Sumber Penciptaan Seni Lukis Akademik. Pencipta Seni Lukis Akademik yang dimaksud adalah pencipta profesional dalam proses seni lukis akibat adanya pendidikan bidang seni rupa yang menerima perubahan ,terdidik, inovatif, mengikuti perkembangan IPTEKS, dalam pengmbangan ide-ide, maupun kosep-konsep dalam mewujudkan ciptaan baru karya seninya.
Kesimpulan bahwa penghayatan Ogoh-Ogoh sebagai bentuk patung menyajikan sibol-simbol yang bersifat menyeramkan, memiliki karakter, bentuk,gaya, warna yang bervariasi menarik dijadikan sumber penciptaan ditunjukan dengan munculnya diversifikasi karya seni lukis akademik dengan ide dan kosep-konsep baru.
by admin | Apr 3, 2010 | Berita
Satu momentum penting akan digelar oleh Partai politik PDI Perjuangan pada tanggal 6-9 April 2010, yaitu Penyelenggaraan Konggres Ke III PDI Perjuangan yang dipusatkan di Bali, tepatnya di Hotel Bali Beach-Sanur. Kegiatan rencananya dihadiri sekitar 1.400 orang yakni tingkat cabang (DPC) dari 457 kabupaten/ kota se-Indonesia, pimpinan 33 daerah/provinsi (DPD), semua DPP, peninjau, pengamat, undangan khusus, dan lainnya, dan dibuka oleh Megawati Sukarno Putri. Dalam acara pembukaan PDI Perjuangan menggandeng ISI Denpasar untuk dapat tampil dalam acara pembukaan pada tanggal 6 April 2010. ISI Denpasar akan menyuguhkan tari pembukaan Pendet dengan diiringi oleh para penabuh wanita Asti Pertiwi deengan menggunakan Gamelan Semar Pegulingan. Sebelum melakukan pementasan, tadi pagi (2 April 2010) latihan ISI Denpasar ditinjau langsung oleh pihak panitia, dimana yang hadir adalah Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Wayan Koster serta Rike Diah Pitaloka, yang didampingi Anggota DPRD Bali dari PDI P, Drs. I Ketut Kariyasa Adnyana, Sp. Rombongan disambut oleh Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S. M.A. Prof. Rai menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam serta menyambut baik dan akan turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Selain menampilkan tari pembukaan pendet, guna menyambut kedatangan tamu-tamu kehormatan, Asti Pertiwi (penabuh wanita yang merupakan gabungan para dosen, staf, mahasiswa, alumni ISI Denpasar serta seniman) juga akan menyuguhkan beberapa tetabuhan Semar Pagulingan.
Humas ISI Denpasar melaporkan
by admin | Apr 3, 2010 | Berita
Denpasar- Sebanyak 29 orang mahasiswa dan dosen dari Program Pasca Sarjana, Graduate School in Performing Art, Suan Sunandha Rajabhat University-Thailand mengadakan study banding ke ISI Denpasar, tadi pagi (2 April 2010). Rombongan diterima oleh Rektor ISI Denpasar beserta para pejabat struktural di lingkungan ISI Denpasar. Kegiatan studi banding diawali dengan mengunjungi Gedung pusat dokumentasi, Lata Mahosadi ISI Denpasar. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi akademik, guna bertukar informasi terkait sistem akademik di masing-masing perguruan tinggi. Dalam diskusi singkat terungkap kebanggaan atas ISI Denpasar sebagai salah satu lembaga pendidikan seni yang turut menjaga dan melestarikan seni budayanya, ditengah terpaan arus globalisasi. Mengingat di Thailand sendiri pengaruh globalisasi mengakibatkan dampak yang sangat buruk terhadap pelestarian seni dan budaya Thailand, dimana minimnya generasi muda yang tertarik untuk melestarikan seni dan budaya Thainland. Setelah mengenal lebih dekat kampus ISI Denpasar, lewat penjelasan singkat dari Rektor ISI Denpasar, acara dilanjutkan dengan melakukan work shop tari dan tabuh yang bertempat di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Workshop dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris ini dipimpin oleh I Wayan Suweca untuk workshop tabuh beserta I Gusti Ayu Srinatih untuk workshop tari. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan workshop.
Menurut Assoc. Prof. Chommanad Kijkhun (Phd), Head of Graduate School in Performing Arts, Suan Sunandha Rajabhat University-Thailand, salah satu kurikulum dalam pendidikan program pascasarjana disana adalah melakukan workshop internasional. Dipilihnya Bali karena memiliki seni budaya yang hampir sama dengan Thainald. Sementara dipilihnya kampus ISI Denpasar sebagai salah satu tempat studi banding, karena ISI Denpasar sudah sangat terkenal di Thailand sebagai lembaga pendidikan seni yang memiliki reputasi baik. kedepan pihaknya akan terus melakukan kerjasama baik bidang akademis maupun non akademis.
Sementara Rector ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. menyambut baik kedatangan rombongan dari Suan Sunandha Rajabhat University-Thailand. Mengingat kampus tersebut adalah kampus terbesar dalam bidang seni di Thailand, sehingga sangat baik untuk menjalin kerjasama diberbagai bidang. Sehingga kedepan ISI Denpasar akan melakukan kesepakatan lewat penandatanganan MOU dengan pihak Suan Sunandha Rajabhat University-Thailand. Program yang memungkinkan untuk terealisasi adalah pertukaran mahasiswa dan dosen, melakukan penelitian bersama, seminar bersama hingga kolaborasi seni bersama. Prof. Rai menambahkan bahwa Suan Sunandha Rajabhat University-Thailand adalah Perguruan Tinggi yang keempat di Thailand yang memiliki hubungan relasi dengan ISI Denpasar. Sehingga ini sangat baik untu lebih menambah jejaring ISI Denpasar, dan lebih merealisassikan internasionalisasi Perguruan tinggi seni.
Humas ISI Denpasar melaporkan.