by admin | Aug 29, 2010 | Berita
Syafiudin mahasiswa semester III Program Studi Fotografi, FSRD, ISI Denpasar berhasil membawa nama baik Bali, ISI, dan PS.Fotografi ke tingkat nasional, dengan menjuarai lomba foto yang bertajuk “Indonesia Membangun” 2010 diantara 459 peserta dari seluruh provinsi Indonesia, dan Syafiudin selain mendapat hadiah uang tunai, mereka juga mendapat tropi dari presiden dan langsung diserahkan oleh RI 1. Selanjutnya, foto-foto peserta dipamerkan di Galeri Nasional, 20-25 Agustus secara langsung. Mahasiswa fotografi ISI Dps ini merupakan salah satu mahasiswa berprestasi yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan seni tinggi di Bali ini. Rektor ISI Prof. Dr. I Wayan Rai,S.MA, didampingi oleh PR I Drs. I Ketut Murdana, M.Sn., Dekan FSRD Dra. Ni Made Rinu,M.Si dan Ketua Program Studi I Komang Arba Wirawan.,S.Sn,M.Si mengucapkan selamat, dan penghargaan dari lembaga (27/8) kemarin di ruang rektor.
“Saya mengucapkan selamat kepada mahasiswa berprestasi, dengan merebut piala presiden dan piagam penghargaan tingkat nasional, lembaga memberikan beasiswa sebagai apresiasi, dan akan diselenggarakan pameran mahasiswa ISI Denpasar berprestasi 2010” kata Rai. Seluruh prestasi mahasiswa yang diraih oleh Fak. Seni Pertunjukan dan FSRD, seperti Peksiminas, PMW, PIMNAS dan berbagai lomba foto dan pameran seni lukis akan dipamerkan sehingga mejadi inspirasi bagi mahasiswa baru ISI yang mengalami peningkatan 23 persen tahun ini.
Setelah menerima mahasiswa Rektor ISI Prof Rai selanjutnya menerima delegasi “Truly Bagus” pameran, seminar dan workshop di Cullity Galery Faculty of Architecture, Landscape, and Visual Arts, The University of Western Australia, yang dipinpin dekan FSRD. Penerimaan delegasi yang telah sukses membawa nama Bangsa, Bali dan ISI dengan pertunjukan tari Baris pada rangkaian HUT Kemerdekaan RI 65 di Konsulat Perth yang lalu. “Saya mendapat laporan pameran, seminar dan workshop telah berjalan dengan sukses”ungkap Rai. Untuk itu kita tidak berhenti hanya sampai disini namun program”Truly Bagus” ini akan terus dikembangkan, Imbuhnya.
Pada kesempatan penyerahan piagam penghargaan oleh A/Professor Paul Trinidad Lecture Faculty of Architecture, Landscape and Visual Arts, mengucapakan terimakasih kepada Rektor ISI atas dukungannya. “Saya mengucapkan terimakasih, atas dukungan Rektor dari hati, semoga program selanjutnya workshop pada oktober nanti berjalan sukses”harap Paul. Dimana direncanakan pada bulan oktober 2010, A/Prof. Paul Trinidad, Prof. Patrick Beale, Prof. Grant Revell akan melakukan pembicaraan dan kerjasama yang lebih luas lagi pada masa yang akan datang.
Kedatangan delegasi dari ALVA Perth Australia akan dipimpin Winthrop Professor Anderson dekan, yang sangat puas dengan delegasi FSRD ISI Denpasar dengan program “Truly Bagusnya” “semoga kegiatan ini menjadi jembatan kebudayaan antar Indonesia dan Australia” imbuh Paul penggagas “Truly Bagus Project”.
