M

Tentang ISI Bali

Sejarah

Pengantar

Akreditasi

Visi dan Misi

Struktur Organisasi

SAKIP

JDIH

Penghargaan

PPID

Green Metric

Pendidikan

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Pascasarjana

Program Internasional

Alumni

Formulir Mahasiswa

Penelitian

Penelitian, Penciptaan dan Diseminasi Seni dan Desain (P2SD)

Penelitian Disertasi (PDD)

Penelitian Kompetisi Nasional

Penelitian Kerja Sama

Pengabdian

Bali Citta Swabudaya (BCS)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pusat

Mahasiswa Baru ISI Denpasar  Meningkat 29 Persen

Mahasiswa Baru ISI Denpasar Meningkat 29 Persen

Denpasar- Setelah mahasiswa baru ISI Denpasar mengikuti kegiatan Pengenalan Kegiatan Akademik dan Kemahasisaan bagi  Mahasiswa Baru selama 4 hari dari tanggal 24-27 Agustus 2010,  pada tanggal 30 Agustus 2010 bertempat di Gedung Nayta Mandala, mahasiswa baru ISI Denpasar diterima secara resmi dalam upacara akademik pada Sidang Senat Terbuka Dalam Rangka Pengesahan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2010/2011. Dalam upacara tersebut mahasiswa baru akan mengucapkan janji atas kewajiban sebagai mahasiswa ISI Denpasar yang ditetapkan dalam Peraturan Mendiknas. Pernyataan janji diucapkan dihadapan orang tua/wali dan anggota Senat ISI Denpasar, selanjutnya para mahasiswa baru dan orang tua/wali menandatangani Surat Penyataan atas janji yang telah diucapkan.

Sebelum proses pembelajaran mahasiswa baru yang dimulai pada awal 7 September 2010, mereka mendapat pembekalan dengan materi kegiatan mengacu pada pedoman Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) disampaikan melalui berbagai ceramah yaitu  : Paradigma Pendidikan Tinggi Seni; Sistem Pendidikan Nasional; Kewirausahaan; Pemikiran Kritis Mahasiswa (PKM); Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas; Sistem Akademik dan Kemahasiswaan di tingkat institut dan fakultas; Polbangmawa; HAKI; Etika Bergaulan; Satuan Kredit Kegiatan Mahasiswa dan Gaya Kepemimpinan. Penceramah adalah pimpinan institut dan fakultas, dosen yang memiliki kompetensi bidang kemahasiswaan, serta  penceramah dari Karo Binamitra Polda Bali dan dosen dari IHDN.

Menurut Ketua Panitia sekaligus Pembantu Rektor III ISI Denpasar Drs. I Made Subrata, MSi jumlah calon mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan adalah 276 orang, terdiri atas Fakultas Seni Pertunjukan sebanyak 97 orang dan Fakultas Seni Rupa dan Desain sebanyak 179 orang. Dibandingkan penerimaan calon mahasiswa baru tahun akademik 2009/2010 terdapat peningkatan  jumlah calon mahasiswa yang mendaftar sebesar 29 %.   Dalam laporannya Drs. I Made Subrata, M.Si  menyatakan bahwa selaku ketua, pengenalan kegiatan
akademik dan kemahasiswaan yang berlangsung selama 4 hari berjalan dengan
lanjar. Kegiatan pengenalan kampus diadakan tanpa perpeloncoan, semua kegiatan diadakan dalam ruangan dengan pengawasan ketat oleh panitia.

Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Drs. I Gusti Bagus Priatmaka,M.M., menyatakan bahwa Penerimaan calon mahasiswa baru di lingkungan Institut Seni Indonesia Denpasar tahun akademik 2010/2011 diselenggarakan dengan 3 jalur : (1) reguler, (2) program Penyelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) dan  (3) program BIDIK MISI  (Beasiswa Pendidikan bagi Calon Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu). ISI Denpasar salah satu diantaranya diberi kepercayaaan untuk menyelenggarakan program Beasiswa BIDIK MISI bagi calon mahasiswa baru mulai tahun 2010 sebanyak 48 (empat puluh delapan) orang. Sararannya lulusan jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2010 yang berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi.
Sementara Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. menyambut gembira dan mengucapkan selamat datang bagi calon-calon mahasiswa Baru. Dalam sambutannya menyatakan sangat bangga atas mahasiswa baru
yang merupakan mahasiswa pilihan melalui seleksi yang sangat ketat dan
mengucapkan terimakasih kepada orang tua/wali yang telah memberi
kepercayaan untuk kuliah di ISI Denpasar. Memang untuk acara pengenalan akademik dan kemahasiswaan tahun ini dititik beratkan kepada apa yang telah digariskan oleh DIKTI yaitu Pengembangan Pendidikan Nasional lewat Renstra Pendidikan Nasional yang bertemakan “Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif”. Implementasi dari semua ini dapat dilihat dalam acara pengenalan akademik ini dimana unsur-unsurnya dapat dilihat dari Olah Kalbu (Ketuhanan), Olah Pikir(kecerdasan intelektual), Olah Rasa(pergaulan & etika) dan Olah Raga (kesegaran Jasmani). Sebagai bentuk motivasi kepada mahasiswa baru,
Rektor ISI Denpasar memperkenalkan mahasiswa lama yang
berprestasi tingkat nasional seperti pemenang Fotografi, Peraih mendali
emas dan perak di Peksiminas dan Pimnas, Kegiatan BEM ke Turki, Program transfer kredit MIT (Malaysia-Indonesia-Thailand), dimana dua mahasiswa ISI Denpasar sedang mengikuti kuliah di Tamasat University-Thailand selama 6 bulan.

Humas ISI Denpasar melaporkan

Pendidikan Karakter Menyeluruh pada 2014

Pendidikan Karakter Menyeluruh pada 2014

Bogor Kementerian Pendidikan Nasional telah menyusun desain besar pendidikan karakter bangsa. Konsep ini akan segera diimplementasikan pada tingkat satuan pendidikan. Ditargetkan, seluruh satuan pendidikan telah mengembangkan pendidikan karakter bangsa pada 2014.

“Pusat kurikulum sampai saat ini sudah membentuk master trainer yang diharapkan melatih para guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk bisa menghidupkan atau menjadi pionir pendidikan karakter bangsa di satuan pendidikan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemdiknas Mansyur Ramli pada Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bangsa di Hotel Novotel, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/08).

Hadir pada acara Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baedhowi, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, dan Kepala Pusat di lingkungan Balitbang Kemdiknas.

Tema seminar adalah “Strategi dan Implementasi Pendidikan Karakter Bangsa pada Satuan Pendidikan”. Seminar yang berlangsung mulai 27-29 Agustus 2010 ini diikuti 156 peserta terdiri atas anggota Komisi X DPR RI, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota, dan para praktisi pendidikan.

Mansyur optimistis pendidikan karakter dapat segera diimplementasikan pada satuan pendidikan. Sekurang-kurangnya, 25 persen satuan pendidikan mulai menerapkan pada 2012. “Sudah banyak satuan pendidikan, perguruan tinggi, berbagai tokoh masyarakat, dan pemerhati pendidikan yang sudah mengembangkan karakter bangsa melalui pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal,” ujarnya.

Lebih lanjut Mansyur menyampaikan, hampir semua perguruan tinggi telah mengembangkan pendidikan karakter bangsa. Berbagai satuan pendidikan, kata dia, juga telah menerapkan pendidikan karakter bangsa dengan bermacam cara seperti kantin kejujuran di sekolah, melalui nilai-nilai keagamaan dan budaya. “Dengan potret yang kita lakukan kita optimis. Tinggal mendorong dan menularkan apa yang telah dikembangkan satuan pendidikan tertentu dan masyarakat,” katanya.