Mahasiswa Baru
Serangkaian acara penerimaan dan pengenalan kegiatan akademik dan kemahasiswaan kampus bagi mahasiswa baru berlangsung dengan lancar ditutup, oleh PR III, Drs. I Made Subrata.,M.Si, bahwa penerimaan dan pengenalan kegiatan akademik kampus ditekankan pada pengenalan akademis, system perkuliahan, manajemen organisasi, karya tulis ilmiah, serta penceramah mengenai narkoba dari POLDA Bali, tanpa ada yang bersifat fisik. Pesan Rektor agar MABA dapat menjaga nama baik ISI sebagai Institusi seni yang terhormat bagi masyarakat Bali. Selanjutnya Sabtu (28/8) hari ini dilaksanakan pewintenan Saraswati bagi MABA ISI tahun 2010
Keterangan foto:
Rektor ISI Dps, Prof.Dr.I Wayan Rai,S.MA, (no2 dari kanan) foto bersama mahasiswa Syafiudin (tengah) Mhs Fotografi FSRD,ISI Dps, seusai diterima rector ISI Dps serangkaian menjuarai Lomba Foto Tk Nasional Tropi Presiden SBY, selain itu mendapatkan piagam dan hadiah uang pembinaan 15 juta rupiah.(Jumat/27/8)
Humas ISI Denpasar
by admin | Aug 29, 2010 | Berita
Jakarta — Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional mengingatkan, dari enam program utama yang tercantum dalam rencana strategis kementerian, pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah yang pertama dan utama.
“Karena itu saya minta betul kepada kita semua para praktisi, para pemerhati dan semua yang peduli terhadap PAUD, mari kita optimalkan upaya-upaya menangani PAUD ke depan,” kata Hamid ketika memberikan penghargaan kepada pemenang lomba kreativitas dan kreasi seni dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2010, pada Rabu, (21/07) di gedung E lantai 3, kantor Kemdiknas.
Hamid juga mengingatkan, pada akhir 2014 target minimal 72,9 persen angka partisipasi PAUD harus tercapai. Menurut dia, target dalam lima tahun mendatang ini luar biasa ambisius. “Sekarang ini posisinya 53 persen artinya selama 5 tahun kita diminta menaikkan 20 persen angka partisipasi, sehingga rata-rata setiap tahun 4 persen harus naik dari sekitar 29 juta anak. Maka, setiap tahun wajib minimal 1,2 juta tambahan anak usia dini yang harus dilayani,” katanya.
Dia mengajak semua pihak untuk seoptimal mungkin membantu gerakan layanan PAUD di Tanah Air. “Oleh karena itu kami berharap kepada HIMPAUDI, Forum PAUD, mitra-mitra organisasi sosial kemasyarakatan, mari kita berupaya seoptimal mungkin agar PAUD ini betul-betul kita wujudkan,” ucapnya.
Kendati demikian, dia meminta,”Jangan asal membuka PAUD tanpa memenuhi standar layanan minimal yang sudah ditetapkan.” Menurut dia, PAUD nonformal, kelompok bermain dan TPA memang fleksibel pendiriannya. “Tetapi persyaratan dasar/minimal itu tidak bisa ditawar. Harus dipenuhi. Fleksibel itu di dalam program pembelajarannya tetapi kalau ketentuan kelembagaan ketentuan tutor, ketentuan pendidik, ketentuan manajemen itu memang harus mengikuti standar yang kita tetapkan,” ucap Hamid. (nasrul)
Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/7/22/pendidikan-anak-usia-dini-jadi-program-utama.aspx
by admin | Aug 29, 2010 | Artikel, Berita
Oleh Ni Luh Desi In Diana Sari
Pemilihan warna adalah merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menentukan respon dari calon pemakai. Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang (terutama warna background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk keseluruhan gambar atau grafis, warna meruapkan unsur penting dalam grafis karena dapat memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihat. Warna mampu memberikan sugesti yang mendalam kepada manusia.
Dalam komunikasi grafis penggunaan warna perlu disusun dan ditata secara tepat sehingga menimbulkan suasana mempengaruhi luas kehidupan manusia sekaligus sebagai lambang psikologis. Warna juga bersifat case sensitif meskipun secara universal penggunaan warna – warna dibidang komunikasi grafis telah diakui namun warna erat kaitannya dengan latar belakang budaya sebuah bangsa atau komunitas tertentu yang mungkin memberikan penilaian berbeda untuk penggunaan warna – warna yang berbeda. Sebagai contoh, warna merah jangan digunakan untuk kemasan produk yang dijual di saudi Arabia karena nilai budaya setempat meyakini bahwa warna merah adalah haram karena identik dengan darah.
Untuk mencapai desain warna yang efekif bisa dimulai dengan memilih warna bisa mempresentasikan tujuan daripada media komunikasi grafis yang dibuat. Pallet warna yang dibuat sebaiknya cocok dengan tujuan atau pesan yang ingin disampaikan. Sebagaimana misalnya anda ingin mendesain media grafis untuk anak – anak TK, maka ada baiknya anda memilih warna – warna cerah untuk membuat suasana ceria. Sementara untuk membuat situs komunitas dapat dipergunakan warna – warna hangat agar menimbulkan suasana yang lebih santai. Sebaliknya jika anda bermaksud untuk menonjolkan penyajian informasi, dimana content akan mendominasi, maka sebaiknya dipergunakan warna – warna sederhana dan tidak mengganggu. Misalnya, jangan menggunakan background kembang – kembang dengan warna yang mencolok.
Dalam sebuah desain, komposisi warna sangat penting. Komposisi berarti to compose, yang berarti mengarang, menyusun, atau mengubah. Johannes Itten dalam buku The Elements of Color 1970 pada halaman 91 menyatakan : “To compose in color means to juxtapose two or more colors in such away that they jointly produce a distinc and distinctive exspression. The selection of hues, their realtives situation, their locations, and orientations, within the composisition their configurations or simultaneousley pattern their extensions and their contrast relationshipare decesive factors of expression.”
Artinya, Efek sebuah warna dalam komposisinya ditentukan oleh situasi karena warna selalu dilihat dalam hubungannya dengan lingkungannya. Warna yang dikeluarkan dari lingkarannya akan memiliki kekuatan sendiri. Kualitas dan kuantitas keluasaannya merupakan faktor yang sangat menunjang. (Pujiriyanto, 2005:43)
Warna selengkapnya
by admin | Aug 29, 2010 | Artikel, Berita
Oleh: Hendra Santosa, Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar
- 1. Zaman Prasejarah
Berdasarkan bukti-bukti prasejarah, Bali telah melalui beberapa tahapan zaman/kebudayaan. Pada zaman paleolitikum dengan bukti-bukti di daerah Sembiran dan Trunyan terdapat perkakas terbuat dari batu berupa kapak genggam batu yang buatannya masih kasar. Dari zaman batu kasar, berpindah pada zaman batu muda dengan peninggalan berupa kapak-kapak batu, beliung-beliung batu, yang telah dihaluskan, sekarang sebagian di simpan di musium Bali dan sebagian lagi di musium Jakarta. Peninggalan-peninggalan tersebut, tersebar hampir diseluruh Bali, seperti di Palasari, Kediri, Bantiran, Kerambitan, Payangan, Ubud, Pejeng, Salunglung, Kesiman, Selat, Nusa Penida, dan beberapa desa di Bali Utara Soekmano, Sejarah Kebudayaan Indonesia II, (Yoyakarta). Zaman batu Muda ini menurut para ahli sejarah kemungkinan telah berkembang di Bali antara 2000 sampai 3000 tahun sebelum Masehi (Soekmano. Sejarah Kebudayaan Indonesia II, (Yoyakarta),.
Zaman perunggu di Bali terjadi beberapa abad sebelum masehi dengan ditemukannya seni menuangkan logam atau disebut dengan kebudayaan Dongson yaitu sebuah kebudayaan yang berkembang dari daerah Tongkin di Indo Cina. Bukti-bukti peninggalan kebudayaan Dongson, misalnya di beberapa tempat ditemukan kapak-kapak, beliung yang terbuat dari perunggu. Bukti lainnya adalah peti mati terbuat dari batu yang dinamakan sokarpagus ditemukan di daerah Gilimanuk, Tabanan, dan Gianyar. Pada zaman Dongson ada cara menyimpan mayat dalam batu yang sama sekali bukan sebagai pengaruh Hindu. Caranya, mayat terlebih dahulu dikecilkan dan disimpan di dalamnya, kemudian dimasukan benda-benda dari perunggu, manik-manik, kain-kain, dan piring-piring yang bergambar.
Alur Perkembangan Kebudayaan Bali I, Selengkapnya