Sekretaris Balitbang Kemdiknas Siskandar menyampaikan, seminar ini dimaksudkan untuk mendiskusikan dan berbagi pengalaman tentang strategi dan implementasi pendidikan karakter bangsa. Adapun tujuannya adalah untuk menghimpun bahan masukan terkait dengan strategi dan implementasi pendidikan karakter bangsa, dalam satu kesatuan sistem pendidikan nasional yang holistis. “Tujuan lainnya adalah untuk menyusun rekomendasi tentang strategi pembelajaran dan implementasi pendidikan karakter bangsa dalam satu kesatuan sistem pendidikan,” katanya.

Siskandar menyebutkan, seminar dibagi menjadi dua bagian yaitu sidang pleno dan komisi-komisi. Sebanyak enam komisi yang akan mendiskusikan strategi dan implementasi pendidikan karakter masing-masing pada jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi, dan masyarakat. (agung)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/8/28/karakter.aspx

Dirjen PNFI Usulkan Lomba Cipta Lagu Anak

Dirjen PNFI Usulkan Lomba Cipta Lagu Anak

Jakarta – Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Hamid Muhammad berpesan agar dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun depan diadakan lomba yang lebih kreatif dan produktif. “Misalkan lomba membuat animasi anak-anak. Di lingkungan kita kan banyak cerita-cerita rakyat yang itu mengajarkan tentang pendidikan watak, masalah kejujuran, masalah disiplin kemudian contoh yang baik,” ucapnya ketika memberikan penghargaan kepada pemenang lomba kreativitas dan kreasi seni dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2010, pada Rabu, (21/07) di gedung E lantai 3, kantor Kemdiknas.

Menurut dia, jika lomba animasi belum memungkinkan, paling tidak lomba mengarang cerita rakyat. “Yang bagus kita berikan penghargaan, dikasih hak cipta/copyright dan itu kita terbitkan atau kita beli hak ciptanya terus kita masukkan di website kita, dan itu boleh diproduksi siapa pun untuk kepentingan PAUD (pendidikan anak usia dini),”  tuturnya.

Hamid juga menyarankan adanya lomba mencipta lagu anak-anak. “Memang banyak penyanyi cilik tapi nyanyiannya orang dewasa. Kenapa kita tidak bisa melombakan ini, dan saya yakin akan muncul lagu-lagu yang bagus dan itu bisa kita perkenalkan kepada anak-anak,”  ucapnya.

Pada kesempatan itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal  memberi penghargaan kepada pemenang lomba kreativitas dan kreasi seni, yang telah dilakukan di lingkungan Kemdiknas. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Hamid Muhammad dengan didampingi Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sujarwo Singo Direjo.

Ada 46 pemenang dari tiga kelompok yang dilombakan. Pemenang terbagi atas kelompok lomba jurnalistik. Di kelompok ini, terbaik I diraih Mustopa dari Harian terbit Jakarta Timur, terbaik II Gusnaldi dari Harian Singgalang Padang, terbaik III James Pandopotan Pardede dari Harian Analisa Medan. Lalu, Harapan I Wahyu Kuncoro dari Harian Birawa Surabaya, Harapan II Harjoni Desky dari Harian Aceh Lhokseumawe, Harapan III Erna Yuliawati dari Kabupaten Serang.

Untuk Kelompok Lomba Lembaga PAUD Berprestasi tingkat nasional yaitu kategori Taman Penitipan Anak (TPA), terbaik I diraih oleh TPA Griya Nanda DWP UIN Sunan Kalijaga DI Yogyakarta, terbaik II TPA Ananda Mandiri Kabupaten Tegal, terbaik III diraih TPA Al-Firdaus Kota Bekasi. Lalu, dan Harapan I diraih TPA Rumah Kita Kota Bogor, Harapan II TPA Addiroyah Kabupaten Bandung, Harapan III TPA Al-Ishlah Kota Gorontalo.

Kategori Kelompok Bermain (KB), terbaik I diraih KB Avicenna Kabupaten Tangerang, terbaik II KB Taman Pendidikan Prasekolah Al-Firdaus Kota Surakarta, terbaik III KB Aisyiyah 38 Kabupaten Lamongan, Harapan I KB Uswah Hasanah Perwira Kabupaten Lebak, Harapan II KB Prima Sakinah Kota Bekasi, Harapan III KB Bungan Bangsa Kota Semarang.

Kategori Pos PAUD, terbaik I Pos PAUD Tunas Melati Kota Yogyakarta, terbaik II Pos PAUD Intan Kota Jakarta Utara, terbaik III Pos PAUD Sedap Malam Kota Depok, dan harapan I diraih Pos PAUD Mutiara Kabupaten Karawang, harapan II Pos PAUD Aninda Kota Jakarta Timur, harapan III Pos PAUD Ngudi Rukun Kabupaten Gunung Kidul.

Sedangkan pada Kelompok Pemilihan Organisasi Mitra Berprestasi tingkat Nasional tahun 2010 yaitu kategori HIMPAUDI, terbaik I HIMPAUDI Kota Malang, terbaik II HIMPAUDI Kota Denpasar, dan terbaik III HIMPAUDI Kota Bogor. Kategori FORUM PAUDI, terbaik I FORUM PAUDI Kabupaten Sukabumi, terbaik II FORUM PAUDI Kota Yogyakarta, dan terbaik III FORUM PAUDI Kota Cirebon.

Kategori Muslimat NU, terbaik I Muslimat NU Kabupaten Ciamis, terbaik II Muslimat NU Kota Batu, dan terbaik III Muslimat NU Kabupaten Pekalongan. Kategori Aisiyah, terbaik I Aisiyah Banten, terbaik II Aisiyah Kabupaten Sukohardjo, dan terbaik III Aisiyah Jakarta Selatan.

Kategori Gabungan Organisasi Wanita (GOW), terbaik I GOW Kabupaten Kebumen, terbaik II Kabupaten Kendal, dan terbaik III GOW Kota Cimahi.

Selanjutnya, Kategori PKK, terbaik I TP. PKK Kota Yogyakarta, terbaik II TP. PKK Kota Padang Panjang, dan terbaik III TP. PKK Kabupaten Parigi Moutong. Kategori pemilihan tokoh masyarakat, terbaik I diraih Nur Cholimah, terbaik II Sumijarto, terbaik III Hj. Anna Anggraeni.

Sedangkan untuk kategori penghargaan jalan sesama rencananya akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan pada 23 Juli 2010 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Penghargaan yang diberikan kepada pemenang yakni berupa uang tunai, trofi, dan piagam penghargaan. (nasrul)

Sumber: http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/7/22/dirjen-pnfi-usulkan-lomba-cipta-lagu-anak.aspx

Study Ekskursi

PENGUMUMAN

DIBERITAHUKAN KEPADA SEMUA MAHASISWA FSRD ISI DENPASAR YANG MENDAFTAR IKUT STUDI EKSKURSI, AGAR BERKUMPUL PADA :

HARI/TGL.     : JUMAT, 3 SEPTEMBER 2010

JAM                 : 09.00 WITA

TEMPAT         : RUANG KULIAH FSRD ISI DENPASAR

ACARA            : PENGARAHAN PD III FSRD ISI

DENPASAR

DEMIKIAN KAMI SAMPAIKAN, ATAS PERHATIAN DAN KERJASAMANYA DIUCAPKAN TERIMAKSAIH.

Denpasar, 30 Agustus 2010

A.n. Dekan,

Pembantu Dekan III,

Drs. D.A. Tirta Ray, M.Si

NIP. 19570423 198710 1 001

Loading...